BAB IV POLA PENGAWASAN HAKIM PENGADILAN AGAMA
C. Dinamika Kerja Sama antara Komisi Yudisial dan Mahkamah Agung
pendapaat mengenai usulan Komisi Yudisial tentang hasil pemeriksaan dan atau penjatuhan sanksi, bisa saja seorang terlapor hakim oleh Komisi Yudisial diperiksa oleh Mahkamah Agung pun diperiksa, Komisi Yudisial berpendapat lain, Mahkamah Agung pun berpendapat lain, disitulah ada forum kemudian pemeriksaan bersama, terdapat laporan yang sama di laporkan ke Komisi Yudisial di laporkan pula ke internal. Supaya tidak dua kali diperiksa terdapatlah forum. Bisa juga terdapat suatu permasalahan yang sama, tidak atas laporan, bisa juga menarik perhatian publik atau viral, karena bobot persoalannya menarik perhatian publik, maka Komisi Yudisial dan Mahkamah Agung memeriksa bersama.86
Ada yang dinamakan mekanisme peraturan bersama itu dilakukan ketika Mahkamah Agung tidak sependapat dengan putusan Komisi Yudisial, misalnya Komisi Yudisial merekomendasikan hakim non palu 3 bulan kemudian ada rekomendasi dari Komisi Yudisial lalu Mahkamah Agung tidak sependapat. Mahkamah Agung mengatakan itu teknis yudisial.
Sebenarnya bentuk dari ketidaksetujuan itu seharusnya mekanismenya
85 Pasal 22 ayat (1) UU 18 tahun 2011
86 Wawancara Hakim Tinggi Mahkamah Agung, Sulaiman Abdulah tanggal 10 Januari 2020.
59
melakukan pemeriksaan bersama, tapi prakteknya KY dan MA itu tidak pernah melakukan pemeriksaan bersama.87
Salah satu permasalahan yang sering dihadapi dalam melakukan tugas pengawasan adalah adanya tumpang dan tindih penanganan tugas pengawasan antara Komisi Yudisial dan Mahkamah Agung. Hubungan antara kedua lembaga dalam keadaan seperti itu adalah hubungan yang dinamis dan wajar.88
Problema lain yang dihadapi Komisi Yudisial adalah jumlah sumber daya manusia yang terbatas. Komisi Yudisial juga telah membentuk Penghubung Komisi Yudisial di 12 wilayah di Indonesia, yaitu Sumatera Utara, Riau, Sumatera Selatan, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur dan Maluku. Namun, jumlah itu pun masih belum sebanding dengan jumlah hakim dan pengadilan yang tersebar di seluruh Indonesia.
Oleh karena itu, Komisi Yudisial membangun kerja sama dengan media, LSM, dan universitas untuk ikut serta membantu Komisi Yudisial dalam rangka menjaga peradilan bersih. Untuk itu Komisi Yudisial selalu terbuka jika ada pihak yang mau melakukan kerja sama dengan Komisi Yudisial demi tercapainya tujuan berdirinya Komisi Yudisial.89
Saat ini sudah ada kesepakatan, kalau ada pelanggaran teknis yudisial yang substantif itu menjadi bagian Komisi Yudisial. Komisi Yudisial percaya bahwa perilaku dan profesionalitas seorang hakim dapat tercermin dari putusan yang dihasilkannya. Jika baik putusannya, maka baik
87 Ahmad Ishni Bulatjaya, Pegawai Komisi Yudisial Bidang Analisis Interview Pribadi, Jakarta, 21 Januari 2020.
88 https://www.komisiyudisial.go.id/frontend/news_detail/851/pasang-surut-relasi-ma-dan-ky-adalah-wajar, diakses pada tanggal 11 Mei 2020 pukul 21:37 WIB.
89 https://www.komisiyudisial.go.id/frontend/news_detail/851/pasang-surut-relasi-ma-dan-ky-adalah-wajar, tanggal 11 Mei 2020 pukul 22:08 WIB.
60
pula perilakunya. Namun, jika ia belum selesai dengan dirinya, bagaimana mungkin ia memutus perkara dan menjalankan sistem peradilan.90
Dalam konteks pengawasan terhadap hakim, "teknis yudisial"
dimaksudkan sebagai hal-hal yang bersifat teknis berkaitan dengan tugas hakim dalam mengadili perkara. Bisa juga terkait dengan pendapat hakim mengenai apa yang menjadi hukum atas kasus yang dihadapinya. Bukan hal mengenai sikap perilaku hakimnya itu sendiri.
Sampai saat ini yang menjadi masalah adalah perbedaan tafsir antara kedua lembaga ini, Mahkamah Agung sering menyebutkan bahwa hukum acara Komisi Yudisial tidak ikut andil karena itu teknis yudisial, sementara Komisi Yudisial beranggapan hukum acara termasuk perilaku hakim.
Sementara pengertian teknis yudisial sendiri sampai saat ini belum tertera dalam undang-undang.
Kita tahu dalam hukum Islam telah digariskan prinsip-prinsip dan kode etik yang dapat menunjang pelaksanaan tugas hakim, yang mana hakim diwajibkan untuk berbuat baik. Dan sesuai penegakkan dalam Islam penting kita ketahui bahwa hakim dilarang untuk melakukan perbuatan tercela.
90 https://www.komisiyudisial.go.id/frontend/news_detail/1063/perubahan-pola-pikir-perlu-untuk-mewujudkan-peradilan-bersih, tanggal 11 Mei 2020, pukul 22:36 WIB.
61 BAB V PENUTUP A. KESIMPULAN
Sesuai dengan pembahasan pada bab-bab sebelumnya, penulis di sini kemudian menyimpulkan beberapa pokok pembahasan yaitu:
1. Secara aktif, Komisi Yudisial melakukan pemantauan di pengadilan.
Kegiatan aktif ini dilakukan secara terbuka. Jika ada perkara yang menarik perhatian publik, maka Komisi Yudisial akan mematau persidangan itu. Pemantauan di pengadilan yang dilakukan Komisi Yudisial dibantu 12 Penghubung Komisi Yudisial. Hal ini memungkinkan Komisi Yudisial memantau persidangan di hampir 600 pengadilan. Tentunya pemantauan ini tidak dilakukan secara serentak dan setiap hari dikarenakan kendala SDM dan anggaran. Mahkamah Agung mempunyai program pengawasan rutin atau reguler, yang mana mencakup pengawasan administrasi, finansial peradilan termasuk juga hakim dan biiasanya akan ditindaklanjuti dengan monitoring. Dan itu diprogramkan misal tahun ini satker mana yang itu diprogramkan untuk diawasi dengan keterbatasan personil dan dana. Dengan adanya pengaduan masyarakat pula membantu kedua lembaga ini untuk mengawasi para hakim.
2. Batasan antara kedua lembaga ini adalah bahwa kewenangan Komisi Yudisial dalam mengawasi hakim mengawasi terkait perilaku hakim, merekomendasikan hakim yang diduga melanggar kode etik hakim.
Menurut Mahkamah Agung terkait hukum acara itu kewenangan Mahkamah Agung. Dan yang berwenang untuk memberikan sanksi adalah Mahkamah Agung.
3. Salah satu permasalahan yang sering dihadapi dalam melakukan tugas pengawasan adalah adanya tumpang tindih penanganan tugas pengawasan antara Komisi Yudisial dan Mahkamah Agung. Hubungan
62
antara kedua lembaga dalam keadaan seperti itu adalah hubungan yang dinamis.
B. SARAN
Saran yang diajukan dirangkum kemudian dipaparkan sesuai dengan pembahasan pada bab-bab sebelumnya dan pada kesimpulan.
1. Agar kedua lembaga ini lebih sering memeriksa secara bersama, agar dapat menentukan apakah hakim tersebut dinyatakan bersalah atau tidak.
2. Supaya tidak sering terjadi tumpang tindih, badan legislatif segera mengeluarkan UU terkait pengertian teknis yudisial, agar tidak sering terjadi perbedaan tafsir.
63
DAFTAR PUSTAKA
Anwar, Saiful. Sendi-Sendi Hukum Administrasi Negara, Jakarta: Golra Madani Press, 2004.
Fauzan, Muhammad. Pokok-Pokok Hukum Acara Perdata Peradilan Agama dan Mahkamah Agung Sya’iah di Indonesia, Jakarta: Kencana, 2013.
Hamami, Taufiq. Peradilan Agama dalam Reformasi Kekuasaan Kehakiman di Indonesia, Jakarta: Tatanusa, 2013
Huda, Ni’matul. Hukum Pemerintahan Daerah, cet. Ke 6 Bandung: Nusa Media, 2012.
Keputusan Ketua Mahkmah Agung RI Nomor : KMA/080/SK/VIII/2006 tanggal 24 Agustus 2006
Komisi Yudisial Republik Indonesia, Mengenal Lebih Dekat Komisi Yudisial.
Jakarta: KYRI, 2012.
Komisi Yudisial, Dialektika Pembaruan Sistem Hukum Indonesia, Jakarta:KYRI, 2012.
Lolutung Paulus, Beberapa Sistem tentang Kontrol Segi Hukum terhadap Pemerintah, Bandung: Citra Aditya Bakti, 1993.
Mahkamah Agung RI, Laporan Tahunan 2011, Jakarta: 2012.
Mahkamah Agung RI, Naskah Akademis dan RUU tentang Komisi Yudisial, Jakarta: MA RI, 2003.
Manan, Bagir Menyongsong Fajar Otonomi Derah, Yogyakarta: Pusat Studi Fakultas Hukum UI, 2001.
MARI, Pedoman Perilaku Hakim (code of landnet), Jakarta: MARI, 2004 Modul Perencanaan Undang-Undang, Jakarta: Sekretaris Jendral DPR RI, 2008.
Muchsan, Sistem Pengawasan terhadap Perbuatan Aparat Pemerintah dan Peradilan Tata Usaha Negara, Yogyakarta: Liberty, 1992.
Mustofa, Wildan Suyuti. Kode Etik Hakim, Jakarta: Kencana, 2013
64
M. Situmorang, dkk, Aspek Hukum Pengawasan Melekat dalam Lingkungan Aparatur Pemerintah, Jakarta: PT. Rineka Cipta, 1994.
Naskah Konstitusi RI, Naskah Komprehensif Perubahan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945: Latar Belakang, Proses dan Hasil Pembahasan 1999-2002 Buku VI Kekuasaan Kehakiman, Jakarta: Sekretariat Jendral dan Kepaniteraan Mahkamah Konstitusi, 2008.
Prastowo, Andi. Metode Penelitian Kualitatif dalam Perspektif Rancangan Penelitian, Yogjakarta: Ar-Ruzz Media, 2016.
Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional, Kamus Bahasa Indonesia, Jakarta, 2008.
Ranupandojo dkk, Manajemen Personalia, Yogyakarta: BPFEE, 2000.
Saidi Anas dkk, Pengawasan Hakim Pengadilan Hubungan Industrial oleh Komisi Yudisial, Jakarta: Komisi Yudisial, 2012
Saleh, Imam Anshori. Konsep Pengawasan Kehakiman, Malang: Setara Press, 2014.
Salindeho, Jhon. Tata Laksana dalam Manajemen, Jakarta: Sinar Grafika, 1998.
Saydam, Gouzali. Manajemen Sumber Daya Manusia (Human Resource) Suatu Pendekatan Mikro, Jakarta: Djambatan, 2000
Siagian, Sondang P. Filsafat Administrasi, Jakarta: CV Gunung Agung
Sirajudin dan Zulkarnain, Komisi Yudisial dan Eksaminasi Publik: Menuju Peradilan yang Bersih dan Beribawa, Bandung: Citra Aditya Bakti, 2006.
Soekanto, Soerjono. Pengantar Penelitian Hukum, Jakarta: UI-Press, 1986.
Suadi, Amran. Sistem Pengawasan Badan Peradilan di Indonesia, Jakarta:
RajaGrafindo Persada, 2014.
Sujamto, Aspek-Aspek Pengawasan di Indonesia, Sinar Grafika, 1996.
Syamsuddin Amir, Integritas Penegak Hukum: Hakim, Jaksa, Polisi, dan Pengacara (Jakarta: PT Kompas Media Nusantara, 2008)
65
Ukas, Maman. Manajemen Konsep, Prinsip, dan Aplikasi, Bandung: Agnini, 2004, Cet. Ke-3
Undang-Undang Dasar 1945.
Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2009 Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2011
Usfunan, Yohanes. Komisi Yudisial (Bunga Rampai Refleksi Satu Tahun Komisi Yudisial, Jakarta: Komisi Yudisial RI, 2006.
Zeolva, Hamdan. Pemakzulan Presiden di Indonesia, Jakarta: Sinar Grafika, 2011.
Artikel dan Wawancara
https://bawas.mahkamahagung.go.id/bawas_doc/doc/kode_etik_hakim.pdf,
diakses pada tanggal 20 Februari 2020 pukul 21:23 WIB.
http://www.jimly.com/pemikiran/makalh?page=4
http://www.jimlyschool.com/read/analisis/238/kedudukan-mahkamah-konstitusi dalam-struktur-ketatanegaraan-indonesia/, diakses pada hari Sabtu, 22 Februari 2020, pukul 14:19 WIB.
https://www.komisiyudisial.go.id/frontend/news_detail/851/pasang-surut-relasi-ma-dan-ky-adalah-wajar, tanggal 11 Mei 2020 pukul 22:08 WIB.
https://www.komisiyudisial.go.id/frontend/news_detail/1063/perubahan-pola-pikir-perlu-untuk-mewujudkan-peradilan-bersih, tanggal 11 Mei 2020, pukul 22:36 WIB.
https://www.komisiyudisial.go.id/frontend/news_detail/1063/perubahan-pola-pikir-perlu-untuk-mewujudkan-peradilan-bersih, tanggal 11 Mei 2020, pukul 22:36 WIB.
https://www.komisiyudisial.go.id/frontend/news_detail/851/pasang-surut-relasi-ma-dan-ky-adalah-wajar, tanggal 11 Mei 2020 pukul 22:08 WIB.
66
http://lyamarsady.blogspot.com/search?updated-max=2012-06-26T01:39:00 07:00&max-results=7, Diakses pada tanggal 13 Februari 2020, pukul 20:05 WIB.
https://ppid.komisiyudisial.go.id/f/informasi_publik_detail/1, diakses pada tanggal 5 Maret 2020 pukul 10:46 WIB.
http://www.komisiyudisial.go.id/frontend/static_content/ground_laws, diakses pada tanggal 17 Maret 2020 pukul 21:44 WIB.
https://www.komisiyudisial.go.id/frontend/static_content/history, diakes pada tanggal 12 April 2020, pukul 14:00 WIB.
http://www.komisiyudisial.go.id/frontend/static_content/ground_laws, diakses pada tanggal 20 Februari 2020, pukul 15:00 WIB.
https://www.komisiyudisial.go.id/frontend/news_detail/758/kewenangan-ky dalam-pengawasan-hakim, diakses pada tanggal 11 Mei 2020 pukul 21:04 WIB.
https://www.seputarpengetahuan.co.id/2018/05/pengertian-pengawasan-tujuan fungsi-jenis-jenis.html, Diakses pada tanggal 22 Februari 2020, pukul 14:37 WIB.
https://id.wikipedia.org/wiki/Mahkamah_Agung_Republik_Indonesia#cite_note Laparan_Tahunan_2010-5 diakses pada tanggal 17 Maret 2020 pukul 22:05 WIB.
Laporan Tahunan Komisi Yudisial 2009
Interview Pribadi dengan Ahmad Ishni Bulatjaya, Pegawai Komisi Yudisial Bidang Analisis, Jakarta, 21 Januari 2020.
Interview Pribadi dengan Nurasti Parlina, Pegawai Komisi Yudisial Bidang Analisis, Jakarta, 21 Januari 2020.
Interview Pribadi Rahardian Fajar Nugroho, Pegawai Komisi Yudisial Bidang Analisis, Jakarta, 21 Januari 2020.
Interview Pribadi dengan Sulaiman Abdullah, Hakim Tinggi Pengawas Mahkamah Agung, Jakarta, 10 Januari 2020.
67
Pengertian Fungsi Pengawasan, http:matakristal.com, Diakses pada tanggal 22 Februari 2020, pukul 14:36 WIB.
Tahl Rinaldi A., Fungsi Controlling (Pengawasan dan Pengendalian), http://rheinduniatulisan.blogspot.com, Diakses pada tanggal 20 Februari 2020.
68
LAMPIRAN
0