• Tidak ada hasil yang ditemukan

Isu Inti yang perlu diperhatikan dalam menentukan apakah Capaian Hasil sudah dipenuhi 2.1 Seberapa jauh negara memberikan bantuan hukum timbal balik dan ekstradisi yang bersifat

membangun dan tepat waktu terkait berbagai permintaan kerja sama internasional? Seperti apa mutu bantuan yang diberikan?

2.2. Seberapa jauh negara meminta bantuan hukum untuk melakukan kerja sama internasional secara layak dan tepat waktu untuk mengejar TPPU di dalam negeri, tindak pidana asal yang terkait, dan perkara TPPT yang memiliki unsur transnasional/lintas negara?

2.3. Seberapa jauh berbagai pihak berwenang meminta bentuk kerja sama internasional lainnya untuk saling bertukar informasi intelijen keuangan dan informasi lain terkait pengawasan, penegakan hukum ataupun informasi lainnya secara layak dan tepat waktu dengan mitra kerja asing untuk tujuan APU/PPT?

Ciri/karakteristik sistem yang efektif

Negara yang bersangkutan memberi informasi atau bantuan yang konstruktif dan tepat waktu saat diminta oleh negara lain. Pihak berwenang memberi bantuan apabila menerima permintaan untuk:

 menemukan lokasi dan mengekstradisi pelaku kejahatan; dan  mengidentifikasi, memblokir, menyita, merampas, dan

mengagihkan/berbagi aset dan memberi informasi (termasuk bukti, intelijen keuangan, informasi pengawasan dan informasi terkait

kepemilikan manfaat) yang berkaitan dengan pencucian uang, pendanaan terorisme atau tindak pidana asal yang terkait.

Pihak berwenang juga meminta kerja sama internasional untuk mengejar pelaku kejahatan dan asetnya. Seiring waktu, hal ini akan menjadikan suatu negara menjadi kurang menarik di mata pelaku kejahatan (termasuk teroris) sebagai tempat menjalankan operasi, sebagai tempat untuk menyimpan harta hasil kejahatan ilegal mereka, atau untuk digunakan sebagai suaka kejahatan (safe haven).

Capaian hasil ini utamanya terkait dengan Rekomendasi 36 - 40 dan juga unsur-unsur dalam Rekomendasi 9, 24, 25, dan 32.

METODOLOGI PENILAIAN KEPATUHAN TEKNIS TERHADAP PEMENUHAN REKOMENDASI FATF DAN EFEKTIVITAS SISTEM APU/PPT

2.4. Seberapa jauh berbagai pihak berwenang melakukan (termasuk secara spontan) bentuk kerja sama internasional lainnya untuk saling bertukar informasi intelijen keuangan dan informasi lain terkait pengawasan, penegakan hukum ataupun informasi lainnya secara membangun dan tepat waktu dengan mitra kerja asing untuk tujuan APU/PPT?

2.5. Seberapa baik pihak berwenang melakukan dan menanggapi permintaan dari pihak luar negeri untuk bekerja sama dalam mengidentifikasi dan berbagi informasi dasar dan informasi tentang kepemilikan manfaat pada badan hukum (legal person) dan pengaturan hukum (legal arrangement)?

a)

Contoh Informasi yang dapat mendukung simpulan terkait Isu Inti

1. Bukti dalam penanganan dan pengajuan permintaan bagi kerja sama internasional sehubungan dengan ekstradisi, bantuan hukum timbal balik, dan bentuk kerja sama internasional lainnya (e.g., jumlah permintaan yang diajukan, yang diterima, yang diproses, yang dikabulkan, atau yang ditolak terkait dengan berbagai pihak berwenang (e.g., otoritas pusat/central authority, FIU, pengawas, dan aparat penegak hukum) serta jenis permintaan; ketepatan waktu dalam memberikan respon, termasuk dalam menentukan prioritas; kasus- kasus penyebaran/pertukaran informasi yang sifatnya spontan).

2. Jenis dan jumlah perjanjian kerja sama dengan negara lainnya (termasuk MOU, traktat/perjanjian, kerja sama bilateral dan multilateral yang didasarkan pada prinsip resiprokalitas, atau mekanisme kerja sama lainnya).

3. Contoh: (a) mengajukan permintaan kepada, dan (b) melakukan kerja sama internasional yang berhasil (e.g., memanfaatkan informasi intelijen keuangan/bukti yang diberikan kepada atau oleh negara yang bersangkutan (tergantung kasusnya); investigasi yang dilakukan atas nama atau bersama-sama dengan mitra kerja asing; melakukan ekstradisi tersangka/pelaku kejahatan TPPU/TPPT).

4. Informasi tentang investigasi, penuntutan, perampasan, dan pemulangan/pengembalian/pembagian aset (e.g., jumlah investigasi/penuntutan TPPU/TPPT, jumlah dan nilai aset yang diblokir dan dirampas (termasuk melalui perampasan tanpa pemidanaan) yang berasal dari kerja sama internasional; nilai aset yang dipulangkan atau yang diagihkan).

b)

Contoh Faktor Spesifik yang dapat mendukung simpulan terkait Isu Inti

5. Upaya-upaya operasional apa yang tersedia guna memastikan bahwa upaya pengaman yang sesuai sudah diterapkan, bahwa permintaan ditangani secara rahasia demi melindungi integritas proses (e.g., investigasi dan permintaan informasi/penyelidikan), dan informasi yang dipertukarkan digunakan untuk tujuan yang sesuai dengan otorisasi pemberian informasi tersebut?

6. Mekanisme apa (termasuk sistem manajemen perkara) yang digunakan di berbagai pihak berwenang dalam menerima, menelaah, menetapkan prioritas, dan merespon permintaan

8. Mekanisme apa saja (termasuk sistem manajemen perkara) yang digunakan di berbagai pihak berwenang dalam memilih/memyeleksi, menetapkan prioritas, dan mengajukan permintaan untuk mendapat bantuan?

9. Bagaimana berbagai pihak berwenang memastikan bahwa informasi yang relevan dan akurat diberikan kepada negara yang menerima permintaan agar negara tersebut memahami dan dalam mengkaji permintaan yang diterimanya?

METODOLOGI PENILAIAN KEPATUHAN TEKNIS TERHADAP PEMENUHAN REKOMENDASI FATF DAN EFEKTIVITAS SISTEM APU/PPT

10. Seberapa baik negara yang bersangkutan bekerja sama dengan negara yang meminta dan yang diminta guna menghindari atau menyelesaikan konflik kewenangan/yurisdiksi atau masalah yang disebabkan oleh permintaan yang berisi informasi yang mutunya kurang baik?

11. Bagaimana pihak berwenang memastikan bahwa detail narahubung dan persyaratan dalam permintaan kerja sama internasional sudah jelas dan dapat dengan mudah tersedia bagi negara yang mengajukan permintaan tersebut?

12. Seberapa jauh negara yang bersangkutan dapat mengajukan warga negaranya sendiri ke penuntutan tanpa penundaan berlarut dalam situasi apabila undang-undang di negara tersebut tidak memungkinkan orang dimaksud untuk diekstradisi?

13. Upaya dan pengaturan apa yang tersedia untuk mengelola dan memulangkan aset yang telah dirampas atas permintaan negara lain?

14. Apakah ada aspek-aspek dalam proses hukum, operasional, atau yudisial (e.g., penerapan persyaratan kriminalitas ganda secara terlalu ketat, dll.) yang menghambat atau menghalangi kerja sama internasional?

15. Seberapa jauh pihak berwenang bertukar informasi, secara tidak langsung, dengan pihak yang bukan merupakan mitra kerja?

16. Apakah terdapat sumber daya yang memadai yang tersedia untuk: (a) menerima, mengelola, mengkoordinir, dan merespon permintaan yang masuk untuk bekerja sama; dan (b) membuat dan mengkoordinir permintaan untuk mendapat bantuan secara tepat waktu?