• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN

B. Saran

1. Setelah menyelesaikan semua tindakan perawatan yang dilakukan pada Tn. S untuk menghilangkan keluhan utama pasien yaitu dengan membersihkan stain pada permukaan pada gigi, untuk menghindari dari

terjadinya stain kembali, dan dianjurkan untuk menghilangkan kebiasaan merokok dan lebih menjaga kebersihan gigi dan mulut.

2. Pasien Tn. S juga disarankan untuk melakukan kontrol kembali guna untuk memantau kasus stain yang dialaminya dan mendapatkan konseling serta tindakan perawatan pada kasus gigi lainnya.

DAFTAR PUSTAKA

Boedihardjo. 2014. Pemeliharaan Kesehatan Gigi Keluarga. Surabaya : Airlangga University Press

Dahlan, Zaeni. 2008. Konsep Pelayanan Asuhan Keperawatan Gigi Indonesia .Bandung : Peltekkes Depkes Bandung

Hermawan, Rudi. 2010. Menyehatkan Daerah Mulut. Yogyakarta : Buku Biru Juniafri, Andi Rindi Antika. 2013. Pengaruh Merokok dan Minuman Berwarna

Terhadap Pembentukan Stain. (01 April 2016, Pukul 09:11) http://repository.unhas.ac.id/handle/123456789/7963

Kusuma, Riwinda Putri. 2014. Penatalaksanaan Tindakan Perawatan Skeling Pada Pasien Tn. CR dengan Kasus Kalkulus Supragingival di klinik Jurusan Keperawatan Gigi Pada Tahun 2013 (Karya Tulis Ilmiah), Bandung: Jurusan Keperawatan Gigi Poltekkes Bandung

Kusumawardani, Endah. 2011. Buruknya Kesehatan Gigi dan Mulut. Yogyakarta : Siklus

Marya, CM. 2011. A Textbook Of Public Health Dentistry. India : Jaypee Of Public Health Dentistry

Nurjanah, Neneng. 2014. Prosedur Tetap Praktikum Skeling Pada Pasien Jurusan Kesehatan Gigi Politeknik Kesehatan Bandung. Bandung : Politeknik Kesehatan Depkes Bandung

Permenkes No. 58 Tahun 2012. Tentang Penyelenggaraan Pekerjaan Perawat Gigi.(11 November 2015, Pukul 17:38).

http://pelayanan.jakarta.go.id/download/regulasi/peraturan-menteri- kesehatan-nomor-587-tahun-2012-tentang-penyelenggaraan-pekerjaan-perawat-gigi.pdf

Proskin, HM, dkk. 2005. Advanced Oral Antibacterial/ Anti-inflammatory Technology: A Compreshensive Review of the Clinical Benefits of a Tricloosan/Copolymer/Fluoride Dentifrice. USA: The Journal of Clinical Dentistry.

Putri, Megananda Hiranya, dkk. 2013. Ilmu Pencegahan Penyakit Jaringan Keras dan Jaringan Pendukung Gigi. Jakarta : EGC

Sinaga, CH Putri Amin, dkk. 2014.Gambaran Pengetahuan Stain Gigi Pada Perokok.Jurnal e-GiGi.( 20 Februari 2016, Pukul 18 : 10 ).

http://id.portalgaruda.org/index.php?ref=browse&mod=viewarticle&articl e=262494

Trihono.2013. Riset Kesehatan Dasar 2013 Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. ( 16 Februari 2016, pukul : 15:05 )

http://www.depkes.go.id/resources/download/general/Hasil%20Riskesdas

%202013.pdf

LAMPIRAN

PROSEDUR TETAP PRAKTIKUM SKELING DAN PEMOLESAN STAIN PADA PASIEN JURUSAN KESEHATAN GIGI POLITEKNIK KESEHATAN

BANDUNG 1. TUJUAN

Mahasiswa mampu mendeteksi adanya kalkulus dan stain di rongga mulut, mampu mengenal kelainan gusi yang mengalami radang akibat adanya plak, kalkulus, dan stain dan mampu melakukan skeling dan pemolesan stain dengan prosedur yang benar.

2. RUANG LINGKUP

Penerapan standar prosedur praktikum ini dikerjakan oleh mahasiswa di

semester 4 (preklinik) dan pada semester 5 dan 6 yaitu pada kegiatan pelayanan asuhan.

3. ACUAN

3.1 Buku petunjuk Praktikum untuk mahasiswa JKG Poltekkes Bandung 3.2 Anna Matsuishi Pattison & Gordon L. Pattison, 1992, Periodontal

Instrumentation, 2nd ed, Prentice-Hall International Inc, California

3.3 Esther M. Wilkins, 2005, Clinical Practice Of the Dental Hygienist, 9 th ed, Lippincot Williams & Wilkins.

3.4 Ireland, R. 2006. Clinical Textbook Of Dental Hygienist and Therapy.

Blak Munksgaard, UK 4. URAIAN UMUM

4.1 Kalkulus adalah penumpukan plak yang menjadi keras karena mengalami mineralisasi atau pengendapan garam-garam mineral. Penumpukan plak tersebut akan terus berlangsung pada permukaan gigi yang kasar termasuk stain.

4.2 Skeling adalah upaya menghilangkan kalkulus dengan skaler . ada dua jenis skaler yaitu makro skaler dan mikro skaler.

4.3 Pekerjaan skeling di awali dengan deteksi kalkulus dengan eksplorer, memilih alat skaleryang tepat sesuai jenis dan letak kalkulus, melakukan skeling dengan tumpuan dan tata cara yang benar dan diakhiri dengan memoles gigi yang telah di skeling. Gusi disekitar gigi yang di skeling diberi antiseptik.

4.4 Hal-hal yang perlu diperhatikan ketika melakukan skeling adalah : posisi pasien dan operator, tumpuan, iluminasi (pencahayaan), retraksi pipi, pemilihan skaler dan bahan poles, pemberian antiseptik pada jaringan lunak pasca skeling dan intruksi sesuai kasus.

5. PROSEDUR (procedure) 5.1 Persiapan

5.1.1 Persiapan alat diagnostik dan bahan penunjang

5.1.2 Persiapan alat tulis dan kartu status, pa dan informed consent

POLITEKNIK KESEHATAN DEPKES BANDUNG

FM-2-4.2.3-132.42.00.0-01-VI

5.1.3 Persiapan kebersihan pribadi terdiri dari : cuci tangan sebelum pemeriksaan, memakai sarung tangan dan masker, jas praktikum dan sepatu bersih dan rapi.

5.1.4 Persiapan kebersihan dan kerapihan lingkungan kerja, yaitu daerah sekitar kerja bersih dan rapi, dipersiapkan secara ergonomik.

5.2 Pelaksanaan

5.2.1 Lakukan persiapan alat, bahan dan operator pada pengerjaan skeling

5.2.2 Atur posisi pasien dan posisi operator pada tiap tahap skeling 5.2.3 Teteskan larutan disklosing dengan benar

5.2.4 Bimbing pasien untuk menyikat gigi

5.2.5 Tunjukkan pada pasien bagian gigi / mulut yang masih kotor 5.2.6 Raba batas terbawah kalkulus dengan eksplorer sebagai acuan

meletakkan sisi potong (cutting edge) skaler

5.2.7 Bedakan kalkulus supra dan subgingival dengan melihat warna letak dan kekerasannya.

5.2.8 Pilih alat skaler yang tepat untuk tiap letak / regio kalkulus.

5.2.9 Lakukan teknik skeling dengan benar dengan memperhatikan prinsip : cara tumpuan, gerakan menarik, retraksi pipi, tahap per tahap.

5.2.10 Lakukan pemolesan gigi pasca skeling dengan alat bur veneer untuk menghilangkan stain dengan bahan dan teknik yang benar 5.2.11 Aplikasikan larutan antiseptik pada jaringan lunak

5.2.12 Lakukan intruksi sesuai kasus yang ditemukan pada pasien

5.2.13 Lakukan rujukan pada kasus-kasus gingivitis / periodontitis lanjut.

5.3 Penyelesaian

5.3.1 Menutup rangkaian pelaksanaan skeling. Selesai perawatan lakukanlah pemberian intruksi pada pasien.

5.3.2 Membereskan kembali peralatan skeling dan merapihkan daerah tempat kerja.

6. ALAT DAN BAHAN YANG DI PAKAI 6.1 Alat

1. Dental Unit

2. Alat diagnostik (sonde, pinset, kacamulut, ekskavator) 3. Skaler : Sickle, wing shape kiri-kanan, currete, hoe 4. Baki instrumen alumunium

5. Dappen disk (2 buah)

6. Tempat cotton roll, cotton pellet dan tampon 7. Alat pelindung diri (sarung tangan, masker, jas lab) 8. Taplak meja

9. Papan nama dental unit 6.2 Bahan

1. Larutan disklosing 2. Sikat gigi

3. Pasta gigi 4. Bristle brush

5. Vineer bundar, fissure

6. Cotton pellet, cotton roll, tampon 7. Larutan betadine 10%

7. DOKUMEN TERKAIT 7.1 Kartu Status

7.2 Performance Assessment (PA) 7.3 Lembar Informed Consent

PERNYATAAN KESEDIAAN MENJADI RESPONDEN (INFORMED CONSENT)

Yang bertanda tangan di bawah ini : Nama : Tn. S

Umur : 47 tahun

Menyatakan telah mendapat penjelasan mengenai maksud, tujuan, prosedur, dan manfaat dari penelitian yang berjudul “Asuhan Keperawatan Gigi Dan Mulut Pada Tn. S Dengan Kasus Stain Di Ciumbuleuit Bandung”.

Oleh karena itu dengan rasa kesadaran, tanpa adanya paksaan dan keikhlasan hati, saya menyatakan bersedia berpartisipasi menjadi responden dalam penelitian ini dan bersedia untuk melaksanakan prosedur penelitian yang telah dijelaskan peneliti.

Bandung, 13 Mei 2016

Peneliti Responden

(Selviana Merliyanti) ( )

LAMPIRAN 4: SEBELUM DILAKUKAN PEMOLESAN BUR VINEER

LAMPIRAN 4 : PROSES TINDAKAN PEMOLESAN BUR VINEER

LAMPIRAN 4 : SETELAH DILAKUKAN PEMOLESAN BUR VINEER

Dokumen terkait