BAB 4: HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1.3 Deskripsi Variabel Penelitian
Deskripsi jawaban responden merupakan hasil jawaban responden pada masing-masing variabel penelitian. Deskripsi jawaban akan dijelaskan berdasarkan nilai mean atau rerata yang diperoleh dengan menggunakan descriptive statistic dari SPSS versi 20.0. Nilai mean dari indikator yang tertinggi menunjukkan kecenderungan responden untuk memberikan tanggapan yang sama. Menurut Sudjana (2005:47) rumus yang digunakan adalah sebagai berikut:
Panjang Interval Kelas = Data Terbesar - Data Terkecil Banyak Kelas
Berdasarkan rumus diatas, maka panjang kelas intervalnya dalam penelitian ini sebagai berikut:
Panjang Interval Kelas =5 - 1 5 = 0,8
Jarak interval kelas pada masing-masing kategori adalah sebesar 0,8. Sehingga berlaku ketentuan kategori dengan hasil sebagai berikut :
Tabel 9
Penentuan Kategori Berdasarkan Rerata
Nilai Interval Kategori Keterangan
4,20-5,00 5 Sangat Setuju
3,40-4,19 4 Setuju
2,60-3,39 3 Netral
1,80-2,59 2 Tidak Setuju
1,00-1,79 1 Sangat Tidak Setuju
Berikut ini adalah deskripsi jawaban responden dari tiap-tiap indikator pada variabel locus of control. Setelah diketahui nilai meanmaka nilai tersebut dikategorikan untuk memudahkan interprestasi sebagai berikut:
Tabel 10 Distribusi Frekuensi Variabel Locus of Control
Item Pernyataan Mean
LOC1 Pemeriksaan keuangan, pemeriksaan kinerja dan pemeriksaan dengan tujuan tertentu merupakan tugas seorang auditor
4,45
LOC2 Auditor mampu menyelesaikan pekerjaan dengan baik, tepat waktu, dan memiliki hasil kualitas audit yang baik
4,12 LOC3 Untuk mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan apa yang
diinginkan, koneksi lebih penting dibandingkan dengan kemampuan yang dimiliki auditor
4,30
LOC4 Mendapatkan pekerjaan atau penugasan yang bagus, auditor harus memiliki koneksi, dengan kata lain memiliki kenalan yang sedang memiliki kedudukan yang lebih tinggi
4,21
LOC5 Mendapatkan penghasilan yang banyak, auditor harus memiliki koneksi yang kuat untuk membantu kenaikan penghasilan atau gaji.
4,07
LOC6 Keberuntungan yang dimiliki oleh seorang auditor adalah salah satu faktor yang membedakan antara pegawai yang mendapatkan penghasilan banyak maupun penghasilan sedikit.
4,12
LOC7 Kedudukan yang tinggi maupun kegiatan promosi kenaikan jabatan merupakan faktor keberuntungan yang dimiliki oleh seorang auditor
4,14
LOC8 Auditor mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan keinginannya ketika auditor berusaha secara maksimal dengan kemampuan yang dimiliki
3,88
LOC9 Hasil yang baik bisa didapatkan ketika seseorang melakukan tugas atau pekerjannya dengan berusaha semaksimal mungkin.
4,50
LOC10 Kinerja yang baik akan mendapatkan penghargaan atau
reward 3,96
LOC11 Menjadi pegawai yang sangat dominan merupakan suatu
nasib yang dimiliki seseorang 4,23
LOC12 Penghasilan yang didapat merupakan suatu nasib yang dimiliki oleh seseorang
4,21 LOC13 Kenaikan jabatan atau promosi jabatan yang didapatkan
seseorang dikarenakan faktor nasib yang beruntung
melaksanakan penugasan audit dengan memiliki hasil kualitas audit yang baik
LOC15 Auditor dapat menyampaikan pendapat maupun solusi apabila keputusan yang diambil oleh pimpinan tidak sesuai dengan prosedur, sehingga kualitas audit yang baik dapat dihasilkan secara maksimal
3,70
LOC16 Auditor dapat memberikan pengaruh kepada pimpinan atas kinerja yang dilakukan auditor dengan baik dan mendapatkan hasil audit yang berkualitas
3,18
Rata-rata secara keseluruhan 4,08
Sumber: Data primer yang diolah
Berdasrakan tabel 10 diatas untuk pernyataan LOC1, LOC2, LOC8, LOC9, LOC10, LOC14, LOC15 dan LOC16 merupakan pernyataan yang termasuk indikator locus of control internal. Sedangkan untuk pernyataan LOC3, LOC4, LOC5, LOC6, LOC7, LOC11, LOC12, dan LOC13 merupakan pernyataan yang termasuk indikator locus of control eksternal.
Dari data diatas dapat disimpulkan bahwa sebagian besar auditor setujumemiliki locus of control, hal ini terbukti bahwa rata-rata jawaban responden pada pernyataan yang termasuk indikator locus of control eksternal berada diatas mean skor 4,08, sedangkan pernyataan yang termasuk indikator locus of controlinternal rata-rata berada dibawah mean skor. Secara keseluruhan nilai rata-rata tanggapan responden tentang seluruh aspek locus of control sebesar 4,08. Dalam kelas interval termasuk dalam kategori 3,45-4,19 yang menunjukkan bahwa responden memberi nilai setuju atas pernyataan locus of control. Sehingga terdapatlocus of controleksternal yang ada dalam diri auditor yang bekerja di BPK Perwakilan Provinsi Jawa Timur.
Berikut ini adalah deskripsi jawaban responden dari tiap-tiap indikator pada variabel kinerja. Setelah diketahui nilai meankemudian nilai tersebut dikategorikan untuk memudahkan interprestasi sebagai berikut:
Tabel 11 Distribusi Frekuensi
Variabel Kinerja
Item Pernyataan Mean
K1 Auditor lebih banyak menyelesaikan pekerjaan karena kesempatan, selain itu setiap pekerjaan memiliki porsi yang berbeda dengan memperhatikan intelektual dan pengalaman auditor
3,55
K2 Faktor pendukung hasil yang baik adalah kecerdasan yang dimiliki individu, namun perbedaan hasil pada setiap individu dalam pekerjaan terletak pada sikap profesional dan rasa tanggung jawab yang dimiliki
3,54
K3 Setiap pekerjaan yang dilakukan harus mengikuti prosedur yang telah ditetapkan sebelumnya. Opini dari setiap individu akan menghasilkan sebuah solusi sesuai dengan kesepakatan berbagai pihak
3,63
K4 Kinerja yang tinggi dapat dinilai dengan kemampuan individu, dan didukung dengan kode etik
3,04 K5 Prosedur audit harus benar-benar diterapkan pada
pemeriksaan, agar hasil yang didapatkan menjadi berkualitas
3,64 K6 Menjaga hubungan dengan klien adalah salah satu bagian dari
kinerja yang dituntut untuk bersikap profesional dalam melakukan pemeriksaan dan saling menjaga kepercayaan antara auditor dengan klien
3,93
K7 Manajemen waktu dan hasil yang berkualitas merupakan salah satu pendukung untuk menilai suatu kinerja individu.
3,95
Rata-rata secara keseluruhan 3,61
Sumber: Data primer yang diolah
Berdasarkan tabel 11 dapat disimpulkan bahwa dari variabel kinerja sebagian besar responden menyatakan sangat setuju pada item K7 yang menyatakan bahwa manajemen waktu merupakan salah satu pendukung untuk menilai suatu kinerja individu, dengan nilai meantertinggi sebesar 3,95. Sedangkan secara keseluruhan nilai rata-rata jawaban responden tentang kinerja sebesar 3,61. Dalam kelas
memberi nilai setuju atas pernyatan tentang semua aspek kinerja. Sehingga auditor yang bekerja di BPK Perwakilan Provinsi Jawa Timur dapat menyelesaikan tugasnya dengan hasil yang berkualitas dan tepat waktu.
3. Deskripsi Variabel Komitmen Organisasi
Berikut ini adalah deskripsi jawaban responden dari tiap-tiap indikator pada variabel komitmen organisasi. Setelah diketahui nilai meankemudian nilai tersebut dikategorikan untuk memudahkan interprestasi sebagai berikut:
Tabel 12 Distribusi Frekuensi Variabel Komitmen Organisasi
Item Pernyataan Mean
KO1 Seseorang akan bekerja lebih keras sesuai yang telah ditetapkan organisasi untuk mencapai tujuan organisasi yang sukses
3,86
KO2 Seseorang akan menerima semua bentuk penugasan agar
tetap bekerja 3,41
KO3 Kepedulian terhadap organisasi dimana individu bekerja akan menjadi prioritas utama
3,86 KO4 Seseorang akan menceritakan kepada teman-temannya
bahwa organisasi yang sedang diikuti selalu memiliki program kerja yang bagus
3,80
KO5 Turut membanggakan organisasi yang sedang diikuti kepada teman-temannya karena memiliki lingkungan pekerjaan yang baik
3,89
KO6 Ada rasa bahagia ketika bergabung dalam organisasi yang diikuti karena kerja keras yang dilakukan untuk bergabung di organisasi tersebut tidak sia-sia
3,88
KO7 Seseorang akan memiliki rasa bahwa organisasi yang
sedang diikuti adalah tempat yang terbaik untuk bekerja 3,71 KO8 Adanya kesamaan antara nilai pribadi dengan
nilai-nilai yang ada di organisasi terkait dengan peraturan, visi dan misi maupun tujuan
3,84
KO9 Organisasi dapat memberikan inspirasi untuk bekerja dengan baik
3,86
Rata-rata secara keseluruhan 3,79
organisasi sebagian besar responden menyatakan setuju pada item KO5 dengan memiliki nilai rata-rata (mean) tertinggi sebesar 3,89 yang menyatakan bahwa turut membanggakan organisasi yang sedang diikuti kepada teman-temannya karena memiliki lingkungan pekerjaan yang baik. Sedangkan secara keseluruhan nilai rata-rata tanggapan responden tentang seluruh aspek variabel komitmen organisasi tersebut sebesar 3,79. Dalam kelas interval termasuk dalam kategori 3,40-4,19 yang menunjukkan bahwa responden memberi nilai setuju atas pernyataan tentang semua aspek komitmen organisasi. Sehingga auditor yang bekerja di BPK Perwakilan Provinsi Jawa Timur memberikan loyalitas untuk organisasi tersebut.
4. Deskripsi Variabel Turnover Intention
Berikut ini adalah deskripsi jawaban responden dari tiap-tiap indikator pada variabel turnover Intention. Setelah diketahui nilai meankemudian nilai tersebut dikategorikan untuk memudahkan interprestasi sebagai berikut:
Tabel 13 Distribusi Frekuensi Variabel Turnover Intention
Item Pernyataan Mean
TI1 Ketika telah menemukan pekerjaan yang lebih baik, maka segera meninggalkan instansi yang diikuti saat ini.
3,90 TI2 Seseorang aktif untuk mencari pekerjaan di instansi lain.
Tidak hanya untuk pribadi, namun untuk membantu teman-teman maupun saudara terdekat yang sedang membutuhkan
2,69
TI3 Seseorang selalu berpikir untuk berhenti dari pekerjaan karena ada sesuatu masalah pribadi maupun masalah yang lainnya
2,80
TI4 Bertahan bekerja di instansi terkait untuk lebih dari 5 tahun terhitung mulai sekarang
4,21
Rata-rata secara keseluruhan 3,40
intention sebagian besar responden menyatakan setuju pada item TI 4 yang menyatakan bahwa bertahan bekerja di instansi terkait untuk lebih dari 5 tahun terhitung mulai sekarang, dengan memiliki nilai rata-rata (mean) tertinggi sebesar 4,21. Sedangkan secara keseluruhan nilai rata-rata tanggapan responden tentang seluruh aspek turnover intention tersebut sebesar 3,40. Dalam kelas interval termasuk dalam kategori 3,40-4,19 yang menunjukkan bahwa responden memberi nilai setuju atas pernyataan tentang semua aspek turnover intention. Sehingga auditor yang bekerja di BPK Perwakilan Provinsi Jawa Timur akan bertahan bekerja di instansi tersebut untuk lebih dari 5 tahun terhitung mulai tahun 2017.
Berikut adalah deskripsi jawaban responden dari tiap-tiap indikator pada variabel akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah. Setelah diketahui nilai mean kemudian nilai tersebut dikategorikan untuk memudahkan interpretasi sebagai berikut:
Tabel 14 Distribusi Frekuensi
Variabel Perilaku Menyimpang dalam Audit
Item Pernyataan Mean
PMA1 Tahapan audit selanjutnya hinga tahapan akhir tidak menemukan sesuatu yang salah jika diselesaikan, sehingga melakukan premature sign off
3,41
PMA2 Tidak menemukan adanya masalah pencatatan pada tahun sebelumnya sehingga melakukan premature sign off
3,36 PMA3 Pengawas audit tidak setuju dalam setiap penugasan dan
memberikan tekanan untuk segera menyelesaikan tahapan audit, sehingga melakukan premature sign off
3,27
PMA4 Adanya kepercayaan bahwa tahapan audit tidak diperlukan dalam pemeriksaan, sehingga melakukan premature sign off
3,45 PMA5 Adanya kepercayaan bahwa awal prosedur audit tidak
diperlukan, sehingga melakukan altering of audit procedure
3,66 PMA6 Tidak menemukan masalah pencatatan dengan sistem klien
pada audit sebelumnya, sehingga melakukan altering of audit procedur
3,57
PMA7 Adanya ketidakpercayaan bahwa prosedur awal akan menemukan suatu kesalahan, sehingga melakukan altering of audit procedure
3,75
PMA8 Adanya tekanan waktu untuk menyelesaikan audit, sehingga melakukan altering of audit procedure
3,61 PMA9 Meningkatkan kesempatan untuk mendapatkan promosi,
sehingga melakukan undereporting of time 3,27 PMA10 Melakukan undereporting of time untuk meningkatkan
penilaian kinerja
3,14 PMA11 Underreporting of time dilakukan karena disarankan oleh
pengawas audit 3,20
PMA12 Underrporting of time dilakukan agar bisa bersaing dengan rekan yang lainnya
3,27
Rata-rata secara keseluruhan 3,41
menyimpang dalam audit sebagian besar responden menyatakan setuju pada item PMA7 yang menyatakan bahwa adanya ketidakpercayaan bahwa prosedur awal akan menemukan suatu kesalahan, sehingga melakukan altering of audit procedur, dengan memiliki nilai rata rata (mean) tertinggi sebesar 3,75.
Sedangkan secara keseluruhan nilai rata-rata tanggapan responden tentang seluruh aspek perilaku menyimpang dalam audit tersebut sebesar 3,41. Dalam kelas interval termasuk dalam kategori 3,40-4,19 yang menunjukkan bahwa responden memberi nilai setuju atas pernyataan perilaku menyimpang dalam audit. Sehingga auditor tidak percaya bahwa prosedur awal audit akan menemukan suatu kesalahan, maka perlu melakukan altering of audit procedure yaitu mengganti prosedur yang telah ditetapkan sebelumnya.
1. Uji Validitas
Uji validitas digunakan untuk mengukur valid tidaknya suatu kuesioner. Suatu kuesioner dikatakan valid jika pertanyaan pada kuesioner mampu untuk mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut (Ghozali, 2006:45). Dasar analisis yang digunakan adalah jika rhitung> rtabelmaka pernyataan tersebut dinyatakan valid, jika r hitung<r tabel maka pernyataan tersebut dinyatakan tidak valid. Berikut ini merupakan uji validitas dengan program SPSS maka diperoleh hasil sebagai berikut:
Tabel 15 Hasil Uji Validitas
Variabel PernyataanItem r hitung (α=5%)r tabel Keterangan
Locus of Control LOC1 LOC2 LOC3 LOC4 LOC5 LOC6 LOC7 LOC8 LOC9 LOC10 LOC11 LOC12 LOC13 LOC14 LOC15 LOC16 0,436 0,337 0,713 0,740 0,711 0,735 0,720 0,301 0,483 0,535 0,624 0,533 0,579 0,547 0,670 0,569 0.2632 0,2632 0,2632 0.2632 0,2632 0,2632 0.2632 0,2632 0,2632 0.2632 0,2632 0,2632 0,2632 0,2632 0,2632 0,2632 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Kinerja K1 K2 K3 K4 K5 K6 K7 0,746 0,797 0,659 0,777 0,688 0,786 0,763 0,2632 0,2632 0,2632 0,2632 0,2632 0,2632 0,2632 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid
Komitmen
Organisasi KO1KO2 KO3 KO4 KO5 KO6 KO7 KO8 KO9 0,539 0,614 0,819 0,841 0,866 0,830 0,854 0,888 0,900 0,2632 0,2632 0,2632 0,2632 0,2632 0,2632 0,2632 0,2632 0,2632 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Turnover Intention TI1 TI2 TI3 TI4 0,853 0,806 0,853 0,743 0,2632 0,2632 0,2632 0,2632 Valid Valid Valid Valid Perilaku Menyimpang dalam Audit PMA1 PMA2 PMA3 PMA4 PMA5 PMA6 PMA7 PMA8 PMA9 PMA10 PMA11 PMA12 0,596 0,677 0,580 0,483 0,507 0,516 0,531 0,451 0,710 0,730 0,710 0,690 0,2632 0.2632 0,2632 0,2632 0.2632 0,2632 0,2632 0.2632 0,2632 0,2632 0.2632 0,2632 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Keterangan: Tabel df-2 (56-2) = 54 ;α = 5% = 0,2632
Sumber: Data primer yang diolah
Berdasarkan tabel 15 dapat disimpulkan bahwa secara keseluruhan item pernyataan dari masing-masing variabel dapat dikatakan valid, karena mempunyai nilai r hitung lebih besar dari rtabel (r hitung> 0,2632).
2. Uji Reliabilitas
Reliabilitas sebenarnya adalah alat ukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dari variabel konstruk. Suatu kuesioner dikatakan reliabel atau handal jika jawaban seseorang terhadap pernyataan adalah konsisten atau stabil dari
nilai cronbach alpha> 0,60 (Ghozali, 2006:41).
Berdasarkan hail uji reliabilitas nilai cronbach alpha dilihat pada tabel 14 dibawah ini:
Tabel 16 Hasil Uji Reliabilitas
Variabel Cronbach’s
alpha (α) Koefisien alpha Keterangan
Locus of Control 0,832 0,60 Reliabel
Kinerja 0,864 0,60 Reliabel KomitmenOrganisasi 0,925 0,60 Reliabel TurnoverIntention 0,830 0,60 Reliabel Perilaku Menyimpang dalam Audit 0,838 0,60 Reliabel
Sumber: Data primer yang diolah
Berdasarkan tabel 16 maka dapat disimpulkan bahwa seluruh variabel penelitian memiliki cronbach alpha yang terdapat pada tabel diatas yaitu locus of control sebesar 0,832, kinerja sebesar 0,864, komitmen organisasi sebesar 0,925, turnover intention sebesar 0,830, dan perilaku menyimpang dalam audit sebesar 0,838. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa data kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini dapat dikatakan bahwa pengukuran data sudah dipercaya (reliable).
4.1.5 Uji Asumsi Klasik
1. Uji Normalitas
Uji normalitas data dapat dilihat dari penyebaran data yang mengikuti garis normal seperti yang dapat dilihat pada gambar berikut ini:
Gambar 2 Uji Normalitas
Sumber: Output SPSS
Berdasarkan gambar 2 Normal P-Plot Regression Standardized Residual di atas dapat dilihat bahwa titik-titik menyebar disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal, maka dapat dikatakan bahwa model regresi memenuhi asumsi normalitas.
Selain itu menguji normalitas residual dengan menggunakan uji statistik non-paramterik Kolmogorov-Smirnov (K-S). Jika hasil Kolmogorov-Smirnov menunjukkan nilai signifikansi diatas 0,05 maka data residual terdistribusi dengan normal. Sedangkan jika hasil Kolmogorov-Smirnov menunjukkan nilai signifikansi dibawah 0,05 maka data residual terdistribusi tidak normal (Ghozali, 2006:115).
di bawah ini:
Tabel 17
Hasil Uji Normalitas
One - Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardized Residual
N 56
Mean ,0000000
Normal Parameters a.b
Std. Deviation 1,78375471
Absolute ,095
Positive ,095
Most Extreme Differences
Negative -,058
Kolmogorov-Smirnov Z ,713
Asymp. Sig. (2-tailed) ,689
a. Test distribution is Normal b. Calculated from data Sumber: Output SPSS
Berdasarkan tabel 17 hasil uji normalitas data dengan Kolmogorov-Smirnov menunjukkan nilai Asymp. Sig (2-tailed) sebesar 0,689 > 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa data tersebut telah berdistribusi normal serta memenuhi asumsi normalitas sehingga layak untuk digunakan penelitian.
2. Uji Multikolinieritas
Uji multikolinieritas digunakan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas. Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi di antara variabel bebas (Ghozali, 2011:105). Untuk mengetahui apakah terjadi multikolinieritas atau tidak yaitu dengan melihat Tolerance (TOL) dan Variance Inflation Factor (VIF). Apabila dari hasil pengujian diperoleh nilai TOL lebih besar dari 0,10 dan nilai VIF menunjukkan kurang dari 10 maka dapat disimpulkan bahwa model dapat dikatakan terbebas dari gejala multikolinieritas (Ghozali, 2011:106). Berikut ini merupakan hasil pengujian multikolinieritas:
Hasil Uji Multikolinieritas Coefficientsa Collinearity Statistics Model Tolerance VIF (Constant) LOC ,680 4,683 K ,830 2,013 KO ,660 5,166 TI ,580 7,355
a. Dependent Variable: PMA Sumber: Output SPSS
Berdasarkan tabel 18 dapat diketahui nilai Tolerance (TOL) menunjukkan bahwa semua variabel bebas memiliki nilai TOL > 0,10 dan hasil perhitungan nilai Variance Inflation Factor (VIF) juga menunjukkan semua variabel bebas memiliki nilai VIF < 10. Sehingga dapat disimpulkan bahwa model dapat dikatakan terbebas dari gejala multikolinieritas antar variabel.
3. Uji Heteroskedastisitas
Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Jika variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain tetap, maka disebut homoskedastisitas dan jika berbeda disebut heteroskedastisitas. Model regresi yang baik adalah homoskedatisitas atau tidak terjadi heteroskedastisitas.
Uji ini dapat dilakukan dengan melihat grafik plot antara nilai prediksi variabel terikat (dependen) yaitu ZPRED dengan residualnya SREISD. Deteksi ada tidaknya heteroskesdastisitas dapat dilakukan dengan melihat ada tidaknya pola tertentu pada grafik scatterplot antara SREISD dan ZPRED dimana sumbu Y adalah prediksi dan sumbu X adalah residual (Y prediksi – Y sesungguhnya) yang
sebagai berikut:
a. Jika ada pola tertentu, seperti titik-titik yang membentuk suatu pola tertentu yang teratur (bergelombang, melebar kemudian menyempit) maka telah terjadi heterokedastisitas
b. Jika tidak ada pola yang jelas serta titik-titik menyebar diatas dan dibawah angka 0 pada sumbu Y maka tidak terjadi heterokedastisitas.
Hasil pengujian heteroskedastisitas dapat dilihat pada gambar 3 di bawah ini :
Gambar 3 Uji Heteroskedastisitas
Sumber: Output SPSS
Berdasarkan gambar 3 di atas dapat dilihat bahwa tidak ada pola yang jelas dan titik-titik menyebar diatas dan dibawah angka 0 pada sumbu Y, maka dapat disimpulkan bahwa penelitian ini tidak terjadi heteroskedastisitas.