• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN

3.2 Diagram Alur Penelitian

Gambar 3.1 alur penelitian di bawah ini,

Gambar 3.1 Diagram alur penelitian Kesimpulan Mulai Selesai Studi Pengambilan parameter Data Trafik Analisa Data Data Parameter sudah terpenuhi? Ya Tidak

28

3.3Studi Pustaka

Menurut Arikunto (2006 : 161), studi pustaka adalah metode pengumpulan data dengan cara mencari informasi melalui buku-buku, koran, majalah, dan literatur lainnya.Dalam metode penelitian ini, peneliti mengumpulkan data-data dengan cara mempelajari jurnal ilmiah, buku-buku referensi, serta bahan-bahan publikasi lainnya yang mendukung dalam penelitian ini, baik tercetak maupun elektronik.

Pengumpulan data dilakukan dengan penelitan secara langsung di Divisi Operator Area Network Jember. Dalam penelitian ini juga digunakan kajian pustaka berupa studi literatur serta informasi dari hasil browsing di internet guna mendapatkan data-data tambahan untuk mendukung kegiatan penelitian.

3.4 Studi Lapangan

Studi lapangan adalah pengumpulan data secara langsung dengan terjun ke lapangan lokasi Area Jember. Studi lapangan ini dilakukan dengan cara observasi. Menurut Sutrisno Hadi (1986) dalam Sugiyono (2011 : 196), observasi merupakan suatu proses yang kompleks, suatu proses yang tersusun dari pelbagai proses biologis dan psikologis. Dua diantara yang terpenting adalah proses-proses pengamatan dan ingatan. Menurut Patton dalam Nasution (1988), manfaat observasi adalah sebagai berikut :

1. Dengan observasi di lapangan, peneliti akan lebih mampu memahami konteks data dalam keseluruhan situasi sosial, jadi dapat diperoleh pandangan yang holistik atau menyeluruh.

2. Dengan observasi, maka akan diperoleh pengalaman langsung, sehingga memungkinkan menggunakan pendekatan induktif, jadi tidak dipengaruhi oleh konsep atau pandangan sebelumnya. Pendekatan induktif membuka kemungkinan melakukan penemuan atau discovery.

3. Dengan observasi, peneliti dapat melihat hal-hal yang kurang atau tidak diamati oleh orang lain, khususnya orang yang berada dalam lingkungan itu, karena telah dianggap “biasa” sehingga tidak terungkap dalam wawancara.

4. Dengan observasi, peneliti dapat menemukan hal-hal yang sedianya tidak akan terungkapkan oleh responden dalam wawancara karena bersifat sensitive atau ingin ditutupi karena merugikan nama lembaga.

5. Dengan observasi, peneliti dapat menemukan hal-hal yang diluar persepsi responden, sehingga diperoleh gambaran yang lebih komprehensif. 6. Melalui pengamatan di lapangan, peneliti tidak hanya mengumpulkan

daya yang kaya, kesan-kesan pribadi, dan merasakan situasi sosial yang diteliti. (Sugiyono, 2011 : 313).

Observasi yang peneliti lakukan dalam penelitian ini yaitu dengan cara melihat dengan dekat keadaan sistem WCDMA. Penelitian mengamati langsung terhadap sistem yang diteliti untuk mengetahui aktivitas dari trafik penelitian dan peristiwa-peristiwa yang mendukung tujuan penelitian.

3.5 Tahap Pengambilan Data

Metode pengumpulan data adalah cara-cara yang dapat digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan data. Keberhasilan pengumpulan data sangat dipengaruhi metode pengumpulan data yang digunakan. Data yang terkumpul akan digunakan sebagai bahan analisis yang ditetapkan. Adapun metode pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode :

3.5.1 Metode Pengamatan atau Observasi

Metode observasi menurut Sutrisno Hadi (1986) adalah suatu proses yang kompleks, suatu proses yang tersusun dari berbagai proses biologis dan psikologis. Disini penulis langsung mengadakan observasi atau penelitian pada

30

salah satu operator seluler di Jember. Dalam observasi ini peneliti memperoleh data tentang unjuk kerja dari drop call yang dapat dilihat dari segi :

 Nilai call attempt,

 Nilai call success

 Nilai drop call.

 Nilai block call

3.5.2 Interview atau Wawancara

Menurut Sugiyono (2004 : 130) metode interview/wawancara yaitu suatu cara untuk mengumpulkan data dengan menayakan secara langsung kepada informan atau responden dengan mendasarkan diri pada laporan tentang diri sendiri self report, atau setidak-tidaknya pada pengetahuan dan atau keyakinan pribadi. Dalam hal ini penulis mengadakan wawancara dengan pegawai operator seluler Jember, sehingga lebih leluasa menanyakan sesuatu yang berkaitan dengan objek yang diteliti.

3.6 TahapPengolahan Data

3.6.1 Call Attempt

Call Attempt atau total call menunjukkan banyaknya panggilan yang datang dalam rentang waktu selama 1 jam.

3.6.2 Call Success

Call Success adalah panggilan yang telah berhasil masuk sampai dengan nada panggil (Ring Back Tone). Dari data yang ada nilai Call Success rata-rata adalah cukup bagus yaitu 92%.

= 100%

3.6.3. Call Completion

Call Completion adalah jumlah panggilan yang telah terhubung atau

jaringan BTS adalah sudah baik yaitu 98%. Analisa call completion rate dapat diperoleh dari perhitungan rumus berikut:

= 100%

3.6.4 Block Call

Analisa ini dilakukan untuk mencari apakah block call terjadi karena tidak tersedianya saluran pada BTS (Occupancy). Persentase seoccupancy dapat dihitung denganrumus sebagai berikut :

= 100%

3.6.5 Drop Call

Drop call merupakan pelepasan kanal trafik oleh MS atau BTS, dengan kata lain drop call merupakan terputusnya sambungan saat terjadinya komunikasi yang tidak dikehendaki oleh pengguna.

Drop Call Ratio = x 100%

3.7 Tahap Analisa Data

Pada dasarnya unjuk kerja atau performansi sistem seluler baik berbasis sistem GSM Parameter-parameter yang dipakai sebagai dasar pengukuran trafik adalah : call attempt, call success, call completion, block call, dan drop call. Batasan yang dipakai oleh operator seluler menunjukkan performansi yang bagus dalam sistem ini adalah sebagai berikut;

1. Call answered > 98% 2. Call success > 92%

32

3. Call completion > 98% 4. Drop call rate < 2%

Dari acuan data diatas peneliti dapat menganalisis kondisi trafik yang bagus atau tidak bagus. Kondisi trafik yang tidak bagus harus dikaji lebih dalam untuk peningkatan pelayanan.

3.8 Tahap Kesimpulan

Peneliti dapat menyimpulkan kondisi trafik teknologi seluler 3G

(third-generation technology) berbasis teknologi WCDMA (Wideband Code-Division

Multiple Access) dan memberikan masukan terhadap jaringan operator seluler sebagai salah satu acuan kondisi trafik pada saat ini.

BAB 4. HASIL DAN PEMBAHASAN

Pada bab ini dipaparkan secara pemecahan masalah melalui analisis data hasil analisis trafik terhadap jaringan telekomunikasi seluler di PT. Telkomsel Tbk. cabang Jember. Bagian ini merupakan inti dari skripsi, karena disajikan data dan informasi yang ditemukan untuk mendukung hasil yang dicapai oleh penulis.

4.1. Data Call Attempt

Berikut adalah tabel call attempt selama tujuh hari di BTS yang terdapat di area Jember kota table 4.1 dan gambar 4.1 di bawah ini:

Tabel 4.1 Tabel Call Attempt

NO NAMA SITE/BTS JUMLAH RATA RATA

1 JBR001 146952 875 2 JBR002 85959 511,66 3 JBR003 64356 383,07 4 JBR004 173214 1031,03 5 JBR005 129339 769,87 6 JBR006 89316 531,64 7 JBR007 97689 581,48 8 JBR008 142107 845,87 9 JBR009 179049 1065,76 10 JBR010 232496 1383,90 RATA-RATA 134047.7 797.903

34

Gambar 4.1. Grafik rata-rata nilai call attempt

Dari tabel 4.1 dan gambar 4.1 di atas, dapat disimpulkan bahwa pada JBR010 merupakan BTS yang trafiknya paling padat, hal ini di tunjukkan pada jumlah total dan rata-rata call attempt yang paling tinggi diantara BTS yang lain. Pada JBR003 merupakan BTS dengan tingkat trafik yang paling rendah dengan rata-rata call attempt yang hanya 383,07 perjam, terendah diantara rata-rata call attempt di BTS yang lain. 0 200 400 600 800 1000 1200 1400 1600 JBR001 JBR002 JBR003 JBR004 JBR005 JBR006 JBR007 JBR008 JBR009 JBR010 J u m la h r a t a -r a t a Sit e

Dokumen terkait