• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.2. Hasil Penelitian

4.2.2. Deskripsi Variabel Penelitian

Jawaban responden untuk indikator-indikator variabel pajak daerah (X) yang meliputi tujuh indikator, yaitu sosialisasi (X1), mutu pelayanan (X2), penerapan sanksi bagi wajib pajak (X3), kebijakan Pemerintah Daerah (X4), penerapan reward dan

punishment pada aparatur Pemerintah Daerah (X5), survey

subyek pajak (X6), survey objek pajak (X7), dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

Tabel 4.6: Frekuensi Hasil Jawaban Responden Mengenai Pajak Daerah

No Pernyataan Skor Jawaban Total

1 2 3 4 5 1 Sosialisasi mengenai pajak daerah di Kabupaten Sidoarjo sudah tepat 0 2 16 72 80 170 0% 2% 9% 42% 47% 100% 2 Mutu pelayanan di Kabupaten Sidoarjo terkait dengan pajak daerah sudah sesuai dengan harapan wajib pajak/masyarakat

0 0 22 57 91 170

0% 0% 13% 33% 54% 100%

3

Penerapan sanksi bagi wajib pajak sudah dilaksanakan dengan efektif 0 3 43 71 53 170 0% 2% 25% 42% 31% 100% 4 Kebijakan pemerintah mempengaruhi

penerimaan pajak daerah

0 1 14 70 85 170

0% 1% 8% 41% 50% 100%

5

Penerapan reward dan punishment pada aparatur Pemerintah Daerah terkait dengan pajak daerah dapat meminimalisir kebocoran sehingga meningkatkan penerimaan PAD 0 0 23 68 79 170 0% 0% 14% 40% 46% 100% 6

Survey subjek pajak perlu dilakukan agar penerimaan pajak daerah optimal

0 1 26 75 68 170

0% 1% 15% 44% 40% 100%

7

Survey objek pajak perlu dilakukan agar

penerimaan pajak daerah optimal

0 2 41 74 53 170

0% 1% 24% 44% 31% 100% Sumber: Data kuesioner diolah

Berdasarkan tabel di atas dapat dijelaskan sebagai berikut: 1. Indikator pertama dari pajak daerah, yaitu sosialisasi,

mendapat respon terbanyak pada skor 5 dengan jumlah responden sebanyak 80 responden atau 47%, kemudian terbanyak kedua terdapat pada skor 4 dengan jumlah resonden 72 atau 42%. Artinya, sebagian besar responden

72

yang menjawab setuju sebanyak 72 responden atau 42%, kemudian yang menjawab sangat setuju sebanyak 80 atau sebanyak 47%.

2. Indikator kedua dari pajak daerah, yaitu mutu pelayanan, mendapat respon terbanyak pada skor 5 dengan jumlah responden sebanyak 91 responden atau 54%, kemudian terbanyak kedua terdapat pada skor 4 dengan jumlah resonden 57 atau 33%. Artinya, sebagian besar responden yang menjawab setuju sebanyak 57 responden atau 33%, kemudian yang menjawab sangat setuju sebanyak 91 atau sebanyak 54%.

3. Indikator ketiga dari pajak daerah, yaitu penerapan sanksi bagi wajib pajak, mendapat respon terbanyak pada skor 4 dengan jumlah responden sebanyak 71 responden atau 42%, kemudian terbanyak kedua terdapat pada skor 5 dengan jumlah resonden 53 atau 31%. Artinya, sebagian besar responden yang menjawab setuju sebanyak 71 responden atau 42%, kemudian yang menjawab sangat setuju sebanyak 53 atau sebanyak 31%.

4. Indikator ketiga dari pajak daerah, yaitu kebijakan Pemerintah Daerah, mendapat respon terbanyak pada skor 5 dengan jumlah responden sebanyak 85 responden atau 50%, kemudian terbanyak kedua terdapat pada skor 4

dengan jumlah resonden 70 atau 41%. Artinya, sebagian besar responden yang menjawab setuju sebanyak 70 responden atau 41%, kemudian yang menjawab sangat setuju sebanyak 85 atau sebanyak 50%.

5. Indikator ketiga dari pajak daerah, yaitu penerapan reward

dan punishment pada aparatur Pemerintah Daerah,

mendapat respon terbanyak pada skor 5 dengan jumlah responden sebanyak 79 responden atau 46%, kemudian terbanyak kedua terdapat pada skor 4 dengan jumlah resonden 68 atau 40%. Artinya, sebagian besar responden yang menjawab setuju sebanyak 68 responden atau 40%, kemudian yang menjawab sangat setuju sebanyak 79 atau sebanyak 46%.

6. Indikator ketiga dari pajak daerah, yaitu survey subyek pajak, mendapat respon terbanyak pada skor 4 dengan jumlah responden sebanyak 75 responden atau 44%, kemudian terbanyak kedua terdapat pada skor 5 dengan jumlah resonden 68 atau 40%. Artinya, sebagian besar responden yang menjawab setuju sebanyak 75 responden atau 44%, kemudian yang menjawab sangat setuju sebanyak 68 atau sebanyak 40%.

74

7. Indikator ketiga dari pajak daerah, yaitu survey objek pajak, mendapat respon terbanyak pada skor 4 dengan jumlah responden sebanyak 74 responden atau 44%, kemudian terbanyak kedua terdapat pada skor 5 dengan jumlah resonden 53 atau 31%. Artinya, sebagian besar responden yang menjawab setuju sebanyak 74 responden atau 44%, kemudian yang menjawab sangat setuju sebanyak 53 atau sebanyak 31%.

b. Variabel Retribusi Daerah

Jawaban responden untuk indikator-indikator variabel retribusi Daerah (Y) yang meliputi tujuh indikator, yaitu sosialisasi (Y1), mutu pelayanan (Y2), penerapan sanksi bagi wajib retribusi (Y3), kebijakan Pemerintah Daerah (Y4), penerapan reward dan punishment pada aparatur Pemerintah Daerah (Y5), survey subyek retribusi (Y6), survey objek retribusi (Y7), dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

Tabel 4.7: Frekuensi Hasil Jawaban Responden Mengenai Retribusi Daerah

No Pernyataan Skor Jawaban Total

1 2 3 4 5 1 Sosialisasi mengenai retribusi daerah di Kabupaten Sidoarjo sudah tepat 0 1 74 60 35 170 0% 1% 44% 35% 20% 100% 2 Mutu pelayanan di Kabupaten Sidoarjo terkait dengan retribusi daerah sudah sesuai dengan harapan wajib retribusi/masyarakat 0 0 27 71 72 170 0% 0% 16% 41,7% 42,3% 100% 3 Penerapan sanksi bagi wajib retribusi sudah dilaksanakan dengan efektif 0 0 26 66 78 170 0% 0% 15% 39% 46% 100% 4 Kebijakan pemerintah mempengaruhi penerimaan retribusi daerah 0 0 26 53 91 170 0% 0% 15% 31% 54% 100% 5 Penerapan reward dan punishment pada aparatur Pemerintah Daerah terkait dengan retribusi daerah dapat meminimalisir kebocoran sehingga meningkatkan penerimaan PAD 0 2 20 64 84 170 0% 1% 12% 38% 49% 100% 6 Survey subjek retribusi perlu dilakukan agar penerimaan pajak daerah optimal 0 2 26 66 76 170 0% 1% 15% 39% 45% 100% 7

Survey objek retribusi perlu dilakukan agar penerimaan pajak daerah optimal

0 3 25 66 76 170

0% 1% 15% 39% 45% 100% Sumber: Data kuesioner diolah

76

Berdasarkan tabel di atas dapat dijelaskan sebagai berikut: 1. Indikator pertama dari retribusi daerah, yaitu sosialisasi,

mendapat respon terbanyak pada skor 3 dengan jumlah responden sebanyak 74 responden atau 44%, kemudian terbanyak kedua terdapat pada skor 4 dengan jumlah resonden 60 atau 35%. Artinya, sebagian besar responden yang menjawab netral sebanyak 74 responden atau 44%, kemudian yang menjawab setuju sebanyak 60 atau sebanyak 35%.

2. Indikator kedua dari retribusi daerah, yaitu mutu pelayanan, mendapat respon terbanyak pada skor 5 dengan jumlah responden sebanyak 72 responden atau 42,3%, kemudian terbanyak kedua terdapat pada skor 4 dengan jumlah resonden 71 atau 41,7%. Artinya, sebagian besar responden yang menjawab setuju sebanyak 71 responden atau 41,7%, kemudian yang menjawab sangat setuju sebanyak 72 atau sebanyak 42,3%.

3. Indikator ketiga dari retribusi daerah, yaitu penerapan sanksi bagi wajib retribusi, mendapat respon terbanyak pada skor 5 dengan jumlah responden sebanyak 78 responden atau 46%, kemudian terbanyak kedua terdapat pada skor 4 dengan jumlah resonden 66 atau 39%. Artinya, sebagian besar responden yang menjawab setuju sebanyak 66

responden atau 39%, kemudian yang menjawab sangat setuju sebanyak 78 atau sebanyak 46%.

4. Indikator ketiga dari retribusi daerah, yaitu kebijakan Pemerintah Daerah, mendapat respon terbanyak pada skor 5 dengan jumlah responden sebanyak 91 responden atau 54%, kemudian terbanyak kedua terdapat pada skor 4 dengan jumlah resonden 53 atau 31%. Artinya, sebagian besar responden yang menjawab setuju sebanyak 53 responden atau 31%, kemudian yang menjawab sangat setuju sebanyak 91 atau sebanyak 54%.

5. Indikator ketiga dari retribusi daerah, yaitu penerapan reward

dan punishment pada aparatur Pemerintah Daerah,

mendapat respon terbanyak pada skor 5 dengan jumlah responden sebanyak 84 responden atau 49%, kemudian terbanyak kedua terdapat pada skor 4 dengan jumlah resonden 64 atau 38%. Artinya, sebagian besar responden yang menjawab setuju sebanyak 64 responden atau 38%, kemudian yang menjawab sangat setuju sebanyak 84 atau sebanyak 49%.

6. Indikator ketiga dari retribusi daerah, yaitu survey subyek retribusi, mendapat respon terbanyak pada skor 5 dengan jumlah responden sebanyak 76 responden atau 45%,

78

kemudian terbanyak kedua terdapat pada skor 4 dengan jumlah resonden 66 atau 39%. Artinya, sebagian besar responden yang menjawab setuju sebanyak 66 responden atau 39%, kemudian yang menjawab sangat setuju sebanyak 76 atau sebanyak 45%.

7. Indikator ketiga dari retribusi daerah, yaitu survey objek retribusi, mendapat respon terbanyak pada skor 5 dengan jumlah responden sebanyak 76 responden atau 45%, kemudian terbanyak kedua terdapat pada skor 4 dengan jumlah resonden 66 atau 39%. Artinya, sebagian besar responden yang menjawab setuju sebanyak 66 responden atau 39%, kemudian yang menjawab sangat setuju sebanyak 76 atau sebanyak 45%.

c. Variabel Pendapatan Asli Daerah (PAD)

Jawaban responden untuk indikator-indikator variabel Pendapatan Asli Daerah (PAD) (Z) yang meliputi tiga indikator, yaitu target PAD (Z1), realisasi PAD (Z2), pengelolaan PAD (Z3), dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

Tabel 4.8: Frekuensi Hasil Jawaban Responden Pendapatan Asli Daerah (PAD)

No Pernyataan Skor Jawaban Total

1 2 3 4 5

1

Target PAD yang ditetapkan sudah optimal atau sesuai dengan realita

0 0 27 75 68 170

0% 0% 16% 44% 40% 100% 2

Realisasi PAD sudah optimal atau sesuai dengan realita

0 5 38 68 59 170

0% 3% 22% 40% 35% 100% 3

Pengelolaan PAD di Kabupaten Sidoajo sudah efektif dan optimal

0 2 24 73 71 170

0% 1% 14% 43% 42% 100% Sumber: Data kuesioner diolah

Berdasarkan tabel di atas dapat dijelaskan sebagai berikut: 1. Indikator pertama dari pendapatan asli daerah (PAD), yaitu

target PAD, mendapat respon terbanyak pada skor 4 dengan jumlah responden sebanyak 75 responden atau 44%, kemudian terbanyak kedua terdapat pada skor 5 dengan jumlah resonden 68 atau 40%. Artinya, sebagian besar responden yang menjawab sangat setuju sebanyak 68 responden atau 40%, kemudian yang menjawab setuju sebanyak 75 atau sebanyak 44%.

2. Indikator kedua dari pendapatan asli daerah (PAD), yaitu realisasi PAD, mendapat respon terbanyak pada skor 4 dengan jumlah responden sebanyak 68 responden atau 40%, kemudian terbanyak kedua terdapat pada skor 5 dengan jumlah resonden 59 atau 35%. Artinya, sebagian besar responden yang menjawab setuju sebanyak 68

80

responden atau 40%, kemudian yang menjawab sangat setuju sebanyak 59 atau sebanyak 35%.

3. Indikator ketiga dari pendapatan asli daerah (PAD), yaitu kesigapan pengajar menangani masalah, mendapat respon terbanyak pada skor 4 dengan jumlah responden sebanyak 73 responden atau 43%, kemudian terbanyak kedua terdapat pada skor 5 dengan jumlah resonden 71 atau 42%. Artinya, sebagian besar responden yang menjawab setuju sebanyak 73 responden atau 43%, kemudian yang menjawab sangat setuju sebanyak 71 atau sebanyak 42%.

Dokumen terkait