• Tidak ada hasil yang ditemukan

Lama Bekerja

B. Deskriptif Data Khusus

Analisis deskripsi data yang disajikan dalam penelitian ini meliputi harga rerata/ Mean (M), Modus (Mo), Median (Me), dan Standart Deviasi (SD). Mean merupakan rata-rata, modus merupakan nilai variabel atau data yang mempunyai frekuensi tinggi dalam distribusi sebelah bawah, sedangkan standar deviasi adalah akar varians. Selain itu disajikan tabel, distribusi

30% 35% 22,50% 4% 7,50%

Jabatan

Magang Junior Senior Manager Partner

frekuensi dan dilanjutan dengan melakukan pengkategorian terhadap nilai masing-masing indikator. Adapun langkah-langkah yang digunakan dalam menyajikan tabel distribusi frekuensi diambil dari Sugiyono (2012) sebagai berikut:

a. Menghitung jumlah kelas interval (Rumus Sturges). K = 1 + 3,3log n

Keterangan :

K : Jumlah kelas Interval. n : Jumlah data observasi. log : Logaritma.

b. Menentukan rentang data, yaitu data terbesar dikurangi data terkecil kemudian ditambah 1.

c. Menghitung panjang kelas = rentang dibagi jumlah kelas.

Deskripsi selanjutnya adalah melakukan pengkategorian terhadap nilai masing-masing indikator. Dari nilai tersebut dibagi menjadi tiga kategori bedasarkan Mean ideal (Mi) dan Standart deviasi ideal (SDi) Rumus untuk mencari Mi dan SDi adalah:

Rendah : < (Mi – SDi)

Sedang : (Mi – SDi) s/d (Mi + SDi) Tinggi : > (Mi + SDi)

a. Variabel Kinerja Auditor.

Variabel kinerja auditor terdiri dari tiga indikator yaitu: kualitas, kuantitas dan ketepatan waktu. Dari tiga indikator tersebut dibuat 9 pertanyaan. Penentuan skor menggunakan Skala Likert yang dimodifikasi yang terdiri dari empat alternatif jawaban. Skor yang diberikan maksimal empat dan minimum satu, sehingga dihasilkan skor tertinggi adalah 36 ( 9 X 4 = 36 ) dan terendah adalah 9 ( 9 X 1 = 9 ).

Berdasarkan data penelitian yang diolah,variabel kinerja auditor memiliki skor tertinggi 36 dan skor terendah 27, mean 31,10, median 31, modus 27, dan standar deviasi 3,1362. Jumlah kelas interval adalah 1 + 3,3 log 40 = 6,2868 (dibulatkan menjadi 6). Rentang data (36-27) + 1 = 10. Panjang kelas adalah 10/6 = 1,667 dibulatkan menjadi 2.

Tabel 15. Distribusi Frekuensi Variabel Y (Kinerja Auditor).

No Kelas Interval Frekuensi (F) F(%)

1 26-27 8 20 2 28-29 5 12,50 3 30-31 11 27,50 4 32-33 7 17,50 5 34-35 1 2,50 6 36-37 8 20 Jumlah 40 100

Sumber: Data Primer yang Diolah.

Tabel diatas menunjukkan bahwa frekuensi paling besar adalah 11 responden yaitu pada kelas interval 30-31 dengan persentase 27,50%. Sedangkan frekuensi paling rendah adalah 1 responden yang terdapat pada kelas interval 34-35 dengan persentase 2,50.

Penentuan kecenderungan variabel setelah nilai maksimum dan minimum diketahui, kemudian mencari nilai Mean ideal (Mi) dan Standar Deviasi ideal (SDi). Mean ideal variabel Kinerja Auditor 22,5sedangkan Standar Deviasi idealnya 4,5. Setelah Mi dan SDi diketahui, kemudian dikategorikan dalam tiga kategori yaitu rendah, sedang, dan tinggi.

Tabel 16. Distribusi Frekuensi Kecenderungan Y (Kinerja Auditor). No Interval Frekuensi Persentase Kategori

1 <18 - - Rendah

2 18 s/d 27 8 20% Sedang

3 >27 32 80% Tinggi

Jumlah 40 100%

Sumber: Data Primer yang Diolah

Tabel diatas menunjukkan bahwa frekuensi Kinerja Auditor kategori sedang sebanyak 8 responden (20%), dan pada kategori tinggi sebanyak 32 responden (80%). Dari hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa penilaian responden terhadap variabel Kinerja Auditor adalah tinggi. b. Variabel Komitmen Organisasi.

Variabel komitmen organisasi auditor terdiri dari tiga indikator yaitu: komitmen afektif, komitmen kontinue, komitmen normative. Dari tiga indikator tersebut dibuat 9 pertanyaan. Penentuan skor menggunakan Skala Likert yang dimodifikasi yang terdiri dari empat alternatif jawaban. Skor yang diberikan maksimal empat dan minimum satu, sehingga dihasilkan skor tertinggi adalah 36 ( 9 X 4 = 36 ) dan terendah adalah 9 ( 9 X 1 = 9 ).

Berdasarkan data penelitian yang diolah, variabel Komitmen Organisasi memiliki skor tertinggi 36 dan skor terendah 22, mean 27,55, median 27, modus 27, dan standar deviasi 3,0797. Jumlah kelas interval adalah 1 + 3,3 log 40 = 6,2868 (dibulatkan menjadi 6). Rentang data (36-22) + 1 = 15. Panjang kelas adalah 15/6 = 2,5 dibulatkan menjadi 3.

Tabel 17. Distribusi Frekuensi Variabel X1 (Komitmen Organisasi).

No Kelas Interval Frekuensi (F) F (%)

1 21-23 2 5 2 24-26 12 30 3 27-29 17 42,50 4 30-32 7 17,50 5 33-35 0 0 6 36-38 2 5 Jumlah 40 100

Sumber: Data Primer yang Diolah.

Tabel diatas menunjukkan bahwa frekuensi paling besar adalah 17 responden yaitu 42,5% pada kelas interval 27-29 dengan persentase Sedangkan frekuensi paling rendah adalah responden 0 yang terdapat pada kelas interval 33-35 dengan persentase 0%.

Penentuan kecenderungan variabel setelah nilai maksimum dan minimum diketahui, kemudian mencari nilai Mean ideal (Mi) dan Standar Deviasi ideal (SDi). Mean ideal variabel Komitmen Organisasi Auditor 22,5 sedangkan Standar Deviasi idealnya 4,5. Setelah Mi dan SDi diketahui, kemudian dikategorikan dalam tiga kategori yaitu rendah, sedang, dan tinggi.

Tabel 18. Distribusi Frekuensi Kecenderungan X1 (Komitmen Organanisasi).

Sumber: Data Primer yang Diolah.

Tabel di atas menunjukkan bahwa frekuensi Komitmen Organisasi Auditor kategori sedang sebanyak 23 responden (57,50%), dan pada kategori tinggi sebanyak 17 responden (42,50%).Dari hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa penilaian responden terhadap variabel Komitmen Organisasi adalah sedang.

c. Variabel Profesionalisme.

Variabel profesionalisme auditor terdiri dari lima indikator yaitu: pengabdian diri, keyakinan standar profesi, kewajiban sosial, kemandirian, dan afiliansi. Dari lima indikator tersebut dibuat 15 pertanyaan. Penentuan skor menggunakan Skala Likert yang dimodifikasi yang terdiri dari empat alternatif jawaban. Skor yang diberikan maksimal empat dan minimum satu, sehingga dihasilkan skor tertinggi adalah 60 ( 15 X 4 = 60 ) dan terendah adalah 15 ( 15 X 1 = 15 ).

Berdasarkan data penelitian yang diolah, variabel Profesionalisme memiliki skor tertinggi 60 dan skor terendah 35, mean 49,03, median 48, modus 44, dan standar deviasi 5,6771. Jumlah kelas interval adalah 1 + 3,3 log 40 = 6,2868 (dibulatkan menjadi 6). Rentang data (60-35) + 1 = 26. Panjang kelas adalah 26/6 = 4.3 dibulatkan menjadi 5.

No Interval Frekuensi Persentase Kategori

1 <18 - - Rendah

2 18 s/d 27 23 57,50% Sedang

3 >27 17 42,50% Tinggi

Tabel 19. Distribusi Frekuensi Variabel X2 (Profesionalisme).

No Kelas Interval Frekuensi (F) F (%)

1 34-38 1 2,50 2 39-43 2 5 3 44-48 19 47,50 4 49-53 10 25 5 54-58 3 7,50 6 59-63 5 12,50 Jumlah 40 100

Sumber: Data Primer yang Diolah.

Tabel di atas menunjukkan bahwa frekuensi paling besar adalah 16 responden yaitu 40% pada kelas interval 46-49 dengan persentase Sedangkan frekuensi paling rendah adalah responden 1 yang terdapat pada kelas interval 34-37 dan 38-41 dengan persentase 2,50%.

Penentuan kecenderungan variabel setelah nilai maksimum dan minimum diketahui, kemudian mencari nilai Mean ideal (Mi) dan Standar Deviasi ideal (SDi). Mean ideal variabel Profesionalisme Auditor 37,5 sedangkan Standar Deviasi idealnya 7,5. Setelah Mi dan SDi diketahui, kemudian dikategorikan dalam tiga kategori yaitu rendah, sedang, dan tinggi.

Tabel 20. Distribusi Frekuensi Kecenderungan X2 (Profesionalisme).

No Interval Frekuensi Persentase Kategori

1 <30 - - Rendah

2 30 s/d 45 9 22,50% Sedang

3 >45 31 77,50% Tinggi

Jumlah 40 100%

Sumber: Data Primer yang Diolah.

Tabel diatas menunjukkan bahwa frekuensi Profesionalisme Auditor kategori sedang sebanyak 9 responden (22,50%), dan pada kategori tinggi

sebanyak 31 responden (77,50%). Dari hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa penilaian responden terhadap variabel Profesionalisme adalah tinggi.

d. Variabel Perilaku Etis.

Variabel perilaku etis auditor terdiri dari lima indikator yaitu: integritas, objektivitas, kompetensi dan kehati-hatian profesional, kerahasian dan perilaku profesional. Dari lima indikator tersebut dibuat 13 pertanyaan. Penentuan skor menggunakan Skala Likert yang dimodifikasi yang terdiri dari empat alternatif jawaban. Skor yang diberikan maksimal empat dan minimum satu, sehingga dihasilkan skor tertinggi adalah 52 ( 13 X 4 = 52) dan terendah adalah 13 ( 13 X 1 = 13 ). Berdasarkan data penelitian yang diolah, variabel Perilaku Etis memiliki skor tertinggi 52 dan skor terendah 38, mean 43,10, median 42,50, modus 43, dan standar deviasi 4,2715. Jumlah kelas interval adalah 1 + 3,3 log 40 = 6,2868 (dibulatkan menjadi 6). Rentang data (52-38) + 1 = 15. Panjang kelas adalah 15/6 = 2.5 dibulatkan menjadi 3.

Tabel 21. Distribusi Frekuensi Variabel X3 (Perilaku Etis).

No Kelas Interval Frekuensi (F) F (%)

1 37-39 9 22,50 2 40-42 11 27,50 3 43-45 13 32,50 4 46-48 1 2,50 5 49-51 2 5 6 52-54 4 10 Jumlah 40 100

Tabel diatas menunjukkan bahwa frekuensi paling besar adalah 13 responden yaitu 32,5% pada kelas interval 43-45 dengan persentase Sedangkan frekuensi paling rendah adalah responden 1 yang terdapat pada kelas interval 46-48 dengan persentase 2,50%.

Penentuan kecenderungan variabel setelah nilai maksimum dan minimum diketahui, kemudian mencari nilai Mean ideal (Mi) dan Standar Deviasi ideal (SDi). Mean ideal variabel Perilaku etis Auditor 32,5 sedangkan Standar Deviasi idealnya 6,5. Setelah Mi dan SDi diketahui, kemudian dikategorikan dalam tiga kategori yaitu rendah, sedang, dan tinggi.

Tabel 22. Distribusi Frekuensi Kecenderungan X1 (Perilaku Etis).

No Interval Frekuensi Persentase Kategori

1 <26 - - Rendah

2 26-39 9 22,50% Sedang

3 >39 31 77,50% Tinggi

Jumlah 40 100%

Sumber: Data Primer yang Diolah.

Tabel diatas menunjukkan bahwa frekuensi Perilaku Etis Auditor kategori sedang sebanyak 9 responden (22,5%), dan pada kategori tinggi sebanyak 31 responden (77,5%). Dari hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa penilaian responden terhadap variabel Perilaku Etis adalah tinggi.

Dokumen terkait