• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEMBAHASAN KASUS KELOLAAN

2. Diagnosa TEORI:

Berdasarkan teori diagnosa yang sering muncul pada pasien dengan kasus malaria yaitu menurut Herdman (2017):

1. Hipertermi

2. ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh 3. Nyeri akut

4. Gangguan mobilitas

KASUS:

Sedangkan pada kasus Ny. M diagnosa yang di dapatkan yaitu:

a. Hipertermi b. Nyeri akut

c. Risiko ketidakseimbangan elektrolit dan cairan ANALISIS:

Didapatkan Kesenjangan antara teori dengan studi kasus nyata yaitu:

1. Ada pada teori tetapi tidak ada pada kasus nyata

a. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh (00002). Menurut depkes (2017) salah satu manifestasi klinik malaria yaitu nafsu makan menurun dan mual muntah, nyeri abdomen, sehingga pasien akan mengalami gangguan nutrisi tetapi berdasarkan kasus nyata pada Ny. M memang mengalami mual dan muntah tetapi tidak mengalami penurunan nafsu makan sehingga diagnosa nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh tidak bisa ditegakan, hal lain yang menentukan diagnosa keperawatan nutrisi kurang dari kebutuhan adalah menentukan Indeks Massa Tubuh (IMT) dari hasil berat badan per tinggi badan tetapi di UGD Non bedah saat pasien masuk tidak dilakukan pengukuran berat badan dan tinggi badan karena Ny.

M masuk dengan triase kuning sehingga penulis lebih fokus ke tindakan primer survey.

b. Hambatan mobilitas fisik, berdasarkan batasan karakteristik dari Nanda (2017) yaitu adanya dispneu, kesulitan membolak-balikkan posisi, kesadaran menurun, kaku sendi, adanya nyeri, serta penurunan kekuatan tonus otot, untuk menegakkan diagnosa hambatan mobilitas fisik tetapi berdasarkan kasus

nyata pada Ny. M memang mengalami nyeri terutama di bagian kepala dan abdomen dan nyeri pada sendi-sendi namun tidak mengalami dipsneu dan bahkan kesadaran masih compos mentis.

Sehingga penulis berasumsi tidak mengangkat diagnosa hambatan mobilitas fisik karena batasan karakteristik pada kasus tidak memenuhi syarat untuk menegakkan diagnosa tersebut.

c. Risiko ketidakseimbangan eletrolit dan cairan

Diagnosa ini tidak ada pada teori namun ada pada kasus.

Penulis berasumsi bahwa diagnosa ini muncul berdasarkan hal yang di alami oleh pasien dan adapun faktor risiko yang muncul seperti, pasien nampak berkeringat karena suhu tubuh pasien mencapai 38, 6ºc, ada mual dan pasien melakukan program pengobatan malaria. Karena dilihat dari teori dari manifestasi klinis malaria ada demam, mual dan pada kasus mendukung untuk menegakkan diagnosa risiko ketidakseimbangan elektrolit dan cairan.

2. Ada pada teori dan ada pada kasus a. Hipertermi

Penulis menegakkan diagnosa ini karena berdasarkan hasil pengkajian ditemukan data adanya tanda dan gejala yang mengarah untuk diagnosa tersebut yaitu Pasien

mengatakan demam sudah 4 hari, Pasien mengatakan demamnya naik turun, badan terasa panas, suhu: 38,6 ºc, pasien nampak gelisah.

Pada kasus malaria terjadi peradangan pada sel darah merah sehingga merangsang prostaglandin E2 di hipotalamus dan terjadi peningkatan pelepasan prostaglandin E2 dan menyebabkan termoregulasi tidak stabil maka terjadi peningkatan suhu tubuh.

b. Nyeri akut

Untuk Diagnosa nyeri akut karena pada pasien ditemukan adanya tanda dan gejala yang mengarah untuk diagnosa tersebut yaitu Pasien mengatakan nyeri abdomen bawah sebelah kiri, Pasien mengatakan nyeri kepala, Pasien mengatakan sakit seluruh badan, Pasien mengatakan nyeri seperti tertusuk-tusuk, Pasien mengatakan nyerinya hilang timbul, pasien nampak meringis, skala nyeri 4 (NRS), tanda-tanda vital tekanan darah: 127/84 mmHg, nadi\: 126 kali/menit, Pernafasan: 22 kali/menit dan Suhu: 38,6 ºc.

Nyeri di sebabkan karena terjadi dilatasi pada pembuluh darah sistemik pada otak sehingga tekanan intrakranial meningkat (TIK) maka menyebabkan nyeri terutama nyeri pada kepala.

3. Intervensi

Pada perencanaan ini tidak ada perbedaan dengan perencanaan yang ada pada teori. Perencanaan dibuat berdasarkan pada permasalahan yang telah didapatkan pada pasien yaitu :

a. Hipertermi

Analisa Teori dan Kasus :

Tindakan keperawatan secara teori yaitu monitor suhu dan TTV Lainnya, monitor warna kulit dan suhu, berikan kompres hangat, monitor IWL, Monitor intake dan output kolaborasi pemberian antipiretik.

Dalam tinjauan kasus tindakan keperawatan yang direncanakan adalah monitor suhu dan TTV Lainnya, monitor warna kulit dan suhu, berikan kompres hangat, kolaborasi pemberian antipiretik.

Terdapat kesenjangan pada perencanaan diagnosa ini Pasien teori malaria di berikan intervensi monitor IWL Dan monitor intake dan output sedangkan pada kasus Ny.M tidak di rencanakan untuk monitor IWL Dan monitor intake dan output. Hal ini dikarenakan klien tidak memerlukan pengawasan IWL karena pasien masih kuat minum. Sehingga tidak di indikasikan untuk monitor IWL.

b. Nyeri akut

Analisa Teori dan Kasus :

Tindakan keperawatan secara teori yaitu Lakukan pengkajian nyeri secara komprehensif termasuk lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas dan faktor presipitasi, Observasi reaksi nonverbal dari ketidaknyamanan, Gunakan teknik komunikasi terapeutik untuk mengetahui pengalaman nyeri pasien, Ajarkan tentang teknik non farmakologi, Berikan analgetik untuk mengurangi nyeri.

Dalam kasus di rencanakan yaitu melakukan pengkajian nyeri secara komprehensif, beri posisi yang nyaman ,ajarkan tehnik non farmakologi, monitor TTV, serta kolaborasi pemberian farmakologi (keterolac 30 mg/iv).

Tidak ditemukan adanya kesenjangan pada perencanaan diagnosa ini dan tidak dapat dibandingkan dengan konsep teori karena semua data-data yang didapatkan pada saat pengkajian sama dengan konsep teori.

c. Risiko ketidakseimbangan volume cairan Analisa kasus dan teori:

Tindakan keperawatan secara teori yaitu Monitor status hidrasi, monitor frekuensi nafas, monitor tekanan darah, monitor turgor kulit dan anjurkan banyak minum.

Sedangkan pada kasus Ny M perencanaan yang di berikan sama dengan teori yaitu Monitor status hidrasi, monitor frekuensi nafas, monitor tekanan darah, monitor turgor kulit dan anjurkan banyak minum.

Tidak ditemukan adanya kesenjangan pada perencanaan diagnosa ini dan tidak dapat dibandingkan dengan konsep teori karena semua data-data yang didapatkan pada saat pengkajian sama dengan konsep teori.

Dokumen terkait