• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN TEOR

3. Dimensi-dimensi dalam Konsep Diri

Fitts (Hendriati Agustriani, 2006: 139-132) membagi dimensi konsep diri

menjadi dua dimensi yaitu dimensi internal dan dimensi eksternal. Adapun

penjelasan dari kedua dimensi tersebut adalah sebagai berikut:

a. Dimensi Internal

Penilaian yang dilakukan oleh individu terhadap dirinya sendiri

berdasarkan pengamatan dan penilaian. Dimensi internal terdiri dari

tiga bentuk yaitu:

1) Diri Identitas (identity self)

Diri identitas merupakan aspek paling dasar dari konsep diri dengan ciri mengacu pada pertanyaan “Siapa saya?”. Dalam diri identitas terdapat label dan simbol yang yang

misalnya “Saya Nita”. Dengan bertambahnya usia semakin bertambah pula pengalaman-pengalaman individu yang

memicu bertambahnya pengetahuan individu tentag dirinya.

Sehingga individu dapat melengkapi identitas dirinya dengan

berbagai macam keterangan lain yang lebih kompleks, seperti “Saya pintar dalam akademis tetapi kurang dalam bidang seni”. 2) Diri Pelaku (behacioral self)

Diri pelaku merupakan persepsi individu terhadap tingkah lakunya.

Hal ini berkaitan dengan “apa yang dilakukan oleh diri”. Diri pelaku berkaitan erat dengan diri identitas karena diri yang kuat

akan menunjukkan adanya keserasian antara diri identitas dan

diri pelaku sehingga individu dapat menerima dan mengenali

diri sebagai identitas atau sebagai pelaku.

3) Diri Penerima atau Penilai (judging)

Kedudukan penilai adalah sebagai perantara antara diri identitas

dan diri pelaku yang berfugsi sebagai pengamat, penentu

standar, dan evaluator. Manusia cenderung menilai sejauh

mana hal-hal yang dipersepsikan memuaskan bagi dirinya.

Sehingga simbol atau label yang diberikan terhadap dirinya

bukan hanya untuk menggambarkan dirinya tetapi juga unruk

syarat dengan nilai-nilai yang diikutinya. Penilaian berperan

juga untuk menentukan tindakan yang akan dilakukan atau

b. Dimensi Eksternal

Dimensi eksternal adalah penilaian diri sendiri melalui dengan

adanya interaksi sosial, hubungan sosial, aktivitas sosial, dan hal-hal

lain yang berada di luar dirinya. Dimensi eksternal yang bersifat umum

dibedakan menjadi lima bentuk, yaitu:

1) Diri Fisik (physical self)

Diri fisik merupakan persepsi individu terhadap keadaan fisik

dirinya. Hal ini terlihat dengan persepsi individu mengenai

kesehatan, penampilan, dan keadaan tubuh individu.

2) Diri Etik-Moral (moral-etchical self)

Diri etik-moral merupakan persepsi seseorang tentang dirinya

ditinjau dari pertimbangan nilai moral dan etika. Berkaitan

dengan hubungan individu dengan Tuhannya, rasa puas

seseorang pada kehidupan keagamaannya, nilai-nilai moral

yang dianut berkenaan dengan apa yang baik dan yang jahat.

3) Diri Pribadi (personal self)

Diri pribadi merupakan perasaan individu terhadap keadaan

pribadinya. Diri pribadi terlepas dari kondisi fisik atau

hubungan dengan orang lain tetapi dipengaruhi oleh sejauh

mana ia sebagai individu merasa puas dan kuat sebagai pribadi.

4) Diri Keluarga (family self)

Diri keluarga menunjukkan perasaan dan harga diri individu

jauh perasaan individu sebagai anggota keluarga dan terhadap

peran maupun fungsi yang dijalankannya selaku anggota

keluarga.

5) Diri Sosial (Social self)

Diri sosial merupakan penilaian individu terhadap dirinya

dalam berinteraksi dengan orang lain dan lingkungannya.

Berdasarkan pendapat tersebut dimensi-dimensi konsep diri terdiri dari dua

dimensi yaitu dimensi internal dan ekstenal yang digunakan individu untuk

melihat dirinya sebagai pribadi. Dimensi internal dan ekternal memiliki

perananya masing-masing untuk menentukan bagaimana diri individu

membentuk konsep dirinya sebagai seorang pribadi yang utuh. Pada

bagiannya dimensi internal dan eksternal harus saling berkaitan erat dan

menjadi kesatuan yang utuh untuk memberikan penilaian diri yang baik

dimata diri sendiri dan orang lain.

Sedangkan menurut Calhoun dan Acocela (1990: 67-71) mengungkapkan

bahwa konsep diri terdiri dari 3 dimesi yaitu:

a. Pengetahuan

Bagaimana individu mengetahui dirinya sendiri. Dalam diri individu

terdapat gambaran yang menunjukkan bagaimana diri idividu itu sendiri.

Gambaran-gambaran yang muncul dalam diri individu menunjukkan satu

daftar sebagai dasar diri inidiviu seperti, usia, jenis kelamin, kebangsaan,

suku, pekerjaan, dan lain sebagainya. Gambaran-gambaran dasar tersebut

dapat menempatkan diri individu tersebut dalam kelompok sosial, kelompok

umur, kelompok suku bangsa, dan sebagainya. Individu juga mengidentifikasi

dirinya dengan kelompok sosial yang lain sehingga menambah daftar julukan

diri individu seperti kelas menengah ke atas, kelas menengah ke bawah,

anggota kelompok wanita, dan lain sebagainya. Julukan-julukan yang muncul

akibat dari adanya kelompok sosial dapat diganti setiap saat, tetapi sepanjang

individu mengidentifikasi dengan suatu kelompok, kelompok tersebut

memberikan individu sejumlah informasi lain yang dapat dimasukkan dalam

potret diri mental individu.

Akhirnya dalam membandingkan diri individu dengan anggota kelompok

lain, maka idividu akan menjuluki diri individu sendiri dengan istilah-istilah

kualitas. Individu akan mengaktegorikan diri dengan membandingkan dengan

orang lain misalnya sebagai seorang yang spontan atau hati-hati, baik hati

atau egois, tenang atu bertempramesn tinggi, tergantung atau mandiri.

Julukan yang muncul dalam diri individu tersebut tidaklah permanen tapi

dapat diubah sesuai dengan tingkah laku individu atau kelompok pembanding

diri individu tersebut.

b. Harapan

Individu telah memiliki pengetahuan tentang dirinya sendiri saat ini tetapi

juga terdapat satu paandangan lain mengenai menjadi apa dirinya dimasa

depan. Individu memiliki pengharapan bagi dirinya sendiri. Pengharapan

Diri ideal yang dimiliki oleh masing-masing individu berbeda-beda. Seseorang

mungkin melihat masa depan dirinya yang sangat bagus dengan gelar

pendidikan atau mungkin diri ideal orang lainnya di masa depan mungkin

seorang orang rumahan. Apapun harapan dan tujuan individu akan

membangkitkan kekuatan yang mendorong individu menuju masa depan dan

memandu kegiatan inidividu dalam perjalanan hidupnya.

c. Penilaian

Penilaian terhadap diri individu sendiri. Individu berkedudukan sebagai

penilai tentang dirinya sendiri setiap hari, mengukur apakah idividu bertentangan dengan “saya dapat menjadi apa” yaitu pengharapan dirinya sendiri dan “saya seharusnya menjadi apa” yaitu standar bagi diri individu sendiri. Hasil pengukuran tersebut disebut rasa harga diri, berarti seberapa

besar individu menyukai dirinya sendiri. Semakin besar ketidaksesuaian

antara gambaran individu tentang siapa dirinya dan gambaran tentang

seharusnya kita menjadi apa atau dapat menjadi apa akan semakin rendah rasa

harga diri.

Individu yang hidup sesuai dengan standar dan harapan untuk dirinya sendiri

yang menyukai siapa dirinya apa yang sedang dikerjakan, akan kemana

dirinya, apa yang sedang dikerjakan maka akan memiliki rasa harga diri yang

tinggi. Jika sebaliknya orang yang terlalu jauh dari standar dan harapan akan

memiliki rasa harga diri yang rendah.

Jadi pendapat tersebut menekankan pada pengetahuan individu mengenai

idividu sendiri. Pendapat ini menelaskan bagaimana pengeahuan, penilaian,

dan harapan individu sangat penting untuk memperkat atau memerkokoh

konsep diri individu.

Sama seperti dengan pendapat di atas dengan mengunakan istiah berbeda,

Tim Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling Provinsi DKI Jakarta

(2010: 2) meyebutkan bahwa terdapat tiga dimensi tama dari konsep diri

yaitu:

a. Pengetahuan tentang siapa dirinya

Sejauh mana seseorang tahu tentang ciri dan karateristik yang dimiliki oleh

diri individu terebut, baik secara fisik ataupun psikis.

b. Ekspektasi diri

Sejumlah harapan dan hal yang diinginkan oleh diri individu tersebut.

Sejumlah harapan tersebut disebut dengan diri ideal.

c. Penilaian terhadap diri sendiri

Bagaimana individu memandang, mengukur, menilai, dan menempatkan

diri.

Berdasarkan pendapat beberapa ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa

konsep diri terbagi dalam dimensi internal dan dimensi eksternal,

pengetahuan, harapan, penilaian, pengetahuan tentang siapa dirinya,

ekspektasi diri, dan penilaian terhadap diri sendiri. Dimensi internal terbagi

dalam bentuk diri identitas, diri perilaku, dan diri penerimaan. Sedangkan

dimensi eksternal terbagi dalam bentuk diri fisik, diri etik-moral, diri pribadi,

Dokumen terkait