BAB IV. ANALISA DAN PEMBAHASAN
DAFTAR PUSTAKA
F. Diagram Alir Penelitian
No Yes
Survey dan pengumpulan data
Mesin Pengupas 1. Pemilihan pisau pengupas 2. Ergonomic dan antropometri 3. Pemilihan komponen elemen mesin 4. Pemilihan material
Desain Pengupas 1. Pemilihan penggerak mesin
2. Perhitungan dimensi dan kekuatan poros serta pengujian kekuatan poros
a. Daya rencana b. Momen rencana
c. Tegangan lentur yang diizinkan
d. Diameter poros untuk beban puntir dan lentur e. Pemeriksaan sudut puntir
f. Perhitungan defleksi maksimum 3. Pemilihan elemen mesin
a. Gigi reduksi b. Sabuk V-belt c. Bearing/bantalan d. Rantai dan gigi
Pemodelan Dengan Program Solidworks Mulai
49
Gambar 14. Diagram alir penelitian
Kesimpulan
Selesai
Unjuk Kerja Mesin Pengupas 1. Pengujian kualitas pengupasan 2. Pengamatan
a. kapaitas mesin b. analisis ekonomi
1. biaya – biaya
2. titik impas/break even point Fabrikasi Rancangan
A
Analisis Hasil 1. Nilai ukuran mesin pengupas
2. Nilai hasil perhitungan desain pengupas 3. Pengujian dengan solidwork simulation 4. Pengamatan unjuk kerja mesin pengupas dan
BAB V PENUTUP
A. Simpulan
Adapun kesimpulan dari hasil perancangn mesin pengupas kulit biji kopi basah adalah sebagai berikut :
1. Tinggi rangka mesin yaitu 1200 mm disesuaikan dengan tinggi bahu 1391 mm dan lebar kaki mesin 610 mm dengan jarak ke titik tengah mesin 305 mm juga disesuaikan dengan jangkauan tangan ke depan yaitu 755 mm.
2. Mesin pengupas ini digerakkan oleh motor daya 1.5 KW dan putaran outputnya sebesar 1400 rpm.
3. Dengan diameter poros 32 mm diperoleh hasil defleksi puntiran yang besarnya tidak melebihi batas maksimum puntiran yang diizinkan yaitu sebesar 0.100 dengan faktor nilai tegangan lentur yang diizinkan sebesar 4.83 kg/mm2.
4. Pada hasil simulasi, diperoleh nilai displacement sebesar 0.58 mm, stress 45 kg/mm2 dan straint sebesar 0.013. Nilai stress yang didapat masih dibawah nilai dari kekuatan tarik yaitu minimal 10% dari 48 kg/mm2.
82
5. Kecepatan sabuk sebesar 15.386 m/s2 masih dibawah batas maksimum kecepatan sabuk yang diizinkan adalah 30 m/s2, sehingga sabuk dapat bekerja dengan baik dengan jarak sumbu poros sabuk adalah 350 mm dan panjang keliling sabuk adalah 114.4 mm.
6. Kecepatan rantai adalah 1.73 m/s2 denganpanjang rantai 57 (mata rantai) dan beban yang bekerja dalam 1 rantai adalah 123.8 kg.
7. Sudut silinder pengupas kulit biji kopi terbaik adalah pada sudut 450 dengan jarak pisau ke silinder 7 mm.
8. Pada pengamatan kapasitas mesin, didapatkan jumlah biaya tetap perjam adalah sebesar Rp.3.328 dan biaya tidak tetap perjam sebesar Rp.19.380 serta nilai jual produk adalah sebesar Rp.40 dengan titik impas unit 432 kg dan titik impas dalam nilai sebesar Rp. 17.288
B. Saran
Untuk membantu keberhasilan penelitian selanjutnya, maka penulis menyarankan sebagai berikut :
1. Mempergunakan standar material yang tersedia dipasaran dan memilih ukuran yang sesuai agar material yang terbuang seminimal mungkin.
83
2. Mempergunakan standar proses pemesinan yang umum dan tersedia. Mesin yang khusus akan meningkatkan biaya machining.
3. Biji kopi sebaiknya dipilih dan dipisahkan antara biji kopi yang matang dengan yang mentah.
4. Biji kopi dikelompokkan antar biji kopi yang besar dengan yang kecil.
5. Saat akan memulai pekerjaan, lakukan pengecekan berkala pada baut karena bisa jadi baut kendor karena getaran mesin.
6. Sebaiknya dilakukan pelumasan pada bearing sebelum dilakukan pemasangan.
Daftar pustaka
Arizal, R. (1989). Bahan Elastomer untuk Industri Barang Jadi Karet (Karet Alam dan Karet Sintetik). Latihan Teknologi Barang Jadi Karet. Bogor : Balai Penelitian Teknologi Karet.
Buana. L dan Hermansyah (1980). Jenis Cacat, Pelaku Tata Niaga Dan Faktor Teknis Penentu Mutu Biji Kopi Ekspor Di Sumatra Bagian Selatan. Menara Perkebunan.
Budnick LD (1993). Human Factors in Occupational Medicine. J Occup Med.
Brydson, J. A (1981). Styrena Butadiena Rubber. Applied Science Publisher. London. Dieter, G. E (1988). Mechanical Metallurgy. London : McGraw-Hill Book Company. Direktorat Jenderal Perkebunan (2000). Statistik Perkebunan Indonesia (kopi)
1995-1999. 101 p.
Grandjean, E (1993). Fitting the task to the man, A Texbook of Occupational Ergonomics. 4th Ed. London : Taylor & Francis
Groover, Mikell P (1996). Fundamentals Of Modern Manufacturing. Leghigh University. New Jersey
Kurniawan (2000). Pengaruh Gizi dan Kesehatan Tenaga Kerja Wanita terhadap Peningkatan Produktivitas. Pusat Hiperkes, Majalah Hiperkes dan Kesehatan Keselamatan, Vol. XXXIII, Jakarta.
85
Kotler P. dan G. Amstrong (2001). Prinsip Prinsip Pemasaran. Jilid 1. Jakarta : Penerbit Erlangga.. 515 hal.
Kroemer KHE (1998). Ergonomics. In : Plog BA, ed. Fundamental of Industrial Hygiene. 3 rd ed. USA : National Safety Council.. p. 283-85.
Lauring W, Vedder J (1998). Overview Ergonomics. In : Stellman JM. editor. Encyclopaedia of Occupational Helth and Safety. International Labour Organization. p. 292.
LA Van Vlack, Sriati Djafrie (1992). Ilmu dan Teknologi Bahan. Jakarta : Erlangga. Martadinata, Edy Suharyanto dan Sri Mulato (2001). Kajian teknis dan ekonomis
proses produksi bubuk kopi secara komersil. Makalah disajikan Seminar dan Kongres Perteta, 11-13 Juli 2001.
Mubyarto (1979). Pengantar Ekonomi Pertanian. Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Sosial Ekonomi. PT. Intermasa Jakarta. 243 hal.
Mustafa,Pulat (1992). Industrial Ergonomics Case Studies.
Nazaruddin dan F. B. Paimin (1999). Karet Strategi Pemasaran Budidaya dan Pengolahan. Penebar Swadaya. Jakarta.
Polimeni, Ralph S., Frank J. Fabozzi, Arthur A. Adelberg (1991). Cost Accounting : Concept and Applications for Managerials Decisions Making : Third Edition. New York : Mc Graw Hill, Inc.
Sutrisno (2000). Manajemen Keuangan: Teori, Konsep dan Aplikasi. Yogyakarta : Ekonisia.
Smallman R.E. dan R.J. Bishop (1999). Metalurgi Fisik Moderen dan Rekayasa Material. Jakarta : Erlangga.
Sri Mulato (1994). Praktek pengolahan kopi, Bahan kursus pengolahan kopi dan uji citarasa. Pusat penelitian kopi dan kakau.
86
Sularso, Kiyakatsu Suga (1997). Dasar Perencancanaan dan Pemilihan Elemen Mesin. Pradnya Paramita. Erlangga.
Suma’mur, P.K. (1984), Higene Perusahaan dan Kesehatan Kerja. Jakarta : PT. Gunung Agung.
Surdia Tata (1989). Pengetahuan Bahan Teknik. Jakarta : Pradian Paramita.
Wiryosumarto, H dan T. Okumura (2004). Teknologi Pengelasan Logam. Cetakan 9. Jakarta : Pradnya Paramita
Wignjosoebroto, S (2000). Ergonomi, Studi Gerak, dan Waktu. Jakarta : Guna Widya www.bambangwisanggeni.wordpress.com www.conbear.com www.four-h.purdue.com www.gasgoo.com www.industrikaret.com www.kompetensi-pengelasan.blogspot.com www.lulusoso.com www.matweb.com www.nayhan.wordpress.com www.vxb.com www.trade2cn.com