BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA, KERANGKA KONSEPTUAL, DAN
2.3 Asuhan Keperawatan
2.3.2 Diagnosa Keperawatan
2.2.3 Rencana Tindakan Keperawatan Keluarga
Perencanaan keperawatan keluarga terdiri dari tujuan (umum dan khusus), rencana intervensi, serta rencana evaluasi yang memuat 40 kriteria dan standar.
Perumusan tujuan dilakukan secara spesifik, dapat diukur (measurable), dapat dicapai (achivable), rasional dan menunjukkan waktu (SMART). Rencana intervensi ini ditetapkan untuk mencapai tujuan (Padila, 2012).
2.2.3.1 Kurang pengetahuan tentang penyakit berhubungan dengan kurangnya pemahaman tentang informasi penyakit dan pengobatan
Tujuan : Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama dua kali kunjungan rumah diharapkan keluarga pengetahuan keluarga tentang asam urat meningkat.
Kriteria Hasil :
1) Mampu mengidentifikasi dan mengontrol kondisinya.
2) Adanya peningkatan kepatuhan dalam pelaksanaan proses perawatan.
3) Rutin melakukan pemantauan kesehatannya.
Intervensi :
1) Bina hubungan saling percaya
Rasional : Untuk menjalin keterikatan antara perawat dengan keluarga.
2) Berikan informasi/ penyuluhan kesehatan terkait dengan kondisi anggota keluarga yang mengalami masalah kesehatan serta proses pengobatannya sesuai dengan keinginan penderita asam urat dan keluarganya.
Rasional: Meningkatkan pengetahuan terkait proses penyakit dan pengobatannya.
3) Sediakan informasi factual yang tepat dan sesuai kebutuhan
Rasional: Informasi yang factual dan sesuai kebutuhan akan membantu keluarga dan penderita asam urat untuk memahami kondisi dan proses pengobatan yang harus dijalani.
4) Tanyakan kembali apa yang telah didiskusikan
Rasional : untuk mengetahui pemahaman klien tentang penyakit asam urat
2.2.3.2 Ketidakefektifan manajemen kesehatan keluarga berhubungan dengan konflik pengambilan keputusan
Tujuan : setelah dilakukan tindakan keperawatan selama dua kali kunjungan rumah diharapkan keluarga mampu melaksanakan manajemen kesehatan keluarga dengan baik.
Kriteria Hasil :
1) Respon perilaku terhadap manajemen kesehatan pada keluarga membaik 2) Perilaku yang kurang baik dalam pelaksanaan manajemen kesehatan pada
keluarga berkurang.
3) Keluarga berpatisipasi dalam perencanaan perawatan 4) Keluarga berpartisipasi dalam menyediakan perawatan
5) Keluarga mampu mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi perawatan
6) Keluarga mampu membuat keputusan ketika klien tidak dapat melakukannya
7) keluarga mampu berpatisipasi dalam pengambilan keputusan bersama dengan klien
Intervensi :
1) Bina hubungan saling percaya.
Rasional: Untuk menjalin keterikatan antara perawat dengan keluarga.
2) Identifikasi kemampuan anggota keluarga untuk terlibat dalam perawatan.
Rasional: Untuk mengetahui kemampuan keluarga dalam penyelesaian masalah kesehatan pada anggota keluarganya.
3) Identifikasi harapan anggota keluarga terhadap kondisi anggota keluarga yang mengalami masalah kesehatan.
Rasional: Untuk mengetahui outcome yang di inginkan oleh keluarga terkait dengan kondisi kesehatan anggota keluarganya yang mengalami masalah kesehatan.
4) Dorong anggota keluarga dan penderita asam urat untuk membantu dalam mengembangkan rencana perawatan, termasuk hasil yang diharapkan dan pelaksanaan rencana perawatan.
Rasional: Lebih mengarahkan keluarga untuk memaksimalkan pemberdayaan keluarga dalam menyelesaikan masalah kesehatan anggota keluarganya.
5) Monitor keterlibatan keluarga dalam perawatan anggota keluarga yang mengalami masalah kesehatan.
Rasional: Guna mengetahui tingkat keterlibatan keluarga dalam proses perawatan anggota keluarga yang mengalami masalah kesehatan.
6) Berikan informasi/ penyuluhan kesehatan terkait dengan kondisi anggota keluarga yang mengalami masalah kesehatan serta proses pengobatannya sesuai dengan keinginan penderita asam urat dan keluarganya.
Rasional: Meningkatkan pengetahuan terkait proses penyakit dan pengobatannya.
7) Fasilitasi pemahaman aspek medis penderita asam urat pada anggota keluarga yang lainnya.
Rasional: Untuk mencegah kondisi yang lebih buruk/ komplikasi terkait dengan kondisi penderita asam urat saat ini.
8) Fasilitasi manajemen aspek medis penyakit dengan anggota keluarga.
Rasional: Untuk membantu keluarga dan penderita asam urat dalam mengendalikan perkembangan penyakitnya.
2.2.3.3 Ketidakefektifan pemeliharaan kesehatan berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit, strategi koping tidak efektif, memodifikasi lingkungan.
Tujuan : setelah dilakukan tindakan keperawatan selama dua kali kunjungan rumah diharapkan adanya proses pemeriharaan kesehatan lebih efektif dalam merawat anggota keluarga yang sakit.
Kriteria :
1) Keluarga mengetahui tentang diit apa saja yang harus dijalani 2) Meningkatkan kepatuhan dalam pemeliharaan kesehatan.
3) Rutin melakukan pemantauan kesehatannya.
4) Melakukan aktivitas yang disarankan untuk meningkatkan kesehatannya
Intervensi :
1) Sediakan informasi factual yang tepat dan sesuai kebutuhan
Rasional: Informasi yang factual dan sesuai kebutuhan akan membantu keluarga dan penderita asam urat untuk memahami kondisi dan proses pengobatan yang harus dijalani.
2) Fasilitasi pemahaman aspek medis penderita asam urat pada anggota keluarga yang lainnya.
Rasional: Untuk mencegah kondisi yang lebih buruk/ komplikasi terkait dengan kondisi penderita asam urat saat ini.
3) Fasilitasi manajemen aspek medis penyakit dengan anggota keluarga.
Rasional: Untuk membantu keluarga dan penderita asam urat dalam mengendalikan perkembangan penyakitnya.
2.2.3.4 Ketidakmampuan koping keluarga berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga menggunakan fasilitas kesehatan guna perawatan dan pengobatan Tujuan : setelah dilakukan tindakan keperawatan selama dua kali kunjungan rumah
diharapkan kemampuan koping keluarga meningkat terkait dengan penyakit dan memanfaatkan fasilitas kesehatan
Kriteria hasil :
1) keluarga mengetahui dan tau harus kemana mereka harus meminta pertolongan untuk perawatan dan pengobatan penyakit asam urat
2) Keluarga dan klien mampu mengatasi masalah
3) keluarga dapat menggunakan fasilitas kesehatan secara tepat
Intervensi :
1) Bina hubungan saling percaya
Rasional : Untuk menjalin keterikatan antara perawat dengan keluarga.
2) Jelaskan pada keluarga kemana mereka dapat meminta pertolongan untuk perawatan dan pengobatan asam urat
Rasional : agar keluarga bisa memanfaatkan fasilitas kesehatan setempat 3) Identifikasi kemampuan anggota keluarga untuk terlibat dalam perawatan
Rasional : untuk mengetahui kemampuan keluarga dalam penyelesaian masalah kesehatan pada anggota keluarganya
2.2.4 Implementasi keperawatan
2.2.4.1 Kurang pengetahuan tentang penyakit berhubungan dengan kurangnya pemahaman tentang informasi penyakit dan pengobatan
1) Membina hubungan saling percaya
2) Memberikan informasi/ penyuluhan kesehatan terkait dengan kondisi anggota keluarga yang mengalami masalah kesehatan serta proses pengobatannya sesuai dengan keinginan penderita asam urat dan keluarganya.
3) Menyediakan informasi factual yang tepat dan sesuai kebutuhan 4) Menanyakan kembali apa yang telah didiskusikan
2.2.4.2 Ketidakefektifan manajemen kesehatan keluarga berhubungan dengan pengambilan keputusan
1) Membina hubungan saling percaya.
2) Mengidentifikasi kemampuan anggota keluarga untuk terlibat dalam perawatan.
3) Mengidentifikasi harapan anggota keluarga terhadap kondisi anggota keluarga yang mengalami masalah kesehatan.
4) Mendorong anggota keluarga dan penderita asam urat untuk membantu dalam mengembangkan rencana perawatan, termasuk hasil yang diharapkan dan pelaksanaan rencana perawatan.
5) Memonitor keterlibatan keluarga dalam perawatan anggota keluarga yang mengalami masalah kesehatan.
6) Memberikan informasi/ penyuluhan kesehatan terkait dengan kondisi anggota keluarga yang mengalami masalah kesehatan serta proses pengobatannya sesuai dengan keinginan penderita asam urat dan keluarganya.
7) Memfasilitasi pemahaman aspek medis penderita asam urat pada anggota keluarga yang lainnya.
8) Memfasilitasi manajemen aspek medis penyakit dengan anggota keluarga.
2.2.4.3 Ketidakefektifan pemeliharaan kesehatan berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit, strategi koping tidak efektif
1) Membina hubungan saling percaya
2) Menyediakan informasi factual yang tepat dan sesuai kebutuhan 3) Memfasilitasi pemahaman aspek medis penderita asam urat pada
anggota keluarga yang lainnya.
4) Memfasilitasi manajemen aspek medis penyakit dengan anggota keluarga.
2.2.4.4 Ketidakmampuan koping keluarga berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga menggunakan fasilitas kesehatan guna perawatan dan pengobatan
1) Membina hubungan saling percaya
2) Menjelaskan pada keluarga kemana mereka dapat meminta pertolongan untuk perawatan dan pengobatan asam urat
3) Mengidentifikasi kemampuan anggota keluarga untuk terlibat dalam perawatan
2.2.5 Evaluasi Keperawatan
2.2.5.1 Kurang pengetahuan tentang penyakit berhubungan dengan kurangnya pemahaman tentang informasi penyakit dan pengobatan
1) Keluarga kooperatif
2) Keluarga/ penderita asam urat mampu mengidentifikasi dan mengontrol kondisinya.
3) Adanya peningkatan kepatuhan dalam pelaksanaan proses perawatan.
4) Keluarga/ penderita asam urat secara rutin melakukan pemantauan kesehatannya.
5) Keluarga/ penderita asam urat melakukan aktivitas yang disarankan untuk meningkatkan kesehatannya.
6) Klien dan keluarga mampu menjelaskan kembali apa yang dijelaskan perawat
2.2.5.2 Ketidakefektifan manajemen kesehatan keluarga berhubungan dengan konflik pengambilan keputusan
1) Adanya respon perilaku terhadap manajemen kesehatan pada keluarga membaik.
2) Berkurangnya perilaku yang kurang baik dalam pelaksanaan manajemen kesehatan.
3) Keluarga berpartisipasi dalam perencanaan perawatan.
4) Keluarga berpartisipasi dalam menyediakan perawatan.
5) Keluarga mampu mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi perawatan.
6) Keluarga mampu membuat keputusan ketika pasien tidak dapat melakukannya.
7) Keluarga mampu berpatisipasi dalam pengambilan keputusan bersama dengan pasien.
2.2.5.3 Ketidakefektifan pemeliharaan kesehatan berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit, strategi koping tidak efektif
1) Keluarga kooperatif
2) Meningkatkan kepatuhan dalam pemeliharaan kesehatan.
3) Rutin melakukan pemantauan kesehatannya.
4) Melakukan aktivitas yang disarankan untuk meningkatkan kesehatannya.
2.2.5.4 Ketidakmampuan koping keluarga berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga menggunakan fasilitas kesehatan guna perawatan dan pengobatan
1) Keluarga kooperatif
2) keluarga tau harus kemana mereka harus meminta pertolongan untuk perawatan dan pengobatan penyakit asam urat
3) Keluarga dan klien mampu mengatasi masalah kesehatan pada anggotanya
4) keluarga menggunakan fasilitas kesehatan secara tepat