• Tidak ada hasil yang ditemukan

DI LINGKUNGAN NATRIUM KLORIDA Helmy Alian

Dalam dokumen Pengujian dan Simulasi Karakteristik Mot (Halaman 92-96)

M3-MATERIAL LOGAM

DI LINGKUNGAN NATRIUM KLORIDA Helmy Alian

Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Jl. Raya Palembang – Prabumulih Km. 32 Indralaya 30662

Abstrak

Korosi dapat menurunkan mutu logam akibat berinteraksi dengan lingkungan. Salah satu cara pengendalian korosi adalah dengan melakukan perlapisan permukaan dengan menggunakan cat. Adapun sifat cat harus memiliki filler atau pengisi yang bertujuan mengisi rongga-rongga dan porositas yang mungkin terbentuk dalam cat bila dikeringkan. Dengan adanya pengisi, maka lapisan cat akan kuat, padat dan tidak mudah diresapi cairan apapun dari luar. Karet dapat digunakan sebagai filler bahan campuran cat dikarnakan karet merupakan pigmen pasif yang tidak memberikan reaksi terhadap lingkungan. Umumnya karet memiliki oksidasi-oksidasi yang tidak memiliki kemauan untuk bereaksi lagi dengan lingkungan misalnya hujan dan panas serta temperatur yang berubah-ubah. Pada penelitian ini penambahan karet pada cat epoxy divariasikan sebesar 5%,10% dan 15% dan dilakukan pengujian ketahanan korosi dilingkungan NaCl dengan kepekatan 3 N selama 120 jam. Laju korosi yang terjadi pada 100% epoxy tampa penambahan cairan karet sebesar 0,21 mm/thn, sedangankan pada spesimen yang dilapisi epoxy dengan penambahan cairan karet sebesar 5% sampai 10% sangat baik terhadap penurunan laju korosi yang terjadi sebesar 0,186 mm/th sampai 0,109 mm/thn, sedangkan pada spesimen yang dilapisi epoxy dengan penambahan cairan karet sebanyak 15% mengalami peningkatan laju korosi yaitu 0,244 mm/thn. Hal ini ditunjukan dari hasil pengamatan pada saat pencelupan selama selang waktu 100 jam, spesimen mengalami lepasnya lapisan cat dari plat disatu sisi sehingga terjadi peningkatan laju korosi.

66

M3-019 Pengaruh Variasi Sumber Karbon pada Proses Pack Carburizing Terhadap Distribusi Nilai Kekerasan Baja KRUPP 1191

I Kt. Suarsana, I Ketut Gede Sugita

Staf Pengajar Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Udayana, Kampus Bukit Jimbaran

E-mail : [email protected]

ABSTRAK

Baja merupakan salah satu jenis logam yang paling banyak digunakan dalam bidang teknik yang pemakaiannya dalam suatu elemen mesin mensyaratkan kekuatan mekanis yang cukup baik seperti kekerasan, keuletan, tahan aus, dan sebagainya. Peningkatan kualitas sifat mekanis baja seperti kekerasan, ketangguhan dan umur lelah baja dapat dilakukan dengan cara case hardening, dimana salah satu metodenya adalah pack carburizing. Dengan pengerasan permukaan diperoleh kekerasan yang tinggi pada bagian permukaan sedangkan bagian dalam (inti) masih tetap ulet, sehingga material menjadi lebih tahan terhadap beban gesek dan juga tangguh dalam menerima beban dinamis atau beban kejut. Material yang digunakan dalam penelitian adalah baja KRUPP 1191, ini dibuat dalam bentuk spesimen uji sesuai dengan standar ASTM E-466.

Proses carburizing dilakukan menggunakan arang tulang sapi, arang kayu bakar kopi serta arang batok kelapa sebagai sumber karbon. Masing-masing sumber arang aktif tersebut digunakan dengan komposisi sebagai media carburizing adalah : 80% arang tempurung kelapa, 10% BaCO3 (barium carbonate), dan

10% CaCO3 (calcium carbonate) dan 80% arang tulang sapi, 10% BaCO3 (barium carbonate), dan 10%

CaCO3 (calcium carbonate) serta 80% arang kayu bakar kopi, 10% BaCO3 (barium carbonate), dan

10% CaCO3 (calcium carbonate). Temperatur pack carburizing yang digunakan adalah 926oC.

Pengujian kekerasan Vickers dilakukan untuk mengetahui distribusi kekerasan dari luar/kulit ke inti material akibat dari variasi parameter yang diperlakukan tersebut.

Hasil dari Proses pack carburizing memberikan pengaruh terhadap kekerasan baja KRUPP 1191 dikarenakan difusi dari media carburizing. Kenaikan nilai kekerasan setelah proses carburizing dapat meningkatkan kekerasan permukaan rata-rata hingga kedalaman 2 sampai 3 mm. Sedangkan pada inti spesimen tidak mengalami perubahan kekerasan tetap seperti kondisi tanpa perlakuan.

67

M3-020 Efek Jumlah Goresan terhadap Keausan Ion-Implanted CoCr dan Die Drawn UHMWPE untuk Knee Prostheses Application

Ishak S. Limbong1 , Rini Dharmastiti2 dan B.A.Tjipto Sujitno3

1

Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Sains dan Teknik Universitas Nusa Cendana Telp. : 085239003699, e-mail : [email protected]

2

Jurusan Teknik Mesin dan Industri, Fakultas Teknik Universitas Gajah Mada

3

Badan Tenaga Nuklir Nasional, Yogyakarta

ABSTRAK

Sendi lutut tiruan, yang terbuat dari UHMWPE pada bagian tibial dan CoCr pada bagian femur, mengalami keausan yang menghasilkan debris keausan. Debris keausan dari UHMWPE dan jumlah debris yang terjadi merupakan penyebab utama kerusakan sendi lutut buatan. Kekasaran pada permukaan adalah salah satu penyebab utama meningkatnya volume keausan dan jumlah partikel keausan. Penelitian dilakukan dengan membuat beberapa jumlah goresan pada permukaan CoCr (yang telah ditingkatkan ketahanan ausnya dengan implantasi ion berbasis Nitrogen dengan dosis 1,86 × 1017 ion/cm2). Pengujian yang dilakukan mengunakan pengujian keausan jenis Pin on Plate Unidirectional Reciprocating Movement dan menggunakan pelumas bovine serum yang berasal dari darah sapi yang telah diambil serumnya dan diencerkan dengan air destilasi dengan perbandingan 25% bovine serum dan 75% air destilasi. Dari hasil pengujian di laboratorium terlihat bahwa jumlah goresan sangat berpengaruh terhadap faktor keausan. Untuk goresan yang sejajar arah gerakan pengujian, faktor keausan goresan ganda 3,1 kali goresan tunggal, sedangkan untuk goresan yang tegak lurus arah gerakan pengujian, faktor keausan goresan ganda 3,7 kali goresan tunggal

Keywords: Cobalt Chrome, Ultra High Molecular Weight Polyethylene, Implantasi Ion, Nitrogen, Keausan, Goresan, Pin on Plate, Faktor Keausan.

68

M3-021 Kegagalan Boiler Tube akibat Thermal Fatigue

Husaini Ardy

Program Studi Teknik Material Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara

Institut Teknologi Bandung

Jalan Ganesha 10, Bandung 41032, Indonesia

Phone: +62-22-250-2265, Fax: +62-22-250-2265, E-mail: [email protected]

ABSTRAK

Boiler tube mengalami kegagalan pada bulan Juli dan Desember 2008. Bentuk kegagalan yang terjadi sama, yaitu terjadinya retak melintang pada posisi antara jam 10.00 sampai jam 13.00. Retakan terjadi pada beberapa lokasi. Boiler tube ini terletak pada bagian roof. Material boiler tube adalah SA 192, seamless. Pemeriksaan struktur mikro menunjukkan bahwa retakan yang terjadi adalah retak transgranular yang berawal dari sisi air. Deposit oksida ditemukan pada celah retakan. Retakan seperti ini merupakan ciri khas retakan akibat beban fatigue. Analisa kondisi operasi menunjukkan bahwa level air dalam water drum terlalu rendah, sehingga hanya 75% dari tube saja yang terisi air. Hal ini mengakibatkan bagian atas tube yang tidak terisi air mengalami temperatur lebih tinggi dari bagian bawahnya, sehingga terjadi perbedaan temperatur yang besar dan menghasilkan ekspansi termal yang berbeda.

69

M3-022 DAMPAK PENAMBAHAN INDUKSI MAGNET PADA PENGELASAN LOGAM

Dalam dokumen Pengujian dan Simulasi Karakteristik Mot (Halaman 92-96)