• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bab III Akuntabilitas Kinerja

3.1 Capaian Kinerja Kegiatan Deputi Bidang Penguatan Inovasi

3.1.1 Direktorat Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi

Perjanjian Kinerja (PK) Direktorat Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi Tahun 2020 adalah sebagai berikut ini :

Tabel … Perjanjian Kinerja (PK) Direktorat Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi Tahun 2020

Sasaran Indikator Kinerja Target Anggaran (Rp)

1.

Tenant yang dibina menjadi

Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi

Jumlah Tenant yang di bina menjadi Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi

15 Tenant 5.985.920.000,-

2. Perusahaan Lanjutan Berbasis Teknologi

Jumlah Perusahaan Lanjutan Berbasis Teknologi

3 Mature

Tenant 280.656.000,-

21 a. Tenant yang Berhasil Menjadi Perusahaan Berbasis Teknologi

Dalam upaya mendorong peningkatan kualitas ekosistem inovasi, pemerintah terus mendorong proses komersialisasi invensi-invensi yang telah dihasilkan pada tahapan riset. Proses komersialisasi sendiri dapat ditempuh dengan berbagai cara. Salah satunya dengan mendorong terciptanya perusahaan-perusahaan rintisan baru yang berfungsi sebagai kendaraan untuk mengantar hasil invensi dari lingkungan riset ke pasar yang sesungguhnya. Pemerintah turut menstimulus hal tersebut dengan pemberian pembinaan dan pendanaan kepada perusahaan rintisan yang terbentuk. Meningkatnya ekosistem inovasi melalui pembentukan perusahaan rintisan diharapkan mampu memberikan peningkatan terhadap diseminasi hasil riset yang dihasilkan. Pemanfaatan hasil riset di masyarakat tersebut dapat menjadi dorongan untuk peningkatan daya saing bangsa dalam kancah persaingan global.

Pada tahun 2017, Indonesia menjadi acuan pertumbuhan perusahaan pemula (start up) khususnya digital start up, karena tingkat pertumbuhan digital start up di Indonesia pada tahun 2016 mencapai yang tertinggi di kawasan Asia Tenggara. Tumbuh dan berkembangnya industri inovatif atau perusahaan pemula berbasis teknologi di Indonesia akan memberikan manfaat pada terciptanya lapangan pekerjaan, meningkatnya ekonomi, menambah pemasukan pajak, menghasilkan devisa dari ekspor dan penggunaan produk.

Dukungan pemerintah melalui program pendanaan start up dilakukan dengan tujuan meningkatkan komersialisasi hasil-hasil invensi yang memiliki tingkat kesiapan teknologi yang telah matang. Produk inovasi yang didanai difokuskan pada produk yang telah berada pada tingkat kesiapan teknologi (TKT) 8 untuk disempurnakan menuju ke TKT 9. Program pendanaan inkubasi untuk perusahaan pemula ini diharapkan mampu menjembatani para perusahaan pemula untuk dapat masuk ke pasar secara optimal.

Di TA 2020 ini jumlah Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (PPBT) yang ditargetkan adalah sebanyak 250 PPBT, namun dikarenakan adanya realokasi anggaran untuk penanganan Pandemi Covid-19, seluruh anggaran pendanaan di Direktorat Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (PPBT) ditiadakan, sehingga Realisasi Jumlah Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi TA 2020 adalah Nol (0). Namun demikian, guna terus mendukung pengembangan program startup ini, Direktorat Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi di tahun 2020 melakukan strategi kegiatan untuk penguatan para tenant yang telah mendapatkan pendanaan tahun 2015-2019, yaitu dengan melakukan pembinaan kepada 15 PPBT terpilih (terdiri dari 8 bidang fokus: TIK, Hankam, Energi, Transportasi, Bahan Baku, Material Maju, Pangan, dan Kesehatan Obat) dengan memberikan mentoring yang dilakukan secara virtual. Pembinaan dengan mentoring disini dimaksudkan untuk terus mendukung perkembangan bisnis start up dan melakukan mediasi sesuai kebutuhan start up dalam rangka peningkatan kapasitas perusahaan dari tenant yang menerima pendanaan Kementerian Ristek/BRIN. Sementara para mentor berasal dari para pakar yang sebagian besar adalah mereka yang menjadi reviewer pada program PPBT. Sehingga target dalam tabel Indikator Kinerja adalah jumlah start up yang dilakukan pembinaan dengan memberikan mentoring. (1) Penetapan jumlah 15 PPBT sebagai target Indikator Kinerja Program (IKP) TA 2020 ini sangat realistis dikarenakan dengan melihat jumlah PPBT yang sudah dihasilkan

22 semenjak program ini bergulir di tahun 2015. Dalam menetapkan jumlah target IKP tersebut, Direktorat PPBT sebelumnya melakukan survey terhadap start up penerima pendanaan program PPBT Tahun 2015-2019. Survey yang dilakukan bertujuan untuk dapat mengambil data singkat terkait status usaha, kendala, status investasi, dengan melihat dari sisi omset penjualan produk, penetrasi produk di pasaran, membangun jaringan, dan sebagainya. Survey terakhir dilakukan pada tanggal 16-18 Juni 2020 dengan metode interview langsung (by phone dan message) kepada reposden, yaitu 661 PPBT/start up. Data yang diperoleh adalah sebagai berikut:

(a) Dari 661 responden, sebanyak 533 (81%) memberikan dan mengirimkan respon/feedback, dan 128 (19%) tidak memberikan respon/feedback.

(b) Berdasarkan status usaha, dari 533 responden PPBT/start up diperoleh 431 start up (81%) masih berjalan usahanya meskipun dilanda pandemi Covid-19, dan 102 start up (19%) sudah berhenti. Kriteria bagi PPBT/start up yang dianggap masih berjalan usahanya, yaitu:

- Produk yang dipasarkan masih sama dengan yang didanai pada saat program PPBT, atau melakukan pivot namun masih dalam core bisnis yang sama. Tidak termasuk start up yang pivot dengan core bisnis yang signifikan berbeda dengan produk awal;

- Masih dikomersialisasikan oleh entitas start up yang sama pada saat pengusulan (belum diakuisisi oleh entitas perusahaan lain, mis: diakuisisi).

Memberi respon 533 (81%) Tidak memberi respon

128 (19%) Berhenti 102 (19%) Masih Berjalan 431 (81%)

23 (c) Berdasarkan status investasi, dari 431 PPBT/start up yang masih berjalan usahanya,

diperoleh 60 start up (14%) yang sudah memperoleh investasi, 365 start up (85%) belum mendapat investasi, dan 6 start up (1%) yang tidak menjawab.

(d) Untuk 102 PPBT/start up yang sudah berhenti, dianggap sebagai suatu kegagalan dari start up dengan kategorisasi kegagalan dapat disebabkan oleh lebih dari satu kendala tunggal, seperti kekurangan modal, tim yang tidak solid, tidak ada komitmen di antara tim, pandemi Covid-19, kurang kompetitif, dan lain sebagainya. Khusus start up yang berhenti karena pandemi, mayoritas start up tersebut masih berniat untuk melanjutkan usahanya setelah pandemi berakhir.

Tidak Menjawab 6

(1%)

Sudah ada investasi 60

(14%)

Belum ada investasi 365 (85%) Kekurangan modal 14% Minim jaringan 1% Kurang kompetitif 7%

Tidak ada/tidak diterima pasar 16% Pengurusan Izin 5% Regulasi 2% Teknologi tidak proven 1% Proses produksi 1% Dependensi sistem 2% Ketersediaan bahan baku/supplier 4% Tim tidak solid

7%

Kurangnya komitmen tim 5% Force Majeure 2% Merger/Akusisi 1% Pandemi 32%

24 (e) Dari hasil survey, diperoleh pula kondisi revenue dari 431 PPBT/start up yang masih

berjalan pada masa pandemi Covid -19

(2) Dikarenakan adanya realokasi anggaran untuk penanganan covid-19 yang berdampak pada minimnya anggaran kegiatan Direktorat PPBT, penentuan sekaligus penetapan jumlah PPBT untuk dilakukan pembinaan melalui mentoring ini juga terbatas. Namun demikian, meskipun dengan keterbatasan anggaran, kegiatan pembinaan start up tetap dilakukan kepada 15 PPBT dan dapat memenuhi target Indikator Kinerja itu sendiri. Dari jumlah 431 PPBT yang masih bertahan di masa pandemi covid-19, terpilih 15 PPBT yang layak diberikan pembimbingan. Pemilihan PPBT tersebut dilihat dari jumlah omset usaha start up mereka, dan yang lebih penting adalah bagaimana strategi PPBT dalam memanfaatkan peluang di masa pandemi covid-19 ini.

(3) Pendanaan program PPBT ini tidak hanya memberikan stimulus berupa pendanaan/insentif semata kepada PPBT yang ingin membangun usaha rintisan (start up), program ini juga memberikan pendampingan, pelatihan/bootcamp, dan juga kegiatan pameran inovasi. Sehingga pendanaan yang diberikan tersebut menghasilkan start up yang berkualitas, dalam artian dapat membangun usaha start up yang berkelanjutan yang tentunya berpotensi mengangkat perekonomian masyarakat. Oleh karenanya, seiring dengan perkembangan kemunculan start up di tanah air, yang ditandai dengan banyaknya jumlah proposal yang masuk setiap tahunnya, maka target capaian kinerja untuk jangka menengah dapat dicapai. Permasalahan di TA 2020 ini hanya karena adanya realokasi anggaran yang berdampak pula pada kegiatan-kegiatan yang sudah disusun sebelumnya, sehingga hasilnya pun sangat minim.

(4) Selama 2 (dua) bulan pelaksanaan pendampingan melalui mentoring secara daring kepada 15 produk PPBT, ada hal positif yang berdampak pada PPBT tersebut. Misalnya ada start up yang mengubah strategi marketingnya atau juga strategi mengubah pendekatan dalam menggaet perusahaan dengan brand-brand ternama, sehinga inovasinya dapat digunakan oleh pengguna tertentu. Atau juga mengadopsi Digital

Marketing sebagai strategi dalam membangun branding, misalnya melalui web, e-commerce

dengan sales store, official store, media, sehingga pesan tentang inovasi start up sampai ke masyarakat.

(5) Dengan adanya pandemi covid-19 ini tentunya sedikit mempengaruhi dalam pencapaian kinerja, dari yang biasanya pembimbingan dilakukan dengan visitasi langsung ke PPBT,

Tidak menjawab Meningkat 13% Menurun 73% Tetap 13%

25 namun dengan pandemi ini cara demikian diganti dengan metode daring/virtual. Dengan visitasi langsung, bisa dilihat workshop pembuatan produk atau dapat melihat langsung produk PPBT. Namun demikian, para startup PPBT memberikan respon yang positf, dikarenakan adanya perhatian dari pemerintah akan usaha start up mereka, meskipun di masa pandemi. Solusi lain agar mendapat respond positif dari start up PPBT adalah dengan menyediakan mentor yang berkualitas yang tentunya dapat memberikan solusi terhadap permasalahan-permasalahan yang dihadapi para start up tersebut.

Tabel … Tenant yang Memperoleh Pembinaan Tahun 2020

No. Nama Tenant Bidang Fokus Uraian Kegiatan Pembinaan

1 Sate ambal Pangan

Marketing Produk Sertifikasi Produk Peningkatan produksi 2 Eggy telur asin pedas Pangan

Pengembangan/Diversifikasi Produk, Konsep

pasar, Cost Structure, Konsep Product

3 Sojavu Pangan

Pengembangan/Diversifikasi Produk, Marketing,

dan Finansial Perusahaan

4 Sambal mantu Pangan

Pengembangan/Diversifikasi Produk, Marketing, dan Finansial Perusahaan

5 Masker Bioselulosa Kesehatan dan Obat Digital Marketing 6 Cadeeva Avocado Oil Kesehatan dan Obat Kapasitas Produksi & Penguatan Supply Chain,Perizinan BPOM; Digital Marketing 7 Kumarati Tamanu

Oil

Kesehatan dan

Obat Kapasitas Produksi

8 Green Well Bahan Baku kapasitas Produksi dan Perluasan Jaringan dan Pemasaran

9 Bitumen Nano Material Maju Digital Marketing untuk Retail, Akses Pendanaan

10 Briket Kokowa Energi Dukungan akses ke investor Dukungan difusi dan diseminasi 11 Saving energy plus Energi Dukungan akses ke investor

Dukungan difusi dan diseminasi 12 Astrobike Transportasi Digital Marketing.

13 Sadesu TIK Uji pasar dan marketing product

14 Surovotic Hankam

Peningkatan Teknologi Penunjang Utilitas; Perluasan Jaringan dan Pemasaran

15 Dana didik TIK Meningkatkan kerjasama untuk

26 b. Perusahaan Lanjutan Berbasis Teknologi (PLBT)

Tumbuh dan berkembangnya industri-industri inovatif atau perusahaan pemula berbasis teknologi di Indonesia akan memberikan manfaat pada terciptanya lapangan pekerjaan, meningkatnya ekonomi lokal, menambah pemasukan pajak, menghasilkan devisa dari ekspor dan penggunaan produk lokal.

Program ini merupakan instrumen kebijakan dalam bentuk skema pendanaan kepada perusahaan pemula yang telah selesai menjalankan program inkubasi, untuk selanjutnya diberikan pendanaan lanjutan untuk mengembangkan perusahaannya menjadi perusahaan Lanjutan yang berbasis teknologi , melalui pendanaan oleh pemerintah serta investasi oleh pihak swasta sebagai modal kerja dalam rangka mengembangkan bisnis perusahaan, sehingga mampu mencetak laba (profitability) , berkelanjutan (sustainability) dan berkembang (growth) di pasar domestik dan global secara kompetitif. Dukungan pemerintah melalui program pendanaan ini dilakukan dengan tujuan meningkatkan jumlah PPBT yang dapat terus berlanjut dan tumbuh.

(1) Program ini baru diinisiasi di tahun 2019, yang mana saat itu ada 3 PPBT sukses/mandiri yang diberikan pendanaan, sehingga target Indikator Kinerja Program (IKP) di TA 2020 ini sangat realistis yang sesuai dengan jumlah PPBT sukses yang sudah didanai.

(2) Dikarenakan program PPBT Mandir/Sukses baru berjalan 1 (satu) tahun dan jumlah PPBT mandiri yang didanai 3 PPBT dan kurun setahun tersebut, penentuan sekaligus penetapan jumlah PPBT suskes/mandiri untuk dilakukan pembinaan melalui mentoring ini sangat realistis.

(3) Pendanaan program PPBT Mandiri/Sukses ini sudah tidak lagi melakukan inkubasi oleh inkubator, tapi mereka yang sudah mandiri dan dinyatakan sudah sukses membangun bisnis startup mereka. PPBT Mandiri/Sukses ini adalah mereka yang sudah pernah mendapatkan pendanaan dari program PPBT sebelumnya yang diinisiasi oleh Kemenristek/BRIN. Sehingga seiring dengan perkembangan kemunculan startup di tanah air, yang ditandai dengan banyaknya jumlah proposal yang masuk setiap tahunnya, maka target capaian kinerja untuk jangka menengah akan dapat dicapai. Permasalahan di TA 2020 ini hanya karena adanya realokasi anggaran yang berdampak pula pada tertundanya kegiatan program PPBT Mandiri/Sukses.

(4) Walaupun dalam pelaksanaan kegiatan pembinaan melalui mentoring kepada 3 PPBT mandiri/sukses tersebut berlangsung hanya 2 (dua) kali untuk setiap PPBT mandiri/sukses, namun mendapat respon/tanggapan positif dari ke 3 PPBT mandiri/sukses tersebut. Ada PPBT tersebut mengubah pola pendekatannya kepada customer (PT. PLN) dimana telah mengunjungi Pusertif PT. PLN untuk melakukan presentasi langsung. Kemudian ditindak lanjuti dengan saran dari PT PLN untuk tidak langsung dilakukan sertifikasi tetapi lebih kepada pengujian terlebih dahulu yang harus dilakukan. Dikarenakan standar produk serupa dalam negeri belum ada maka akan dilakukan pendekatan dan pengujian teknis terlebih dahulu.

(5) Dengan adanya pandemi covid-19 ini tentunya sedikit mempengaruhi dalam pencapaian kinerja, dimana idealnya memang visitasi langsung ke PPBT mandiri/sukses sehingga bisa berdiskusi langsung serta bisa melihat workshop pengerjaan produknya. Namun demikian, para startup PPBT mandiri/sukses ini memberikan respond yang positf, dikarenakan

27 adanya perhatian dari pemerintah akan usaha startup mereka, meskipun di masa pandemic. Solusi lain agar mendapat respond positif dari startup PPBT adalah dengan menyediakan mentor yang berkualitas yang tentunya dapat memberikan solusi terhadap permasalahan-permasalahan yang dihadapi para startup tersebut.

Tabel … PLBT yang Memperoleh Pembinaan Tahun 2020

No. Nama Tenant Bidang Fokus Uraian Kegiatan Pembinaan

1 Coffee roaster Pangan Marketing, Serifikasi SNI. Diversifikasi Produk

2 IGSW Material Maju Pembahasan terkait paten dan sertifikasi produk IGSW di PLN

3 E-ticketing TIK Pola kerjasama

Tabel … Pencapaian Kinerja Direktorat Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi Tahun 2020

Sasaran Program Indikator Kinerja Tahun 2020

Target Realisasi % Tenant yang dibina menjadi

Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (PPBT)

Jumlah tenant yang dibina menjadi Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi

15 tenant 15 tenant 100

Perusahaan Lanjutan Berbasis Teknologi

Jumlah Perusahaan Lanjutan Berbasis Teknologi 3 mature tenant 3 mature tenant 100 15 15 3 3 TARGET REALISASI

PENCAPAIAN KINERJA PERUSAHAAN PEMULA

BERBASIS TEKNOLOGI TAHUN 2020

28 Tabel … Realisasi Anggaran Direktorat Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi

Tahun 2020

Output Anggaran

Pagu (Rp) Realisasi (Rp) (%) 1.

Tenant yang dibina menjadi

Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi

5.985.920.000,- 5.699.262.042,- 95,21

2. Perusahaan Lanjutan Berbasis

Teknologi 280.656.000,- 130.322.000,- 46,43

T o t a l 6.266.576.000,- 5.829.584.042 93,03

Dokumen terkait