• Tidak ada hasil yang ditemukan

Diplomasi publik Prancis Terkait Pariwisata Tahun 2015-2017

Prancis terkenal dengan kebijakan pariwisatanya yang cemerlang, jauh sebelum mengalami serangan terorisme, Prancis memiliki banyak inovasi kebijakan terkait pariwisata. Prancis memang dikenal sebagai negara destinasi utama dunia, demi

mempertahankan dan menjaga citra tersebut Prancis memiliki beberapa kebijakan pariwisata diantaranya; memperbaiki fasilitas kedatangan yang harus menjadi prioritas nasional, mengembangkan teknologi digital dengan cara perbaikan situs web wisata, mempromosikan pekejaan di industri pariwisata dan meningkatkan pelatihan bagi para profesional, Pengenalan strategi investasi pariwisata dengan pembentukan dana investasi khusus (Tourism Investment Fund). Dukungan untuk inisiatif yang menampilkan keragaman regional dan produk.127

Terkait serangan yang terjadi di Prancis, pemerintah juga melakukan salah satu cara dengan memanfaatkan media semaksimal mungkin sebagai alat untuk menyebarkan informasi terkait aksi terosisme tersebut.128 Langkah selanjutnya, Presiden Prancis Francois Hollande mengatakan bahwa Prancis akan mengumumkan keadaan darurat dan akan menutup perbatasan nasional setelah adanya aksi terorisme yang terjadi di Paris pada Jumat malam.129 Hal tersebut dilakukan oleh pemerintah

127 Gouvernement France, A tourism development strategy, (Gouvernement France, 12 June 2015 ) [Artikel On-line]; tersedia di https://www.gouvernement.fr/en/a-tourism-development-strategy; internet; diakses pada 21 Mei 2021.

128 Florence Faucher and Laurie Boussaguet, The politics of symbols: the French government’s response to the 2015 terrorist attacks.

129 The Huffington Post, France’s Hollande Orders Borders Closed, Paris Under First Mandatory Curfew Since 1944, (The Huffington Post, 7 Januari 2017) [Berita On-line]; tersedia di https://www.huffpost.com/entry/hollande-attacks-borders-curfew_n_56467d29e4b045bf3def3699;

internet; diakses pada 21 Mei 2021.

Prancis sebagai bentuk respon cepat untuk memberikan perlingungan bagi para penduduk Prancis terhadap serangan terorisme.

Selain itu, langkah yang diambil oleh pemerintah Prancis dalam sektor pariwisatanya yaitu, Prancis memperkuat kembali progam “Excellence in Energy for the Tourism Industry”, dimana hal tersebut memastikan kepatuham terhadap standar perusahaan pariwisata Prancis terutama untuk hotel, tujuan wisata dan pelaku bisnis, yang harus memastikan pasokan produk berkelanjutan. Selain itu juga Prancis mengambil kebijakan “Green Pasport” kebijakan tersebut merupakan sebuah kampanye secara online, yang dirancang untuk meningkatkan kesadaran akan masalah lingkungan dan bersimpati dengan mereka yang memilih Prancis sebagai tujuan wisata. Kebijakan lain yang dilakukan pemerintah Prancis adalah The National Holiday Vouchers Agency (ANCV) yang merupakan salah satu bentuk pariwisata.

Kebijakan ini mengikutsertakan pemain utama di setiap kota. Dimana kebijakan tersebut memberikan pelayanan khusus bagi lanjutan usia, penyandang cacat dan keluarga misikin.130

Dalam hal ini Prancis menerapkan beberapa kebijakannya yaitu program Excellence in Energy for the Tourism Industry, Green Pasport, dan National Holiday

130 Umar Anjasmara, Upaya Prancis Dalam Meningkatkan Keamanan Keamanan Pasca Bom Paris, (eJournal Ilmu Hubungan Internasional, 2017), 856-857 [Jurnal On-line]; tersedia di

https://ejournal.hi.fisip-unmul.ac.id/site/wp-content/uploads/2017/08/Jurnal_umar_FIX[1]%20(08-09-17-06-37-12).pdf; internet; diunduh pada 30 Mei 2021.

Voucher Agency dimana hal tersebut merupakan upaya yang dilakukan Prancis untuk melakukan diplomasi publiknya dalam memulihkan kembali citra positifnya, agar menarik kembali para wisatawan untuk datang ke Prancis. Oleh karena hal tersebut, Prancis juga mengambil kebijakan terkait keamanan di negaranya pasca serangan teror. Strategi tersebut tentunya bertujuan agar Prancis mendapatkan kesan yang lebih aman dalam membentuk citra yang baik setelah adanya serangan terorisme.

Sehingga, para turis asing bisa tetap merasa aman dan tidak takut untuk berkunjung kembali ke Prancis.

Upaya lainnya, Prancis dalam melaksanakan diplomasi publiknya melalui Piala Euro 2016 tentunya punya tujuan yang cukup penting untuk negaranya. Dimana dalam pelaksanaanya diplomasi olahraga merupakan alat dari diplomasi untuk negara mencapai kepentingnya. Diplomasi olahraga juga merupakan praktik dari diplomasi publik, yang mana pemerintah dapat melakukan komunikasi dengan masyarakatnya.

Oalahraga sendiri menjadi salah satu daya tarik Prancis dengan banyak penyelenggaraan olaharga internasional.

Seperti apa yang dikatakan oleh Mark Leonard, dimana komunikasi merupakan alat utama dalam menjalin suatu hubungan. Karena komunikasi yang baik dapat memberikan keuntungan bagi individu atau negara yang menjalankan kepentingannya. Begitupun dengan Prancis yang berupaya melakukan komunikasi baik dengan masyarakat intenasional untuk mendapat keuntungan dalam peningkatan pariwisatanya melalui penyelenggaraan Piala Euro 2016. Dengan demikian, adanya

penyelenggaraan olahraga internasional di Prancis dapat memberikan kesempatan untuk Prancis mempromosikan negaranya untuk lebih meningkat kembali pariwisatanya agar tetap menjadi negara tujuan wisata pada tahun 2017.

Beberapa upaya yang sudah dilakukan oleh Prancis, sesuai dengan apa yang dikatakan Mark Leonard dalam bukunya yang berjudul Public Diplomacy bahwa diplomasi publik, khususnya dalam pembaruan menejemen sangat dibutuhkan, dimana dalam membangun citra ataupun untuk mengenal suatu individu ataupun negara harus memiliki persiapan yang matang. Maka dari itu, individu atau kelompok harus lebih dulu menyadari kekurangannya terlebih dahulu, kemudian baru memperbaiki dalam hal menejemen dibidang teknis atau non teknis. Sehingga dengan adanya pengetahuan yang lebih dalam dapat memudahkan individu atau negara melaksankan pembaruan menejemen tersebut. Oleh karena itu, yang dilakukan Prancis dalam membentuk menejeman yang baik dalam melaksanakan strategi diplomasi publik sudah berjalan sesuai dengan konsep yang diusung oleh Mark Leonard.

Salah satu elemen dalam diplomasi publik menurut Mark ialah relationship building. Mark melihat relationship building merupakan upaya suatu negara untuk membangun citra yang kuat baik di dalam maupun luar negeri. Dalam hal ini, ini Perancis sebagai tuan rumah Piala Euro 2016 turut mengambil kesempatan untuk membangun hubungan yang kuat dengan para penonton ataupun penggemar acara tersebut melalui kampanye yang ada. Hal yang dilakukan oleh Prancis diantaranya

ialah peluncuran kampanye “Welcome to…”. Kampanye ini dilakukan oleh Prancis dalam rangka memberikan sambutan dan memberikan kesan keramahan yang tinggi masyarakat Prancis dalam penyelenggaran Piala Euro 2016. Hal ini dilakukan Prancis sebagai upaya menarik lebih banyak pengunjung baru untuk datang ke Prancis sebagai tuan rumah penyelenggara. Penyelengagran Piala Euro 2016 sangat penting bagi Prancis untuk daya tarik dan kedudukan Prancis di luar negeri. Hal tersebut menjadi peluang yang nyata untuk meningkatkan arus wisatawan ke Prancis.

Selain Kampanye yang dilakukan oleh Prancis sebagai negara penyelenggara, kampanye juga dilkukan oleh para sponsor. Prancis bekerjasama dengan banyak sponsor untuk megkapanyekan Piala Euro 2016. Coca-cola misalnya, telah bekerja sama dengan Asosiasi Sepak Bola Prancis dan Departemen olahraga Prancis untuk menyediakan fasilitas dan menjalankan kompetisi. Kampanye yang dilakukan antara lain bertajuk penggunaan #moveParis, #moveLyon dan lainnya. Kampanye-kampenye tersebut efektif untuk menarik perhatian dan minat masyarakat domestik maupun internasional. Selain itu, kegiatan tersebut juga dapat memberikan manfaat keuntungan bagi sponsosr dengan menarik konsumen yang lebih luas.. Hal tersebut dilakukan Prancis sebagai bentuk relationship building agar memiliki hubungan baik dengan negara negara lain.

B. Piala Euro 2016 Sebagai Diplomasi Olahraga Prancis Dalam Peningkatan