BAB II KERANGKA TEORI
4.3 Deskripsi Hasil Penelitian
4.3.2 Deskripsi Variabel (Y) Tindakan Membeli Secara Online
Testimonial Menarik Perhatian
Pernyataan 7
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid 2 5 4.6 4.6 4.6 3 26 23.9 23.9 28.4 4 51 46.8 46.8 75.2 5 27 24.8 24.8 100.0 Total 109 100.0 100.0 Sumber: n=109 Mahasiswi
Hasil Penelitian Tahun 2015
Sumber: n=109 Mahasiswi
Hasil Penelitian Tahun 2015
Pada Tabel 4.11 menunjukan 24,8% atau 27 orang responden yang menjawab “Sangat Setuju”, 51 orang atau 46,8% menyatakan “Setuju”, 26 orang atau 23,9% menyatakan “Netral”, dan 5 orang atau sebesar 4,6% “Tidak Setuju”. Tidak ada responden yang menyatakan “Sangat Tidak Setuju”.
Hal ini menyatakan bahwa responden mempunyai perhatian yang khusus terhadap toko online yang mempunyai testimonial dihalaman web/media
sosial,dimana dibuktikan dengan jawaban responden sebesar 51 orang menyatakan setuju.
Salah satu fungsi pada promosi adalah mendapatkan perhatian dari calon pembeli. Perhatian calon pembeli harus diperoleh, karena merupakan titik awal proses pengambilan keputusan didalam membeli suatu barang dan jasa19. Iklan dalam testimonial harus mampu menarik perhatian khalayak. Untuk itu, dalam pemilihan dan pembuatan testimonial, membutuhkan kreatifitas penjual agar mampu mendapatkan perhatian konsumen. Mulai dari isi pesan, gambar yang digunakan, pengunaan warna maupun tata letak.
Tabel 4.12
Gambar Produk dalam Testimonial
Pernyataan 7
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid 2 2 1.8 1.8 1.8 3 24 22.0 22.0 23.9 4 55 50.5 50.5 74.3 5 28 25.7 25.7 100.0 Total 109 100.0 100.0 Sumber: n=109 Mahasiswi
Hasil Penelitian Tahun 2015
19
Sumber: n=109 Mahasiswi
Hasil Penelitian Tahun 2015
Pada Tabel 4.12 dimana 28 orang menyatakan “Sangat Setuju” dengan persentase 25,7%, “Setuju” 55 orang atau 50,5%, “Netral” sebesar 24 orang dengan persentase sebesar 22,0%, dan 2 orang yang menyatakan “Tidak Setuju” dengan presentase 1,8%. Tidak ada yang menyatakan „Sangat Tidak Setuju”.
Dengan 55 orang responden menyatakan “Setuju”, besarnya perolehan menandakan bahwa produk yang dipakai oleh pelanggan dalam isi pesan testimonial memiliki perhatian yang khusus, dibandingkan dengan testimonial yang berisikan tulisan saja.
Pada Gambar 4.6 dijelaskan bahwa pelanggan menggunakan produk pakaian dalam kesehariannya. Mulai dari baju dan celana yang dikenakan berasal dari satu brand yang sama. Hal ini bertujuan untuk merangsang calon pembeli agar tertarik untuk membaca testimonial.
Gambar 4.3 Contoh testimonial produk pakaian yang dikenakan oleh pelanggan. (Sumber: Instagram/sabrineshop)
Tabel 4.13
Produk Pakaian dalam Testimonial
Pernyataan 8
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid 2 1 .9 .9 .9 3 22 20.2 20.2 21.1 4 64 58.7 58.7 79.8 5 22 20.2 20.2 100.0 Total 109 100.0 100.0 Sumber: n=109 Mahasiswi
Sumber: n=109 Mahasiswi
Hasil Penelitian Tahun 2015
Pada Tabel 4.13 menunjukan bahwa sebanyak 22 orang responden atau 20,2% menyatakan “Sangat Setuju”, 64 orang “Setuju” dengan persentase 58,7%, 22 orang atau sebanyak 20,2% menjawab “Netral”, dan 2 orang sebesar 9% menjawab „Tidak Setuju”. Tidak ada responden yang menyatan “Sangat Tidak Setuju”
Sebanyak 64 orang responden menjawab setuju, maka dalam hal ini dapat dijelaskan bahwa produk yang dijelaskan dalam testimonial menarik perhatian dibandingkan dengan produk yang tidak ada dalam testimonial. Dengan adanya testimonial produk yang dijelaskan tersebut sudah terbukti kualitasnya, sehingga dapat dijadikan informasi tambahan untuk produk yang dijelaskan dalam testimonial. Banyak pengiklanan yang menggunakan testimonial, khususnya pada penjualan online. Dimana seseorang menghargai produk berdasarkan pengalaman secara personal, karena telah menggunakan tempat tersebut dan mendapatkan manfaat selama menggunakannya. Bukti kesaksiaan (testimonial) sangat efektif ketika seseorang memberikan kesaksian kepada orang yang merupakan target pasarnya dan kesaksian tersebut menarik untuk diceritakan.20
20
Tabel 4.14
Gaya Fashionable dalam Testimonial
Pernyataan 9
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid 2 3 2.8 2.8 2.8 3 18 16.5 16.5 19.3 4 57 52.3 52.3 71.6 5 31 28.4 28.4 100.0 Total 109 100.0 100.0 Sumber: n=109 Mahasiswi
Hasil Penelitian Tahun 2015
Sumber: n=109 Mahasiswi Hasil Penelitian Tahun 2015
Tabel 4.14 menunjukan bahwa sebanyak 31 orang menyatakan “Sangat Setuju” dengan persentase 28,4%, pernyataan “Setuju” mendapatkan persentase sebesar 52,3% atau sebanyak 57 orang, 18 orang menyatakan “Netral” dengan persentase 16,5%, dan 2 orang yang menjawab “Tidak Setuju” atau sebesar 2,8%. Tidak ada responden yang menjawab “Sangat Tidak Setuju”.
Dalam hal ini dapat dijelaskan bahwa produk pakaian yang dikenakan pelanggan dengan gaya yang fashionable menarik perhatian. Terbukti dengan banyaknya responden yang menjawab setuju sebanyak 57 orang dari total 109 responden.
Gambar 4.4 Contoh testimonial produk pakaian yang dikenakan pelanggan dengan gaya
yang fashionable
(Sumber: Instagram/sabrineshop)
Gambar 4.4 adalah salah satu contoh testimonial yang memiliki gaya fashionable dalam memakai produk. Purwanto (2006: 135) untuk lebih meningkatkan hasrat seseorang, penjual dapat mengungkapkan manfaat utama kepada khalayak dalam kata-kata atau gambar yang lebih menarik. Hal ini merupakan sesuatu yang akan ditindak lanjuti kemudian. Dengan dikenakannya produk secara fashionable maka secara tidak langsung mendapatkan referensi dalam berpakaia dan mampu menggerakkan keinginan seseorang untuk memiliki produk tersebut.
Tabel 4.15
Testimonial Membangun Minat
Pernyataan 10
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid 2 1 .9 .9 .9 3 30 27.5 27.5 28.4 4 53 48.6 48.6 77.1 5 25 22.9 22.9 100.0 Total 109 100.0 100.0 Sumber: n=109 Mahasiswi
Hasil Penelitian Tahun 2015
Sumber: n=109 Mahasiswi Hasil Penelitian Tahun 2015
Dalam Tabel 4.15 menunjukan bahwa sebanyak 25 orang dengan persentase 22,9% menyatakan “Sangat Setuju”, 53 orang atau 48,6% menyatakan “Setuju”, 30 orang menyatakan “Netral” dengan persentase 48,6%, dan 1 orang menyatakan „Tidak Setuju” dengan persentase 0,9%. Tidak ada responden yang menyatakan “Sangat Tidak Setuju”.
Hal ini menunjukan bahwa testimonial produk pakaian dapat membuat seseorang mempunyai hasrat untuk membeli, dilihat dari hasil yang diperoleh yaitu sebanyak 53 responden menyatakan setuju.
Dalam fungsi promosi minat, pegembangan rasa ingin tahu calon pembeli untuk memiliki barang yang ditawarkan. Hal ini merupakan kelanjutan dari tahap sebelumnya, setelah seseorang tertarik pada sesuatu, maka timbul rasa ingin memiliki. Jika calon pembeli sesuai dengan produk yang ditawarkan (harga, ukuran, model) maka rasa ingin memiliki akan semakin besar dan diikuti oleh suatu keputusan untuk membeli.21
Tabel 4.16
Informasi pada Testimonial
Pernyataan 11
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid 2 1 .9 .9 .9 3 15 13.8 13.8 14.7 4 69 63.3 63.3 78.0 5 24 22.0 22.0 100.0 Total 109 100.0 100.0 Sumber: n=109 Mahasiswi
Hasil Penelitian Tahun 2015
21
Sumber: n=109 Mahasiswi
Hasil Penelitian Tahun 2015
Tabel 4.16 menunjukan 24 orang dengan persentase 22% menyatakan “Sangat Setuju”, 69 orang dengan persentase 63% menyatakan “Setuju”, 15 orang menyatakan “Netral” dengan persentase 13,8%, dan hanya 1 orang menyatakan “Tidak Setuju” dengan persentase 0,9%. Tidak ada responden yang menjawab “Sangat Tidak Setuju”.
Testimonial yang memiliki informasi produk dengan jelas mampu menarik minat orang yang melihatnya, dapat dilihat dari besarnya angka respoden yang menyatakan setuju, yaitu sebanyak 69 orang. Angka tersebut merupakan jumlah yang paling besar dalam pengisian pernyataan ini. Berikut contoh testimonial dengan informasi produk yang jelas.
Gambar 4.8 dibawah ini dijelaskan bahwa testimonial yang disampaikan oleh pelanggan adalah jelas. Mulai dari motif, bahan,harga dan kualitas produk ataupun pengiriman. Hal ini dapat dijadikan informasi tambahan yang tidak disediakan dalam keterangan produk. Contoh testimonial pada Gambar 4.8 adalah komunikasi tidak langsung antara pembeli dengan pembeli tidak melibatkan penjual.
Gambar 4.5 Contoh informasi produk dalam testimonial produk pakaian (Sumber: qoo10.co.id)
Tabel 4.17
Testimonial Membangun Kepercayaan
Pernyataan 12
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid 2 2 1.8 1.8 1.8 3 30 27.5 27.5 29.4 4 53 48.6 48.6 78.0 5 24 22.0 22.0 100.0 Total 109 100.0 100.0 Sumber: n=109 Mahasiswi
Sumber: n=109 Mahasiswi Hasil Penelitian Tahun 2015
Tabel 4.17 menunjukan bahwa 24 orang menjawab “Sangat Setuju” dengan persentase 22%, 53 orang atau 48,6% menjawab “Setuju”, 30 orang sebesar 27,5% menjawab “Netral”, dan 2 orang menjawab “Tidak Setuju” dengan persentase 1,8%. Tidak ada responden yang menjawab “Sangat Tidak Setuju”.
Dengan didapatnya 48,6% responden yang menjawab setuju, dapat diartikan bahwa sebagian responden percaya dengan toko online yang memiliki testimonial. Namun, pada pernyataan kali ini angka pada jawaban netral cukup tinggi yaitu sebanyak 30 orang dari 109 responden. Hal ini menunjukan bahwa sebagian orang ragu untuk percaya bahwa setiap toko online yang memiliki testimonial dapat dipercaya. Bukan tanpa alasan, karena banyak toko online yang memasang testimonial palsu yang direkayasa untuk kepentingan pribadi semata.
Kredibilitas ditentukan oleh sejauh mana tingkat kepercayaan dan kendala yang dihadapi. Kredibilitas adalah kapabilitas untuk dapat dipercayai orang lain. Tanpa kredibilitas, upaya untuk melakukan persuasi akan tampak sebagai bentuk tipuan. Salah satu cara untuk menumbuhkan kredibilitas adalah melalui fakta.22
22
Tabel 4.18
Kepercayaan Terhadap Kualitas Produk
Pernyataan 13
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid 2 2 1.8 1.8 1.8 3 33 30.3 30.3 32.1 4 57 52.3 52.3 84.4 5 17 15.6 15.6 100.0 Total 109 100.0 100.0 Sumber: n=109 Mahasiswi
Hasil Penelitian Tahun 2015
Sumber: n=109 Mahasiswi
Hasil Penelitian Tahun 2015
Tabel 4.18 menunjukan bahwa 17 orang menjawab “Sangat Setuju” dengan persentase 15,6%, 57 orang atau 52,3% menjawab “Setuju”, 33 orang sebesar 30,3% menjawab “Netral”, dan 2 orang menjawab “Tidak Setuju” dengan persentase 1,8%. Tidak ada responden yang menjawab “Sangat Tidak Setuju”.
Hal ini menunjukan bahwa kualitas produk yang dijelaskan dalam testimonial dapat dipercaya, dapat dilihat dari hasil yang didapat sebesar 52,3% namun juga sebanyak 33 responden dari 109 orang meragukan kualitas produk yang dijelaskan.
Kualitas produk yang dijelaskan dalam testimonial adalah bentuk dari pemikat emosial. Untuk melakukan persuasi dapat memanfaatkan emosi yang dilandasi dengan suatu argumentasi atau bentuk simpati. Pemikat emosional yang kuat dapat menggunakan atau memilih kata-kata yang sangat berpengaruh terhadap emosi seseorang.23 Kata-kata yang digunakan pada umumnya adalah kepuasan pelanggan terhadap produk yang ditawarkan.
Tabel 4.19
Toko Online yang Memiliki Testimonial
Pernyataan 14
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid 2 3 2.8 2.8 2.8 3 27 24.8 24.8 27.5 4 59 54.1 54.1 81.7 5 20 18.3 18.3 100.0 Total 109 100.0 100.0 Sumber: n=109 Mahasiswi
Hasil Penelitian Tahun 2015
Sumber: n=109 Mahasiswi
Hasil Penelitian Tahun 2015
23
Tabel 4.19 menunjukan bahwa sebanyak 20 orang menjawab “Sangat Setuju” dengan presentase 18,3%, “Setuju” sebesar 54,1% atau 59 orang, “Netral” 27 orang dengan persentase 24,8%, dan 2 orang yang menjawab “Tidak Setuju” atau sebesar 2,8%. Tidak ada responden yang menjawab “Sangat Tidak Setuju”. Tabel 4.18 menunjukan bahwa 59 orang setuju untuk membeli di toko online yang memiliki testimonial. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, testimonial sangat membantu konsumen dalam menambahkan informasi.
Testimonial adalah contoh tindakan persuasi dimana tujuannya untuk memotitivasi tindakan, meyakinkan calon pembeli bahwa apa yang diinginkan dapat dipenuhi dengan segera. Seperti kesan dalam isi pesan testimonial, pengiriman produk, jasa yang tepat waktu dan dalam jumlah yang tepat,dan pelayanan yang memuaskan. Disamping itu, penjual juga dapat mencantumkan kesan-kesan pelanggan yang mendapatkan potongan harga, mendapatkan penawaran khusus, atau pemberian hadiah.24
24
Tabel 4.20
Testimonial Sebagai Tolak Ukur dalam Pembelian
Pernyataan 10
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid 2 10 9.2 9.2 9.2 3 22 20.2 20.2 29.4 4 52 47.7 47.7 77.1 5 25 22.9 22.9 100.0 Total 109 100.0 100.0 Sumber: n=109 Mahasiswi
Hasil Penelitian Tahun 2015
Sumber: n=109 Mahasiswi
Hasil Penelitian Tahun 2015
Pada Tabel 4.20 menunjukan bahwa 25 orang sebesar 22,9% menjawab “Sangat Setuju”, 52 orang atau 47,7% menjawab “Setuju”, 22 orang atau 20,2% “Netral”, dan 10 orang dengan persentase 9,2% “Tidak Setuju”. Tidak ada responden yang menjawab “Sangat Tidak Setuju”.
Hal ini menunjukan bahwa testimonial sebagai tolak ukur dalam melakukan pembelian online dapat diterima, dilihat dari 52 orang yang menjawab setuju. Tetapi dalam pernyataan ini mendapatkan hasil angka tertinggi untuk jawaban tidak setuju sebesar 10 orang dari beberapa pernyataan sebelumnya.
Pada fase ini dibutuhkan tindakan spesifik, bagaimana calon pembeli akan memperoleh manfaat dari tindakan yang akan dilakukan dan yang paling penting adalah mempermudah calon pembeli dalam tindakan tersebut. Menyediakan testimonial merupakan tindakan spesifik yang dilakukan oleh penjual untuk calon pembeli. 25
Tabel 4.21
Ringkasan Hasil Pernyataan pada Variabel (Y) Tindakan Membeli Secara Online
NO Pernyataan Presentase Setuju
1 Testimonial menarik perhatian 46,8%
2 Gambar produk dalam testimonial 50,0% 3 Produk pakaian dalam testimonial 58,7% 4 Gaya fashionable dalam testimonial 52,3%
5 Testimonial membangun minat 48,6%
6 Informasi pada testimonial 63,3%
7 Testimonial membangun kepercayaan 48,6% 8 Kepercayaan terhadap kualitas produk 52,3% 9 Toko online yang memiliki testimonial 54,1% 10 Testimonial sebagai tolak ukur dalam pembelian 47,7%
Sumber: n=109 Mahasiswi
Hasil Penelitian Tahun 2015
25
Tabel 4.21 menunjukan bahwa angka terbesar yang terdapat pada variable (Y) Tindakan Membeli Secara Online terdapat pada pernyataan 12 nomor 6, “Informasi pada Testimonial” dengan jumlah 63,3% responden yang menjawab “Setuju”.
Dalam Ilmu Komunikasi, kepenerimaan komunikan akan pesan yang disampaikan oleh komunikator menjadi dasar penilaian akan keberhasilan suatu proses komunikasi (Effendi, 1981)26. Dengan demikian, informasi yang disajikan dengan baik dalam testimonial akan mempengaruhi opini seseorang yang akan merubah perilakunya untuk melakukan pembelian.