• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN

5.1.4 Deskripsi Variabel Penelitian

Tabel 5.5 menunjukkan bahwa dari 55 responden yang diteliti memberikan jawaban yang bervariasi dan jika dicermati maka dapat dijelaskan sebagai berikut:

a. Pertanyaan pertama “Pimpinan selalu mampu menganalisa dalam menentukan langkah-langkah dalam pencapaian tujuan”. Ditanggapi responden dengan penilaian paling banyak pada kategori setuju sebanyak 27 orang atau 49,1% dari total responden dan penilaian paling sedikit dengan kategori sangat setuju sebanyak 1 orang atau 1,8% dari total responden.

b. Pertanyaan kedua “Pimpinan dalam menyusun langkah-langkah dalam proses pencapaian tujuan selalu terprogram, tersusun dan terkonsep”.

Ditanggapi responden dengan penilaian paling banyak pada kategori setuju sebanyak 35 orang atau 63,6% dari total responden dan penilaian paling sedikit dengan kategori sangat tidak setuju dan tidak setuju masing-masing 2 orang atau 3,6% dari total responden.

c. Pertanyaan ketiga “Pimpinan berani mengambil resiko dalam pelaksanaan keputusan”. Ditanggapi responden dengan penilaian paling banyak pada kategori setuju sebanyak 33 orang atau 60% dari total responden dan penilaian paling sedikit dengan kategori tidak setuju sebanyak 1 orang atau 1,8% dari total responden.

d. Pertanyaan keempat “Pimpinan dalam pengambilan keputusan selalu bersikap tegas tanpa kompromi agar disegani oleh para bawahannya”.

Ditanggapi responden dengan penilaian paling banyak pada kategori setuju sebanyak 33 orang atau 60% dari total responden dan penilaian

paling sedikit dengan kategori sangat setuju dan sangat tidak setuju masing-masing 2 orang atau 3,6% dari total responden.

e. Pertanyaan kelima “Pimpinan selalu mempengaruhi, menggerakkan, memberikan motivasi dan mengarahkan untuk tujuan peningkatan kerja”.

Ditanggapi responden dengan penilaian paling banyak pada kategori tidak setuju sebanyak 35 orang atau 63,6% dari total responden dan penilaian paling sedikit dengan kategori sangat tidak setuju sebanyak 3 orang atau 5,5% dari total responden.

Dari pernyataan di atas menunjukkan bahwa sesuai indikator yang digunakan ternyata paling banyak responden memberikan penilaian kategori setuju dan paling sedikit responden memberikan penilaian sangat setuju, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pada umumnya responden memberikan pernyataan setuju apabila tipe kepemimpinan diukur dengan indikator: analisis, pragmatis, keputusan dan ketegasan.

2. Disiplin Kerja (X2)

Disiplin kerja didefenisikan sebagai suatu sikap, tingkah laku dan perbuatan untuk menaati semua peraturan dan norma-norma sosial yang berlaku di salam suatu organisasi. Indikator disiplin kerja adalah teladan pemimpin, balas jasa, keadilan, ketegasan dan hubungan kemanusiaan.

Tabel 5.6 Tanggapan responden terhadap Disiplin Kerja

Item

Sangat

Setuju Setuju Netral Tidak Setuju

Sangat Tidak

Setuju Total

5 4 3 2 1

X2.1 F 3 26 15 8 3 55

% 5,5 47,3 27,3 14,5 5,5 100

X2.2 F 5 19 15 10 6 55

% 9,1 34,5 27,3 18,2 10,9 100

X2.3 F 3 21 18 12 1 55

% 5,5 38,2 32,7 21,8 1,8 100

X2.4 F 28 17 9 1 55

% 50,9 30,9 16,4 1,8 100

X2.5 F 1 25 15 11 3 55

% 1,8 45,5 27,3 20 5,5 100

Sumber: Data primer diolah 2021

Tabel 5.6 menunjukkan bahwa dari 55 responden yang diteliti memberikan jawaban yang bervariasi dan jika dicermati maka dapat dijelaskan sebagai berikut:

a. Pertanyaan pertama “Pimpinan mempunyai kedisiplinan yang baik agar para bawahan pun mempunyai kedisiplinan yang baik pula”. Ditanggapi responden dengan penilaian paling banyak pada kategori setuju sebanyak 26 orang atau 47,3% dari total responden dan penilaian paling sedikit dengan kategori sangat setuju dan sangat tidak setuju masing-masing 3 orang atau 5,5% dari total responden.

b. Pertanyaan kedua “Puas atas balas jasa yang diterima”. Ditanggapi responden dengan penilaian paling banyak pada kategori setuju sebanyak 19 orang atau 34,5% dari total responden dan penilaian paling sedikit

dengan kategori sangat setuju sebanyak 5 orang atau 9,1% dari total responden.

c. Pertanyaan ketiga “Keadilan yang dijadikan dasar kebijakan dalam pemberian balas jasa atas hukuman”. Ditanggapi responden dengan penilaian paling banyak pada kategori setuju sebanyak 21 orang atau 38,2% dari total responden dan penilaian paling sedikit dengan kategori sangat tidak setuju sebanyak 1 orang atau 1,8% dari total responden.

d. Pertanyaan keempat “Pimpinan selalu tegas dalam bertindak”.

Ditanggapi responden dengan penilaian paling banyak pada kategori setuju sebanyak 28 orang atau 50,9% dari total responden dan penilaian paling sedikit dengan kategori sangat tidak setuju sebanyak 1 orang atau 1,8% dari total responden.

e. Pertanyaan kelima “Adanya hubungan yang harmonis antar sesame rekan kerja”. Ditanggapi responden dengan penilaian paling banyak pada kategori setuju sebanyak 25 orang atau 45,5% dari total responden dan penilaian paling sedikit dengan kategori sangat setuju sebanyak 1 orang atau 1,8% dari total responden.

Dari pernyataan di atas menunjukkan bahwa sesuai indikator yang digunakan ternyata paling banyak responden memberikan penilaian kategori setuju dan paling sedikit responden memberikan penilaian sangat tidak setuju, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pada umumnya responden memberikan pernyataan setuju apabila disiplin kerja diukur dengan indikator:

teladan pemimpin, balas jasa, keadilan, ketegasan dan hubungan kemanusiaan.

3. Motivasi Kerja (X3)

Motivasi kerja didefenisikan sebagai dorongan terhadap serangkaian proses perilaku manusia pada pencapaian tujuan. Indikator motivasi kerja adalah pengaruh, pengendalian, ketergantungan, pengembangan dan afiliasi.

Tabel 5.7 Tanggapan responden terhadap Motivasi Kerja

Item

Sangat

Setuju Setuju Netral Tidak Setuju

Sangat Tidak

Setuju Total

5 4 3 2 1

X3.1 F 1 4 20 25 5 55

% 1,8 7,3 36,4 45,5 9,1 100

X3.2 F 19 16 16 4 55

% 34,5 29,1 29,1 7,3 100

X3.3 F 2 18 26 9 55

% 3,6 32,7 47,3 16,4 100

X3.4 F 4 23 24 3 55

% 9,1 41,8 43,6 5,5 100

X3.5 F 19 17 16 3 55

% 34,5 30,9 29,1 5,5 100

Sumber: Data primer diolah 2021

Tabel 5.7 menunjukkan bahwa dari 55 responden yang diteliti memberikan jawaban yang bervariasi dan jika dicermati maka dapat dijelaskan sebagai berikut:

a. Pertanyaan pertama “Pegawai selalu berupaya untuk mempertahankan gagasan atau argumentasi yang ingin ditanamkan kepada rekan kerjanya”. Ditanggapi responden dengan penilaian paling banyak pada kategori tidak setuju sebanyak 25 orang atau 45,5% dari total responden dan penilaian paling sedikit dengan kategori sangat setuju sebanyak 1 orang atau 1,8% dari total responden.

b. Pertanyaan kedua “Adanya pengawasan rutin yang dilakukan oleh atasan rekan kerjanya”. Ditanggapi responden dengan penilaian paling banyak pada kategori setuju sebanyak 19 orang atau 34,5% dari total responden dan penilaian paling sedikit dengan kategori sangat tidak setuju sebanyak 4 orang atau 7,3% dari total responden.

c. Pertanyaan ketiga “Adanya ketergantungan antar sesame pegawai untuk membantu memahami suatu masalah atau cara penyelesaian masalah akan menjadi motivasi yang positif”. Ditanggapi responden dengan penilaian paling banyak pada kategori tidak setuju sebanyak 26 orang atau 47,3% dari total responden dan penilaian paling sedikit dengan kategori setuju sebanyak 2 orang atau 3,6% dari total responden.

d. Pertanyaan keempat “Adanya upaya yang maksimal yang dilakukan oleh organisasi terhadap pekerja oleh atasan terhadap bawahannya untuk memberikan kesempatan guna meningkatkan potensi dirinya melalui pendidikan ataupun pelatihan”. Ditanggapi responden dengan penilaian paling banyak pada kategori tidak setuju sebanyak 24 orang atau 43,6%

dari total responden dan penilaian paling sedikit dengan kategori sangat tidak setuju sebanyak 3 orang atau 5,5% dari total responden.

e. Pertanyaan kelima “Adanya keterbukaan antar sesame pegawai dilingkungan kerja yang memungkinkan hubungan antar pribadi dapat berjalan dengan baik”. Ditanggapi responden dengan penilaian paling banyak pada kategori setuju sebanyak 19 orang atau 34,5% dari total

responden dan penilaian paling sedikit dengan kategori sangat tidak setuju sebanyak 3 orang atau 5,5% dari total responden.

Dari pernyataan di atas menunjukkan bahwa sesuai indikator yang digunakan ternyata paling banyak responden memberikan penilaian kategori setuju dan paling sedikit responden memberikan penilaian sangat setuju, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pada umumnya responden memberikan pernyataan setuju apabila motivasi kerja diukur dengan indikator: pengaruh, pengendalian, ketergantungan, pengembangan dan afiliasi.

4. Efektivitas Kerja Pegawai (Y)

Efektivitas kerja didefenisikan sebagai suatu efek atau akibat sejumlah rangkaian aktivitas jasmaniah dan rohaniah yang dilakukan oleh manusia untuk memperoleh tujuan tertentu. Indikator efektivitas kerja pegawai adalah kejelasan tujuan, perencanaan, penyusunan program, sarana dan prasarana kerja dan pelaksanaan.

Tabel 5.8 Tanggapan responden terhadap Efektivitas Kerja Pegawai

Item

Sangat

Setuju Setuju Netral Tidak Setuju

Sangat Tidak

Setuju Total

5 4 3 2 1

Y.1 F 2 27 7 9 10 55

% 3,6 49,1 12,7 16,4 18,2 100

Y.2 F 14 7 27 7 55

% 25,5 12,7 49,1 12,7 100

Y.3 F 1 22 20 10 2 55

% 1,8 40 36,4 18,2 3,6 100

Y.4 F 1 23 19 11 1 55

% 1,8 41,8 34,5 20 1,8 100

Y.5 F 21 19 12 3 55

% 38,2 34,5 21,8 5,5 100

Sumber: Data primer diolah 2021

Tabel 5.8 menunjukkan bahwa dari 55 responden yang diteliti memberikan jawaban yang bervariasi dan jika dicermati maka dapat dijelaskan sebagai berikut:

a. Pertanyaan pertama “Pegawai dalam pelaksanaan tugas selalu mencapai sasaran yang terarah dan tujuan organisasi”. Ditanggapi responden dengan penilaian paling banyak pada kategori setuju sebanyak 27 orang atau 49,1% dari total responden dan penilaian paling sedikit dengan kategori sangat setuju sebanyak 2 orang atau 3,6% dari total responden.

b. Pertanyaan kedua “Selalu memutuskan apa yang dikerjakan oleh organisasi dimasa depan”. Ditanggapi responden dengan penilaian paling banyak pada kategori tidak setuju sebanyak 27 orang atau 49,1% dari total responden dan penilaian paling sedikit dengan kategori netral dan sangat tidak setuju masing-masing 7 orang atau 12,7% dari total responden.

c. Pertanyaan ketiga “Selalu menjabarkan kegiatan dalam program-program pelaksanaan yang tepat”. Ditanggapi responden dengan penilaian paling banyak pada kategori setuju sebanyak 22 orang atau 40% dari total responden dan penilaian paling sedikit dengan kategori sangat setuju sebanyak 1 orang atau 1,8% dari total responden.

d. Pertanyaan keempat “Mempunyai kemampuan bekerja secara produktif dengan sarana dan prasarana yang tersedia”. Ditanggapi responden dengan penilaian paling banyak pada kategori setuju sebanyak 23 orang atau 41,8% dari total responden dan penilaian paling sedikit dengan

kategori sangat setuju dan sangat tidak setuju masing-masng 1 orang atau 1,8% dari total responden.

e. Pertanyaan kelima “Selalu melaksanakan pekerjaan dengan efisien dan efektif untuk mencapai sasaran yang telah ditentukan”. Ditanggapi responden dengan penilaian paling banyak pada kategori setuju sebanyak 21 orang atau 38,2% dari total responden dan penilaian paling sedikit dengan kategori sangat tidak setuju sebanyak 3 orang atau 5,5% dari total responden.

Dari pernyataan di atas menunjukkan bahwa sesuai indikator yang digunakan ternyata paling banyak responden memberikan penilaian kategori setuju dan paling sedikit responden memberikan penilaian sangat setuju, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pada umumnya responden memberikan pernyataan setuju apabila efektivitas kerja pegawai diukur dengan indikator:

kejelasan tujuan, perencanaan, penyusunan program, sarana dan prasarana kerja dan pelaksanaan.

Dokumen terkait