• Tidak ada hasil yang ditemukan

DHF 1. Cardinal sign typus abdominalis :

Dalam dokumen Soal Jawab Interna (Halaman 65-70)

TROPICAL MEDICINE Typoid abdominalis

DHF 1. Cardinal sign typus abdominalis :

- panas > 1 minggu, kesadaran fl - ggn GIT : konstipasi, diare - bradikardi relatif - lidah kotor (+)

- splenomegali kriteria zulkarnain :

a. demam > 7 hr awal demam tak akut, suhu naik secara bertahap, pernah mengalami

penurunan kesadarsan b. tdpt 2 gejala dr : - lekopenia

- malaria (-) - urin normal

- meningeal sign (-) - radang usus (+) - bradikardi relatif - splenomegali

d. dgn tx kloramphenicol - suhu turun paling cepat 3 – 5 hari

- turunya suhu secara lisis

2. Dasar dx typoid :

Ax : - panas > 7 hari, tu : malam hari, diikuti kesadaran fl

- ggn GIT : mual, muntah, diare / konstipasi pmx: - kesadaran fl

- bradikardi relatif ( ke  suhu tak sesuai dgn kenaikan nadi ) ( N :  10 C = 10 – 15 x nadi )

- splenomegali

- lidah kotor, tepi hiperemis, tremor

( ditanya habis minum susu / tidak )

lab : - lekopeni dx pasti : gaal kultur - Hb N/ ( bila tlah tjd melena )fl fl

DD : - influenza - disentri basiler

- malaria - penyakitb lain dgn demam yg lama - TB ( lekemia, SLE )

3. Komplikasi typoid :

mgg I : syok endotoxemia ( septik syok ) II: perdarahan usus, reaktif hepatitis III: perforasi usus

IV: relaps typoid

Intra intestinal : - perdarahan usus dpt tjd lisis - perforasi usus

- illeus paralitikus

ekstra intestinal: # CV : - kegagalan sirkulasi perifer - miokarditis

- trombosis - tromboplebitis # darah : - an. Hemolitik

- trombositopenia / DIC - sindrom uremia hemolitik # paru : pneumonia

# ginjal : nefritis, glomerulonefritis, pielonefritis, perinefritis # hepar : hepatitis, colesistitis

# tulang : osteomielitis

# neuropsikiatrik : delirium, meningismus, meningitis polineuritis, GBS, psikosis, katatonia sindrom

4. Terapi typoid tanpa komplikasi :

- bed rest total  sampai 7 hr bebas panas  mobilisasi bertahap

- diet saring TKTP rendah serat, lunak, s/p 7 hr bebas panas  ganti bubur kasar  stlh 7 hr ganti nasi

- medikamentosa :- cloramfenikol 4 x 500 mg / kemicetin 0,5 gr/6j - alergi  cotrimoxazol 2 x 480 mg

- alergi  ampicilin 4 x 1 gr (ada keln. Hepar) - alergi  sefalosporin 1 gr / 24 jam

5. Tanda perforasi intestinal (perforasi & perdarahan) :

- defans muskuler - bising usus fl

- nyeri tekan - tonus spingter ani fl

- pekak hepar / (-)fl

terapi typoid dgn komplikasi intestinal :

- bed rest total

- rehidrasi : grojog RL/NaCl 2 – 3 flab ( dlm 2 jam )

- persiapan tranfusi : - plasma expander max 2 flab (1 L), krn dpt tjd emboli cerebri

- keuntungan  bersifat gel (molekul besar), shg stabil di intravasculer 

tensi stabil - tranfusi

- AB  utk tifoid : kloramfenikol 4 x 500 mg utk sepsis : cefalosporin generasi III – IV

- puasa s/d 24 jam bebas perdarahan  kmd diet parenteral - bila T tetap : dopamin 200mg dlm 500 cc D5%/NaCl 20 tts/mntfl

6. Widal test disebut positif (+) :

fungsi widal tes : - menentukan diagnosa - mengetahui prognosa

- mengetahui ada tidaknya AB dlm serum pasien a. pmx pd minggu II

b. ada 2 : - titer O = 1/320, titer H = 1/160 ( titer O : 3 bln blm hilang - titer O = 1/400, titer H = 1/200 titer H : 8 bulan )

c. diulang tiap minggu, max 4 x

widal false (+) : widal false (-) :

- imunisasi kotypa - malnutrisi - usia lanjut - hidup di daerah endemis - tx steroid lama - AIDS - pernah infeksi - tx sitostatik

7. Patogeneses tifoid :

kuman msk mulut mll mkn yg tercemar  lambung, sbgan mati krn as. Lambung  usus halus jar limfoid, berkembang msk aliran darah sel hati, limpa dll, bakteriemia kuman msk

   

usus, kantong empedu, limfa, hati  endotoxin  radang, demam dll.

8. Terapi tifoid dgn kehamilan :

a. trimester I, II boleh dgn kloramfenikol

tak boleh tiamfenikol  efek teratogenik

b. trimester III  tak boleh dgn kloram  efek partus premature grey baby sindrom yg aman utk wanita hamil : - ampicilin, amoxicilin

- tiamfenikol  utk kehamilan lanjut

15. Kapan tifoid dianggap relaps ? tx ?

bila stlh pmx membaik  2 – 4 mgg kmdn. Cardinal sign muncul lagi ( kuman dari vesica felea )

terapi : - ampisilin 3 x 500 mg ( 14 hr )

- resisten  ciprofloxacin 2 x 500 mg

16. Bagaimana mobilisasi pasien tifoid :

stlh 7 hr bebas panas  mobilisasi bertahap  telentang  miring kanan – kiri utk menghindari dekubitus

17. Bagaimana kriteria DHF ?

disertai gx : anorexia, lemah, nyeri kepala, nyeri sendi

- manifestasi perdarahan : - uji torniquet (+)  perdarahan gusi - petechie, purpura, ekimosis, epistaksis, hematomesis melena

- hepatomegali dgn nyeri tekan (+) - dgn / tanpa renjatan …

- Hct  (hemokonsentrasi)  ke  Hct > 20%

- trombositopeni ( < 100.000)  tranfusi tromb. Bila AT < 60000 utk menghindari perdarahan spontan Pembagian derajat DHF scr kx :

I (ringan) : demam mendadak 2 - 7 hr, disertai gx kx lain dgn manifestasi perdarahan ringan ( RL (+))

II(sedang) : derajat I + perdarahan kulit lain III : ada tanda dini renjatan (N cepat,kecil), T , kulit dingin, gelisahfl

IV : renjatan berat dgn N tak teraba, T tak dpt diukur

18. Bagaimana pengelolaan DHF dgn syok :

- RL 20 ml/kg BB/jam

* jk teratasi : 10 ml/kg BB/jam dipertahankan 24 – 48 jam * jk tak teratasi : plasma expander 10 – 20 ml/kg BB/jam

- tranfusi ( utk pasien yg membahayakan/DSS yg pd pmx berkala menunjukan Hb , Hct )fl fl

- kortikosteroid

19. Bagaimana monitoring pasien DHF ?

- KU, T, N, RR, S  tiap jam

- Hb, Hct  tiap 4 – 6 jam pd hr I pengamatan, selanjutnya tiap 24 j

20. Bagaimana pencegahan DHF :

- pemberantasan vektor Aedes Aegypti :

# insektisida : - malation utk nyamuk dewasa ( thermal & cold fogging ) - abate untuk jentik – jentik

# tanpa insektisida :- menguras bak tampung air 1 X / mgg - menutup tempat tampung air dgn rapat - kebersihan lingkungan

- isolasi pasien DHF

- mencegah gigitan nyamuk - imunisasi ( taraf penelitian )

21. Tifoid + hepatitis dgn HbsAG (+) kemungkinan :

- sebelumnya mrmang HbsAG (+) - tifoid hepatitis

- campuran hepatitis + tifoid

- tx alternatif  ampicillin, jk panas tak turun, ganti cotrimoxazole

27. Reaktif tifoid / tifoid hepatitis

- tanda – tanda tifoid (+)

- tanda – tanda hepatitis akut (+)

- lab :SGOT/PT tinggi  krn ada siklus enterohepatik  tifoid hepatitis : panas tinggi, ikterik, kx tifoid, marker hepatitis (-)

- serologi : pmx HbsAg, HBc  hepatitis B - RL (+) bisa tjd pd tifoid

28. Kapan tifoid dapat kumat lagi :

apabila muncul cardinal sign tifoid stlh 2 – 4 mgg gx klinik membaik

29. Apakah dlm waktu 1 th bisa kumat lagi :

bisa saja krn kuman tifoid tak hanya 1 macam, tapi 4 macam : - salmonela typosa - salmonela paratypi A

- salmonela paratypi B - salmonela paratypi C

shg kumatnya bisa sampai 3x krn terserang kuman tifoid jenis lain apabila : - imunitas turun

- kebersihan lingkungan jelek - kebersihan lingk jelek

30. Bagaimana spy tak tjd perforasi usus :

- non drug treatment : - bed rest total

- diet lunak, protein tinggi

- drug treatment : AB adekuat  kloramfenikol 4 x 500 mg (jgn <) hati – hati pd pasien dgn titer H  : post vaksinasi

infx. Tlh berlalu

31. Klinik (+), obat baik, min. 2 mgg, kemarin widal (+), pasien tanya perlu widal lagi ?

tak perlu krn widal dpt (+) stlh 6 bln – 1 thn, jk di px lagi dpt false (+) krn pernah infeksi

32. Titer : O : somatik : infx msh aktif

H : flagella : post vaksinasi (infx. tlah berlalu) V : kapsul : carier

# kesembuhan / kumatnya tifoid tergantung :

1. keterlambatan periksa 3. diet protein turun 2. AB tak adekuat 4. titer H naik

33. Patogenesis kuman tifoid :

mkn tercemar kuman

mgg I mulut, dst 7 – 14 hr (masa tunas) usus

(diserap oleh usus & klj. Limfe)

mll sal. Klj limfe + duck thoraxicus mgg II peredaran drh umum

menginfeksi berbagai organ tubuh tjd bakteriemia (gx klinik muncul) usus halus hepar, lien

merusak memb basalis usus hiperplasi + nekrose jar.

Kuman kembali ke peredaran ulserasi hepatosplenomegali Darah

Masuk kantong empedu perdarahan usus  mgg II ( kuman karier )

kembali ke usus perforasi musus  mgg III feses ginjal

diare, obstipasi urin

* palpasi lien pada penyakit :

Malaria SH CML

Pembesaran ++ + +++

Permukaan Rata - Rata Konsistensi Kenyal - Kenyal

Nyeri tekan + - +

CATATAN TAMBAHAN

Dalam dokumen Soal Jawab Interna (Halaman 65-70)

Dokumen terkait