• Tidak ada hasil yang ditemukan

Diklat (SDM Teknis / Non Teknis yang Telah Mengikuti Diklat)

Dalam dokumen LAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN TAHUN 2021 (Halaman 29-0)

BAB III Sumber Daya Manusia

D. Diklat (SDM Teknis / Non Teknis yang Telah Mengikuti Diklat)

D. Diklat (SDM Teknis / Non Teknis yang Telah Mengikuti Diklat)

Daftar SDM pada Pengadilan Negeri Kuala Tungkal yang mengikuti diklat pada tahun 2021 adalah sejumlah 7 (tujuh) orang dengan rincian sebagai berikut:

Tabel 29. Diklat Tahun 2021

NO NAMA DIKLAT YANG

DIIKUTI TANGGAL

1. MAIRINO SUSTRA, S.Kom. Diklat Efektifitas Pribadi 15-17 Maret 2021 2. ADRI HELVER RONIARTA, SE. Diklat PIPK 2-6 Agustus 2021

3. IRIYANTO, SH. Diklat PIPK 4-8 Oktober 2021

4. ADRI HELVER RONIARTA, SE. Diklat SAKTI 25-29 Oktober 2021 5. MAIRINO SUSTRA, S.Kom. Diklat SAKTI 25-29 Oktober 2021

6. IRIYANTO, SH. Diklat SAKTI 25-29 Oktober 2021

7. NORA, SH. Diklat SAKTI 25-29 Oktober 2021

8. LISTIONO RAHMADI, ST. Diklat SAKTI 25-29 Oktober 2021

BAB IV

PENGELOLAAN KEUANGAN, SARANA DAN PRASARANA, DAN TEKNOLOGI INFORMASI

A. PENGELOLAAN KEUANGAN

Salah satu upaya konkrit untuk mewujudkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan negara adalah penyampaian laporan pertanggungjawaban keuangan yang memenuhi prinsip-prinsip tepat waktu dan sasaran dengan mengikuti standar-standar akuntansi pemerintah yang telah diterima secara umum. Laporan pertanggungjawaban pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) disampaikan berupa laporan keuangan tentang realisasi anggaran. Pengelolaan anggaran yang dilakukan mengacu pada asas-asas pengelolaan keuangan negara tertuang dalam Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang keuangan negara.

Di lingkungan Mahkamah Agung, pengelolaan keuangan Negara didasarkan atas Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) yang diterbitkan oleh Kementerian Keuangan sebagai acuan dan gambaran berapa jumlah anggaran yang harus dibelanjakan dan berapa jumlah pendapatan yang ditargetkan dalam setahun.

Pengelolaan DIPA dilingkungan Mahkamah Agung khususnya dibagi dalam 2 kategori yaitu DIPA umum dan DIPA fungsional. DIPA umum dengan unit eselon I Badan Urusan Administrasi (01) diperuntukkan bagi kebutuhan-kebutuhan pokok satuan kerja seperti belanja rutin pegawai, belanja barang baik itu operasional maupun non operasional serta belanja modal. Sedangkan DIPA fungsional dengan unit eselon I Direktorat Jenderal Badan Peradilan Umum (03) diperuntukkan untuk pembiayaan satuan kerja dalam penyelesaian perkara sesuai dengan tugas pokok dan fungsi sebagai lembaga peradilan.

1. Realisasi Anggaran DIPA Unit Badan Urusan Administrasi (01)

Nilai pagu DIPA 01 Pengadilan Negeri Kuala Tungkal dapat dilihat pada tabel sebagai berikut:

Tabel 30. Realisasi Anggaran DIPA 01 TA. 2021

3. Belanja Barang Penanganan Pandemi 5.000.000 5.000.000 0 100

4. Belanja Modal 37.500.000 37.482.000 18.000 99,95

JUMLAH 4.520.177.000 4.240.886.033 282.249.519 93,82

2. Realisasi Anggaran DIPA Unit Ditjen Badan Peradilan Umum (03)

Nilai pagu DIPA 03 Pengadilan Negeri Kuala Tungkal dapat dilihat pada tabel sebagai berikut: meliputi kendaraan dinas, rumah dinas, dan sarana prasarana lainnya, dapat dilihat pada tabel sebagai berikut:

Station Wagon (Pajero Sport) 2012 0 1 0

Ruang Sidang Umum 3

E-Court merupakan aplikasi yang digunakan untuk memudahkan administrasi perkara dan persidangan secara elektronik, dan merupakan implementasi dari Peraturan

Mahkamah Agung RI Nomor 1 Tahun 2019 tentang Administrasi Perkara dan Persidangan di Pengadilan Secara Elektronik, yang didalamnya disebutkan pengertian administrasi perkara secara elektronik adalah serangkaian proses penerimaan gugatan/permohonan/

keberatan/bantahan/perlawanan/intervensi, penerimaan pembayaran, penyampaian panggilan/pemberitahuan, jawaban, replik, duplik, kesimpulan, penerimaan upaya hukum serta pengelolaan, penyampaian dan penyimpanan dokumen perkara perdata/ agama/ tata usaha militer/tata usaha negara dengan menggunakan sistem elektronik yang berlaku di masing-masing lingkungan peradilan, sedangkan pengertian persidangan secara elektronik adalah serangkaian proses memeriksa dan mengadili perkara oleh pengadilan yang dilaksanakan dengan dukungan teknologi informasi dan komunikasi.

Jumlah perkara yang didaftarkan di Pengadilan Negeri Kuala Tungkal melalui aplikasi e-court pada tahun 2021 dapat dilihat pada tabel berikut:

Peningkatan administrasi, transparasi, dan akuntabilitas di seluruh pengadilan di Indonesiamembutuhkan akses terhadap data yang akurat, lengkap, dan mutakhir. Hal tersebut dikarenakan datayang dimasukkan oleh setiap pengadilan dan dikelola dalam suatu sistem standar yang terotomatisasi memungkinkan Mahkamah Agung RI untuk secara efektif dan efisien mengelola sumber daya manusia,mengawasi kinerja hakim dan staf pengadilan lain, memonitor kinerja dan riwayat perkara, meningkatkan manajemen alur perkara dan alokasi sumber daya, mengurangi penundaan dantunggakan perkara,

memberikan informasi yang dibutuhkan oleh pencari keadilan, publik, dan media,dan mendukung transisi menuju sistem yang terkomputerisasi.

SIPP (Sistem Informasi Penelusuran Perkara) merupakan aplikasi berbasis web yang dikembangkan Mahkamah Agung, dan wajib digunakan oleh Pengadilan Negeri seluruh Indonesia untuk memberikan layanan informasi perkara kepada masyarakat pencari keadilan. Melalui SIPP dapat ditelusuri perjalanan perkara, mulai dari pendaftaran perkara hingga perkara putus ataupun pengajuan upaya hukum.

Direktorat Jenderal Badan Peradilan Umum membuat aplikasi Evaluasi Implementasi SIPP untuk memonitoring SIPP di Pengadilan Tingkat Pertama. Evaluasi Implementasi SIPP Pengadilan Negeri Kuala Tungkal periode Januari 2021 s.d. Desember 2021 sebesar 95,70% dapat dilihat pada gambar berikut:

Gambar 2. Screenshoot Evaluasi SIPP Tahun 2021 pada Aplikasi Monitoring

3. Persidangan Online (Teleconference)

Sehubungan dengan merebaknya wabah covid-19 (Coronavirus Disease) sejak awal tahun 2020 yang berakibat terhalangnya proses persidangan secara tatap muka di gedung kantor pengadilan, maka berdasarkan Surat Direktur Jenderal Badan Peradilan Umum Nomor 379/DJU/PS.00/3/2020 tanggal 27 Maret 2020 jo disposisi KMA 26 Maret 2020 atas memorandum Nomor 72/DJU/PS.00/3/2020 tanggal 26 Maret 2020, yang berisikan perintah untuk menyelenggarakan persidangan perkara pidana secara jarak jauh atau teleconference selama masa darurat bencana wabah penyakit akibat virus corona,

satu ruang sidang lengkap dengan sarana prasarana guna kelancaran persidangan secara online tersebut.

Berkoordinasi dengan pihak kejaksaan, rutan, dan juga kepolisian, persidangan teleconference dilakukan dengan menggunakan aplikasi Zoom berbayar, dan selama menggunakan metode persidangan teleconference tahun 2021 ini Pengadilan Negeri Kuala Tungkal telah memeriksa sebanyak 201 (dua ratus satu) perkara.

Tabel 36. Persidangan Perkara Pidana secara Teleconference Tahun 2021

No. Jenis Perkara Masuk

Tahun 2021

Sidang

Teleconference Sidang Tatap Muka PENGADILAN NEGERI KUALA TUNGKAL

1. Pidana Biasa 201 201 -

2. Pidana Anak 13 - 13

JUMLAH 199 201 13

BAB V

PENINGKATAN PELAYANAN PUBLIK

A. AKREDITASI PENJAMINAN MUTU

Mahkamah Agung Republik Indonesia dan Badan Peradilan dibawahnya senantiasa berupaya membangun citra positif peradilan melalui berbagai kebijakan pembaruan untuk mewujudkan peradilan yang agung (Court of Excellence). Kebijakan ini sebagaimana tertuang dalam dokumen Perencanaan Jangka Panjang Badan Peradilan Indonesia, yang dinamakan Cetak Biru (Blue Print) Pembaruan Peradilan Indonesia 2010-2035.

Cetak Biru ini merupakan penyempurnaan dari Cetak Biru yang diterbitkan tahun 2003, guna lebih mempertajam arah dan langkah dalam mencapai cita-cita pembaruan badan peradilan secara utuh.

Penyusunan Cetak Biru ini dengan menggunakan pendekatan kerangka pengadilan yang unggul (The Framework of Courts Excellence). Kerangka ini terdiri dari 7 (tujuh) area “Peradilan Yang Agung” yang dibagi kedalam 3 (tiga) fungsi yaitupengarah/pengendali (driver), sistem dan penggerak (system and enabler) dan hasil (result).

Sebagai fungsi pengarah adalah area Kepemimpinan dan Manajemen Pengadilan, fungsi sistem penggerak berada dalam area kebijakan-kebijakan pengadilan, sumber daya manusia, sarana-prasarana dan keuangan, penyelenggaraan persidangan, kebutuhan dan kepuasan pengguna pengadilan. Sedangkan fungsi hasil dalam area pelayanan pengadilan yang terjangkau, kepercayaan dan keyakinan masyarakat pada pengadilan

Tujuh area ini dikembangkan berdasarkan kerangka pengadilan yang agung (court excellence framework) yang merupakan kerangka pikir dan kerja bagi pengadilan yang ingin meningkatkan kinerjanya. Kerangka ini telah dikembangkan dan digunakan secara internasional.

Cetak Biru itu dipetakan bahwa permasalahan yang dihadapi Badan Peradilan antara lain: visi dan misi yang kurang dipahami sepenuhnya oleh seluruh personil Peradilan. Oleh karenanya, diperlukan perumusan visi dan misi yang baru beserta proses sosialisasi yang komprehensif dan terstruktur.

Dalam pelaksanaan fungsi teknis, masalah yang dihadapi badan-badan peradilan yang harus mendapat perhatian khusus adalah:

1. Kepastian hukum dan kualitas serta konsistensi putusan.

2. Lamanya proses berperkara. Hal ini berkaitan dengan pengeluaran biaya yang diperlukan dipengadilan menjadi sulit diprediksi.

3. Kurangnya pemahaman pencari keadilan dan pengguna pengadilan mengenai prosedur, dokumen dan persyaratan yang diperlukan.

4. Minimnya kepercayaaan masyarakat terhadap lembaga peradilan.

Sedangkan permasalahan dalam fungsi Pendukung antara lain:

1. Dalam hal pengelolaan sumber daya manusia, distribusi hakim dan aparatur peradilan yang belum merata.

2. Dalam hal pengelolaan sumber daya keuangan antara lain adalah belum adanya Standar Pelayanan yang Baku terkait dengan penerimaan dan belanja negara, dan adanya perangkapan jabatan antara jabatan struktural dengan jabatan pengelolaan keuangan.

3. Dalam hal pengelolaan sarana dan prasarana antara lain:

a. Lokasi pengadilan yang cukup sulit untuk diakses oleh masyarakat yang berasal dari pinggir kota.

b. Gedung Pengadilan yang perlu ditingkatkan kelayakannya dari sisi keamanan maupun kenyamanan.

c. Kemampuam mengelola sarana dan prasarana pengadilan belum memadai sehingga berpengaruh terhadap prestasi kerja hakim dan aparatur peradilan dan kepuasan masyarakat atas kualitas pelayanan pengadilan.

d. Akuntabilitas pengadaan barang dan jasa, serta manajemen aset negara yang perlu terus diupayakan perbaikannya.

e. Penyimpanan dan pengelolaan informasi tentang aset negara yang belum dibuat secara baik.

4. Dalam hal pengelolaan teknologi informasi :

a. Upaya untuk mengaplikasikan teknologi dalam pengelolaan informasi yang diperlukan internal organisasi maupun para pencari keadilan dan pengguna pengadilan, dimana perlunya satu kebijakan sistim pengelolaan TI yang komprehensif dan terintegrasi untuk memudahkan dan mempercepat proses pelaksanaan tugas dan fungsi disetiap unit kerja. Dengan demikian dapat diharapkan terjadinya peningkatan kualitas pelayanan informasi kepada masyarakat.

b. Transparasi peradilan hingga kini masih menjadi permasalahan yang sangat perlu diperhatikan dan dibenahi. Masyarakat masih mengeluhkan sulitnya mengakses informasi dari pengadilan. Hal ini dikarenakan masih kurangnya pemahaman pejabat peradilan mengenai pentingnya jaminan informasi bagi publik. Oleh karena itu mekanisme penyediaan dan penyimpanan informasi juga perlu terus ditingkatkan sehingga pengadilan selalu siap dalam merespon permintaan informasi.

Fungsi lain yang perlu mendapat perhatian adalah monitoring dan evaluasi serta fungsi pengawasan merupakan salah satu faktor kunci untuk mengembalikan kepercayaan publik kepada pengadilan.

Sejak tahun 2017 Pengadilan Negeri Kuala Tungkal telah memperoleh Sertifikat Akreditasi Penjaminan Mutu Badan Peradilan Umum dan sudah terakreditasi, dengan nilai A (Excellent).

B. PELAYANAN TERPADU SATU PINTU (PTSP)

Pelayanan Terpadu Satu Pintu yang biasa lebih dikenal dengan istilah PTSP merupakan jawaban dari Visi dan Misi Pengadilan Negeri Kuala Tungkal dalam hal memberikan Pelayanan Hukum yang berkeadilan kepada pencari keadilan, dimana Pengadilan Negeri Kuala Tungkal terus menerus berupaya meningkatkan pelayanan yang prima terhadap pencari keadilan.

Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) hadir sebagai jawaban terhadap kritik masyarakat terhadap Pengadilan yang dianggap tidak terbuka (transparan) dan akuntabel.

Menanggapi hal itu Direktur Jenderal Badan Peradilan Umum Dr. H. Herri Swantoro, S.H., M.H. melalui Surat Keputusan Nomor : 77/DJU/SK/HM02.3/2/2108 tertanggal 26 Februari 2018 tentang Pedoman Standar Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) pada Pengadilan Tinggi dan Pengadilan Negeri, dengan terbitnya keputusan tersebut Pengadilan Negeri Kuala Tungkal berupaya menghadirkan Pelayanan Terpadu Satu Pintu. Hal tersebut berguna untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat pencari keadilan guna mewujudkan pelayanan yang cepat, mudah, transparan, terukur, dan terjangkau.

Pada meja PTSP Pengadilan Negeri Kuala Tungkal sendiri telah menempatkan 6 (enam) orang petugas yang masing-masing memberikan pelayanan sebagai berikut:

- Pojok e-Court;

- Meja Layanan Perdata (Pelimpahan berkas perkara perdata);

- Meja Layanan Pidana (Pelimpahan berkas perkara/ Penyitaan/ Penggeledahan);

- Meja Layanan Hukum (Pengaduan/ Pembuatan Surat Keterangan);

- Meja Layanan Umum (Administrasi persuratan);

- Meja Informasi (Bagi pengunjung yang ingin mengetahui informasi persidangan);

Berikut Gambar Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Pengadilan Negeri Kuala Tungkal:

Gambar 3. Meja Petugas PTSP Pengadilan Negeri Kuala Tungkal

C. INOVASI PELAYANAN PUBLIK

Demi terwujudnya pelayanan yang prima maka setiap pengadilan harus melakukan sebuah invoasi yang dapat memudahkan masyarakat pencari keadilan dalam memperoleh informasi maupun info perkara yang sedang berjalan.

Di tahun 2021 ini Pengadilan Negeri Kuala Tungkal telah membuat beberapa inovasi yaitu:

1. ISTIMEWA

Merupakan singkatan dari Informasi Berbasis Teknologi Melalui Whatsapp. Inovasi ini berguna bagi masyarakat Kabupaten Tanjung Jabung Barat untuk mencari informasi mengenai semua layanan dari Pengadilan Negeri Kuala Tungkal cukup melalui media pesan instan pada aplikasi Whatsapp dengan nomor yang sudah disediakan.

Gambar 4. Inovasi Layanan ISTIMEWA

2. NARUTO

Merupakan singkatan dari Tuna Rungu Talking On. Inovasi ini sangat berguna bagi petugas PTSP dalam memberikan pelayanan kepada penyandang disabilitas khususnya tuna rungu.

Aplikasi berbasis android ini sangat memudahkan petugas dalam berkomunikasi dengan penyandang tuna rungu karena dapat menampilkan peraga bahasa isyarat terhadap apa yang ingin diucapkan.

Gambar 5. Inovasi Aplikasi NARUTO

3. SIKUMBANG

Aplikasi monitoring ini sangat berguna untuk melihat masa berlaku sebuah dokumen apakah masih berlaku atau sudah expired. Akan muncul notifikasi berwarna merah jika dokumen dimaksud harus diperbaharui kembali.

Gambar 6. Inovasi Aplikasi SIKUMBANG

4. POJOK KERJA

Merupakan sebuah area khusus yang dikondisikan sebagai tempat kerja bagi pengunjung berperkara demi kemudahan para pihak dalam memenuhi persyaratan dan administrasi persidangan.

Gambar 7. Inovasi Area Pojok Kerja

BAB VI PENGAWASAN

A. INTERNAL

Pengawasan merupakan salah satu fungsi pokok manajemen untuk menjaga dan mengendalikan agar tugas-tugas yang telah direncanakan dan dapat dilaksanakan dan berjalan dengan sebagaimana mestinya sesuai aturan-aturan yang berlaku. Pengawasan Internal adalah pengawasan dari dalam lingkungan peradilan yang mencakup pengawasan melekat dan pengawasan fungsional.

Pengawasan Melekat adalah serangkaian kegiatan yang bersifat pengendalian yang dilaksanakan secara terus menerus yang dilakukan oleh atasan langsung terhadap bawahannya secara prevetif dan represif agar pelaksanaan tugas berjalan secara efektif dan efesien sesuai dengan rencana kegiatan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku, sedangkan pengawasan fungsional dilakukan oleh aparat pengawsan yang khusus ditunjuk dalam hal ini dilakukan oleh Badan Pengawasan Mahkamah Agung Republik Indonesia.

Di Lingkungan Pengadilan Negeri Kuala Tungkal, pengawasan internal dilaksanakan dengan berpedoman kepada Peraturan Mahkamah Agung RI Nomor 8 Tahun 2016 tentang Pengawasan dan Pembinaan Atasan Langsung di Lingkungan Mahkamah Agung dan Badan Peradilan Di Bawahnya.

Ketua Pengadilan Negeri Kuala Tungkal selaku pimpinan senantiasa melakukan pengawasan intern yang bersifat rutin/reguler yang dalam hal ini sesuai dengan porsi kerja/kegiatan masing-masing masalah pada teknis dan non teknis. Dalam mengintensifkan fungsi pengawasan maka disusun Hakim Pegawas Bidang dengan Surat Keputusan Ketua Pengadilan Negeri Kuala Tungkal Nomor W5-U3/1342/KP.01.2/7/2021, tanggal 02 Juli 2021 tentang Penunjukan Hakim Pengawas Bidang, Humas, serta Hakim Pengawas dan Pengamat (KIMWASMAT) pada Pengadilan Negeri Kuala Tungkal, dan Surat Keputusan Ketua Pengadilan Negeri Kuala Tungkal Nomor W5-U3/1438/KP.04.1/7/2021, tanggal 12 Juli 2021 tentang Penunjukan Hakim Pengawas Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) pada Pengadilan Negeri Kuala Tungkal.

Tabel 37. Susunan Hakim Pengawas Bidang

Untuk mengukur hasil dari kinerja apakah meningkat atau menurun maka dilakukan evaluasi. Evaluasi merupakan pengukuran akan evektifitas strategi yang digunakan dalam upaya mencapai tujuan dari kinerja setiap instansi atau lembaga pemerintahan yang akan menentukan hasil telah dicapai atau yang akan dicapai.

Evaluasi Program adalah suatu cara yang membawa kepada keputusan publik dengan didasarkan kepada adanya pengetahuan mengenai masalah, keefektifan dari strategi sebelumnya dalam mengurangi permasalahan, dan observasi terhadap keefektifan program tertentu. Selain itu evaluasi program dapat diartikan sebagai suatu penilaian terhadap output program dan penilaian terhadap program yang diinginkan/tujuan.

Evaluasi program atau penelitian evaluasi antara lain bertujuan untuk:

 Perbaikan program

 Mendukung program yang sedang berjalan

 Menyelidiki/mengaudit program untuk mencari dimana letak terjadinya kesalahan jika program gagal

 Menghapuskan program jika program justru berdampak negatif

Pada Pengadilan Negeri Kuala Tungkal evaluasi dilakukan melalui pengawasan dan pembinaan oleh Hakim Pengawas Bidang. Seluruh hasil temuan dari pemeriksaan dan pengawasan yang telah dilakukan dituangkan dalam bentuk laporan tertulis dengan susunan dan format yang sistematis untuk selanjutnya dilaporkan kepada Ketua Pengadilan Negeri Kuala Tungkal.

Terhadap temuan-temuan tersebut atau hasil pengawasan yang memerlukan tindak lanjut, maka Hakim Pengawas Bidang merekomendasikan untuk menindaklanjuti hasil temuan tersebut sehingga pada tahun-tahun berikutnya dapat disusun program kerja secara cermat dan tepat serta kendala-kendala yang ada dapat diantisipasi dan terselesaikan.

Pada tahun 2021 Pengadilan Negeri Kuala Tungkal telah melakukan evaluasi atas hasil pengawasan bidang-bidang pada Pengadilan Negeri Kuala Tungkal. Adapun evaluasi tersebut berupa Kegiatan sebagai berikut :

1. Melakukan Pengawasan dan Pembinaan rutin minimal 1 kali dalam sebulan untuk mengevaluasi kinerja masing-masing bidang pada Pengadilan Negeri Kuala Tungkal.

2. Menindaklanjuti hasil temuan-temuan pengawasan bidang maupun PTSP.

3. Membuat kontrak kinerja terhadap setiap bidang sesuai dengan kesepakatan dalam kontrak kinerja dan akan diberikan sanksi.

BAB VII PENUTUP

A. KESIMPULAN

Dari uraian Laporan Pelaksanaan Kegiatan Tahun 2021 sebagaimana disampaikan di depan dapat memberikan gambaran secara umum tentang pelaksanaan kegiatan di Pengadilan Negeri Kuala Tungkal sepanjang tahun 2021 ini. Selama tahun 2021 pelaksanaan tugas pada Pengadilan Pengadilan Negeri Kuala Tungkal pada umumnya sudah terlaksana dengan baik dan sebagaimana mestinya. Hal ini dapat dilihat dari berbagai aspek yang telah dilaksanakan berkaitan dengan pengelolaan administrasi perkara, administrasi umum, dan dalam hal pembinaan dan pengawasan.

1. Penyelesaian perkara dalam tahun 2021 pada Pengadilan Negeri Kuala Tungkal sudah berjalan dengan baik.

2. Tingkat penyelesaian perkara Pengadilan Negeri Kuala Tungkal mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.

3. Pelaksaan pembinaan dan pengawasan Pengadilan Negeri Kuala Tungkal yang menyangkut seluruh aspek yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas pokok dan fungsi sudah dilaksanakan dengan baik.

4. Keterbukaan Informasi dan Pelayanan Publik telah diupayakan secara baik di Pengadilan Negeri Kuala Tungkal.

5. Pengadilan Negeri Kuala Tungkal telah terakreditasi dan menerima sertifikat ISO.

6. Pengadilan Negeri Kuala Tungkal telah berupaya menghadirkan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP). Hal tersebut berguna untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat pencari keadilan guna mewujudkan pelayanan yang cepat, mudah, transparan, terukur, dan terjangkau.

7. Pengadilan Negeri Kuala Tungkal telah menggunakan e-Court yang merupakan bagian dari upaya modernisasi dari Mahkamah Agung. Secara garis besar e-Court terdiri dari 3 layanan utama yaitu e-Filling (pendaftaran perkara), e-Payment (pembayaran panjar perkara), dan e-Summons (pemanggilan para pihak melalui saluran elektronik). Dapat diartikan e-Court merupakan aplikasi yang digunakan untuk proses pendaftaran perkara baik perkara gugatan ataupun permohonan, penyetoran biaya panjar perkara secara elektronik, dan pemanggilan para pihak secara elektronik, nantinya jika terwujud sistem e-Court tersebut proses administrasi perkara dan pelayanan pengadilan akan menjadi lebih sederhana, cepat, biaya ringan, efektif, efisien, transparan dan akuntabel.

8. Transparansi di bidang keuangan baik DIPA 01, DIPA 03, dan keuangan perkara telah berjalan dengan baik, dengan adanya laporan-laporan Pengelolaan uang perkara dan realisasi DIPA yang diupload dan dapat diakses melalui website di Pengadilan Negeri Kuala Tungkal.

Dibalik beberapa aspek yang telah dicapai tersebut, pada tahun 2021 Pengadilan Negeri Kuala Tungkal masih mengalami kendala antara lain:

1. Sumber daya manusia yang kurang mencukupi;

2. Sarana dan prasarana gedung dan fasilitas perkantoran masih kurang;

3. Gedung kantor Pengadilan Negeri Kuala Tungkal belum sesuai dengan prototype;

4. Fasilitas rumah dinas Hakim kurang, dan banyak rumah dinas yang tidak terpelihara karena tidak cukupnya anggaran rehab rumah dinas;

B. REKOMENDASI

Untuk mengatasi kendala-kendala dalam pelaksanaan tugas dan menunjang peningkatan kinerja di Pengadilan Negeri Kuala Tungkal, maka diperlukan:

1. Penambahan sumber daya manusia yang ahli dan sesuai dengan formasi yang dibutuhkan

2. Penambahan alokasi anggaran untuk belanja modal dalam upaya pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana, pembangunan gedung kantor, dan rumah dinas.

Dalam dokumen LAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN TAHUN 2021 (Halaman 29-0)

Dokumen terkait