BAB IV DESKRIPSI KASUS DAN PEMBAHASAN
2. Diagnosa Keperawatan
Berdasarkan analisa data yang peneliti lakukan, maka masalah keperawatan yang muncul pada An.A 1) kelebihan volume cairan
Berdasarkan analisa data yang peneliti lakukan, maka masalah keperawatan yang muncul pada
berhubungan dengan penurunan tekanan osmotik koloid, data subjektif: Ny.J mengatakan anaknya mengalami sembab pada hampir seluruh bagian tubuh (mata, pipi, perut, kaki, tangan, kelamin), sedikit rewel, minum ±1200 cc dan BAK ±900 cc. Data objektif: edema pada palpebra, pipi, punggung tangan hingga batas lengan, punggung kaki hingga paha, skrotum, abdomen, anak terlihat gelisah, saat dilakukan penimbangan berat badan pasien 12 kg, sebelum sakit 9,5 kg, nilai natrium 128 Mmol/L (136-145 Mmol/L) dan kalsium 7,6 mg/dL (8,1-10,4 mg/dL).
Pada diagnosa 2) risiko infeksi
dengan faktor risiko
ketidakadekuatan pertahanan sekunder didukung oleh data subjektif: orangtua mengatakan pasien sudah 3x dirawat karena penyakit yang sama dan mudah demam. Data objektif: terpasang tryway di vena radialis dextra, total protein 3,2 gr/dL, albumin 1,1 gr/dL, leukosit 11.7600/mm3.
Diagnosa 3) defisiensi pengetahuan berhubungan dengan kurangnya informasi, data subjektif: ibu mengatakan sangat khawatir dengan kondisi anaknya saat ini, belum mendapatkan informasi yang jelas mengenai penyakit anaknya, panik jika melihat anaknya tiba-tiba sembab saat berada dirumah. Data objektif: orang tua pasien bingung ketika ditanya tentang penyakit anaknya, terlihat sangat antusias saat dijelaskan tantang penyakit yang diderita anaknya.
berhubungan dengan penyakit.
Data subjektif: Tn.R
mengatakan adiknya demam dan badannya teraba hangat. Data objektif: suhu 38,5oC, kulit teraba hangat, wajah memerah, leukosit 5.700/mm3.
Pada diagnosa 2)
ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan faktor biologis diperoleh data subjektif: Tn.R mengatakan adiknya terlihat pucat dan tidak menghabiskan makanan, pasien mengeluh rasa makanan hambar. Data objektif: mukosa mulut kering, bibir pecah-pecah, LILA 19 cm, berat badan saat ini 29 kg, berat badan sebelumnya 36 kg, HDL 21 mg/dL (dislipidemia), diit MB DN 2048 kkal dengan protein 30 gr dan lemak 36,4 gr, habis ¼ porsi.
Diagnosa 3) risiko infeksi
dengan faktor risiko
ketidakadekuatan pertahanan sekunder, data subjektif: Tn.R mengatakan adiknya sering mengalami demam dan sudah ±1,5 tahun didiagnosa SLE + Sindroma Nefrotik. Data objektif: total protein 6,3 gr/dL, albumin 2,4 gr/dL.
Diagnosa 4) kelebihan volume cairan berhubungan dengan penurunan tekanan osmotik koloid, data subjektif: Tn.R
mengatakan adiknya
mengalami sembab pada
punggung tangan dan
punggung kaki hingga lutut. Data objektif: edema pada
punggung tangan dan
punggung kaki hingga lutut, BB saat ini 29, sebelum sakit 36 kg, minum ±1000 cc dan BAK ±800cc, nilai natrium 130 Mmol/L.
3. Intervensi Keperawatan
Berdasarkan masing-masing diagnosa yang telah peneliti rumuskan maka dibuat intervensi keperawatan sebagai berikut: 1)
kelebihan volume cairan
berhubungan dengan penurunan tekanan osmotik koloid, tujuannya tekanan darah dalam batas normal, keseimbangan intake dan output dalam 24 jam, berat badan stabil, edema berkurang, tidak ditemuka asites, nilai elektrolit dalam batas normal. Rencana intervensinya adalah a) manajemen cairan, aktivitas keperawatannya seperti timbang berat badan setiap hari dan monitor status pasien, jaga dan catat intake/output, monitor status hidrasi, monitor tanda-tanda vital pasien, monitor kelebihan cairan atau retensi (misalnya edema, distensi vena jugularis dan edema), b) monitor cairan, aktivitas keperawatannya seperti tentukan riwayat, jumlah dan tipe intake/output, monitor serum dan elektrolit urine, monitor TD, HR dan RR, catat intake/output akurat,
Berdasarkan masing-masing diagnosa yang telah peneliti
rumuskan maka dibuat
intervensi keperawatan sebagai berikut: 1) hipertermi
berhubungan dengan
penyakit, tujuannya
keseimbangan antara produksi dan kehilangan panas, tanda-tanda vital dalam batas normal. Rencana intervensi tersebut adalah a) perawatan demam, aktivitas keperawatannya seperti monitor suhu, monitor intake/output, berikan terapi antipiretik, b) pengaturan suhu, aktivitas keperawatannya seperti monitor warna dan suhu kulit, monitor tanda-tanda hipertermi, tingkatkan intake nutrisi. c) monitor tanda-tanda vital, aktivitas keperawatannya seperti monitor kualitas nadi, monitor adanya pola napas abnormal.
c) monitor tanda-tanda vital, aktivitas keperawatannya seperti monitor tekanan darah, nadi, suhu dan status pernapasan dengan tepat, monitor irama dan laju pernapasan, monitor warna kulit, suhu dan kelembaban, monitor sianosis sentral dan perifer.
Pada diagnosa keperawatan 2) risiko infeksi, tujuannya mengidentifikasi faktor risiko infeksi, mengidentifikasi tanda dan gejala infeksi, asupan gizi klien adekuat, ratio berat badan/tinggi badan ideal, status hidrasi adekuat. Intervensi yang direncanakan adalah a) kontrol infeksi, aktivitas keperawatannya seperti batasi jumlah pengunjung, anjurkan pasien mengenai teknik cuci tangan yang benar, anjurkan pengunjung untuk mencuci tangan saat memasuki dan meninggalkan ruangan pasien, b) monitor nutrisi, aktivitas keperawatannya seperti timbang berat badan pasien, lakukan pengukuran antropometri pada komposisi tubuh, monitor kecenderungan naik dan turunnya berat badan anak, identifikasi perubahan berat badan terakhir, c) pengecekan kulit, aktivitas keperawatannya seperti amati warna, kehangatan, bengkak, pulsasi, tekstur, edema dan ulserasi pada ekstremitas, monitor warna dan suhu kulit, monitor warna kulit untuk memeriksa adanya ruam atau lecet, monitor kulit untuk adanya kekeringan atau kelembaban, monitor infeksi, terutama dari daerah edema.
Untuk diagnosa keperawatan 3)
Pada diagnosa keperawatan 2) ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh, tujuannya asupan gizi, makanan dan cairan adekuat, rasio berat badan/ tinggi badan mencapai ideal. Intervensi yang direncanakan adalah a) Terapi
nutrisi, aktivitas
keperawatannya seperti lengkapi pengkajian nutrisi sesuai kebutuhan, monitor intruksi diet yang sesuai untuk memenuhi kebutuhan nutrisi pasien perhari sesuai kebutuhan, berikan nutrisi yang dibutuhkan sesuai dengan batasan anjuran diet, b) monitor
nutrisi, aktivitas
keperawatannya seperti timbang berat badan pasien, lakukan pengukuran antropometrik pada komposisi tubuh, monitor kecenderungan naik dan turunnya berat badan anak, identifikasi perubahan berat badan terakhir, monitor adanya mual dan muntah, identifikasi abnormalitas eliminasi bowel, monitor diet dan asupan kalori, c) penahapan diet, aktivitas keperawatannya seperti berikan nutrisi peroral sesuai kebutuhan, monitor toleransi peningkatan diet, tawarkan kemungkinan makan 6 kali dalam porsi kecil, ciptakan
lingkungan yang
defisiensi pengetahuan, tujuannya berinteraksi positif dengan anak, membantu menyediakan kebutuhan fisik anak, memberikan nutrisi sesuai kebutuhan, menggambarkan perilaku yang mengurangi resiko tinggi. Intervensinya adalah a) pengetahuan manajemen penyakit, aktivitas keperawatan seperti memberikan pendidikan kesehatan b) perilaku patuh diit yang disarankan, seperti memberikan informasi tentang diit yang didapatkan anak.
Untuk diagnosa keperawatan 3) risiko infeksi tujuannya mengidentifikasi faktor risiko infeksi, mengidentifikasi tanda dan gejala infeksi, asupan gizi klien adekuat, ratio berat badan/tinggi badan ideal. Intervensi yang direncanakan adalah a) kontrol infeksi, aktivitas keperawatannya seperti batasi jumlah pengunjung, anjurkan pasien mengenai teknik cuci tangan
yang benar, anjurkan
pengunjung untuk mencuci tangan saat memasuki dan meninggalkan ruangan pasien, b) monitor nutrisi, aktivitas keperawatannya seperti timbang berat badan pasien, lakukan pengukuran antropometri pada komposisi tubuh, monitor kecenderungan naik dan turunnya berat badan anak, identifikasi perubahan berat badan terakhir, c) pengecekan kulit, aktivitas keperawatannya
seperti amati warna,
kehangatan, bengkak, pulsasi, tekstur, edema dan ulserasi pada ekstremitas, monitor warna dan suhu kulit, monitor warna kulit untuk memeriksa adanya ruam atau lecet, monitor kulit untuk adanya kekeringan atau kelembaban, monitor infeksi, terutama dari daerah edema.
Pada diagnosa keperawatan 4) kelebihan volume cairan
berhubungan dengan
penurunan tekanan osmotik koloid, tujuannya tekanan darah dalam batas normal, keseimbangan intake dan output dalam 24 jam, berat badan stabil, edema berkurang, tidak ditemuka asites, nilai
elektrolit dalam batas normal. Rencana intervensi tersebut diantaranya a) manajemen
cairan, aktivitas
keperawatannya seperti timbang berat badan setiap hari dan monitor status pasien, jaga dan catat intake/output, monitor status hidrasi, monitor tanda-tanda vital pasien, monitor kelebihan cairan atau retensi (misalnya edema, distensi vena jugularis dan edema), b) monitor cairan, aktivitas keperawatannya seperti tentukan riwayat, jumlah dan tipe intake/output, monitor serum dan elektrolit urine, monitor TD, HR dan RR, catat intake/output akurat, c) monitor tanda-tanda vital, aktivitas keperawatannya seperti monitor tekanan darah, nadi, suhu dan status pernapasan dengan tepat, monitor irama dan laju pernapasan, monitor warna kulit, suhu dan kelembaban, monitor sianosis sentral dan perifer.
4. Implementasi Keperawatan