• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil

2. Digitasi Peta Jenis Tanah

Sesuai dengan kondisi iklim di Kota Samarinda yang tergolong dalam tipe iklim tropika humida, maka jenis-jenis tanah yang terdapat di daerah inipun tergolong ke dalam tanah yang bereaksi masam. Menurut Lembaga Penelitian Tanah Bogor jenis-jenis tanah yang terdapat di Kota Samarinda, terdiri dari jenis tanah: Podsolik, Alluvial, Hidromorf, Latosol, Mediteran,

Andosol, Litosol, Regosol, dan Renzina (Anonim, 2012e

).

Berdasarkan Tabel 8 diatas, dapat dilihat bahwa jenis tanah Podsolik merupakan jenis tanah yang arealnya terluas di Samarinda dengan luas sebesar 36.172 Ha dan yang tersempit yaitu jenis tanah Mediteran yaitu seluas 229 Ha sedangkan luas jenis tanah yang lain berturut-turut adalah : jenis tanah Aluvial (6.576 Ha), jenis tanah Andosol (3.974 Ha), jenis tanah

Grumosol (2209 Ha), jenis tanah Hidromorf (4634 Ha), jenis tanah Latosol (1.715 Ha), Janis tanah Litosol (11.131 Ha), jenis tanah Regosol (850 Ha), jenis tanah Renzina (4.310 Ha). Untuk lebih jelas dapat dilihat pada Gambar 9.

3. Digitasi Peta Kelerengan Samarinda

Dari hasil digitasi peta kelerengan Samarinda, maka wilayah Kota Samarinda mayoritas berada pada 0-8 % (datar) dengan luas area 22.532 Ha. Seluas 17.635 Ha berada pada kemiringan 8-15 % (Landai), wilayah dengan kelerengan 15-25 % (agak curam) seluas 13.513 Ha, kemudian wilayah dengan kelerengan 25-45% (curam) seluas 13.028 Ha, dan yang paling sempit areanya seluas 5.092 Ha dengan kelerengan >45%. Peta hasil digitasi peta kelerengan Samarinda dapat dilihat pada Gambar 10.

17

4. Digitasi Peta Tutupan Lahan Samarinda

Dari hasil digitasi citra Landsat Path row 116/60 liputan tanggal 26 Juni 2006, terdapat 4 jenis tutupan lahan yang ada di Samarinda yaitu : vegetasi seluas 40.002 Ha, perairan seluas 2.534 Ha, perumahan seluas 12.519 Ha, dan tanah kosong seluas 13.959 Ha. Terdapat tutupan awan pada citra

Landsat Path row 116/60 seluas 2.784 Ha sehingga menyebabkan tidak adanya data/kenampakan pada bagian citra yang tertutupi tersebut. Hasil dari digitasi citra Landsat Path row 116/60 liputan tanggal 26 Juni 2006 dapat dilihat pada Gambar 11.

5. Analisa Tingkat Kerawanan Erosi Samarinda

Berdasarkan Gambar 6 dan Tabel 11 dapat dilihat bahwa tingkat kerawanan erosi yang ada di Samarinda yang paling luas berada pada tingkatan ringan yaitu seluas 28.719 Ha atau 40 % dari total luas Samarinda, selanjutnya tingkatan sedang seluas 26.879 Ha atau 37,44 %, selanjutnya tingkatan berat seluas 8.273 Ha atau 11,52 %, selanjutnya tingkatan tidak ada erosi seluas 4.266 Ha atau 5,94 %, dan tingkatan sangat berat seluas 3.663 Ha atau 5,10 % yang tersebar di seluruh kecamatan yang ada di Samarinda.

Berdasarkan gambar 6 dapat dilihat pula luas persebaran area tingkat kerawanan erosi di tiap kecamatan yaitu :

a. Kecamatan Loa Janan Ilir

Kecamatan Loa Janan Ilir memiliki semua tingkat kerawanan erosi. Tingkat kerawanan kelas erosi ringan merupakan tingkat kerawanan erosi yang paling luas yaitu seluas 1.562 Ha, sedangkan tingkat kerawanan erosi yang tersempit yaitu terdapat pada tingkat kerawanan erosi kelas berat dengan luas area 138 Ha. Untuk tingkat erosi kelas lainnya yaitu : kelas sangat ringan, kelas sangat berat, dan kelas sedang, masing-msing memiliki luas area 388 Ha, 215 Ha dan 742 Ha.

b. Kecamatan Palaran

Di kecamatan Palaran terdapat semua jenis tingkat kerawanan erosi. Kelas tingkat kerawanan erosi dari yang paling luas sampai yang paling sempit adalah : kelas ringan (5.320 Ha), kelas sedang (5.179 Ha), kelas berat (4.334 Ha), kelas sangat berat (2.667 Ha), kelas sangat ringan (2.249 Ha).

c. Kecamatan Samarinda Ilir

Tingkat kerawanan erosi di kecamatan Samarinda Ilir hanya memiliki 3 kelas tingkat kerawanan erosi yaitu : kelas ringan, kelas sedang, kelas berat dengan masing–masing luas area : 37 Ha, 352 Ha dan 132 Ha. d. Kecamatan Samarinda Kota

Kecamatan Samarinda Kota hanya memiliki 1 kelas klasifikasi tingkat kerawanan erosi yaitu kelas sedang dengan luas sama dengan luas area kecamatan Samarinda Kota itu sendiri yaitu seluas 358 Ha.

e. Kecamatan Samarinda Ulu

Di Kecamatan Samarind Ulu terdapat 4 klasifikasi tingkat kerawanan erosi, dan yang terluas terdapat pada kelas sedang seluas 3.818 Ha, sedangkan untuk wilayah tersempit tedapat pada area yang mempunyai tingkat kerawanan erosi kelas sangat berat dengan luas area 17 Ha. Untuk kelas ringan dan kelas berat, masing-masing memiliki luas area 806 Ha dan 391 Ha.

f. Kecamatan Samarinda Seberang

Kecamatan Sungai Kunjang memiliki 4 kelas klasifikasi tingkat kerawanan erosi. Klasifikasi tingkat kerawanan erosi kelas ringan merupakan tingkat kerawanan erosi yang paling luas yaitu seluas 701 Ha, sedangkan yang tersempit yaitu terdapat pada kelas sangat ringan dengan luas area 4 Ha. Untuk klasifikasi tingkat kerawanan erosi kelas berat dan kelas sedang masing-masing memilik luas area sebesar 68 Ha dan 283 Ha.

g. Kecamatan Samarinda Utara

Pada wilayah kecamatan yang paling luas di Samarinda yaitu Kecamatan Samarinda Utara hanya terdapat 2 klasifikasi tingkat kerawanan erosi yaitu : kelas kerawanan erosi ringan dan tingkat kerawanan erosi kelas sedang dengan masing- masing luas area 12.252 Ha dan 10.186 Ha.

h. Kecamatan Sambutan

Kecamatan Sambutan terdapat 4 klasifikasi tingkat kerawanan erosi, dan yang terluas terdapat pada kalsifikasi tingkat kerawanan erosi kelas ringan seluas 4.357 Ha, sedangkan untuk wilayah tersempit tedapat pada area yang mempunyai tingkat kerawanan erosi kelas berat dengan luas area 252 Ha. Untuk tingkat kerawanan erosi kelas sangat ringan dan kelas sedang, masing-masing memiliki luas area 1.925 Ha dan 2.389 Ha.

i. Kecamatan Sungai Kunjang

Kecamatan Sungai Kunjang memiliki semua tingkatan klasifikasi tingkat kerawanan erosi. Klasifikasi tingkat kerawanan erosi kelas sedang merupakan tingkat kerawanan erosi yang paling luas di kecamatan Sungai pinang yaitu seluas 3.047 Ha, sedangkan tingkat kerawanan erosi yang tersempit yaitu terdapat pada tingkat kerawanan erosi kelas sangat ringan dengan luas area 3 Ha. Untuk tingkat kerawanan erosi lainnya yaitu : kelas ringan, kelas berat, dan kelas sangat berat, masing - msing memiliki luas area 658 Ha, 2.747 Ha, 732 Ha.

j. Kecamatan Sungai Pinang

Di kecamatan Sungai Pinang terdapat 2 tingkat kerawanan erosi yaitu, tingkat kerawanan erosi kelas ringan dan kelas sedang, dengan luas area masing–masing seluas 2.709 Ha dan 778 Ha.

6. Ground Check

Berdasarkan data ground check dari 10 titik ternyata tutupan lahan yang sesuai dengan keadaan sebenarnya di lapangan adalah 7 titik. Hal tersebut dikarenakan data citra yang digunakan merupakan liputan tahun 2006. Dengan demikian dalam rentang waktu 7 tahun beberapa lokasi di Kota Samamrinda telah mengalami perubahan tutupan lahan. Apabila terdapat citra terbaru dengan kualitas memenuhi syarat untuk analisis nampaknya perlu ada penelitian yang mengarah kepada perubahan tutupan lahan selama kurun waktu tertentu.

BAB V

Dokumen terkait