• Tidak ada hasil yang ditemukan

DIKUMPULKAN KETIKA UTS

Dalam dokumen PEMROGRAMAN I (Halaman 53-81)

Perulangan denan label

DIKUMPULKAN KETIKA UTS

by Eko Budi Setiawan, S.Kom Halaman - 1 DIKTAT MATA KULIAH PEMROGRAMAN I

IF

BAB VII

FUNCTION

Tu j u a n

1. Menjelaskan tentang prinsip dasar fungsi

2. Menjelaskan tentang parameter formal dan parameter aktual D a s a r T e o r i

Fungsi adalah suatu bagian dari program yang dirancang untuk melaksanakan tugas tertentu dan letaknya dipisahkan dari program yang menggunakannya. Elemen utama dari program bahasa C berupa fungsi-fungsi, dalam hal ini program dari bagasa C dibentuk dari kumpulan fungsi pustaka (standar) dan fungsi yang dibuat sendiri oleh pemrogram. Fungsi banyak digunakan pada program C dengan tujuan :

a. Program menjadi terstruktur, sehingga mudah dipahami dan mudah dikembangkan. Dengan memisahkan langkah-langkah detail kesatu atau lebih fungsi-fungsi, maka fungsi utama ( main()) menjadi lebih pendek, jelas dan mudah dimengerti.

b. Dapat mengurangi pengulangan (duplikasi) kode. Langkah-langkah program yang sama dan dipakai berulang-ulang diprogram dapat dituliskan sekali saja secara terpisah dalam bentuk fungsi-fungsi. Selanjutnya bagian program yang membutuhkan langkah-langkah ini tidak perlu selalu menuliskannya, tetapi cukup memanggil fungsi-fungsi tersebut. D a s a r F u n g s i

Fungsi standar C yang mengemban tugas khusus contohnya adalah :

a.printf (), yaitu untuk menampilkan informasi atau data ke layar

b.scanf (), yaitu untuk membaca kode tombol yang diinputkan

Pada umumnya fungsi memerlukan nilai masukan atau parameter yang disebut sebagai

argumen. Nilai masukan ini akan diolah oleh fungsi. Hasil akhir fungsi berupa sebuah nilai (disebut sebagai return value atau nilai keluaran fungsi). Oleh karena itu, fungsi sering

by Eko Budi Setiawan, S.Kom Halaman - 2

Penggamabaran sebagai kotak gelap diantaranya menjelaskan bahwa bagian dalam fungsibersifat probadi bagi fungsi. Tidak ada suatu pernyataan diluar fungsi yang bisa mengakses bagian dalam fungsi, selain melalui parameter (atau varianel eksternal). Bentuk umum dari definisi sebuah fungsi adalah sebagai berikut :

tipe-keluaran-fungsi namafungsi (deklarasi argumen) {

tubuh fungsi }

Keterangan :

 tipe-keluaran-fungsi, dapat berupa salah satu tipe data C, misalnya char atau

int. Jika penentu tipe tidak disebutkan, maka dianggap bertipe int (secara default).  tubuh fungsi berisi deklarasi variabel (jika ada) dan statemen-statemen yang akan

melakukan tugas yang akan diberikan kepada fungsi yang bersangkutan. Tubuh fungsi ini ditulis didalam tanda kurung kurawal buka dan kurung kurawal tutup.

Sebuah fungsi yang sederhana bisa saja tidak mengandung parameter sama sekali dan tentu saja untuk keadaan ini deklarasi parameter juga tidak ada. Contoh :

int inisialisasi() { return(0); } inisialisasi() { return(0); }

by Eko Budi Setiawan, S.Kom Halaman - 3

Pada fungsi diatas :

 tipe keluaran fungsi tidak disebutkan, berarti keluaran fungsi bertipe int.  Inisialisasi adalah nama fungsi

 Tanda () sesudah nama fungsi menyatakan bahwa fungsi tak memiliki parameter  Tanda { dan } adalah awal dan akhir fungsi

 return(0) merupakan sebuah pernyataan dalam tubuh fungsi.

M e m b e r i k a n N i l a i K e l u a r a n F u n g s i

Suatu fungsi dibuat untuk maksud menyelesaikan tugas tertentu. Suatu fungsi dapat hanya melakukan suatu tugas saja tanpa memberikan suatu hasil keluiaran atau melakukan suatu tugas dan kemudian memberikan hasil keluaran. Fungsi yang hanya melakukan suatu tugas saja tanpa memberikan hasil keluaran misalnya adalah fungsi untuk menampilkan hasil dilayar.

Dalam tubuh fungsi, pernyataan yang digunakan untuk memberikan nilai keluaran fungsi berupa return. Sebagai contoh, pada fungsi inisialisasi() diatas terdapat pernyataan

return (0);

merupakan pernyataan untuk memberikan nilai keluaran fungsi berupa nol.

Hasil Eksekusi : x = 0

by Eko Budi Setiawan, S.Kom Halaman - 4

Program diatas sekaligus menjelaskan bahwa suatu fungsi cukup didefinisikan satu kali tetatpi bisa digunakan beberapa kali. Pada keadaan semacam ini, seandainya tubuh fungsi mengandung banyak pernyataan, maka pemakaian fungsi dapat menghindari duplikasi kode dan tentu saja menghemat penulisan program maupun kode dalam memori.

Misalnya pada saat pernyataan

x = inisialisasi ();

dijalankan, mula-mula eksekusi akan diarahkan ke fungsi inisialisasi (), selanjutnya suatu nilai keluaran (hasil fungsi) akhir fungsi diberikan ke x. Proses yang serupa, dilakukan untuk pernyataan

y = inisialisasi ();

Bagi suatu fungsi, jika suatu pernyataan return dieksekusi, maka eksekusi terhadap fungsi akan berakhir dan nilai pada parameter return akan menjadi keluaran fungsi. Untuk fungsi yang tidak memiliki pernyataan return, tanda } pada bagian akhir fungsi akan menyatakan akhir eksekusi fungsi.

Dibawah ini diberikan contoh sebuah fungsi yang mengandung dua buah pernyataan return. Fungsi digunakan untuk memperoleh nilai minimum diantara 2 buah nilai yang menjadi parameternya.

int minimum(int x, int y) { if (x < y) return(x); else return(y); }

Pada fungsi diatas terdapat dua buah parameter berupa x dan y. Oleh karena itu fungsi juga mengandung bagian untuk mendeklarasikan parameter, yang menyatakan x dan y bertipe int. Adapun penentuan nilai keluaran fungsi dilakukan pada tubuh fungsi, berupa pernyataan

if (x < y)

return(x); else

return(y);

yang menyatakan :

 jika x < y maka nilai keluaran fungsi adalah sebesar nilai x

by Eko Budi Setiawan, S.Kom Halaman - 5 F u n g s i D e n g a n K e l u a r a n B u k a n I n t e ge r

Untuk fungsi yang mempunyai keluaran bertipe bukan integer, maka fungsi haruslah didefinisikan dengan diawali tipe keluaran fungsinya (ditulis didepan nama fungsi). Sebagai contoh untuk menghasilkan nilai terkecil diantara dua buah nilai real, maka definisinya berupa :

float minimum(float x, float y) { if (x < y) return(x); else return(y); }

Perhatikan, didepan nama minimum diberikan tipe keluaran fungsi berupa float. Seluruh parameter sendiri juga didefinisikan dengan tipe float.

Khusus untuk fungsi yang dirancang tanpa memberikan nilai keluaran (melainkan hanya menjalankan suatu tugas khusus) biasa didefinisikan dengan diawali kata kunci void (didepan nama fungsi).

P r o t o t i p e F u n g s i

Prototipe fungsi digunakan untuk menjelaskan kepada kompiler mengenai :  Tipe keluaran fungsi

 Jumlah parameter

 Tipe dari masing-masing parameter

Bagi kompiler, informasi dalam prototipe akan dipakai untuk memeriksa keabsahan (validitas) parameter dalam pemanggilan fungsi. Salah satu keuntungannya adalah, kompiler akan melakukan konversi seandainya antara tipe parameter dalam fungsi dan parameter saat pemanggilan fungsi tidak sama, atau akan menunjukkan kesalahan bila jumlah parameter dalam definisi dan saar oemanggilan berbeda.

Contoh prototipe fungsi :

float jumlah (float x, float y);

atau

by Eko Budi Setiawan, S.Kom Halaman - 6

Penjelasannya adalah sebagai berikut :

Untuk fungsi yang tidak memiliki argumen (contoh program void.c), maka deklarasinya adalah :

Catatan :

 Untuk fungsi-fungsi pustaka, prototipe dari fungsi-fungsi berada di file-file judulnya (header file). Misalnya fungsi pustaka printf() dan scanf() prototipenya berada pada file dengan nama stdio.h

 Untuk fungsi pustaka pencantuman pada prototipe fungsi dapat dilakukan dengan menggunakan #include

P a r a m e t e r F o r m a l d a n P a r a m e t e r Ak t u a l

Parameter formal adalah variabel yang ada pada daftar parameter dalam definisi fungsi. Pada coontoh program diatas misalnya, maka dalam fungsi jumlah() variabel x dan y dinamakan sebagai parameter formal. Adapun parameter aktual adalah parameter (tidak selalu berupa variabel) yang dipakai dalam pemanggilan fungsi.

Pada pernyataan : x = jumlah (a,b) y = jumlah (20.1, 45.6)

by Eko Budi Setiawan, S.Kom Halaman - 7

a dan b merupakan parameter aktual dari fungsi jumlah() dalam hal ini parameter berupa variabel. Demikian juga 20.1 dan 45.6 adalah parameter aktual, dalam hal ini berupa konstanta. Bahkan bisa juga parameter aktual berupa ungkapan yang melibatkan operator, misalnya :

P e m a n g g i l a n d e n g a n N i l a i d a n P e m a n g g i l a n d e n g a n R e f e r e n s i

Pemanggilan dengan nilai (call by value) merupakan cara yang dipakai untuk seluruh fungsi buatan yang telah dibahas pada praktikum sebelumnya. Pada menanggilan dengan nilai, nilai dari parameter aktual akan disalin ke parameter formal. Dengan cara ini nilai parameter aktual tidak bisa dirubah sekalipun nilai parameter formal berubah. Untuk lebih jelasnya lihat pada fungsi tukar() pada contoh berikut ini.

/* File program : tukar1.c

Untuk melihat pengaruh pemanggilan nilai pada fungsi untuk penukaran dua data */

#include <stdio.h> void tukar (int, int); main()

{

int a = 88, b = 77;

printf("Nilai sebelum pemanggilan fungsi\n"); printf("a = %d b = %d\n", a, b);

tukar(a,b);

printf("\nNilai setelah pemanggilan fungsi\n"); printf("a = %d b = %d\n", a, b);

}

void tukar(int x, int y) {

int z; z = x; x = y; y = z;

printf("\nNilai di akhir fungsi tukar()\n"); printf("x = %d y = %d\n", x, y);

}

Tampak bahwa sekeluarnya dari pemanggilan fungsi tukar (), variabel a dan b ( yang dilewatkan ke fungsi tukar() tidak berubah, walaupun pada fungsi tukar() telah terjadi penukaran antara parameter x dan y. Mengapa hal ini bisa terjadi ? sebab x hanyalah salinan dari a dan y adalah salinan dari b. Pada saat pemanggilan fungsi, maka

by Eko Budi Setiawan, S.Kom Halaman - 8  x bernilai 88 (nilai a)

 y bernilai 77 (nilai b)

Pemanggilan dengan referensi (call by reference) merupakan upaya untuk melewatkan alamat dari suatu variabel kedalam fungsi. Cara ini dapat dipakai untuk mengubah isi suatu variabel diluar fungsi dengan pelaksanaan pengubahan dilakukan didalam fungsi. Sebagai contoh perhatikan program tukar2.c yang merupakan modifikasi dari tukar1.c. Perubahan yang pertama terletak dalam definisi fungsi, yang kini berupa

void tukar(int *px, int *py) {

int z; z = *px; *px = *py; *py = z;

printf("\nNilai di akhir fungsi tukar()\n"); printf("x = %d y = %d\n", *px, *py);

}

Adapun perubahan dalam parameter aktualnya menjadi : tukar(&a,&b); //alamat a dan alamat b

Dalam deklarasi parameter

int *px, int *py

menyatakan bahwa px dan py adalah suatu variabel pointer. Yang dimaksudkan sebagai variabel pointer adalah suatu variabel yang menunjuk ke variabel lain. Lebih jelasnya variabel pointer berisi alamat dari variabel lain.

Adapun pada pemanggilan fungsi, &a dan &b masing- asi g berarti ala at a” da

ala at b”. De ga pe a ggila seperti i i, hubu ga a tara ariabel poi ter px dan py

dengan variabel a dan b adalah seperti ditunjukkan dibawah ini. Dalam hal ini, px dikatakan menunjuk variabel a dan py menunjuk variabel b.

/* File program : tukar2.c

Untuk melihat pengaruh pemanggilan nilai pada fungsi untuk penukaran dua data */

#include <stdio.h>

void tukar (int *px, int *py); //prototype fungsi main()

{

int a= 88,b = 77;

printf("Nilai sebelum pemanggilan fungsi\n"); printf("a = %d b = %d\n", a, b);

tukar(&a,&b); //alamat a dan alamat b

by Eko Budi Setiawan, S.Kom Halaman - 9 printf("a = %d b = %d\n", a, b);

}

void tukar(int *px, int *py) {

int z; z = *px; *px = *py; *py = z;

printf("\nNilai di akhir fungsi tukar()\n"); printf("x = %d y = %d\n", *px, *py);

}

K u m p u l a n C o n t o h

//contoh fungsi dengan nilai akhir #include <stdio.h>

#include <conio.h>

int minimum(int x,int y); main () { int hasil; int a=20; int b=44; hasil=minimum(a,b);

printf("Nilai minimum = %d\n",hasil);

printf("Nilai minimum = %d\n",minimum(12,15)); }

int minimum(int x,int y) { if(x<y) return (x); else return (y); }

by Eko Budi Setiawan, S.Kom Halaman - 10 //contoh fungsi bertipe bukan integer (misal :float)

#include <stdio.h> #include <conio.h>

float minimum (float x, float y); main()

{

float hasil;

float a=20.5, b=44.5; hasil=minimum(a,b);

printf("Nilai minimum = %g\n",hasil);

printf("Nilai minimum = %g\n",minimum(3.5,2.5)); }

float minimum(float x, float y) { if (x<y) return (x); else return (y); }

//contoh fungsi bertipe void (tanpa nilai keluaran) #include <stdio.h>

void sekilas_info(); main()

{

printf("Panggil sekilas info.. \n"); sekilas_info();

}

void sekilas_info() {

printf("Ini program percobaan\n");

printf("Membuat fungsi tanpa nilai keluaran\n"); }

//contoh pemakaian prototipe fungsi #include <stdio.h>

float jumlah (float,float); //prototipe fungsi main() { int a=6; int b=3; float c; c=jumlah(a,b);

by Eko Budi Setiawan, S.Kom Halaman - 11 printf("c=a+b = %g\n",c);

printf("Hasil penjumlahan = %g\n",jumlah (20.1, 0.9)); }

float jumlah (float x,float y) {

return(x+y); }

/*contoh program menggunakan parameter formal dan aktual

menentukan apakah bilangan yang diinputkan ganjil atau genap */ #include <stdio.h>

int ganjil(int); main()

{

int a, hasil;

printf("Masukan sembarang bilangan bulat : "); scanf("%d", &a);

hasil=ganjil(a); if(hasil==0)

printf("Bilangan tersebut genap\n"); else if(hasil==1)

printf("Bilangan tersebut ganjil\n"); }

int ganjil (int x) { if(x%2 == 0) return (0); else return (1); }

by Eko Budi Setiawan, S.Kom Halaman - 1 DIKTAT MATA KULIAH PEMROGRAMAN I

IF

BAB VII

ARRAY

Tujuan

1. Memahami array berdimensi satu 2. Memahami array berdimensi dua

Pengerti an Arr ay

Array merupakan kumpulan dari nilai-nilai data yang bertipe sama dalam urutan tertentu yang menggunakan nama yang sama. Letak atau posisi dari elemen array ditunjukkan oleh suatu index. Dilihat dari dimensinya array dapat dibagi menjadi array dimensi satu, array dimensi dua dan array multidimensi.

Contoh kasus : Suatu universitas ingin mendata nilai mahasiswa disuatu kelas dengan banyak mahasiswa 10 orang. Dari semua nilai yang telah dimasukkan tersebut ingin ditampilkan kembali dan dicari nilai rata-ratanya. Untuk membuat program dengan ketentuan diatas, ada beberapa cara untuk memecahkannya :

by Eko Budi Setiawan, S.Kom Halaman - 2

Dengan menggunakan cara diatas, sebenarnya programnya telah mencukupi, tetapi jika nilai yang akan diolah menjadi lebih banyak, maka pendekarasian variabel n harus dilakukan sebanyak yang diperlukan. Jadi jika data yang akan diolah sebanyak 100 buah, maka pendeklarasian dan pembacaan datanya pun dilakukan sebanyak 100 kali. Termasuk rumus perhitungan total pun menjadi berubah. Pemrograman diatas sebenarnya sederhana tetapi bisa sangat merepotkan.

Array 1 Dimensi

Solusi kedua dari kasus diatas adalah dengan menggunakan array. Array adalah suatu variabel yang dapat menampung lebih dari satu data dengan tipe data yang sama dan dibedakan berdasarkan nomor indexnya. Dalam Bahasa C, array selalu dimulai dari index ke-0 (nol).

Contoh deklarasi array :

int N[10];

Deklarasi diatas berarti pendeklarasian variabel array bernama N yang mempunyai elemen sebanyak 10 buah dengan index dimulai dengan nomor 0 sampai 9. Dalam memori deklarasi tersebut dapat digambarkan seperti berikut :

Untuk memasukan suatu elemen data dalam array, perintah yang dilakukan ditulis seperti pembacaan data variabel biasa hanya perbedaanya harus ditulis untuk index ke berapa.

Deklarasi Array

tipe nama_var[ukuran];

dimana :

tipe = menyatakan jenis elemen array (ex. char, int) ukuran = menyatakan jumlah maksimal elemen array

Contoh lain : int nilai [5];

by Eko Budi Setiawan, S.Kom Halaman - 3

Pengaksesan elemen array :

nama_var[index]; contoh : nilai[0] = 34; nilai[1] = 56; nilai[2] = 63; nilai[3] = 77; nilai[4] = 98 Cara lain : int nilai[5] = {34, 56, 63, 77, 98};

scanf (“%d”,&nilai[3]); input nilai dari keyboard Contoh Array dimensi satu

#include <stdio.h> void main()

{

int i, nilai[5];

//pengisian elemen array

nilai [0] = 34

nilai [1] = 56

nilai [2] = 63

nilai [3] = 77

nilai [4] = 98

// menampilkan data kelayar for (i=0; i<5;i++)

printf (“%d\n”, nilai[i]); }

Contoh mengisi array dengan scanf #include <stdio.h> void main() { int i; int nilai[5]; printf(“inputan data\n”); // pengisian elemen array for (i=0l i<5; i++)

scanf(“%d”, &nilai[i]); // menampilkan data ke layar printf (“\n Output Data\n”); for (i=0;i<5;i++)

printf(“%d\n”, nilai[i]); }

by Eko Budi Setiawan, S.Kom Halaman - 4

Karena nomor elemen array bisa diisi dengan variabel, berarti kita bisa melakukan perulangan (loop) untuk melakukan pembacaan data dari elemen pertama sampai elemen terakhir. Untuk lebih jelas, bisa dilihat pada program dibawah ini.

Array 2 Dimens i

Array 2 dimensi biasanya digunakan untuk menyimpan data matriks. Array 2 dimensi terdiri dari index baris dan kolom. Bentuk array 2 dimensi biasanya dapat berupa matriks atau tabel.

Pendeklarasian array 2 dimensi adalah :

tipe_array nama_array[baris][kolom];

Contoh :

by Eko Budi Setiawan, S.Kom Halaman - 5

Cara pengaksesan array :

Contoh lain :

int matrik[5][5];

Perintah diatas akan membuat sebuah array 2 dimensi yang jika digambarkan adalah sebagai berikut :

Cara pengaksesan elemen array 2 dimensi dapat dilihat pada contoh dibawah ini : mat [0][0] = 7

printf (“Masukan data : “);scanf(%d”,&mat[2][1]);

printf(“Data yang dimasukan : %d\n”,mat[2][1]);

Keterangan :

- Baris pertama adalah mengisikan nilai 7 ke array mat pada baris 0 kolom 0

- Baris kedua adalah perintah untuk membaca data elemen matrik pada baris 2 kolom ke 1

by Eko Budi Setiawan, S.Kom Halaman - 6

- Baris ketiga adalah perintah untuk menampilkan data elemen matrik/array pada baris 2 dan kolom ke 1

Seperti array berdimensi satu, array berdimensi dua juga bisa diinisialisasi. Contoh deklarasi :

int nilai[2][3] = {{24,63,91}, {13,25,68}};

Atau

int nilai2[2][3] = { 24,63,91,13,25,98};

Contoh array 2 dimensi

// menampilkan data setiap baris dan kolom tertentu #include <stdio.h>

void main() {

int baris, kolom; int bil[2][5] = {

{1,2,35,7,10}, {6,7,4,1,0} };

for (baris=0; baris<2; baris++)

for (kolom=0; kolom<5; kolom++)

printf("Data [%d,%d] = %d\n", baris, kolom, bil[baris][kolom]);

}

by Eko Budi Setiawan, S.Kom Halaman - 7

Diketahui data kelulusan sebuag tempat kursus seperti dibawah ini

Carilah berapa banyak kelulusan program BASIC untuk tahun 1987 Jawab :

Elemen array yang dicari adalah data_lulus[2][2];

// Data kelulusan sebuah tempat kursus #include <stdio.h>

main() {

int tahun, kode_program;

int data_lulus[4][3]= {{80,540,1032},{15,83,301}, {8,12,15},{10,129,257}};

printf("Masukan tahun dari data yang ingin diketahui (1986..1988): ");scanf("%d",&tahun);

printf("\nMasukan kode program kursus : "); printf("1=INTRO, 2=BASIC, 3=COBOL, 4=DBASE"); scanf("%d",&kode_program);

printf("Total kelulusan = %d\n", data_lulus[kode_program- 1][tahun-1986]);

by Eko Budi Setiawan, S.Kom Halaman - 8

by Eko Budi Setiawan, S.Kom Halaman - 9

by Eko Budi Setiawan, S.Kom Halaman - 11 Contoh lain //Contoh pertama #include "conio.h" #include "stdio.h" #define maks 3 main() {

int mat [maks][maks]; int b,k; int jumlah,jumlah1; for(b=0;b<maks;b++) { for (k=0;k<maks;k++) { gotoxy(k*5+1,b+1);scanf("%d",&mat[b][k]); } } for(b=0;b<maks;b++) { jumlah=0; for(k=0;k<maks;k++) { jumlah=jumlah+mat[b][k]; } gotoxy(k*5+1,b+1);printf("| %d",jumlah); } printf("\n"); gotoxy(maks-2,maks+1);printf("---\n"); for(k=0;k<maks;k++) { jumlah1=0; for(b=0;b<maks;b++) { jumlah1=jumlah1+mat[b][k]; } gotoxy(k*5+1,b+2); printf("%d",jumlah1); } getch(); return 0; }

by Eko Budi Setiawan, S.Kom Halaman - 1 DIKTAT MATA KULIAH PEMROGRAMAN I

IF

BAB XI

POINTER

Tujuan

1. Menjelaskan tentang konsep dari variabel pointer 2. Menjelaskan tentang pointer array

3. Menjelaskan tentang pointer string

4. Menjelaskan tentang pointer dalam fungsi

Pendahuluan

Pointer adalah sebuah variabel yang isi datanya adalah alamat memori atau variabel lain. Sehingga pointer dapat juga disebut sebagai variabel alamat (address variable).

1. Deklarasi Variabel Pointer

Suatu variable pointer dideklarasikan sebagai berikut :

Tipe_data yg Nama variabel pointer

ditunjuk pointer

Agar suatu pointer menunjuk ke variabel lain, mula-mula pointer harus diisi dengan alamat dari variabel yang ditunjuk. Untuk menyatakan alamat dari suatu variabel, digunaan operator & didepan nama variabel. Contoh, jika x adalah variabel bertipe int, maka pointer px yang berisi alamat dari variabel x ditulis sebagai :

px = &x

Untuk mengakses isi dari suatu variabel melalui pointer, perlu dinyatakan dulu penunjukkan alamat dari variabel tersebut. Dua pernyataan dibawah ini menunjukkan bahwa nilai y adalah sama dengan nilai x.

px=&x  pointer px berisi alamat dari variabel x

y= *px  variabel y berisi nilai yang ditunjuk oleh pointer px tipe_data *nama_variabel;

by Eko Budi Setiawan, S.Kom Halaman - 2

Antara tipe pointer dan tipe obyek yang akan ditunjuk oleh pointer haruslah sejenis. Jika tidak sejenis akan menimbulkan kesalahan. Contoh :

int x;  x adalah obyek

int *px;  px adalah pointer yang menunjuk obyek x 2. Pointer dan Array

Pointer dan array dalam C mempunyai hubungan yang sangat erat. Sebab sesungguhnya array secara internal akan diterjemahkan kedalam bentuk pointer. Contoh :

int tgl_lahir[3]={16,10,1993};  array tgl_lahir dengan panjang 3

int *ptgl;  pointer ptgl

Jika dilanjutkan dengan instruksi

ptgl = &tgl_lahir[0];

maka pointer ptgl berisi alamat dari array tgl_lahir yang ke 0 (alamat pertama dari array tlg_lahir). Jika ingin menampilkan seluruh elemen array tgl_lahir, instruksi yang biasa dilakukan adalah berupa :

for (i=0;i<3;i++)

printf(“%d”,tgl_lahir[i]);

Instruksi diatas, jika menggunakan pointer dapat dirubah menjadi : ptgl=tgl_lahir;

for(i=0;i<3;i++)

printf(“%d”,*(ptgl+i));

Dimana : tgl_lahir[i] dapat diganti dengan variable pointer *(ptgl+i)

3. Pointer dan Array

Seperti halnya array, hubungan pointer dengan string juga dekat. Jika sebuah instruksi dinyatakan sebagai berikut :

char *pkota = ”SEMARANG”; Instruksi di atas diartikan sebagai :

- Kompiler akan mengalokasikan variabel pkota sebagai variabel pointer yang akan menunjuk ke obyek bertipe char da e e patka ko sta ta ”“EMARANG” dala suatu memori.

by Eko Budi Setiawan, S.Kom Halaman - 3

4. Pointer dan Fungsi

void naikkan_nilai(int *x, int *y) {

*x = *x+2; *y= *y+2; }

Fungsi diatas dimaksudkan agar jika dipanggil, variabel yang berkaitan dengan parameter aktual dapat diubah nilainya. Pemanggilannya dapat berupa :

naikkan_nilai(&a, &b);

Variabel a dan b harus diawali dengan operator & yang menyatakan sebagai alamat variabel, karena parameter fungsinya berupa pointer.

Contoh :

1. Mengakses isi suatu variabel melalui pointer #include <stdio.h>

main() {

int y, x = 87; /* x & y bertipe int */ int *px;

/* var pointer yg menunjuk ke data yang bertipe int */ px = &x; /* px diisi dgn alamat dari variabel x */ y = *px; /* y diisi dgn nilai yang ditunjuk oleh px */ printf("Alamat x = %p\n", &x);

printf("Isi px = %p\n", px); printf("Isi x = %d\n", x);

printf("Nilai yang ditunjuk oleh px = %d\n", *px); printf("Nilai y = %d\n", y);

by Eko Budi Setiawan, S.Kom Halaman - 4

2. Mengubah isi suatu variabel melalui pointer #include <stdio.h> main() { float d, *pd; d=54.5; printf("Isi d mula-mula = %g\n", d); pd = &d; *pd = *pd+10; printf("Isi d sekarang = %g\n", d); }

3. Pointer dan Array

#include<stdio.h> main()

{

int tgl_lahir[]={16,10,1993}; int *ptgl;

ptgl=tgl_lahir; /*berisi alamat arry */

printf("Nilai yang ditunjuk oleh ptgl = %d\n",*ptgl); printf("Nilai dari tgl_lahir[0] = %d\n",tgl_lahir[0]); }

4. Menampilkan seluruh elemen array #include<stdio.h>

main() {

int tgl_lahir[]={16,10,1993}; int *ptgl,i;

ptgl=tgl_lahir; /*berisi alamat arry */ for(i=0;i<3;i++)

printf("Isi array ke- %d = %d\n",i,*(ptgl+i)); }

by Eko Budi Setiawan, S.Kom Halaman - 5

5. Pointer dan String #include<stdio.h> main() { char *nama1="HERCULES"; char *nama2="SUPERMAN"; char *namax; puts("MULA_MULA"); printf("nama1 --> %s\n",nama1); printf("nama2 --> %s\n",nama2); namax=nama1; nama1=nama2; nama2=namax; puts("SEKARANG"); printf("nama1 --> %s\n",nama1); printf("nama2 --> %s\n",nama2); }

6. Pointer sebagai Parameter Fungsi #include<stdio.h>

void naikkan_nilai(int *x, int *y); main() { int a=3, b=7; printf("Awal a= %d, b= %d\n",a,b); naikkan_nilai(&a,&b); printf("Akhir a= %d, b= %d\n",a,b); }

void naikkan_nilai(int *x, int *y) {

*x = *x+2; *y = *y+2; }

by Eko Budi Setiawan, S.Kom Halaman - 1 DIKTAT MATA KULIAH PEMROGRAMAN I

IF

BAB XII

FILE

Dalam dokumen PEMROGRAMAN I (Halaman 53-81)

Dokumen terkait