• Tidak ada hasil yang ditemukan

REALISASI TAHUN

A. Dimensi Ketahanan Sosial

Parameter pertama adalah sarana kesehatan yang terdapat beberapa indikator. Indikator pertama adalah pelayanan kesehatan melalui akses dimana penilaianya tetap atau sama pada tahun 2015 dengan tahun 2018. Karena pembangunan jalan desa sudah cukup baik, hal ini disebabkan desa Dangintukadaya berada pada pusat kota pada Kabupaten Jembrana. Indikator lainnya yaitu tersedia tenaga kesehatan bidan, tersedia tenaga kesehatan dokter, dan tersedia tenaga kesehatan lainnya mengalami peningkatan yang signifkan. Hal tersebut disebabkan oleh ada penambahan tenaga kesehatan bidan, penambahan tenaga kesehatan dokter dan penambahan tenaga kesehatan sebanyak 8 orang selain dokter dan bidan. Penambahan tenaga kesehatan memang belum mendapatkan bantuan dari dana desa sehingga kedepannya perlu ada kontribusi agar tidak terjadi penurunanan dalam penilaian. Indikator selanjutnya adalah tingkat aktivitas posyandu mengalami peningkatan yang signifkan. Hal tersebutkan disebabkan oleh peningkatan dan sangat aktif dengan dukungan dana desa dalam bentuk kegiatan pemberdayaan masyarakat.

Parameter selanjutnya adalah sarana pendidikan yang terdiri dari semua indikator mengalami penurunan status atau mempertahankan statusnya dalam indeks desa membangun.

Indikator pertama terkait akses ke pendidikan hanya mampu mempertahankan nilainya karena jumlah SD 3 unit dengan tenaga pengajar 15 orang dan akses berjarak 500 m dengan waktu tempuh 15 menit ke SD/MI terdekat. Indikator selanjutnya yang mengalami penurunan yaitu akses ke SMP karena pada kurun waktu 2015 dan 2018 karena tidak ada SMP/MTS.

Parameter selanjutnya adalah modal sosial yang terdiri dari beberapa indikator. Akan tetapi yang mengalami peningkatan yang signifikan adalah kegiatan gotong royong yang terjadi

54

karena kegiatan gotong royong sangat sering dilakukan dengan frekuensi 12 kali setahun. Hal tersebut juga ditunjang dengan dana desa dalam bentuk pemberdayaan masyarakat. Selanjutnya yang terpenting adalah penurunan dalam hal keberdaan suku dan Bahasa yang dipergunakan.

Kondisi tersebut perlu dievaluasi dalam penilaian indeks desa membangun khususnya di Bali.

Bali merupakan daerah yang harus mempertahankan suku dan Bahasa sebagai bentuk pelestarian budaya lokal. Kemudian parameter pemukiman pada indikator akses internet mengalami peningkatan yang signifikan akan tetapi dalam realitanya belum dipergunakan secara baik terutama oleh apparat pemerintah desa Ekasari. Layanan dan informasi berbasis internet seharusnya menjadi penilaian utama di era keterbukaan dan transparansi kinerja.

B. Dimensi Ketahanan Ekonomi

Parameter pertama adalah ekonomi melalui keberagaman produksi yang mengalami perubahan pada kurun waktu 2015 dan 2018 karena sebagian besar warga desa hidup dari pertanian (termasuk perkebunan, perikanan dan peternakan). Belum ada potensi unggulan di desa Dangintudaya menjadi penyebab penurunan tersebut dan berdampak dalam pengembangan perekonomian berdasarkan potensi unggulan. Hal tersebut juga diperlemah dengan masih belum adanya kontribusi dana desa dalam pengelolaan potensi unggulan di Desa Dangintukadaya.

Indikator lainnya dalam parameter pusat layanan perdagangan yaitu Akses penduduk ke pusat perdagangan dan Akses penduduk ke pusat perdagangan (pasar permanen dan semi permanen) mengalami penurunan. Hal tersebut disebabkan oleh pada kurun waktu 2015 dan 2018 karena hanya ada 1 unit dengan jarak tempuh 300 m. indikator lainnya adalah sector perdagangan di permukiman (warung) dan sector perdagangan di permukiman (minimarket), kedua indikator tersebut mengalami peningkatan yang signifikan. Hal tersebut disebabkan oleh pada kurun waktu 2015 dan 2018 sudah terdapat 133 unit warung dan sudah mulai terdapat minimarket. Kondisi tersebut tidak disebabkan secara langsung pengelolaan dana desa, karena belum ada pengelolaan dana desa terhadap sektor perekonomian desa, kecuali pemberdayaan kelompok industry rumah tangga dalam memproduksi kain tenun.

Parameter lainya adalah Keterbukaan wilayah yang terdiri dari berbagai indikator yaitu Terdapat moda transportasi umum, Terdapat trayek regular moda transportasi umum, dan Terdapat jam operasi moda transportasi umummengalami penurunan yang cukup signifikan.

55

Hal tersebut disebabkan oleh karena pada kurun waktu 2015 dan 2018 tidak ada moda transportasi umum, tidak ada trayek regular moda transportasi umum. Beberapa tersebut sepertinya kurang relevan dalam mengkaitkan dari segi dana desa, terkait kebutuhan transportasi umum yang lebih kewenangan pemerintah daerah dibandingkan pemerintahan desa.

C. Dimensi Ketahanan Lingkungan

Paratemer ekologi dalam dimensi ketahanan lingkungan mengalami peningkatan yang signifkan terutram dari indikator kualitas lingkungan. Hasilnya pada tahun 2018 memberikan nilai 5, dalam arti pada Desa Dangintukadaya tidak ditemukan pencemaran lingkungan melalui air, udara, tanah serta limbah. Hal tersebut disebabkan kan oleh intensnya kegiatan gotong-royong yang dilakukan yang bersumber dari dana desa melalui kegiatan pembinaan masyarakat.

Parameter yang kedua adalah potensi rawan bencana dan tanggap bencana. Dimana dalam parameter tersebit, semua indikator belum mengalami peningkatan yang signifikan. Pada kurun waktu 2015 sampai tahun 2018 tidak terjadi bencana besar di Desa Dangintuadaya seperti banjir, tanah longsor dan sebagainya. Akan tetapi itu daya tangga bencana masih rendah.

Dimana pada Desa Dangintudaya penurunan kegiatan deteksi dini bencana dan system tanggap darurat bencana melalui di tingkat banjar (RT/RW). Dan juga belum terdapat peralatan dalam mengantisipasi jika terjadi bencana alam. Kedepannya melalui komitmen desa pada parameter tersebut perlu mendapat kontribusi dari dana desa.

56 4.4.4 DESA Medewi

A. Dimensi Ketahanan Sosial

Parameter pertama dalam dimensi ketahanan sosial adalah sarana kesehatan melalui pelayanan kesehatan dimana terdapat indikator yang meningkat sangat signifikan yaitu Tersedia tenaga kesehatan bidan, Tersedia tenaga kesehatan dokter, Tersedia tenaga kesehatan lainnya. Peningkatan tersebut disebakan oleh ada penambahan 1 tenaga kesehatan bidan, ada penambahan 1 tenaga kesehatan dokter dan ada penambahan tenaga kesehatan sebanyak 2 orang selain dokter dan bidan. Indikator selanjutnya adalah keberdayaan masyarakat untuk kesehatan. Parameter kedua adalah sarana pendidikan yang terdiri dari beberapa indikator seperti akses pendidikan ke SD, SMP, SMK, dan SMU.

Akses ke SD pada kurun waktu 2015 dan 2018 jumlah SD 5 unit dengan tenaga pengajar 57 orang dan akses berjarak 500 m dengan waktu tempuh 15 menit ke SD/MI terdekat.

Sedangkan akses ke SMP mengalami penurunan karena pada kurun waktu 2015 dan 2018 tidak ada SMP. Kemudian indikator akses ke SMU atau SMK terjadi penurunan karena tidak ada SMK dan SMu di Desa Medewi.

Parameter Modal Sosial, indikator Kebiasaan gotong royong, Terdapat kelompok kegiatan olahraga, Warga desa membangun pemeliharaan poskamling lingkungan, dan Terdapat akses ke Sekolah Luar Biasa mengalami peningkatan . Hal tersebut didasari oleh kegiatan gotong royong sangat sering dilakukan dengan frekuensi 12 kali setahun, pada kurun waktu 2015 dan 2018 terdapat 13 kelompok olah raga, terdapat 1 unit poskamling dan satu unit SLB (sekolah luar biasa ). Kontribusi dana desa dalam bidang pembangunan lapangan desa pada aeral kantor Desa Medewi dan pembangunan jalan yang bersumber dari dana desa semakin mempermudah akses.

Parameter pemukiman terkait akses pada air bersih dan air minum layak terjadi peningkatan karena pada kurun waktu 2015 dan 2018 warga desa memiliki sumber air minum yang layak (kemasan, PAM, ledeng tanpa meteran, sumur bor, sumur, mata air).

Kemudian indikator Akses penduduk desa memiliki air untuk mandi dan mencuci terjadi peningkatan karena warga desa memiliki sumber air untuk mandi dan mencuci layak (PAM, ledeng tanpa meteran, sumur bor, sumur, mata air, sungai). Indikator selanjutnya yang mengalami peningkatan adalah akses masyarkat terhadap internet. Hal ini disebabkan

57

dengan pembangunan infrastruktur khususnya jalan mempermudah layanan pihak provider dalam memasang gardu sinyal di desa Medewi.

B. Dimensi Ketahanan Ekonomi

Indikator lainnya dalam parameter pusat layanan perdagangan yaitu Akses penduduk ke pusat perdagangan dan Akses penduduk ke pusat perdagangan (pasar permanen dan semi permanen) mengalami penurunan. Hal tersebut disebabkan oleh pada kurun waktu 2015 dan 2018 karena hanya ada 1 unit dengan jarak tempuh 300 m. indikator lainnya adalah sector perdagangan di permukiman (warung) dan sector perdagangan di permukiman (minimarket), kedua indikator tersebut mengalami peningkatan yang signifikan. Hal tersebut disebabkan oleh pada kurun waktu 2015 dan 2018 sudah terdapat 30 unit warung dan sudah mulai terdapat minimarket. Kondisi tersebut disebabkan secara tidak langsung pengelolaan dana desa, karena sudah ada pengelolaan dana desa terhadap sektor perekonomian desa, melalui pemberdayaan Bumdes dan pelatihan dalam terknak kambing etawa.

Dokumen terkait