BAB III METODE PENELITIAN
BAB IV PEMBAHASAN
2.11 Unified Modelling Language (UML) .1 Konsep Dasar UML
2.11.4 Diagram Struktur UML
Umumnya sebuah sistem mempunyai sejumlah
stakeholder (orang yang mempunyai ketertarikan pada suatu
sistem namun dari sudut pandang yang berbeda). UML memiliki sejumlah elemen grafis yang bisa dikombinasikan menjadi diagram. Karena ini merupakan bahasa, UML mempunyai sejumlah aturan untuk menggabungkan/mengkombinasikan elemen-elemen tersebut. Untuk lebih jelasnya akan lebih baik
kita melihat diagram apa saja yang ada di UML lain pada tabel berikut:
Tabel 2.1 : Tipe Diagram UML
No Diagram Tujuan Keterangan
1 Activity
Perilaku procedural dan parallel
Sudah ada di UML
2 Class
Class, Fitur, dan Relasinya
Sudah ada di UML
3 Communication
Interaksi diantara objek. Lebih menekankan ke Link
Di UML disebut Collaboration
4 Component
Struktur dan konenksi dari komponen
Sudah ada di UML
5 Composite Structure
Dekomposisi sebuah class saat runtime
Baru untuk UML
6 Deployment
Penyebaran/Instalasi ke klien
Sudah ada di UML
7 Interactive Overview
Gabungan antara activity dan sequence diagram
Baru untuk UML
8 Object
Contoh konfigurasi instance
Tidak resmi ada di UML
9 Package
Struktur hierarki saat komlikasi
Tidak resmi ada di UML
Lebih menekankan pada urutan
11 State Machine
Bagaimana event mengubah sebuah objek
Sudah ada di UML
12 Timing
Interaksi antar objek. Lebih menekankan pada waktu
Baru untuk UML
13 Use Case
Bagaimana user berinteraksi dengan sebuah sistem
Sudah ada di UML
Gambar 2.5 : Diagram UML Versi 2.0
Diagram
Component Diagram Composite Structure
Diagram Component Diagram Component Diagram Structure Diagram Deployment Diagram Object Diagram Package Diagram Activity Diagram
Use Case Diagram
State Machine Diagram Interaction Diagram Sequence Diagram Timing Diagram Interaction Diagram Communication Diagram
Meskipun UML sudah cukup banyak menyediakan diagram yang bisa membantu mendefinisikan sebuah aplikasi, tidak berarti bahwa semua diagram tersebut akan bisa menjawab persoalan yang ada. Dalam banyak kasus, diagram lain selain UML sangat banyak membantu. Oleh karena itu jangan ragu untuk menggunkan diagram selain UML jika tidak ada diagram UML yang cocok untuk tujuan tersebut (Munawar, 2005). 2.11.5 Diagram Notasi UML
Notasi adalah bahasa textual dan graphical untuk menggambar sebuah sistem dan konteksnya yang diformalisasikan secara terpisah. Tujuannya adalah untuk menyederhanakan komunikasi dan dokumentasi. Berikut ini merupakan beberapa diagram UML dan notasinya yang paling umum digunakan:
• Diagram Use Case (Use Case Diagram)
Dalam membuat sebuah sistem, langkah awal yang perlu dilakukan adalah menentukan kebutuhan. Terdapat dua jenis kebutuhan, yaitu kebutuhan fungsional dan kebutuhan non fungsional. Kebutuhan fungsional adalah kebutuhan pengguna dan stakeholder sehari-hari yang akan dimiliki oleh sistem, dimana kebutuhan ini akan digunakan oleh pengguna dan stakeholder. Sedangkan kebutuhan nonfungsional adalah kebutuhan yang memperhatikan hal-hal berikut yaitu performansi, kemudahan dalam menggunakan sistem,
kehandalan sistem, keamanan sistem, keuangan, legalitas, dan operasional (Sugiarti, 2013).
Use Case Diagram atau Diagram Use Case merupakan
pemodelan kebutuhan fungsional sistem untuk menggambarkan kelakuan (behavior) sistem yang akan dibuat. Diagram Use Case mendeskripsikan sebuah interaksi antara satu atau lebih aktor dengan sistem yang akan dibuat. Dengan pengertian yang cepat Diagram Use Case digunakan untuk mengetahui fungsi-fungsi apa saja yang ada di dalam sebuah sistem dan siapa saja yang berhak menggunakan fungsi-fungsi tersebut (Sugiarti, 2013).
Use Case adalah deskripsi fungsi dari sebuah sistem dari
perspektif pengguna. Use case bekerja dengan cara mendeskripsikan tipikal interaksi antar pengguna (user) sebuah sistem dengan sistemnya sendiri melalui sebuah cerita bagaimana sebuah sistem dipakai. Urutan langkah-langkah yang menerangkan antara pengguna dan sistem disebut skenario. Setiap skenario mendeskripsikan urutan kejadian. Setiap urutan kejadian diinisialisasi oleh orang, sistem yang lain, perangkat kerat, dan urutan waktu. Dengan demikian use case dapat dikatakan dengan rangkaian skenario yang digabungkan bersama-sama oleh tujuan umum pengguna. Pengguna biasanya disebut aktor. Aktor adalah sebuah peran yang bisa dimainkan oleh pengguna dalam interaksinya dengan sistem. Model use case adalah bagian dari model requirement (Munawar, 2005).
Berikut adalah contoh daftar simbol yang digunakan dalam membuat Use Case diagram dan contoh Use Case diagram yang menggambarkan Sistem Informasi Pembiayaan :
Tabel 2.2 : Simbol Use Case Diagram
Simbol Keterangan Actor Use case Association Extends Uses (includes) System Boundary
Gambar 2.6 : Use Case Diagram SI Pembiayaan • Diagram Aktivitas (Activity Diagram)
Activity diagram adalah teknik untuk mendeskripsikan
logika procedural, proses bisnis dan aliran kerja dalam banyak kasus. Activity diagram mempunyai peran seperti halnya flowchart, akan tetapi perbedaanya dengan flowchart adalah activity diagram biasa mendukung perilaku parallel sedangkan flowchart tidak bisa (Munawar, 2005).
Activity Diagram menggambarkan workflow (aliran kerja)
atau aktivitas dari sebuah sistem atau proses bisnis. Activity
Diagram menggambarkan aktivitas sistem bukan apa yang
dilakukan aktor, jadi aktivitas yang dilakukan oleh sistem (Sugiarti, 2013). Input Pendaftaran Permohonan Pembiayaan Verfikasi Pendafatarn Verfikasi Permohonan Log In Log Out Nasabah Customer Sertvice
Activity Diagram merupakan state khusus, dimana
sebagian state adalah action dan sebagian besar transisi di-trigger oleh selesainya state sebelumnya (internal processing). Oleh karena itu activity diagram tidak menggambarkan behavior internal sebuah sistem dan interaksi antar subsistem secara eksak, tetapi lebih menggambarkan proses-proses dan jalur-jalur aktivitas dari level atas secara umum. Sebuah aktivitas dapat direalisasikan oleh satu use case atau lebih. Aktivitas menggambarkan proses yang berjalan, sementara use case menggambarkan bagaimana aktor menggunakan sistem untuk melakukan aktivitas (Sugiarti, 2013)
Berikut ini adalah simbol-simbol dalam activity diagram beserta contoh activity diagram yang menggambarkan proses registrasi Sistem Informasi Pembiayaan :
Tabel 2.3 : Simbol Activity Diagram
Simbol Keterangan State Control Flow Initial State Final State Transition
Decision
Swimlane
act Use Case M odel
SISTEM CALON NASABAH
Mul ai
Buka Brow ser Internet
Tulis Alamat Web Panggil Halaman Web
Y/N
Tampil M enu Utama SI Pembiayaan M urabahah
Benar
Tampil Pesan Kesalahan
Pilih M enu Input Pendaftaran
Tampil Form Input Pendaftaran
Isi Form Pendaftaran
M enyimpan Tampilkan Alert T i dak Lengkap Sel esai Lengkap M engklik icon "Daftar"
Gambar 2.7 : Activity Diagram SI Pembiayaan • Diagram Sekuen (Sequence Diagram)
Sequence diagram digunakan untuk menggambarkan
perilaku pada sebuah skenario. Diagram ini menunjukan sejumlah contoh objek dan message yang diletakan di antara objek-objek ini di dalam use case.
Komponen utama sequence diagram terdiri atas objek yang dituliskan dengan kotak segiempat bernama. Message
diwakili oleh garis dengan tanda panah dan waktu yang ditunjukan dengan progress vertical (Munawar, 2005).
Diagram sequence menggambarkan kelakuan/perilaku objek pada use case dengan mendeskripsikan waktu hidup objek dan message yang dikirimkan dan diterima antar objek, oleh karena itu untuk menggambar diagram sequence maka harus diketahui objek-objek yang terlibat dalam sebuah use case beserta metode-metode yang dimiliki kelas yang diinstansiasi menjadi objek itu (Sugiarti, 2013).
Berikut ini adalah simbol-simbol Sequence Diagram dan contoh gambar Sequence Diagram registrasi Sistem Informasi Pembiayaan:
Tabel 2.4 Simbol Sequence Diagram
Simbol Keterangan
Object / Boudarary / User Interface
Control / Proses
Actor Lifeline Message Message return Activation sd Input Pendaftaran
Calon Nasabah Home Pendaftaran Form Registrasi Proses Nasabah
Registrasi()
T ampil Form Registrasi()
Input Form Registrasi()
Input Registrasi()
Save Data()
Registrasi Selesai()
• Diagram Kelas (Class Diagram)
Diagram Kelas (Class Diagram) menggambarkan struktur sistem dari segi pendefinisian kelas-kelas yang akan dibuat untuk membangun sistem. Diagram Kelas mendeskripsikan jenis-jenis objek dalam sistem dan berbagai hubungan statis yang terdapat diantara mereka. Diagram kelas juga menunjukan properti, operasi , dan batasan-batasan yang terdapat dalam hubungan-hubunganobjek tersebut. Diaram Kelas tersusun atas nama kelas, atribut dan operasi (Sugiarti, 2013).
Diagram ini menunjukan sekumpulan kelas, interface, dan kolaborasi serta hubungannya. Diagram kelas merupakan diagram paling umum dipakai di semua pemodelan berorientasi objek. Pemodelan kelas menunjukan kelas-kelas yang ada di sistem dan hubungan antar kelas-kelas itu, atribut-atribut dan operasi-operasi di kelas. Diagram kelas memiliki elemen-elemen pokok yang membentuknya, elemen-elemen tersebut adalah sebagai berikut: 1) Kelas(Class)
Kelas merupakan elemen terpenting pada sistem berorientasi objek. Kelas mendeskripsikan satu blok pembangun sistem. Kelas memiliki sejumlah fitur, kita dapat memodelkan multiplisitas, ketampakan, penanda, polimorphisme, dan karakteristik lain. Karakteristik kelas yang baik adalah:
a. Memberikan abstraksi yang tajam mengenai sesuatu yang diperoleh dari kosakata domain persoalan atau domain solusi.
b. Berisi sekumpulan tanggung jawab yang terdefinisi bagus dan kecil serta dapat dilaksanakan dengan baik.
c. Menyediakan pemisah yang jelas antara spesifikasi dan implementasi abstraksi.
d. Mudah dipahami dan sederhana sekaligus mudah diperluas dan diadaptasi.
2) Antarmuka (interface)
Antarmuka (interface) merupakan koleksi operasi yang menspesifikasikan layanan dari suatu kelas atau komponen. Antarmuka mendeskripsikan perilaku tampak secara eksternal dari elemen.
3) Kolaborasi (collaboration)
Kolaborasi merupakan pendefinisian suatu interaksi dan sekelompok peran dan elemen-elemen lain yang bekerjasama untuk menyediakan suatu perilaku kooperatif yang lebih besar dari penjumlahan seluruh elemen.
4) Hubungan
Hubungan antar kelas diagram beraneka ragam, yaitu:
a. Asosiasi, yaitu hubungan statis antar kelas, umumnya kelas
yang memiliki atribut berupa kelas lain atau kelas yang harus mengetahui eksistensi kelas lain.
b. Generalisasi, yaitu relasi ke atas berupa subkelas kepada
superkelasnya. Subkelas mampu overriding metode superkelasnya.
c. Dependency, yaitu hubungan dimana perubahan pada suatu
kelas akan mempengaruhi kelas yang lain dimana kelas yang terakhir ini bergantung pada kelas yang sebelumnya.
d. Agregasi, yaitu hubungan bagian atau bagian keseluruhan,
dimana suatu kelas mungkin bisa dibagi atau memiliki kelas lain yang merupakan bagian dari kelas sebelumnya.
Berikut adalah simbol-simbol Class Diagram dan contoh
Class Diagram yang Sistem Informasi Pembiayaan:
Tabel 2.5 Simbol Class Diagram
Simbol Keterangan Class : 1.Class Name 2.Attributes 3.Operation Association Generalization Agregation
Gambar 2.9 : Class Diagram SI Pembiayaan 2.12 Konsep Dasar Basis Data