• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

C. Deskripsi Variabel Penelitian

Analisis variabel penelitian memberikan gambaran tanggapan atau persepsi responden mengenai pengaruh manajemen pelayanan terhadap kinerja pegawai kantor Sekretariat Dewan Kabupaten Enrekang. Hasil angket yang dibagikan kepada 50 responden untuk memperoleh deskripsi variabel penelitian atas jawaban setiap item-item pernyataan kuesioner. Hasil deskripsi variabel penelitian berdasarkan jawaban responden, mengenai:

1. Manajemen Pelayanan (X)

Manajemen pelayanan adalah pengelolaan sumber daya yang dimiliki oleh kantor Sekretariat Dewan Kabupaten Enrekang yang dilakukan secara efektif dan efisien untuk memberikan layanan yang terbaik. Variabel manajemen pelayanan

terdiri atas indikator: a) Perencanaan kinerja, b) Pembinaan kinerja, c) Pelaksanaan pemantauan kinerja dan d) Penilaian kinerja. Penilaian akan manajemen pelayanan dilihat sebagai berikut:

a. Perencanaan kinerja

Kemampuan pegawai melaksanakan sasaran dan program yang ditetapkan dalam rencana stratejik oleh kantor Sekretariat Dewan Kabupaten Enrekang melaui kegiatan tahunan. Perancanana kinerja dianalisis dengan:

1) Sasaran, 2) Program, 3) Kegiatan dan

4) Indikator kinerja kegiatan.

Hasil analisis perencanaan kinerja, terlihat pada tabel 4.6,

Tabel 4.6

Jawaban Responden Mengenai Perencanaan Kinerja

No. Item Pertanyaan Skor Kategori

1 Pegawai memiliki sasaran kerja yang jelas dalam perencanaan kinerja

84,0% Baik

2 Pegawai membuat program perencanaan kerja sesuai kebutuhan kantor

80,0% Baik

3 Pegawai membuat kegiatan mengikuti perencanaan yang ditetapkan dari kantor

79,2% Baik

4 Pegawai menyiapkan dan menguasai indikator kinerja kegiatan sebelum membuat rencana kerja

79,2% Baik

Rata-Rata 80,6% Baik

Berdasarkan Tabel 4.6, secara keseluruhan diperoleh jawaban bahwa skor pada perencanaan kinerja sebesar 80,6% yang artinya responden mempersepsikan baik. Fakta menunjukkan bahwa item pertanyaan “pegawai memiliki sasaran kerja yang jelas dalam perencanaan kinerja” memiliki skor tertinggi dibandingkan dengan sub indikator yang lain, dengan nilai persentase terbesar yaitu 84,0%, sehingga sasaran dalam perencanaan kinerja dari pegawai dianggap paling menonjol atau sebagai hal meningkatnya perencanaan kinerja dalam diri pegawai kantor Sekretariat Dewan Kabupaten Enrekang.

b. Pembinaan kinerja

Kemampuan pegawai melaksanakan tugas dengan efisien dan efektif dalam pencapaian tujuan organisasi. Pembinaan kinerja dianalisis dengan:

1) Pembinaan terhadap keprilakuan 2) Pembinaan terhadap profesionalisme, 3) Pembinaan terhadap persepsi,

4) Pembinaan terhadap ekspektasi dan 5) Pembinaan terhadap sistem kerja.

Hasil analisis pembinaan kinerja, terlihat pada tabel 4.7,

Tabel 4.7

Jawaban Responden Mengenai Pembinaan Kinerja

No. Item pertanyaan Skor Kategori

1 Pegawai memiliki pembinaan terhadap keprilakuan yang tinggi dalam bekerja

83,6% Baik

2 Pegawai mampu bersikap profesionalisme dalam bekerja

3 Pegawai memiliki persepsi untuk kemajuan kantor

79,6% Baik

4 Pegawai bekerja melebihi ekspektasi yang ditetapkan

79,2% Baik

5 Pegawai mempunyai sistem kerja yang tersusun secara sistematis

79,2% Baik

Rata-Rata 80,6% Baik

Sumber: Data Primer yang diolah, 2020.

Berdasarkan Tabel 4.7, secara keseluruhan diperoleh jawaban bahwa skor pada pembinaan kinerja sebesar 80,6% yang artinya responden mempersepsikan baik. Fakta menunjukkan bahwa sub indikator “pegawai memiliki pembinaan terhadap keprilakuan yang tinggi dalam bekerja” memiliki skor tertinggi dibandingkan dengan sub indikator yang lain, dengan persentase terbesar yaitu 83,6%, sehingga pembinaan terhadap keprilakuan dari pegawai dianggap paling menonjol atau sebagai hal meningkatnya pembinaan kinerja dalam diri pegawai kantor Sekretariat Dewan Kabupaten Enrekang.

c. Pelaksanaan pemantauan kinerja

Informasi tentang sebab dan akibat dari suatu kebijakan yang sedang dilaksanakan. Pelaksanaan pemantauan kinerja dianalisis dengan:

1) Perbandingan realisasi masukan, 2) Perbandingan realisasi keluaran, dan 3) Perbandingan realisasi hasil.

Tabel 4.8

Jawaban Responden Mengenai Pelaksanaan Pemantauan Kinerja

No. Item Pertanyaan Skor Kategori

1 Pegawai menguasai perbandingan realisasi masukan dengan baik

78,0% Baik

2 Pegawai menguasai perbandingan realisasi keluaran dengan baik

79,6% Baik

3 Pegawai menguasai perbandingan realisasi hasil dengan baik

79,2%

Baik

Rata-Rata 78,9% Baik

Sumber: Data Primer yang diolah, 2020.

Berdasarkan Tabel 4.8, secara keseluruhan diperoleh jawaban bahwa skor pada pelaksanaan pemantauan kinerja sebesar 78,9% yang artinya responden mempersepsikan baik. Fakta menunjukkan bahwa sub indikator “pegawai menguasai perbandingan realisasi keluaran dengan baik” memiliki skor tertinggi dibandingkan dengan sub indikator yang lain, dengan persentase terbesar yaitu 79,6%, sehingga Perbandingan realisasi keluaran dari pegawai dianggap paling menonjol atau sebagai hal meningkatnya pelaksanaan pemantauan kinerja dalam diri pegawai kantor Sekretariat Dewan Kabupaten Enrekang.

d. Penilaian kinerja

Menilai prestasi untuk meningkatkan produktivitas karyawan dan perusahaan yang bisa kita nilai dengan melihat berbagai karakteristik. Penilaian kinerja dianalisis dengan:

1) Karakteristik situasi,

2) Sikap para pegawai dan atasan 3) Deskripsi dan spesifikasi pekerjaan

Hasil analisis penilaian kinerja, terlihat pada tabel 4.9,

Tabel 4.9

Jawaban Responden Mengenai Penilaian Kinerja

No. Item Pertanyaan Skor Kategori

1 Pegawai mampu memahami

karakteristik situasi lingkungan kerja

84,0% Baik

2 Pegawai mampu memahami perbedaan sikap para pegawai dan pimpinan dalam lingkungan kerja

80,0% Baik

3 Pegawai memahami deskripsi dan spesifikasi pekerjaan yang

dilaksanakan

79,2% Baik

Rata-Rata 81,1% Baik

Sumber: Data Primer yang diolah, 2020.

Berdasarkan Tabel 4.9, secara keseluruhan diperoleh jawaban bahwa skor pada penilaian kinerja sebesar 81,1% yang artinya responden mempersepsikan baik. Fakta menunjukkan bahwa sub indikator “pegawai mampu memahami karakteristik situasi lingkungan kerja” memiliki skor tertinggi dibandingkan dengan sub indikator yang lain, dengan persentase terbesar yaitu 84,0%, sehingga karakteristik situasi dari pegawai dianggap paling menonjol atau sebagai hal meningkatnya penilaian kinerja dalam diri pegawai kantor Sekretariat Dewan Kabupaten Enrekang.

Adapun rekapitulasi variabel manajemen pelayanan berdasarkan: (1) perencanaan kinerja, (2) pembinaan kinerja, (3) pelaksanaan pemantauan kinerja dan (4) penilaian kinerja terlihat pada tabel 4.10:

Tabel 4.10

Rekapitulasi Manajemen Pelayanan Pegawai Kantor Sekretariat Dewan Kabupaten Enrekang

No. Indikator Manajemen Pelayanan Skor Kategori

1 Perencanaan kinerja 80,6% Baik

2 Pembinaan kinerja 80,6% Baik

3 Pelaksanaan pemantauan kinerja 78,9% Baik

4 Penilaian kinerja 81,1% Baik

Rata-Rata 80,4% Baik

Sumber: Data Primer yang diolah, 2020.

Berdasarkan tabel 4.10, dapat disimpulkan bahwa tingkat manajemen pelayanan pegawai pada Kantor Sekretariat Dewan Kabupaten Enrekang mendapatkan persentase rata-rata 80,4% dan masuk dalam kategori baik. Aspek yang paling menonjol adalah penilaian kinerja dengan persentase terbesar yaitu 81,1%, sehingga penilaian kinerja dari pegawai sebagai hal meningkatnya manajemen pelayanan di kantor Sekretariat Dewan Kabupaten Enrekang.

2. Kinerja Pegawai (Y)

Kinerja pegawai adalah proses kegiatan untuk mewujudkan tujuan, visi dan misi yang telah ditetapkan kantor Sekretariat Dewan Kabupaten Enrekang dan sesuai dengan prosedur yang ada dimana para pegawai harus mencapai

persyaratan pekerjaan. Variabel kinerja pegawai terdiri atas indikator: a) Kualitas kerja, b) Kuantitas kerja, c) Pelaksanaan tugas dan d) Tanggung jawab. Penilaian akan kinerja pegawai dilihat sebagai berikut:

a. Kualitas kerja

Kemampuan pegawai melaksanakan tugasnya dengan baik. Kualitas kerja dianalisis dengan:

1) Melakukan komunikasi, 2) Penyelesaian masalah, 3) Pengembangan karir, dan 4) Keterlibatan pegawai.

Hasil analisis kualitas kerja, terlihat pada tabel 4.11,

Tabel 4.11

Jawaban Responden Mengenai Kualitas Kerja

No. Item Pertanyaan Skor Kategori

1 Pegawai mampu membangun

komunikasi yang baik dengan sesama pegawai

78,0% Baik

2 Pegawai selalu dilibatkan dalam

penyelesaian masalah 81,6% Baik

3 Kantor memberikan kesempatan kepada pegawai untuk pengembangan karir

79,6% Baik

4 Semua pegawai bersama-sama

dilibatkan dalam pekerjaan. 77,2% Baik

Rata-Rata 79,1% Baik

Berdasarkan Tabel 4.11, secara keseluruhan diperoleh jawaban bahwa skor pada kualitas kerja sebesar 79,1% yang artinya responden mempersepsikan baik. Fakta menunjukkan bahwa sub indikator “pegawai selalu dilibatkan dalam penyelesaian masalah lah” memiliki skor tertinggi dibandingkan dengan sub indikator yang lain, dengan persentase terbesar yaitu 81,6%, sehingga penyelesaian masalah dianggap paling menonjol atau sebagai hal meningkatnya kualitas kerja dalam diri pegawai kantor Sekretariat Dewan Kabupaten Enrekang.

b. Kuantitas Kerja

Kefasihan pegawai bekerja dalam satu harinya yang bisa kita nilai dari kuantitas pekerjaan. Kualitas kerja dianalisi dengan:

1) Jumlah pekerjaan yang diselesaikan, 2) Waktu kecepatan kerja setiap pegawai dan 3) Hasil kerja yang diperoleh.

Hasil analisis kuantitas kerja, terlihat pada tabel 4.12,

Tabel 4.12

Jawaban Responden Mengenai Kuantitas Kerja

No. Item Pertanyaan Skor Kategori

1 Jumlah pekerjaan yang diselesaikan pegawai sesuai dengan ketentuan dari kantor

78,0% Baik

2 Pegawai melaksanakan tugas sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan

80,0%

Baik 3 Hasil kerja yang dihasilkan pegawai

telah memenuhi sasaran yang telah ditetapkan

78,4% Baik

Rata-Rata 78,8% Baik

Berdasarkan Tabel 4.12, secara keseluruhan diperoleh jawaban bahwa skor pada kuantitas kerja sebesar 78,8% yang artinya responden mempersepsikan baik. Fakta menunjukkan bahwa sub indikator “pegawai melaksanakan tugas sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan” memiliki skor tertinggi dibandingkan dengan sub indikator yang lain, dengan persentase terbesar yaitu 80,0%, sehingga waktur kecepatan kerja setiap pegawai dianggap paling menonjol atau sebagai hal meningkatnya kuantitas kerja dalam diri pegawai kantor Sekretariat Dewan Kabupaten Enrekang.

c. Pelaksanaan Tugas

Kemampuan pegawai melakukan pekerjaannya dengan akurat atau tidak ada kesalahan dalam melaksanakan tugasnya. Pelaksanaan tugas dianalisis dengan:

1) Perencanaan kinerja,

2) Komunkasi berkelanjutan antara bawahan dan atasan, 3) Pengumpulan data dan informasi,

4) Diagnosis berbagai hambatan efektivitas kinerja bawahan. Hasil analisis pelaksanaan tugas, terlihat pada tabel 4.13,

Tabel 4.13

Jawaban Responden Mengenai Pelaksanaan Tugas

No. Pelaksanaan Tugas Mean Kategori

1 Pegawai memiliki perencanaan kinerja

yang akan dilaksanakan 76,8% Baik

2 Pegawai mampu membangun

komunkasi berkelanjutan dengan atasan 79,6% Baik 3 Pegawai memiliki kemampuan dalam

pengumpulan data dan informasi terkait pekerjaan

78,0% Baik

4 Pegawai dan pimpinanan bekerjasama dalam diagnosis berbagai hambatan efektivitas kinerja bawahan

77,6% Baik

Rata-Rata 78,0% Baik

Sumber: Data Primer yang diolah, 2020.

Berdasarkan Tabel 4.13, secara keseluruhan diperoleh jawaban bahwa skor pada pelaksanaan tugas sebesar 78,0% yang artinya responden mempersepsikan baik. Fakta menunjukkan bahwa sub indikator “pegawai mampu membangun komunkasi berkelanjutan dengan atasan” memiliki skor tertinggi dibandingkan dengan sub indikator yang lain, dengan persentase terbesar yaitu 79,6%, sehingga komunikasi berkelanjutan antara bawahan dan atasan dianggap paling menonjol atau sebagai hal meningkatnya pelaksanaan tugas dalam diri pegawai kantor Sekretariat Dewan Kabupaten Enrekang.

d. Tanggung Jawab

Kesadaran pegawai akan kewajiban melakukan pekerjaan dengan akurat untuk bisa memuaskan pelanggan dan menghasilkan keuntungan. Tanggung jawab dianalisis dengan:

1) Memberikan perlindungan lingkungan, 2) Jaminan, dan

3) Hak asasi manusia.

Hasil analisis Tanggung Jawab, terlihat pada tabel 4.14,

Tabel 4.14

Jawaban Responden Mengenai Tanggung Jawab

No. Tanggung Jawab Mean Kategori

1 Pegawai mampu memberikan perlindungan lingkungan seperti keamanan kepada sesama pegawai

78,0% Baik

2 Pegawai mampu memberikan jaminan kebenaran informasi kepada sesama pegawai

81,6% Baik

3 Pegawai mengerti akan hak asasi

manusia setiap pegawai 79,6% Baik

Rata-Rata 79,7% Baik

Sumber: Data Primer yang diolah, 2020.

Berdasarkan Tabel 4.14, secara keseluruhan diperoleh jawaban bahwa skor pada tanggung jawab sebesar 79,7% yang artinya responden mempersepsikan baik. Fakta menunjukkan bahwa sub indikator “pegawai mampu memberikan

jaminan kebenaran informasi kepada sesama pegawai” memiliki skor tertinggi dibandingkan dengan sub indikator yang lain, dengan persentase terbesar yaitu 81,6%, sehingga jaminan dianggap paling menonjol atau sebagai hal meningkatnya tannggung jawab dalam diri pegawai kantor Sekretariat Dewan Kabupaten Enrekang.

Adapun rekapitulasi variabel kinerja pegawai berdasarkan: (1) Kualitas kerja, (2) Kuantitas kerja, (3) Pelaksanaan tugas dan (4) Tanggung Jawab terlihat pada tabel 4.15:

Tabel 4.15

Rekapitulasi Kinerja Pegawai Kantor Sekretariat Dewan Kabupaten Enrekang

No. Indikator Kinerja Pegawai Skor Kategori

1 Kualitas kerja 79,1% Baik

2 Kuantitas kerja 78,8% Baik

3 Pelaksanaan tugas 78,0% Baik

4 Tanggung jawab 79,7% Baik

Rata-Rata 78,9% Baik

Sumber: Data Primer yang diolah, 2020.

Berdasarkan tabel 4.15, dapat disimpulkan bahwa tingkat kinerja pegawai pada Kantor Sekretariat Dewan Kabupaten Enrekang mendapatkan persentase rata-rata 78,9% dan masuk dalam kategori baik. Aspek yang paling menonjol adalah tanggung jawab dengan persentase terbesar yaitu 79,7%, sehingga

tanggung jawab pegawai sebagai hal meningkatnya kinerja pegawai di kantor Sekretariat Dewan Kabupaten Enrekang.

Dokumen terkait