• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

2. Uji Hipotesis

Uji hipotesis ini digunakan untuk mengetahui tentang peningkatan kemampuan HOTS peserta didik pada kelas eksperimen dibandingkan dengan peserta didik pada kelas kontrol. Uji-t adalah salah satu tes statistik yang dipergunakan untuk menguji kebenaran dan kepalsuan hipotesis nihil yang menyatakan bahwa di antara dua buah mean sampel yang diambil secara random dari populasi yang sama tidak terdapat perbedaan yang signifikan. Pengujian kriteria hipotesis dengan taraf signifikan 5%. Derajat kebebasan dalam pengujian hipotesis adalah dK = (𝑛1+ 𝑛2) – 2.42

Dasar pengambilan keputusan dalam uji hipotesis menggunakan uji one-tailed (pihak kanan) dengan ketentuan jika π‘‘β„Žπ‘–π‘‘π‘’π‘›π‘” > π‘‘π‘‘π‘Žπ‘π‘’π‘™ maka Ho ditolak dan Ha diterima, sehingga berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kemampuan HOTS peserta didik.43 Uji-t dalam penelitian ini dilakukan dengan bantuan aplikasi SPSS versi 26.0 yaitu dengan independent sample t test. Independent sample t test merupakan analisis statistik yang digunakan untuk menguji beda rata-rata dari dua kelompok sampel yang saling bebas atau dua kelompok sampel yang tidak berhubungan.44

42 Anas Sudijono, Pengantar Statistik Pendidikan (Jakarta: PT Rajagrafindo Persada, 2014).

43 Sugiyono, Saintifik Untuk Penilaian (Bandung: Alfabeta, 2013).

44 Elkana Lewi Santoso, β€œUji Independent Sample T Test Untuk Mengetahui Perbedaan Pandangan Mahasiswa Terhadap Kode Etik Mahasiswa STT Cahaya Surya,” CAHAYAtech 01, no.

01 (2012): 54–63.

Langkah-langkah independent sample t test dengan IBM SPSS versi 26.0 for windows adalah sebagai berikut :

1) Aktifkan program SPSS versi 26.0 for windows.

2) Klik Variabel view 3) Klik Value label

4) Isikan kembali kotak value dengan 2 kotak label 5) Buka data view SPSS

6) Klik analiyze-compare means-independent sample t test 7) Pilih grouping variabel, selanjutnya klik define group 8) Klik OK

40

41 BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

Penelitian ini dilakukan di MAS Darul Ihsan, di mulai pada tanggal 1 November 2022 s/d tanggal 9 November 2022. Penelitian dilakukan sebanyak empat kali pertemuan dengan jadwal penelitian dapat di lihat pada tabel di bawah :

Tabel 4.1 Jadwal Kegiatan Penelitian

No Hari/Tanggal Waktu Kegiatan Kelas

1 Selasa/ 1 November 2022 90 menit Pre-test dan

pertemuan I Kontrol 2 Rabu/ 2 November 2022 90 menit Pertemuan II dan

post-test Kontrol 3 Selasa/ 8 November 2022 90 menit Pre-test dan

pertemuan I Eksperimen 4 Rabu/ 9 November 2022 90 menit Pertemuan II dan

post-test Eksperimen Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Sampel yang digunakan berjumlah 36 peserta didik yang di ambil dari kelas yang berbeda. Kelas eksperimen berjumlah 18 peserta didik dari kelas IX F dan kelas kontrol berjumlah 18 orang dari kelas XI H.

Untuk melihat peningkatan kemampuan HOTS peserta didik dari penerapan model pembelajaran yang telah dilakukan dalam penelitian ini adalah dengan memberikan pre-test dan post-test.

42

Berikut merupakan nilai pre-test dan post-test kelas eksperimen Tabel 4.2 Nilai pre-test dan post-test kelas eksperimen

No Nama Peserta Didik 𝐎𝟏 𝐎𝟐

1 ABP 53,3 93,3

2 PAJ 33,3 86,7

3 YA 40,0 73,3

4 ZA 33,3 93,3

5 DHF 20,0 86,7

6 SAR 33,3 80,0

7 DL 20,0 80,0

8 NA 26.7 80,0

9 M 13,3 73,3

10 MS 40,0 66,7

11 MA 20,0 80,0

12 NAA 20,0 66,7

13 NL 40,0 73,3

14 BS 33,3 73,3

15 R 53,3 73,3

16 NH 13,3 80,0

17 ND 40,0 93,3

18 AH 40,0 86,7

Berikut merupakan nilai pre-test dan post-test kelas kontrol Tabel 4.3 Nilai pre-test dan post-test kelas kontrol

No Nama Peserta Didik πŽπŸ‘ πŽπŸ’

1 US 26,7 6,7

2 MH 20,0 20,0

3 ZU 26,7 20,0

4 SDM 20,0 33,3

5 NID 40,0 33,3

6 K 13,3 46,7

7 AIJ 13,3 26,7

8 SS 0,0 46,7

9 FU 26,7 33,3

10 S 20,0 40,0

11 STS 6,7 40,0

12 MA 33,3 40,0

13 AZ 26,7 33,3

14 MN 33,3 40,0

15 LNS 20,0 26,7

16 NM 26,7 26,7

17 SN 26,7 33,3

18 NJ 26,7 33,3

44

1. Uji Prasyarat Analisis Data a. Uji Normalitas

Uji normalitas digunakan untuk menguji apakah data penelitian telah terdistribusi normal atau tidak. Apabila nilai signitifikan > 0,05 maka distribusi adalah normal.

Tabel 4.4 Uji Normalitas

Tests of Normality

Kelas

Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk Statistic df Sig. Statistic df Sig.

Kemampuan HOTS Peserta Didik

Pretest Eksperimen .167 18 .198 .923 18 .149 Posttest Eksperimen .171 18 .175 .917 18 .115 Pretest Kontrol .218 18 .024 .932 18 .212 Posttest Kontrol .211 18 .034 .923 18 .145 a. Lilliefors Significance Correction

Maka dapat disimpulkan bahwa semua sampel dapat berdistribusi normal dari sumber data pre-test dan post-test untuk kelas eksperimen maupun kelas kontrol. Pre-test dan post-test kelas eksperimen nilai Sig. 0.149 dan Sig. 0.115 > 0.05. Pre-test dan post-test kelas kontrol nilai Sig. 0.212 dan Sig. 0.145 > 0.05. Untuk lebih jelasnya, data hasil perhitungan normalitas pre-test dan post-test kedua kelas dapat dilihat pada tabel di atas. Dasar pengambilan keputusan dalam uji Shapiro-Wilk (sampel < 50), nilai Sig.nya > 0.05. maka data berdistribusi normal.

b. Uji Homogenitas

Uji homogenitas digunakan untuk mengetahui apakah beberapa varian populasi adalah sama atau tidak.45

Tabel 4.5 Uji Homogenitas

Test of Homogeneity of Variance Levene

Statistic df1 df2 Sig.

Kemampuan HOTS Peserta Didik

Based on Mean .144 1 34 .707

Based on Median .033 1 34 .857

Based on Median and with adjusted df

.033 1 31.038 .858 Based on trimmed

mean

.071 1 34 .791

Maka dapat disimpulkan bahwa data pre-test dan post-test homogen. Data hasil perhitungan homogenitas pre-test dan post-test dapat dilihat pada tabel diatas. Dasar pengambilan keputusan dalam uji homogenitas jika nilai signifikan (sig) pada Based on Mean > 0,05 maka data homogen. Data pre-test dan post-test memiliki nilai Sig.

Bases on Mean sebesar 0.707 > 0.05 maka data homogen.

45 Usmadi, β€œPengujian Persyaratan Analisis (Uji Homogenitas Dan Uji Normalitas),”

Inovasi Pendidikan 7, no. 1 (2020): 50–62.

46

2. Uji Hipotesis

Uji hipotesis dilakukan melalui uji t dengan metode independent sample t test.

Tabel 4.6 Uji independent sample t test.

Independent Samples Test Levene's

Test for Equality of

Variances t-test for Equality of Means

F Sig. t df Sig.(2-tailed)

Mean Difference

Std. Error Difference

95% Confidence Interval of the

Difference Lower Upper Kemampuan

HOTS Peserta Didik

Equal variances assumed

.144 .707 15.373 34 .000 47.77778 3.1079 41.4617 54.0939 Equal

variances not assumed

15.373 33.173 .000 47.77778 3.1079 41.4559 54.0997

Dasar pengambilan keputusan dalam uji t one-tailed (pihak kanan) adalah dengan membandingkan π‘‘β„Žπ‘–π‘‘π‘’π‘›π‘” dengan π‘‘π‘‘π‘Žπ‘π‘’π‘™

π‘‘β„Žπ‘–π‘‘π‘’π‘›π‘” = 15.373 π‘‘π‘‘π‘Žπ‘π‘’π‘™ = (Ξ±) ; (df)

= (0.05) ; 34

= (1.691) ; 34

= 1.691

π‘‘β„Žπ‘–π‘‘π‘’π‘›π‘” sebesar 15.373 > π‘‘π‘‘π‘Žπ‘π‘’π‘™ sebesar 1.691, maka Ho ditolak dan Ha diterima.

Rata-rata nilai post-test kelas eksperimen dan kelas kontrol dapat dilihat pada tabel statistik berikut ini

Tabel 4.7 Statistik Grup

Group Statistics

Kelas N Mean

Std.

Deviation

Std.

Error Mean Kemampuan

HOTS Peserta Didik

Posttest Eksperimen

18 79.997 8.5560 2.0167 Posttest Kontrol 18 32.219 10.0330 2.3648

Nilai mean post-test eksperimen lebih tinggi dari pada post-test kontrol. Kelas eksperimen memiliki nilai mean 79.9 sedangkan kelas kontrol memiliki nilai mean 32,2 artinya adalah nilai rata-rata kemampuan HOTS peserta didik yang menerapkan model pembelajaran open ended lebih tinggi di bandingkan nilai rata-rata kemampuan HOTS peserta didik yang menerapkan sistem ceramah. Maka dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran open ended lebih efektif untuk meningkatkan kemampuan HOTS peserta didik.

Dokumen terkait