B. Keadaan Umum Peternakan DIY
B.4. Rumah Tangga Usaha Peternakan di Daerah Istimewa Yogyakarta
2.5. Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika
Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika merupakan salah satu dinas yang dimiliki Daerah Istimewa Yogyakarta di bidang perhubungan, komunikasi, dan informatika. Dinas ini memiliki visi yaitu terwujudnya transportasi berkelanjutan dan terintegrasi yang
56 mendukung pariwisata, pendidikan dan budaya, serta terwujudnya Jogja Cyber Province dan masyarakat informasi menuju peradaban baru mendukung keistimewaan DIY. Untuk mewujudkan visi tersebut, beberapa misi yang dimiliki oleh Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika ini yakni:
1. Meningkatkan sarana dan prasarana transportasi yang berkelanjutan dan terintegrasi dalam upaya meningkatkan pelayanan publik di DIY.
2. Mendukung peningkatan efisiensi dan efektifitas tata kelola pamerintahan yang transparan dan akuntabel di DIY dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi yang terintegrasi secara optimal.
Sebagai salah satu dinas yang berkontribusi dalam Pendapatan Asli Daerah (PAD) DIY, beberapa objek pendapatan yang dimiliki antara lain ticketing Trans Jogja, denda pada Jembatan Timbang, sewa lahan parkir Bandara Adi Sutjipto, dan sewa lahan Pemeriksaan Kendaraan Bermotor di Kabupaten Bantul. Profil realisasi pendapatan antara tahun 2010-2013 dapat dilihat dalam tabel berikut ini.
Tabel 2.12.
Profil Target dan Realisasi Penerimaan Pendapatan Asli Daerah Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika
Daerah Istimewa Yogyakarta, 2010–2013
Objek Pendapatan Target Pendapatan (Rp)
2010 2011 2012 2013
Ticketing Trans Jogja 16.745.057,000 18.338.870.690 17.000.000.000 17.500.000.000 Jembatan Timbang 2.000.250.000 2.100.000.000 1.954.800.000 2.065.920.000 Sewa Lahan Parkir
Bandara - - 377.040.300 461.632.675
Sewa Lahan PKB
Bantul 15.000.000 20.000.000 20.000.000 20.000.000
JUMLAH 18.760.307.000 20.458.870.690 19.351.840.300 20.047.552.675
Objek Pendapatan Realisasi Pendapatan (Rp)
2010 2011 2012 2013
Ticketing Trans Jogja 17.502.644.000 18.043.004.000 17.407.646.993 ,80
18.359.146.684 ,23 Jembatan Timbang 1.279.973.000 2.282.570.000 1.991.280.000 2.144.810.000 Sewa Lahan Parkir
Bandara 14.750.000 12.575.000 377.040.300 488.012.675 Sewa Lahan PKB
Bantul 15.000.000 20.000.000 20.000.000 20.000.000
57 2.6. Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM
Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM (Disperindagkop) DIY mempunyai fungsi melaksanakan urusan Pemerintah Daerah di bidang perindustrian, perdagangan, koperasi, dan UKM, serta kewenangan dekonsentrasi dan tugas pembantuan yang diberikan oleh pemerintah. Untuk melaksanakan fungsi sebagaimana di atas, Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM DIY memiliki tiga unit pelaksana teknis atau balai, yaitu Balai Pengembangan Teknologi Tepat Guna, Balai Pelayanan Bisnis Dan Pengelolaan Intelektual, dan Balai Metrologi. Dari ketiga balai tersebut, hanya dua balai yang saat ini memberikan kontribusi pada PAD DIY, yaitu Balai Pengembangan Teknologi Tepat Guna dan Balai Metrologi. Berikut profil target pendapatan dalam dua tahun terakhir yang diterget pada masing-masing balai tersebut.
Tabel 2.13.
Profil Target Pendapatan Balai Metrologi
dan Balai Pengembangan Teknologi Tepat Guna DIY, 2012-2013 (Rp)
Nama Balai Jenis Pendapatan 2012 2013
Metrologi Retribus pelayanan tera/tera ulang 191,270,000 210,000,000
Pengembangan
Teknologi Tepat Guna
Penjualan produksi usaha daerah (jasa perbengkelan dan penjualan hasil alat tepat guna)
120.000.000 140.000.000
2.6.1. Balai Metrologi
Balai Metrologi Yogyakarta, terletak di Jl. Sisingamangaraja No. 1 Yogyakarta. Balai ini sangat strategis berada di pusat kota Yogyakarta, dengan akses yang cukup mudah di jangkau. Wilayah kerja Balai Metrologi Yogyakarta meliputi: Kabupaten Gunung Kidul, Kabupaten Bantul, Kabupaten Kulonprogo, dan Kabupaten Sleman. Berikut gambaran layanan Balai Metrologi Yogyakarta tahun 2014, di masing-masing kabupten tersebut.
58
Tabel 2.14.
Jadwal Layanan Tera/Tera Ulang pada Wilayah DIY, 2014
No Jadwal Bln Jadwal Tgl Jadwal Kabupaten Jadwal Kecamatan Tempat Layanan Tera/Tera Ulang 1 Januari 7, 8, 9, 10, 13, 15, 16, 17, 20, 21, 22, 23, 24, 27, dan 28 Kab. Gunung Kidul Kec. Panggang, Purwosari, Patuk, Playen, Paliyan, dan Kec. Saptosari
Kantor Lurah Pasar Panggang, Giri Sekar, Purwosari, Giripurwo, Patuk, Playen, Gading, Paliyan, Karang Asem, dan kantor lurah pasar Saptosari 2 Februari 28, 4, 5, 6, 7, 10, 11, 12, 13, 14, 17, 18, 19, 20, 21, 24, 25, 26, 27, Kec. Tanjungsari, Tepus, Girisubo, Rongkop, Ponjong, Semanu, dan Kec. Wonosari
Kantor Lurah Pasar Kemandang, Tanjungsari, Tepus, Jepitu, Girisubo, Rongkop, Bedoyo, Semanu, Wonosari, Karangmojo, Ponjong, Semin, Ngawen, Nglipar, Gedangsari, dan kantor Lurah Pasar Mulo
3 Maret 3, 4, 5, 6, 7, 10, 11, 12, 13, 14, 17, 18, 19, 20, 21, 24, 25, 26, 27
Kab. Bantul Kec. Karangmojo, Ponjong, Semin, Ngawen, Nglipar, Gedangsari, Piyungan, Dlingo, dan Kec. Jetis
Kantor Lurah Pasar Piyungungan, Dlingo, Jetis, dan kantor pasar Patalan
4 April 2, 3, 4, 7, 8, 9, 10, 11, 14, 15, 16, 17, 21, 22, 23, 24, 25, 28, 29, 30 Kec. Pleret, Imogiri, Pundong, Kretek, Bambanglipuro, dan Kec. Pajangan
Kantor Lurah Pasar Pleret, Wonokromo, Karangtulan, Selopamioro, Pundong, Donotirto, Parangtritis, Tirtohargo, Bambanglipuro, Sumbermulyo, dan Kantor Lurah Pasar Pajangan
5 Mei 2, 5, 6, 7, 8,
9, 12, 13, 14, 16, 19, 20, 21, 22, 23, 26, 28
Kab. Bantul Kec. Pandak, Sanden, Srandakan, Bantul, Sedayu, dan Kec. Galur
Kantor Lurah Pasar Pandak, Wijirejo, Carurharjo, Sanden, Srigading, Srandakan,
Poncosari, Palbapang, Bantul, Nomporejo, dan Kantor Lurah Pasar Sedayu 6 Juni 30, 2, 3, 4, 5, 6, 9, 10, 11, 12, 13, 16, 17, 18, 19, 20, 23, 24, 25, 26, 27 Kab. Kulonprogo Kec. Lendah, Panjatan, Wates, Temon, dan Kec. Kokap
Kantor Lurah Pasar Galur, Lendah, Ngentakrejo, Wahyuharjo, Panjatan, Bendungan, Kulwaru, Temon, Karangwuni, Glagah, Kokap, Hargomulyo 7 Juli 2, 3, 4, 7, 8, 9, 10, 11, 14, 15, 16, 17, 18, 21, 22 Kec. Wates, Girimulyo, Nanggulan, Samigaluh, dan Kec. Kalibawang
Wates Kota, Girimulyo, Nanggulan, Samigaluh, Banjararum, dan Kantor Lurah Pasar Kalibawang 8 Agustus 4, 5, 6, 7, 8,
11, 12, 13, 14, 20, 21, 22, 25, 26, 27, 28
Kab. Sleman Kec. Pengasih, Sentolo, Moyudan, dan Kec. Minggir
Kantor Lurah Pasar Pengasih, Sentolo, Demangrejo, Sumberagung, Sumbersari, Minggir, Sendangrejo 9 September 2, 3, 4, 5, 8, 9, 10, 11, 12, 15, 16, 17, 18, 19, Kec. Seyegan, Godean, Gamping, Mlati, dan Tempel
Kantor Lurah Pasar Seyegan, Margodadi, Godean,
Sidoluhur, Sidoarum, Gamping, Trihanggo, Mlati,
59 No Jadwal Bln Jadwal Tgl Jadwal Kabupaten Jadwal Kecamatan Tempat Layanan Tera/Tera Ulang 22, 23, 24, 25, 26
Tempel, dan Kantor Lurah Pasar Banyurejo 10 Oktober 2, 3, 6, 7, 8, 9, 10, 13, 14, 15, 16, 17, 20, 21, 22, 23, 24, 27, 28, 29 Kec. Turi, Sleman, Ngaglik, Pakem, dan Kec. Depok
Kantor Lurah Pasar Turi, Girikarto, Triharjo, Pendowoharjo, Ngaglik, Sukoharjo, Donoharjo, Sariharjo, Pakem, Purwobinangun,
Condongcatur, Kantor Lurah Pasar Maguwoharjo 11 November 3, 4, 5, 6, 7, 10, 11, 12, 13, 14, 17, 18, 19, 20, 21, 24, 25, 26, 27 Kec. Cangkringan, Ngemplak, Kalasan, Berbah, dan Kec. Prambanan
Kantor Lurah Pasar Cangkringan, Wukirsari, Ngeplak, Binomartani, Sindumartani, Wedomartani, Selomartani, Tamanmartani, Kalasan, Berbah, Kalitirto, Prambanan, Madurejo
Sumber: Data Sekunder Balai Metrologi Yogyakarta, 2014, data diolah.
2.6.2. Balai Pengembangan Teknologi Tepat Guna
Balai Pengembangan Teknologi Tepat Guna (BPTTG) merupakan instansi Pembina teknis dibidang teknologi rekayasa yang bernaung di Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM. Tugas dan fungsi BPTTG adalah melaksanakan pengembangan teknologi tepat guna dan untuk merealisasikan hal tersebut maka BPTTG mempunyai fungsi: (1). pelaksanaan penelitian, pengembangan dan penerapan teknologi tepat guna, (2) pelaksanaan sosialisasi hasil penelitian, pengembangan dan penerapan teknologi tepat guna, (3) fasilitasi pemanfaatan hasil penelitian pengembangan dan penerapan teknologi tepat guna, (4) pelaksanaan produksi dan pelayanan perbaikan alat teknologi tepat guna, (5) pelaksanaan pemasaran alat tepat guna, dan (6) pelaksanaan kerjasama pengembangan teknologi tepat guna. Dalam perkembangannya, Balai Pengembangan Teknologi Tepat Guna yang semula hanya melayani rekayasa ATG, kemudian bertambah unit usahanya dengan adanya CFSMI (Common Fasilities Small and Medium Industry). CFSMI sendiri baru efektif beroperasi pada tahun 2012 dan bergerak dalam percetakan seperti jasa UV, laminasi dan lain-lain. Seiring dengan berkembangnya teknologi maka Bengkel produksi rekayasa ATG juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas baik berupa alat yang konfesional maupun yang digital. Fasilitas yang konvensional antara lain: mesin bubut, mesin frais, boor milling, mesin gerinda potong, mesin las listrik, mesin las argon, mesin las karbit, dan lain-lain. Sedangkan fasilitas yang digital antara lain: milling, tekuk plat, roll plat, potong plat, cutting plasma, mesin CNC.
60
Dari berbagai alat produksi yang dimiliki Balai Pengembangan Teknologi Tepat Guna telah menghasilkan berbagai Alat Tepat Guna untuk keperluan dan kebutuhan bagi IKM. Sampai dengan tahun 2013 BPTTG telah menghasilkan ± 100 ATG yang terdokumentasi dari berbagai jenis. Adapun alat yang dihasilkan oleh BPTTG merupakan karya sendiri dan berbagai masukan baik yang dihasilkan oleh Lomba Design ATG ataupun penelitian. Karya yang dihasilkan dari Lomba Design belum semuanya memenuhi harapan sehingga perlu penelitian serta pengamatan yang lebih dalam. Setiap tahun kurang lebih ada sekitar 30-40 design yang masuk sedang yang bisa memenuhi kriteria untuk IKM yang ada di DIY hanya sekitar 5-10%. Untuk CFSMI mempunyai peralatan untuk operasional antara lain: Mesin UV Varnis, Diecut 920, Laminasi termal, Stitching dan lain-lain. Sehingga CFSMI dapat melayani jasa berbagai jasa packaging dan finishing yang meliputi antara lain: Pond, Laminasi Doff- Glossy, UV Varnis, Karton Box, Faccum Siller, Faccum Forming dan berbagai macam kebutuhan finishing percetakan.
Balai Pengembangan Teknologi Tepat Guna merupakan salah satu bidang/balai yang mempunyai Pendapatan Asli Daerah selain Balai Metrologi. Dengan berbagai fasilitas yang ada di BPTTG maka diharapkan pengembangan teknologi/perekayasaan ATG untuk para IKM dapat lebih ditingkatkan. Hal ini dikarenakan bahwa BPTTG merupakan salah satu diantara bidang teknis Disperindagkop dan UKM di Pemda DIY yang mempunyai kewajiban serta kemampuan melaksanakan tugas perekayasaan serta alih teknologi dalam rangka peningkatan produksi dan kesejahteraan di IKM. Dengan adanya teknologi yang berkembang baik yang manual ataupun mekanik merupakan satu kesempatan bagi BPTTG untuk memperlihatkan kemampuan serta kehandalan yang diwujudkan dalam Alat Tepat Guna hasil produksinya. Hal ini dapat dilaksanakan dengan adanya program Peningkatan Kemampuan Teknologi Industri dengan 3 kegiatan yang mendukung terlaksananya pengembangan baik penelitian dan ujicoba serta pelayanan kepada para IKM di DIY dan sekitarnya antara lain: Pengembangan dan Pelayanan Teknologi Tepat Guna, Pengembangan dan Pelayanan Teknologi Kemasan dan Pengelolaan Bengkel Produksi dan Rekayasa.