BAB IV ANALISIS DATA
C. Dimensi-dimensi Komunikasi Dalam Kehidupan
Sebagai Peningkatan Kinerja.
1. Komunikasi Internal.
Pertukaran gagasan diantara manager dan juga karyawan dalam suatu perusahaan yang menyebabkan terwujudnya perusahaan tersebut lengkap dengan strukturnya yang khas (organisasi) dan pertukaran gagasan secara harizontal dan vertikal menyebabkan pekerjaan berlangsung.
Komunikasi vertikal adalah komunikasi dari atas ke bawah atau sebaliknya. Yaitu, dari pimpinan Cahaya Televisi (CTV) Banten kepada bawahannya ataupun sebaliknya. Komunikasi secara timbal balik ini, pimpinan atau GM (General Manager) Cahaya Televisi (CTV) Banten perlu mengetahui laporan, tanggapan, saran para karyawan Cahaya Televisi (CTV) Banten, sehinga suatu keputusan atau kebijakan dapat diambil dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Komunikasi horizontal adalah komunikasi mendatar yaitu, antara karyawan sesama karyawan di Cahaya Televisi (CTV) Banten. Mereka berkomunikasi satu sama lain bukan hanya pada waktu mereka sedang bekerja saja, melainkan pada jam istirahat.
Organisai sebagai kerangka (framework) menunjukan adanya pembagian tugas antara orang-orang di dalam Cahaya Televisi (CTV Banten). Untuk menyelenggarakan dan mengawasi pelaksanaan tujuan yang akan dicapai, manager mengadakan peraturan sedemikian rupa. Membuat bagian-bagian menurut jenis pekerjaannya dan mengangkat
seorang sebagai penanggung jawab. Dengan demikian pimpinan cukup berkomunikasi dengan penangung jawab.
2. Komunikasi Eksternal.
Komunikasi eksternal yang dilakukan Cahaya Televisi (CTV) Banten biasa dengan khalayak di luar oranisasi. Yaitu, dalam mempromosikan dan juga menjalin hubungan kerjasama dengan client dan juga calon client mensosialisasikan visi misi Cahaya Televisi (CTV) Banten, baik itu dari perusahaan atau organisasi formal dan informal. Kalau dari organisasi formal yaitu Cahaya Televisi (CTV) Banten bekerjasama dengan BKKN, PEMDA, dan PUSTEKOM.
Sedangkan dari informal seperti, ANTARA, Pareraf, HomeShoping, Djarum dan klinsik kesehatan: klinik TCM (Pusat Pengobatan Cina.
D. Manfaat Strategi Komunikasi.
Strategis memungkinkan suatu organisasi untuk proaktif dalam membentuk masa depannya. Hal ini menjadi manfaat utama dari setiap bagian divisi untuk melakukan planning, terutama divisi marketing.
1. Adanya aktivitas pembuatan strategi akan mempertinggi kemampuan Cahaya TV Banten untuk mencegah munculnya masalah dimasa yang akan datang.
2. Keterlibatan antara devisi dalam pembuatan strategi akan lebih meningkatkan kinerja kerja mereka dan dapat meningkatkan kualitas Cahaya Televisi Banten.
3. Keterlibatan asntar divisi dalam pembuatan strategi akan lebih meningkatkan kinerja kerja mereka dan dapat meningkatkan kualitas Cahaya Televisi Banten itu sendiri.
4. Memberikan arah jangka panjang yang akan dituju.
5. Membuat suatu organisasi beradaptasi pada perubahan-perubahan yang terjadi.
79
PENUTUP
A. Kesimpulan.
Kehadiran televisi lokal menambah variasi dan juga minat masyarakat untuk menonton, terutama mengenai hal yang mencakup suatu wilayah banten. Memang televisi Nasional swasta mampu mencakup hingga dari Sabang sampai Merauke, akan tetapi tidak sampai memberikan informasi dan mengkroscek lebih dalam mengenai pelosok-pelosok daerah pedalaman. Itu termasuk salah satu kekurangan tv nasional. Maka dari itulah televisi lokal yang mampu meberikan informasi dan menjadi tolak ukur terhadap perkembangan suatu daerah sebagai spirit Otonomi Daerah. Menyajikan sebuah media televisi lokal sebagai penghubung masyarakat yang berpotensi mulai dari industri, wisata, seni dan kebudayaan, dll.
Disetiap organisasi dan perusahaan sangat penting melakukan sebuah perencanaan jangka panjang untuk meningkatkan suatu kualitas daripada organisasi ataupun perusahaan. Oleh karena itu seperti apa strategi yang hendak dijalankan sangat mempengaruhi kemampuan dari kenerja crew maupun penanggung jawab divisi lainnya di stasiun tv lokal/Cahaya Televisi Banten untuk meningkatkan eksistensinya di daerah Banten. Strategi yang dilakukan Cahaya Televisi (CTV) Banten untuk meningkatkan eksistensinya sebagai televisi lokal:
a) Melakukan perumusan strategi yaitu Cahaya Televisi (CTV) Banten membuat rancangan rapat kerja satu tahun pada sebuah rapat general yang
membahas mengenai tata keungan/ financial, target pemasaran, sponsorshi, dan juga program kerja.
b) Mempersiapkan dan melakukan suatu program baik itu secara on-air dan off-air. Diperlukan suatu kenerja kerja yang baik dari seluruh crew untuk menghasilkan apa yang menjadi tujuan tv lokal ini.
c) Menjalin kerja sama dengan berbagai perusahaan mulai dari pihak instansi-instansi pemerintah seperti BKKBN, PEMDA, Pustekom dll. Hingga sampai perusahaan informal lainnya.
Dimensi Komunikasi.
Komunikasi internal dan eksternal yang dilakukan Cahaya Televisi (CTV) Banten memberikan suatu dampak dan mempengaruhi segala suatu yang berkenaan dengan eksistensi daripada stasiun televisi lokal.
Pengharapan besar dari pengelola televisi lokal terhadap para karyawan atau crew untuk menghasilkan program-program acara yang bagus. Maka dari itu tentu perlu adanya perhatian dari atasan atau general manager untuk mengarahkan, mengawasi, memantau dan memperhatikan supaya tidak terjadi miss komunikasi atau kesalahan dalam penyampaian pesan, ide dan juga gagasan.
B. Saran.
1. Cahaya Televisi Banten merupakan tv lokal pertama di daerah Banten akan tetapi bahwasanya bahasa sebagai strategi pemasaran identitas lokal tidak tertampilkan. Maka hendaknya perlu ada pemanfaatan bahasa
sebagai strategi penguatan identitas sesungguhnya merupakan hal yang sangat penting. Fungsi bahasa dalam televisi salah satunya adalah sebagai alat promosi.
2. Pada perusahaan Cahaya Televisi Indonesia (CTV Banten) adalah Lembaga Penyiaran Swasta penyelenggra jasa penyiaran televisi yang berbasiskan stasiun lokal di Banten yang sah, yang cakap, layak dan patut sesuai UU. Adapun tidak kalah saingnya dengan televisi swasta yang berskala Nasional lainnya ataupun tv lainnya. Tetap terus memberikan informasi dan program acara yang dengan lebih kreatif dan inovatif, skaligus mencermin wilayah daerah Banten tsb.
3. Perlu adanya pengembangan terutama pada sumber daya manusia yang memadai yang cukup terampil dalam bidangnya. Yang menjadikan pilar penting dalam pelaksanaan kemajuan stasiun televisi lokal (Cahaya Televisi Banten).
82
A.Pius. Partanto dan M. Dahlan Al-Barry,Kamus Ilmiah Populer, (Surabaya: Arkola, 1994), cet ke-1
Agustinus Sri Wahyuni, Manajemen Strategik: Pengantar Proses Strategik, (Jakarta: Binarupa Aksara, 1996), cet Ke-I
Ardianto, Elvinaro & Erdinaya, Liluati Komala dan Lukita, Komunikasi Massa: Suatu Pengantar, (Bandung: Sembiosa Rekatama Media,2007) cet 1 Arni Muhammad, Komunikasi Organisasi, (Jakarta: Bumi Aksara, 2001), cet.
Ke-4
Bungin, Burhan, Metodologi Penelitian Kuantitatif, (Jakarta: Kencana Prenada Media Group)
Departement Pendidikan dan Kebudayaan, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta: Balai Pustaka, 2007), cet Ke-3
Din Syamsudin, Etika Agama Dalam Membangun Masyarakat Madani, (Jakarta: Logos, 2000)
Fred David, Manajemen Strategi Konsep, (Jakarta: Prenhalindo, 2002)
_________, Strategic Management, (Jakarta: Salemba Empat), 2004 Buku satu Edisi 10
Hendrawan Supratikno, Advanced Strategic Management, Back to Basic Approach, (Jakarta: PT.Grafindo Utama, 2003)
Indriati Yuliastiani, Ragam Penelitian Kualitatif: Penelitian Lapangan, (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik)
Jalaluddin Rakhmat, Psikologi Komunikasi, (Bandung: Rosdakarya, 2003), cet Ke-3
John E. Kennedy & R. Dermawan Soemanagara, Marketting Communication, (Jakarta: PT Buana Ilmu Populer, 2009), cet-3
John Vivian, Teori Komunikasi Massa; Edisi ke Delapan, (Jakarta: Prenada Media Group, 2008)
James A.F.Stoner, Manajemen, (Jakarta: Elangga, 1990), edisi kedua revisi, cet Ke-2
Lexy J.Meloeng, Metode Penellitian Kualitatif, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2009), edisi revisi cet. Ke-26,
Marheini Fajar, ILMU KOMUNIKASI (Teori & Praktek), (Jakarta: Graha Ilmu, 2009)
Morrison, Teori Komunikasi Massa, (Jakarta: PT Ghalia Indonesia, 2010), cet.1 Nuruddin, Pengantar Komunikasi Massa, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada,
2007), cet.1
________, Pengantar Komunikasi, (Jakarta: Rajawali Press, 2007)
Onong Uchjana Effendi, Ilmu Komunikasi, Teori dan Praktek (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 1992), cet Ke-1
__________________, Dinamika Komunikasi, (Bandung: PT.Remaja Rosdakarya), 2004 Cet Ke-6
Syamsir Salam, MS dan Jaenal Arifin, Metodologi Penelitian Sosial, (Jakarta: UIN Jakarta Press,2006)
Richard West & Lynn. H.Turner, Pengantar Teori Komunikasi Analisis dan Aplikasi,(Jakarta: Salemba Humanika, 2008)
Rafi’udin dan Maman Abdul Djaliel, Prinsip dan Strategi Dakwah, (Bandung: Pustaka Setia, 1997)
Riswandi, Dasar-dasar Penyiaran, (Yogyakarta: Graha Ilmu, 2009) _______, Ilmu Komunikasi, (Yogyakarta: Graha Ilmu. 2009), cet 1 Roudhonah, Ilmu Komunikasi, (Jakarta: UIN Press), 2007
Sutrisno Hadi,Metodologi Research, (Jogjakarta: Andi Offset, 1983)
Syarif Usman, Strategi Pembangunan Indonesia dan Pembangunan Dalam Islam, (Jakarta: Firma Djakarta, tt), cet Ke-1
Triton PB, Manajemen Strategis,(Yogyakarta: Tugu Publisher, 2007)
William F. Glueck, Manajemen Strategis dan Kebijakan Perusahaan, (Jakarta: Erlangga, 1987), edisi Ke-2
Dari Internet: Google,wordpress.com http://id.shvoong.com/humanities/film-and-theater-studies/2281049-pengertian-televisi-dan-sejarahnya/#ixzz1x6XfFzz8 http://www.atvli.com/ file:///E:/eksistensi-tv-lokal-di-antara-dominasi-tv-nasional.htm
Gedung Stasiun Cahaya Tv Banten
Ibu Dina: GM (General Manager) Cahaya Tv Banten
Ruang Studio: Tempat Acara Musik & News
Ruang Control Room & MCR (Master Control Room)