tambah yang mampu diciptakan, sektor konstruksi merupakan sektor yang peranannya makin dominan bagi ekonomi Kepri. Hal ini bisa dilihat makin tingginya kebutuhan akan bangunan seperti perumahan, sektor ini tampaknya tidak bisa lagi diabaikan peranannya.
Perkembangan jumlah usaha konstruksi di Kepri cukup berfluktuatif selama periode 2009-2011. Pada tahun 2011 jumlah perusahaan konstruksi di provinsi Kepri tercatat sebanyak 1.373 buah, dengan nilai konstruksi yang diselesaikan (pendapatan) sebesar Rp 6.193 milyar.
Jumlah Hasil Survei Angkatan Kerja Nasional menunjukkan bahwa jumlah penduduk yang bekerja di sektor konstruksi mengalami fluktuasi dari waktu ke waktu. Tercatat sebanyak 58.211 orang Februari 2011, meningkat jumlahnya pada Agustus 2011 menjadi 59.755 orang. Namun terjadi penurunan pada Februari 2012 menjadi 43.039 orang dan kembali meningkat pada Agustus 2012 menjadi 61.981 orang.
Sementara jika dilihat dari nilai tambah sektor konstruksi, tampak juga terjadi peningkatan yang cukup berarti. Pada tahun 2010, nilai tambah yang tercipta pada sektor ini (harga berlaku) mencapai 5,3 triliun terus meningkat menjadi 6,3 triliun (tahun 2011) dan naik menjadi 7,3 triliun pada tahun 2012.
Meski meningkat secara nominal, dan jika dibandingkan dengan total nilai tambah yang tercipta di Kepri, perannya semakin meningkat. Pada tahun 2010, peran sektor konstruksi terhadap penciptaan nilai tambah di Kepri mencapai 7,37 persen, meningkat menjadi 7,79 persen di tahun 2011 dan mencapai 7,92 persen di tahun 2012.
K
KKOOONNNSSSTTTRRRUUUKKKSSSIII
SSSeeekkktttooorrrKKKooonnnssstttrrruuukkksssiiiMMMeeennnyyyeeerrraaapppTTTiiidddaaakkkLLLeeebbbiiihhhDDDaaarrriii888PPPeeerrrssseeennnPPPeeekkkeeerrrjjjaaa
Tahun 2011, sektor konstruksi hanya mampu menyerap sekitar 62 ribu orang pekerja atau 7,52 persen dari total penduduk Kepri yang bekerja
Catatan:
- Penduduk yang bekerja di sektor konstruksi adalah penduduk usia 15 tahun keatas yang melakukan kegiatan konstruksi untuk memperoleh atau mem-bantu memperoleh keuntungan/ pendapatan paling sedikit 1 jam (tidak terputus) selama seminggu yang lalu. - Nilai Tambah sektor konstruksi adalah
seluruh nilai tambah yang dihasilkan dari proses produksi pada sektor konstruksi
Jumlah Perusahaan dan Nilai Konstruksi yang Diselesaikan di Kepri, 2009-2011
Jumlah Penduduk yang Bekerja di Sektor Konstruksi Kepri
Perumahan merupakan salah satu output penting yang dihasilkan oleh sektor konstruksi. Terlebih lagi output ini memiliki keterkaitan erat dengan tingkat kesejahteraan dan kesehatan masyarakat.
Karena Kepri merupakan provinsi baru yang sedang membangun dan hampir separuh dari SDM yang ada berasal dari luar Kepri, hal ini menyebabkan kebutuhan rumah di Kepri sudah tidak sebanding dengan ketersediannya. Kondisi ini pula yang tampaknya menyebabkan naiknya biaya perumahan di Kepri relatif lebih cepat dibanding daerah lainnya.
Hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) menunjukkan bahwa secara rata-rata pengeluaran per kapita penduduk untuk biaya sewa/kontrak rumah merupakan jenis pengeluaran tertinggi untuk komoditas non makanan, dan angkanya cenderung meningkat setiap tahunnya. Kenyataan ini sejalan dengan makin seringnya terjadi peningkatan harga pada komoditas sewa rumah di Kepri.
Data inflasi menunjukkan bahwa pada tahun 2012, beberapa kali terjadi inflasi pada komoditas sewa rumah. Bahkan angkanya relatif tinggi terutama pada bulan Februari untuk Kota Batam dan bulan Maret untuk kota Tanjungpinang. Kondisi ini tentu harus menjadi perhatian pemerintah jika tidak ingin keindahan alam Kepri tercoreng oleh
bermunculannya rumah kumuh akibat
ketidakmampuan penduduk untuk tinggal di rumah yang layak.
Laju Inflasi Perumahan Kota Batam dan Tanjungpinang, 2012
K
KKOOONNNSSSTTTRRRUUUKKKSSSIII
BBBiiiaaayyyaaaPPPeeerrruuummmaaahhhaaannnTTTeeerrruuusssMMMeeennniiinnngggkkkaaatt t
Selama tahun 2012, terjadi inflasi cukup tinggi pada komoditas sewa rumah di Kota Batam hingga mencapai 0,78 persen pada bulan Februari
25 Statistik Daerah Provinsi Kepri 2013
Dalam kurun waktu dua tahun terakhir, dunia kepariwisataan Kepri terus mengalami peningkatan. Hal ini terlihat dari jumlah wisman yang terus meningkat. Pada tahun 2012 kunjungan wisman ke Kepri mencapai 1,8 juta orang. Walaupun peningkatan jumlah kunjungan wisman belum tentu berkorelasi positif dengan jumlah devisa yang mampu diraih (karena terkait dengan daya beli), namun peningkatan jumlah kunjungan wisman secara konsisten setidaknya bisa dijadikan indikasi bahwa kepri kembali menjadi pintu masuk wisman untuk mengunjungi Indonesia.
Jika dilihat dari negara asalnya, kontributor utama kepariwisataan Kepri tidak mengalami pergeseran. Selama tiga tahun terakhir Singapura masih mendominasi wisman ke Kepri. Malaysia dan Korea Selatan menunjukkan peningkatan yang cukup konsisten. Kepri harus terus mempromosikan sektor pariwisatanya, agar negara-negara lain tertarik dan ingin berkunjung ke Kepri.
Batam masih menjadi pintu gerbang utama masuknya wisman yang berkunjung ke Kepri mencapai 69 persen. Hal ini pula yang menjadi daya tarik pengusaha perhotelan lebih suka berinvestasi di Batam dibanding wilayah lainnya. Namun perlu adanya pemerataan promosi untuk daerah kunjungan wisata seperti di Kabupaten Bintan, agar semakin banyak wisman yang tertarik untuk berkunjung Ke Kepri melalui Bintan.
Lima Kontributor Utama Wisman ke Kepri
Uraian 2010 2011 2012 Singapura 824.976 914.582 898.433 Malaysia 217.064 241.356 259.921 Korea Selatan 69.630 75.320 78.078 Cina 38.250 51.595 68.795 India 42.221 48.153 56.299 Philipina 35.894 48.405 52.558 Lainnya 292.218 327.100 353.355 Jumlah 1.520.253 1.706.511 1.767.439
H
HHOOOTTTEEELLLDDDAAANNNPPPAAARRRIIIWWWIIISSSAAATTTAAA
K KKuuunnnjjjuuunnngggaaannnWWWiiisssmmmaaannnttteeerrruuusssmmmeeennnuuunnnjjjuuukkkkkkaaannntttrrreeennnpppooosssiiitttiiifffBatam masih menjadi pintu gerbang utama masuknya wisman ke Kepri, dengan kata lain 69 persen wisman yang berkunjung ke Kepri melalui Batam
Wisman menurut Pintu Masuk Sumber : Kepri Dalam Angka 2013
*** Tahukah Anda
Lebih dari 66 persen wisman yang berkunjung ke Kepri berasal dari negara tetangga Singapura dan Malaysia, namun ganya 1 persen saja yang berasal
dari Amerika Serikat .
Jawa.
Dari tahun 2010 sampai 2012, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Kepri terus mengalami peningkatan. Namun di tahun 2012, jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Kepri menurun jumlahnya dibandingkan tahun sebelumnya. Namun wisatawan domestik naik 18,19 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk mendukung hal tersebut, ketersediaan sarana dan prasarana tentu merupakan prasyarat mutlak. Salah satu sarana penting adalah tempat menginap/akomodasi. Namun mengingat Kepri relatif belum jenuh, maka yang perlu diperbaiki bukan hanya kuantitasnya namun lebih pada kualitasnya. Pada tahun 2012 , jumlah hotel di Kepri telah mencapai 380 buah, bertambah jumlahnya 42 buah dibandingkan tahun sebelumnya.
Dengan kapasitas hotel seperti di atas tampaknya telah mampu mencukupi bahkan melebihi untuk menampung jumlah wisatawan yang datang. Hal ini tercermin dari tingkat hunian kamar yang berkisar 48 persen untuk hotel berbintang dan 35 persen untuk hotel non berbintang.
Sejalan dengan permasalahan di atas, rata-rata lama menginap juga masih menunjukkan angka yang relatif rendah dan cenderung berfluktuasi. Hal ini tentu harus disikapi secara serius oleh pemerintah. Karena sebesar apapun peningkatan jumlah kedatangan, tetapi jika tidak dibarengi oleh tingkat hunian dan lama menginap yang tinggi maka akan berakibat pada tidak optimalnya devisa yang mampu diserap.
Jumlah Wisatawan dan Lamanya Menginap di Kepri
Uraian 2010 2011 2012
Jumlah yang menginap di hotel - Wisman 747.449 1.002.613 983.055 - Wisnus 1.086.525 1.310.620 1.549.007
Rata-rata lama menginap (malam)
- Wisman 1,59 1,66 1,75
- Wisnus 1,92 1,81 1,60
Sumber : Kepri Dalam Angka 2013
Statistik Hotel dan Wisatawan di Kepri
Uraian 2010 2011 2012 Jumlah tamu - Hotel Berbintang 1.394.238 1.700.378 1.773.160 - Hotel non Berbintang 439.736 612.855 758.902
Tingkat hunian kamar
- Hotel
Berbintang 47,58 46,95 48,42 - Hotel non
Berbintang 41,51 36,51 35,04
Tingkat pemakaian tempat tidur - Hotel
Berbintang 59,99 55,69 59,64 - Hotel non
Berbintang 47,11 46,94 36,52
Rata-rata Lama Menginap
- Hotel
Berbintang 1,59 1,66 1,70
- Hotel non
Berbintang 2,41 1,98 1,57
Sumber : Kepri Dalam Angka 2013
H
HHOOOTTTEEELLLDDDAAANNNPPPAAARRRIIIWWWIIISSSAAATTTAAA
TTTiiinnngggkkkaaattthhhuuunnniiiaaannnkkkaaammmaaarrrccceeennndddeeerrruuunnngggmmmeeennniiinnngggkkkaaattt
Wisman yang menginap di hotel-hotel di Provinsi Kepri pada tahun 2012, naik 9,46 persen dibandingkan tahun sebelumnya
*** Tahukah Anda
Rata-rata lama inap tamu di hotel non berbintang lebih tinggi dari hotel
berbintang.
27 Statistik Daerah Provinsi Kepri 2013
Kemudahan akses yang ditimbulkan oleh ketersediaan jalan secara otomatis akan memberi dampak positif bagi kelangsungan transaksi perekonomian. Apalagi bagi Kepri yang bisa dikatakan sebagai etalase pariwisata di Indonesia. Ketersediaan infrastruktur yang memadai seperti jalan tentu sangatlah penting. Selama kurun waktu tiga tahun terakhir tidak ada penambahan pembangunan jalan di Provinsi ini, hanya adanya beberapa kegiatan perbaikan dan perawatan jalan yang rusak guna memperlancar dan memberikan keselamatan dan kenyamanan bagi pengguna jalan. Peningkatan tertinggi untuk sarana transportasi darat terjadi pada sepeda motor. Hal ini dapat dipahami mengingat Kepri yang relatif kecil dan rute angkutan yang terbatas sehingga sepeda motor merupakan pilihan utama untuk mobilitas masyarakat.
Untuk sarana komunikasi, keberadaan telepon kabel perlahan-lahan mulai tergantikan oleh telepon seluler. Dari data yang ada, jumlah rumah tangga yang memiliki telepon kabel mengalami penurunan dari 10,41 persen di tahun 2011 menjadi 6,90 persen di tahun 2012. Sebaliknya kepemilikan telepon seluler tercatat meningkat dari 96,13 persen menjadi 96,88 persen pada tahun 2012. Sementara untuk keberadaan komputer, tampak terjadi peningkatan dari 30,49 persen menjadi 36,41 persen rumah tangga yang memiliki komputer (baik dekstop maupun laptop).
Statistik Transportasi di Kepri
Uraian 2010 2011 2012 Panjang Jalan (km) 1.013,49 1.013,49 1.013,49 - Jalan Negara 334,00 334,00 334,00 - Jalan Provinsi 679,49 674,49 674,49
T
TTRRRAAANNNSSSPPPOOORRRTTTAAASSSIIIDDDAAANNNKKKOOOMMMUUUNNNIIIKKKAAASSSIII
P PPeeennngggggguuunnnaaaTTTeeellleeepppooonnnSSSeeellluuullleeerrrTTTeeerrruuusss MMMeeennniiinnngggkkkaaatttJumlah rumah tangga yang memiliki telepon seluler 96,13 persen pada tahun 2011 terus meningkat kepemilikannya menjadi 96,88 persen pada tahun 2012
Sumber : Kepri Dalam Angka 2013
Persentase Rumah Tangga yang Memiliki Akses TIK di Kepri, 2011-2012
Selain sarana dan prasarana angkutan darat, angkutan udara dan laut tentu juga memegang peran strategis dalam perekonomian.Terlebih lagi kedua sarana di atas merupakan pintu masuk menuju Kepri, yang juga mengandalkan kedatangan wisatawan dalam menggerakkan ekonominya.
Untuk penumpang domestik, jika
dibandingkan melalui bandar udara atau pelabuhan laut, lebih dominan jumlah penumpang yang melalui pintu masuk pelabuhan laut. Hal ini antara lain dipengaruhi oleh wilayah geografis Kepri yang terdiri dari pulau-pulau di mana angkutan utamanya adalah kapal laut.
Untuk penumpang domestik yang
menggunakan angkutan udara, terus mengalami peningkatan jumlah penumpang. Ada empat bandara yang berada di dua kota dan dua kabupaten di Kepri. Pada tahun 2012, jumlah kedatangan yang melalui bandara Hang Nadim-Batam naik 15,97 persen dari tahun sebelumnya, dengan total penumpang yang datang mencapai 1,86 juta orang dan penumpang yang berangkat mencapai 1,81 juta orang atau naik 14,10 persen dari tahun sebelumnya. Untuk bandara Dabo-Lingga terjadi penurunan jumlah penumpang. Penumpang yang berangkat turun 49 persen dan penumpang yang datang turun 40 persen dari tahun sebelumnya Lonjakan penumpang yang cukup besar terjadi di bandara Raja Haji Fisabilillah
Tanjungpinang, dengan jumlah penumpang
berangkat naik 28,47 persen dan penumpang yang datang naik 24,31 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Demikian pula halnya dengan penumpang yang melalui pelabuhan laut di Batam. Pada tahun 2012, jumlah kedatangan penumpang mencapai 3.201.685 orang dan penumpang berangkat mencapai 3.288.236 orang. Untuk tahun 2012,
terlihat fenomena membludaknya jumlah
penumpang melalui pelabuhan laut, ini berarti arus migrasi penduduk antar pulau di Kepri sangat besar dan cepat.
Penumpang Domestik yang Melalui Bandara di Kepri
Bandara 2011 2012
Bandara Hang Nadim-Batam
- Berangkat 1.586.649 1.810.310 - Datang 1.603.805 1.859.861
- Transit 59.155 48.364
Bandara Raja Haji Fisabilillah-Tg.Pinang - Berangkat 111.578 143.344 - Datang 116.735 145.111 - Transit 3.073 6.363 Bandara Ranai-Natuna - Berangkat 22.906 38.895 - Datang 22.588 36.385 Bandara Dabo-Lingga - Berangkat 2.974 1.527 - Datang 2.954 1.770
Sumber : Kepri Dalam Angka 2013
Arus Penumpang Domestik Yang Melalui Pelabuhan Laut di Kepri, 2012
T
TTRRRAAANNNSSSPPPOOORRRTTTAAASSSIIIDDDAAANNNKKKOOOMMMUUUNNNIIIKKKAAASSSIII
T TTeeerrrjjjaaadddiiiLLLooonnnjjjaaakkkaaannnPPPeeennnuuummmpppaaannngggYYYaaannngggMMMeeelllaaallluuuiiiBBBaaannndddaaarrraaaHHHaaannngggNNNaaadddiiimmm B BBaaatttaaammmPada tahun 2012, jumlah penumpang berangkat yang melalui Bandara Hang Nadim Batam naik 14 persen dan penumpang yang datang naik 16 persen
29 Statistik Daerah Provinsi Kepri 2013
Perbankan memiliki fungsi intermediasi, yaitu mengumpulkan dana masyarakat dan kemudian menyalurkannya kembali kepada pihak lain baik untuk kegiatan produksi maupun konsumsi. Hal inilah yang membuat perbankan menjadi salah satu sektor penting dalam perekonomian, di samping perbankan sendiri mampu menciptakan nilai tambah yang juga tidak bisa dikatakan kecil.
Pada tahun 2012, jumlah kantor bank di Kepri mencapai 291 unit, atau bertambah sebanyak 72 unit bank jika dibandingkantahun sebelumnya. Hal ini sejalan dengan kinerjanya yang juga menunjukkan peningkatan cukup signifikan. Dana yang dikumpulkan dari masyarakat tercatat terus meningkat dari tahun 2010-2012, yaitu dari 35 triliun hingga menjadi 38 triliun. Kredit usaha kecil ini pada tahun 2012, penggunaannya 39 persen untuk investasi, 33 persen untuk konsumsi dan sisanya 28 persen untuk modal kerja.
Di sisi lain, realisasi investasi juga menun-jukkan kecenderungan yang berbeda. PMA pada tahun 2012 mengalami penurunan nilai investasi jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Namun sebaliknya, PMDN mengalami peningkatan yang cukup berarti dari 7 proyek di tahun 2011 menjadi 25 proyek di tahun 2012.
Uraian 2010 2011 2012
Jumlah Kantor Bank
- Pemerintah 74 98 113
- Bank Pemerintah Daerah 20 23 20 - Bank Swasta Nasional 101 96 156 - Bank Asing dan Campuran 2 2 2 Sumber :Kepri Dalam Angka 2013
Uraian 2010 2011 2012
PMA (ribu US$) 88.859 620.352 185.806 PMDN (juta Rp) 302.403 154.775 3.235.245 Sumber :Kepri Dalam Angka 2013
Realisasi Investasi di Kepri
P
PPEEERRRBBBAAANNNKKKAAANNNDDDAAANNNIIINNNVVVEEESSSTTTAAASSSIII
P PPeeennnaaannnaaammmaaannnMMMooodddaaalllDDDaaalllaaammmNNNeeegggeeerrriiidddiiiKKKeeeppprrriiiTTTaaahhhuuunnn222000111222MMMeeennniiinnngggkkkaaattt T TTaaajjjaaammmNilai Investasi PMDNdi Kepri untuk tahun 2012 menunjukkan kenaikan tajam berbanding terbalik dengan PMA
Statistik Perbankan di Kepri Dana Simpanan Perbankan di Kepri
(milyar rupiah)
*** Tahukah Anda
Bank Perkreditan Rakyat memegang peran penting bagi ekonomi Kepri karena memiliki pangsa pada
lapisan masyarakat menengah kebawah serta UMKM.
Pada tahun 2012, dilihat dari penggunaannya kredit yang disalurkan oleh perbankan mengalami pergeseran penggunaan. Dari tiga jenis penggunaan (konsumsi, modal kerja dan investasi) pada tahun 2012 ini kredit untuk investasi lebih mendominasi. Meskipun demikian masih tetap diperlukan peran pemerintah untuk terus dapat merangsang tumbunya investasi, baik dengan cara memberikan kemudahan atau bahkan reward bagi penanaman investasi terutama investor dalam negeri dan yang paling penting adalah menciptakan iklim investasi yang baik agar para investor merasa aman berinvestasi di Provinsi ini.
Jika dilihat menurut sektor ekonomi, sektor perdagangan, restoran dan hotel tercatat sebagai sektor yang memperoleh kredit terbesar. Sektor berikutnya adalah sektor industri. Kondisi ini kembali terkait dengan penggerak ekonomi Kepri yaitu sektor industri pengolahan, di mana kedua sektor tersebut memiliki keterkaitan paling erat. Di sisi lain, penyaluran kredit sektor industri mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Dilihat dari sisi aktiva pada tahun 2012, bank
swasta mempunyai aktiva paling besar
dibandingkan kelompok bank lainnya yaitu 47 persen, tidak terlalu jauh perbedaannya dengan bank pemerintah 42 persen, bank perkreditan rakyat 9 persen dan bank asing dan campuran hanya 2 persen dari keseluruhan total aktiva bank.
Uraian 2009 2010 2011
Pertanian 136.258 150.861 181.715
Pertambangan
dan Penggalian 116.188 244.128 238.140
Industri 2.654.434 2.207.873 3.760.903
Listrik, Gas dan
Air 164.153 198.158 604.160 Konstruksi 923.294 2.091.465 1.909.858 Perdagangan, Restoran dan Hotel 2.743.920 3.653.210 4.696.593 Pengangkutan, Pergudangan dan Komunikasi 636.775 1.360.655 2.029.610 Jasa-Jasa Dunia Usaha 1.027.732 1.395.908 1.909.532 Jasa-Jasa Sosial Masyarakat 328.780 350.932 400.440 Lain-Lain 7.138.712 8.363.497 9.998.338 Total 15.870.246 20.016.687 25.729.289
Sumber : Kepri Dalam Angka 2013
Posisi Pinjaman Perbankan Menurut Jenis Penggunaan di Kepri (milyar rupiah)
P
PPEEERRRBBBAAANNNKKKAAANNNDDDAAANNNIIINNNVVVEEESSSTTTAAASSSIII
K KKrrreeedddiiitttPPPeeerrrbbbaaannnkkkaaannnUUUnnntttuuukkkSSSeeekkktttooorrrPPPeeerrrdddaaagggaaannngggaaannn,,,RRReeessstttooorrraaannndddaaannnHHHooottteeelll M MMaaasssiiihhhMMMeeennndddooommmiiinnnaaasssiiiSektor perdagangan, restoran dan hotel memperoleh kredit paling besar, dikarenakan sektor ini cukup berperan dalam perekonomian Kepri
Pinjaman Perbankan Menurut Sektor Ekonomi di Kepri (juta rupiah)
Posisi Aktiva Perbankan Menurut Kelompok Bank di Kepri 2012 (%)
kepri.bps.go.id
31 Statistik Daerah Provinsi Kepri 2013
Kota Batam dan Tanjungpinang merupakan dua kota yang menghitung inflasi di Kepri. Untuk Kota Batam, pergerakan harga-harga yang tercermin dari angka inflasi selama tiga tahun terakhir cukup berfluktuasi terutama di tahun 2010 cukup tinggi.
Kota Batam untuk tahun 2012, harga barang secara umum tidak terlalu banyak meningkat bahkan terjadi deflasi sebanyak tiga kali, yaitu pada bulan Februari, April dan November. Inflasi 2,02 persen pada tahun 2012, dipicu oleh naiknya harga beberapa komoditas seperti angkutan udara, bayam, kacang panjang, kangkung, rokok kretek filter, celana panjang jeans, wortel, bawang merah, rokok kretek, daging sapi, kecap, kol putih/kubis, baju kaos/t-shirt, rokok putih, beras, celana dalam pria, celana dalam wanita, dan ketimun.
Untuk Kota Tanjungpinang, inflasi yang terjadi lebih tinggi jika dibandingkan dengan Kota Batam. Pada tahun 2012 di Kota Tanjungpinang terjadi lima kali deflasi yaitu dibulan Februari, Maret, April, Mei dan Oktober. Inflasi tertinggi terjadi pada bulan Agustus mencapai 1,98 persen.
Pada tahun 2011, Kota Tanjungpinang mengalami deflasi sebanyak empat kali yaitu di bulan Maret, April, Juni dan November. Inflasi tertinggi pada tahun 2011 terjadi pada bulan Januari, yang dipicu oleh naiknya harga komoditas bawang merah, beras, ikan selar, kangkung, ikan tongkol, sotong, bayam, bawang putih, sawi hijau, kacang panjang, daging sapi, rokok kretek, buncis, ikan kembung/gembung, tomat sayur, cumi-cumi, wortel, lada/merica, dan ketimun.
Laju Inflasi Kota Batam
Kelompok Pengeluaran 2010 2011 2012
Umum 7,40 3,76 2,02
Bahan Makanan 12,08 5,20 1,95 Makanan jadi, Minuman,
Rokok dan Tembakau 11,75 3,08 2,83
Perumahan 4,49 2,88 0,81
Sandang 11,37 3,21 3,69
Kesehatan 2,87 3,81 1,66
Pendidikan, Rekreasi dan
Olahraga 7,35 9,95 3,25
Transportasi dan
Komunikasi 0,83 1,92 1,88
Sumber :BPS Provinsi Kepri
Laju Inflasi Kota Tanjungpinang Kelompok Pengeluaran 2010 2011 2012
Umum 6,17 3,32 3,92
Bahan Makanan 12,44 4,65 6,12 Makanan jadi, Minuman,
Rokok dan Tembakau 4,43 3,62 5,04
Perumahan 6,55 2,38 2,59
Sandang 5,21 4,47 3,22
Kesehatan 0,74 4,11 3,07
Pendidikan, Rekreasi dan
Olahraga 4,14 4,18 2,50
Transportasi dan
Komunikasi -0,51 0,88 0,65 Sumber :BPS Provinsi Kepri
H
HHAAARRRGGGAAA---HHHAAARRRGGGAAA
TTTiiigggaaaTTTaaahhhuuunnnTTTeeerrraaakkkhhhiiirrrHHHaaarrrgggaaa---HHHaaarrrgggaaaSSSaaannngggaaatttBBBeeerrrfffllluuukkktttuuuaaatttiiifff
Selama tiga tahun terakhir, inflasi terendah terjadi padatahun 2012 di Kota Batam dan tahun 2011 di Kota Tanjungpinang
16
Dibanding daerah perkotaan, pergerakkan harga di tingkat pedesaan juga relatif sejalan. Namun jika dilihat besarannya, tekanan harga di daerah perkotaan tampak lebih berat.
Nilai Tukar Petani (NTP) yang mencerminkan daya tukar/kesejahteraan petani menunjukkan bahwa selama tahun 2012 indeksnya di atas 100, sehingga dikatakan bahwa kondisi petani sudah lebih baik jika dibandingkan tahun 2007 sebagai tahun dasar.
Namun demikian, tidak semua petani merasakan hal tersebut. Dari lima sub sektor (tanaman bahan makanan, perikanan, peternakan, holtikultura dan perkebunan) hanya petani yang mengusahakan peternakan yang masih memiliki indeks dibawah 100. Sedangkan petani keempat sub sektor lainnya memiliki nilai indeks diatas 100.
Selama tahun 2012, petani yang mengusahakan hortikultura memiliki indeks tertinggi dibandingkan petani sub sektor lainnya. Hal ini sebanding dengan semakin meningkatnya produksi holtikultura Provinsi ini yang kemudian ke depannya dapat membantu mensejahterakan para petani holtikultura.
Namun peran pemerintah harus terus ditingkatkan agar para petani sub sektor lainnya juga dapat terus meningkatkan hasil produksinya,
sehingga dapat terciptanya pemerataan
kesejahteraan antar petani. Inflasi Batam, Tanjungpinang dan Indonesia
Tahun 2012
H
HHAAARRRGGGAAA---HHHAAARRRGGGAAA
PPPeeetttaaannniiiKKKeeeppprrriiiMMMeeennnggggggaaapppaaaiiiKKKeeessseeejjjaaahhhttteeerrraaaaaannn
Hanya NTP peternakan saja yangmenunjukkan angka di bawah 100, sedangkan keempat sektor lainnya menunjukkan angka diatas 100.
Nilai Tukar Petani di Kepri Tahun 2012
*** Tahukah Anda
Indeks yang dibayar petani mencakup komponen konsumsi rumah tangga dan penambahan barang
modal. Indeks yang diterima petani mencakup penerimaan yang berasal dari seluruh sub sektor
pertanian.
Jawa.
33 Statistik Daerah Provinsi Kepri 2013
Menurut kaidah ekonomi, pengukuran tingkat kesejahteraan dapat digambarkan dengan besarnya pendapatan seseorang. Namun demikian, kesulitan untuk mengukur pendapatan membuat tingkat kesejahteraan secara moneter seringkali didekati dengan besarnya pengeluaran seseorang.
Hasil Susenas menunjukkan bahwa
pengeluaran per kapita penduduk Kepri secara nominal memperlihatkan trend yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Jika pada tahun 2011 pengeluaran per kapita per bulan baru mencapai Rp 904.790 per kapita per bulan, naik pada tahun 2012 menjadi Rp 1.52.377 per kapita per bulan. Namun demikian, peningkatan pengeluaran secara nominal dibarengi dengan asupan kalori maupun protein masyarakat. Jika dibanding tahun sebelumnya, konsumsi kalori dan
protein mengalami dibandingkan tahun
sebelumnya.
Lebih lanjut dari pola konsumsi masyarakat juga terlihat ada kecenderungan mengalami kemajuan dibandingkan dua tahun sebelumnya. Hal ini tercermin dari peningkatan proporsi pengeluaran non makanan sementara makanan mengalami penurunan. Secara teori, proporsi pengeluaran makanan akan semakin berkurang seiring dengan
makin membaiknya tingkat kesejahteraan
masyarakat. Pengeluaran non makanan, tentu berimplikasi positif terhadap kwalitas sumber daya manusia yang dihasilkan karena terkait erat dengan biaya pendidikan serta kesehatan masyarakat. Meningkatnya proporsi pengeluaran non makanan, diharapkan akan meningkatkan jenjang pendidikan serta fasilitas pelayanan kesehatan yang mampu diakses penduduk.
Konsumsi 2011 2012
Kalori (kkal) 1.895,49 1.832,21 Protein (gram) 57,06 55,95 Sumber : Kepri Dalam Angka 2013
Perkembangan Pengeluaran Per Kapita Kepri, 2010-2012 (Rp)
Persentase Pengeluaran Makanan dan Non Makanandi Kepri
P
PPEEENNNGGGEEELLLUUUAAARRRAAANNNPPPEEENNNDDDUUUDDDUUUKKK
PPPaaadddaaatttaaahhhuuunnn222000111222,,,pppooolllaaakkkooonnnsssuuummmsssiiimmmaaasssyyyaaarrraaakkkaaatttKKKeeeppprrriiiMMMaaasssiiihhhSSSaaammmaaa
56 persen pengeluaran penduduk Kepri digunakan untuk kebutuhan non makanan, sedangkan sisanya 44 ersen untuk memenuhi kebutuhan makanan.
Rata-rata Konsumsi Kalori dan Protein Per Kapita Per Hari Provinsi Kepri
Berdasarkan jenis komoditas, makanan dan minuman jadi merupakan jenis yang mengambil porsi terbesar dari kelompok pengeluaran makanan masyarakat. Kemudian disusul oleh komoditas ikan, dikarenakan Kepri sebagai provinsi kepulauan yang sebagian besar wilayahnya lautan, maka ikan hampir menjadi komoditas konsumsi utama masyarakat.
Selain kedua komoditas di atas, tembakau dan sirih serta padi-padian juga mengambil porsi yang cukup lumayan. Hal yang cukup miris bagi masyarakat yang masih mengkonsumsi rokok sebagai kebutuhan sehari-harinya. Yang kemudian akan berdampak pada kesehatan dan pengeluaran lanjutan untuk berobat akibat dampak dari penyakit yang ditimbulkan.
Perbedaan tempat tinggal baik di perkotaan dan perdesaan berdampak pada pola pengeluaran. Untuk komoditas ikan dan daging, daerah perdesaan untuk porsi ikan lebih tinggi sedangkan porsi daging sangat rendah. Hal ini dikarenakan harga ikan di perdesaan lebih terjangkau dan banyak masyarakat perdesaan yang bermata pencaharian sebagai nelayan. Sama halnya untuk daerah perkotaan, meskipun perbedaan porsi ikan dan daging tidak terlalu besar.
Di sisi lain, pada pengeluaran non makanan masyarakat, kelompok perumahan dan fasilitas rumah tangga merupakan jenis yang mengambil porsi terbesar dari pengeluaran masyarakat, diikuti oleh barang dan jasa serta pakaian, alas kaki dan tutup kepala.
Komoditi Rata-rata Pengeluaran Perkapita Perkotaan Perdesaan Total Padi-padian 3,82 6,84 5,02 Umbi-umbian 0,19 0,49 0,31 Ikan 4,68 9,36 6,53 Daging 2,55 1,43 2,11 Telur, susu 3,07 3,36 3,18 Sayur-sayuran 3,14 5,19 3,95 Kacang-kacangan 0,68 0,76 0,71 Buah-buahan 2,16 3,09 2,53 Minyak& lemak 1,41 1,90 1,61 Bahan Minuman 0,62 2,90 1,53 Bumbu-bumbuan 0,63 1,25 0,88 Konsumsi lainnya 0,76 1,68 1,13 Makanan & minuman jadi 10,29 6,79 8,90 Tembakau & Sirih 4,01 8,74 5,89 Total Makanan 38,02 53,78 44,26 Perumahan &
fasilitas rumah tangga
24,38 17,90 21,81 Barang & jasa 24,22 14,73 20,46 Pakaian, alas kaki &
tutup kepala 3,65 8,37 5,52 Barang-barang yang
tahan lama 6,26 3,07 5,00