BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
2.4 Konsep Dasar Caring
2.4.4 Dimensi Caring
Lima dimensi yang mendasari konsep Caring, yaitu (Swanson, 1991, 1993, 1999, dalam Alligood, 2010)
1. Maintaning belief
Maintaining belief merupakan kepekaan diri terhadap harapan yang
dinginkan oleh orang lain atau membangun harapan. Indikator yang terdapat pada kepekaan diri, yaitu:
1) Selalu mempunyai rasa diri yang tinggi
2) Mempertahankan perilaku yang siap memberikan harapan bagi orang lain lain
3) Selalu berfikir realistis
4) Selalu berada disisi klien dan síap memberikan bantuan
Tujuan dari maintaining belief adałah memungkinkan orang lain terbantu dalam batas-batas kehidupan sehingga mampu menemukan makna dan mempertahankan sikap yang penuh harapan, karena memelihara dan mempertahankan keyakinan nilai hidup seseorang adalah dasar Caring dalam praktik keperawatan. Subdimensi maintaining belief, yaitu:
1) Believing in artinya perawat menanggapi apa yang klien rasakan dan
percaya bahwa perasaan-perasaan tersebut bisa terjadi dan wajar terjadi pada siapapun yang sedang dalam masa transisi.
2) Offering a hope-filled attitude artinya menunjukkan perilaku jika perawat sepenuhnya memang peduli terhadap masalah yang dialami klien dengan sikap tubuh, kontak mata, dan intonasi bicara perawat.
3) Maintaining realistic otimism artinya menjaga dan menunjukkan
optimisme perawat dan harapan terhadap apa yang menimpa klien secara realistis dan berusaha mempengaruhi agar klien mempunyai optimisme dan harapan yang sama.
4) Helping to find meaning artinya membantu klien menemukan makna
akan masaiah yang terjadi sehingga klien perlahan-lahan menerima bahwa setiap orang dapat mengalami apa yang dialami klien.
5) Going the distance (menjaga jarak) semakin jauh menjalin hubungan
dengan tetap menjaga hubungan sebagai perawat-klien yang tujuan akhir dalam tahap ini adalah kepercayaan ktien sepenuhnya terhadap perawat, tanggung jawab dan Caring secara total oleh perawat kepada klien
2. Knowing
Knowing adalah mengetahui praktik keperawatan harus mengetahui arti dan kejadian kehidupan, fenomena-fenomena yang terjadi, proses pikir yang berfokus pada perhatian atau empati, dan selalu berusaha menambah pengetahuan. Perawat diharapkan berjuang untuk memahami peristiwa yang memiliki makna dalam kehidupan klien. Knowing adalah memahami pengalaman hidup klien dengan mengesampingkan asumsi perawat dalam mengetahui kebutuhan klien, mengenali informasi klien secara detail,
sensitif terhadap petunjuk verbal dan nonverbal, fokus pada satu tujuan keperawatan serta melibatkan orang yang memberi asuhan dan orang yang diberi asuhan serta menyamakan persepsi antara perawat dan klien.
Subdimensi knowing adalah :
1) Avoiding assumptions (menghindari asumsi)
2) Assessing throughh (melakukan pengkaran menyeluruh meliputi bio
psiko, sosial, spiritual dan kultural)
3) Seeking clues (menggali informasi secara mendalam)
4) Centering on the one cared for (berfokus pada klien dalam melakukan
asuhan keperawatan)
3. Being with
Being with adalah keberadaan atau kehadiran, tidak hanya secara fisik,
tetapi juga komunikasi, berbagi perasaan tanpa beban dan secara emosional bersamal dengan klion menawarkan dukungan, kenyamanan, pemantauan, dan mengurangi intensitas perasaan tanpa ada batasan penghalang dalam hal ini dapat diharapkan merasakan sesuatu yang ada disekelilingnya, bekerja dengan sepenuh hati atau ikhlas.
Subdimensi :
1) Non burdening adalah perawat bekerjasama dengan klien tanpa
memaksa kehendak kepada klien dalam melakukan tindakan keperawatan.
2) Convering availability adalah menunjukkan kesediaan perawat dalam membantu klien dalam memfasilitasi klien untuk mencapai tahap kesejahteraan/well being
3) Enduring with mempunyai arti bersama-sama berkomitmen dan
berusaha dengan klien dalam meningkatkan kesehatan klien
4) Sharing feelings mempunyai arti berbagi pengalaman bersama klien
yang berkaitan dengan usaha peningkatan kesehatan klien.
4. Doing for
Doing for adalah melakukan tindakan atas mengerjakan suatu
keterampilan yang herhubungan dengan praktik keperawatan. Praktik keperawatan didasarkan pada evidence based atau berdasarkan data yang ada untuk mengantisipasi kebutuhan dan kenyamanan klien serta mencegah kejadian yang tidak dinginkan dengan cara meningkatkan kedisiplinan dan ketelitian.
Subdimensi :
1) Comforting mempunyai arti memberikan kenyamanan yaitu dalam
melakukan tindakan keperawatan dilakukan dengan memberikan kenyamanan pala klien dan menjaga kerahasiaan klien
2) Performing competenly berarti menunjukkan Keterampilan yaitu
perawat tidak hanya berkomunikasi dan memberikan kenyamanan dalam tindakan, perawat juga menunjukkan kompetensi atau kemampuan sebagai perawat profesional.
3) Preserving dignity berarti menjaga martabat klien yaitu perawat menjaga martabat klien sebagai individu atau memanusiakan manusia
4) Anticipating berarti mengantisipasi yaitu perawat dalam melakukan
tindakan selalu meminta persetujuan klien dan keluarga
5) Protecting berarti melindungi, yaitu perawat melindungi hak-hak klien
dalam memberikan asuhan keperawatan dan tindakan medis.
5. Enabling
Enabling adalah faktor pemungkin berupa empowerment atau
pemberdayaan, dimana perawat memfasilitasi perubahan hidup dan kejadian yang tidak familiar yang dirasakan oleh klien, seperti memfokuskan pada kejadian yang dialami, memberi informasi dengan komunikasi yang baik, mencoba cara penyelesaian masalah, memberi dukungan, memvalidasi perasaan klien, memperbaharui alternatif tindakan yang dapat diberikan, berpikir positif serta mampu memberikan umpan balik kepada klien pada saat berkomunikasi. Pola pikir melalui masalah dan menghasilkan alternatif pemecahan masalah sehingga meningkatkan penyembuhan klien atau klien mampu melakukan tindakan yang tidak biasa dia lakukan dengan cara memberikan dukungan, menvaidasi perasaan dan memberikan umpan balik (feed back)
Subdimensi:
1) Validating (memvalidasi) mempunyai arti perawat memvalidasi
2) Informing (memberikan informasi) berarti perawat memberikan informasi yang berkaitan dengan peningkatan kesehatan klien dalam rangka memberdayakan klien dan keluarga klien.
3) Supporting (mendukung) mempunyai arti perawat memberikan
dukungan kepada klien dalam mencapai kesejahteraan sesuai kapasitas sebagai perawat
4) Feedback (memberikan umpan balik) mempunyai arti perawat
memberikan umpan balik terhadap apa yang dilakukan olch klien dalam mencapai kesembuhan
5) Helping patients to focus generate alternatives (membantu klien untuk
fokus dan membuat alternatif) mempunyai arti perawat menolong klien untuk selalu fokus dan terlibat dalam tindakan keperawatan maupan tindakan medis (Potter & Perry, 2009)
Caring dapat dintegrasikan dengan asuhan keperawatan dalam membuat asuhan keperawatan. Pengkajian berkaitan erat dengan knowing dan being with diagnosa dan intervensi berkaitan erat dengan enabling dan mainteining belief an
evsluasi berkaitan dengan doing for.
Tabel 2.3. Asuhan keperawatan dan pelaksanaan Caring Swanson
Asuhan keperawatan Caring Swanson
Pengkajian Knowing dan being with
Diagnosa Doing for
Intervensi Doing for
Implementasi Enabling dan maintaining belief
Evaluasi Doing for