• Tidak ada hasil yang ditemukan

Fisika dalam dunia nyata

Dalam dokumen Jaringan Wireless di Dunia Berkembang Ed (Halaman 37-41)

Jangan takut jika konsep dari bab ini tampaknya cukup menantang. Mengerti tentang bagaimana cara gelombang radio merambat dan berinteraksi dengan lingkungannya adalah sebuah bidang studi yang sangat kompleks. Banyak orang yang kesulitan untuk mengerti fenomena yang mereka lihat dengan mata mereka sendiri.

Pada saat ini kita harusnya sudah mengerti bahwa gelombang radio tidak merambat dalam jalur yang lurus dan terprediksi. Untuk membuat sambungan komunikasi yang andal, kita harus dapat menghubung berapa banyak daya yang harus kita berikan untuk merambat pada jarak tertentu, dan memprediksi bagaimana gelombang merambat pada jalurnya.

Ada banyak yang perlu di pelajari dari fisika radio daripada halaman yang tersedia di bab ini. Untuk informasi lebih lanjut tentang bidang yang berkembang ini, ada baiknya melihat daftar di Appendix A.

Bab 3 Disain Jaringan

Sebelum membeli peralatan atau menentukan hardware yang akan digunakan, kita harus mempunyai gambaran yang jelas tentang permasalahan komunikasi yang akan kita tangani. Kemunginan besar, anda membaca buku ini karena anda butuh menghubungkan kompter di jaringan untuk dapat berbagi sumber daya (resource) dan tersambungan ke jaringan global Internet.

Disain jaringan yang kita pilih untuk di implementasi harus memenuhi kebutuhan masalah komunikasi yang akan kita selesaikan. Apakah kita membutuhkan sambungan dari lokasi yang jauh ke pusat kampus? Apakah jaringan kita akan berkembang untuk menyambungkan beberapa lokasi yang jauh? Apakah komponen jaringan yang akan di install di lokasi yang tetap, atau jaringan berkembang untuk memberikan akses laptop atau berbagai peralatan yang mobile / berpindah-pindah?

Pada bab ini, kita akan mulai mereview konsep jaringan berbasis TCP/IP, yang merupakan keluarga protokol utama yang digunakan di Internet. Kita akan melihat beberapa contoh bagaimana orang membangun jaringan wireless untuk menjawab permasalahan komunikasi mereka, termasuk diagram dari struktur jaringan yang penting. Akhirnya, akan di presentasikan beberapa metoda umum untuk agar arus informasi lancar bergerak melalui jaringan yang kita buat maupun ke seluruh dunia.

Jaringan 101

TCP/IP mengacu pada keluarga protokol yang memungkinkan interaksi antar komputer terjadi pada Internet global. Dengan mengerti TCP/IP, kita dapat membuat jaringan yang dapat di skala-kan, di perbesar, atau di perkecil, ke hampir segala ukuran, dan pada akhirnya menjadi bagian dari Internet global.

Jika anda sudah cukup familiar dengan inti dari jaringan TCP/IP (termasuk pengalamatan, routing, switch, firewall dan router), anda dapat langsung melompat ke Halaman 51 untuk Disain Jaringan Fisik. Selanjutnya, kita akan membahas dasar dari jaringan Internet.

Pendahuluan

Venice, Italy adalah kota yang sangat indah bagi anda untuk berkelana. Jalan-jalan di kota tersebut kira-kira seukuran jalan setapak yang menyebrangi air di ratusan tempat, dan tidak

Gambar 3.1: Jenis lain dari masker jaringan.

Bayangkan seorang turis yang kebetulan menemukan papier-mâché mask (masker kertas) sebagai suvenir, dan ingin agar masker tersebut dikirim dari studio di S. Polo, Venezia ke kantor di Seattle, USA. Hal ini tampaknya seperti suatu pekerjaan yang biasa (atau sesuatu yang sangat mudah), tapi mari kita lihat apa yang terjadi.

Pertama-tama sang seniman perlu membungkus masker ke kotak untuk pengiriman dan mengalamatkan ke kantor di Seattle, USA. Mereka kemudian memberikan kotak tersebut ke pegawai kantor pos, yang akan menempelkan formulir yang sudah di isi dan mengirimkan kotak tersebut ke pusat pemrosesan paket untuk tujuan internasional. Sesudah beberapa hari, paket akhirnya lolos dari beacukai Italia dan masuk ke penerbangan transatlantik, dan tiba di lokasi pusat pemrosesan import di Amerika Serikat. Setelah paket tersebut lolos dari beacukai Amerika Serikat, maka akan menuju pusat distribusi regional untuk wilayah utara barat Amerika Serikat, kemudian menuju pusat pemrosesan pos Seattle. Akhirnya paket akan di bawa oleh mobil box untuk pengantaran yang akan membawa-nya ke alamat yang tepat, jalan yang tepat, di RT/RW yang tepat. Seorang pegawai di kantor akan menerima paket tersebut dan memasukan ke kotak surat yang tepat. Setelah paket tersebut tiba, paket di ambil dan masker yang ditunggu-tunggupun di terima.

Pegawai kantor di Seattle tidak tahu dan tidak peduli bagaimana cara memperoleh Masker dari S. Polo, Venezia. Pekerjaannya hanya menerima paket yang tiba, dan memberikannya ke orang yang benar. Sama hal-nya, jasa pos di Venice tidak peduli bagaimana untuk mencapai jalan atau RT/RW yang tepat di Seattle. Kerja pos hanya mengambil paket dari pemrosesan lokal dan mengirimkan ke tempat pengumpulan selanjutnya dalam rantai pengiriman barang.

Gambar 3.2: Jaringan Internet. Paket dikirim antar router sampai mencapai tujuan akhir.

Proses di atas persis seperti proses routing di Internet. Sebuah berita akan di pecah / di potong menjadi banyak paket kecil-kecil, dan di beri label dengan sumber dan tujuan paket. Komputer kemudian akan mengirim paket ke router, yang kemudian menentukan kemana akan dikirim selanjutnya. Router hanya perlu mengetahui beberapa route saja, contoh, bagaimana cara mengirim ke jaringan lokal, route terbaik ke beberapa jaringan lokal, dan satu route ke arah gateway yang menghubungkan Internet yang besar. Tabel yang berisi daftar kemungkinan route di sebut tabel routing. Saat paket tiba di router, alamat tujuan akan di periksa dan di bandingan dengan tabel routing di router tersebut. Jika router tidak mempunyai route yang dituju, router akan mengirimkan paket ke route yang paling cocok yang dapat di temukannya, biasanya lebih sering ke gateway Internet, melalui route default. Router selanjutnya akan melakukan hal yang sama, dan seterusnya, sampai akhirnya paket tiba di tujuan.

Paket hanya mungkin melalui sistem pos internasional karena kita telah mengembangkan skema / teknik pengalamatan yang standard untuk paket. Sebagai contoh, alamat tujuan harus ditulis di muka paket, dan mencantumkan informasi penting, seperti nama yang dituju,

orang, tata cara komunikasi / protokol menjadi penting sepenting bahasa. Semua orang di sebuah auditorium berbicara bahasa Indonesia, tapi tanpa aturan untuk mengatur siapa yang berhak menggunakan mikrofon, maka komunikasi masing-masing individu ke seluruh ruangan menjadi tidak mungkin. Bayangkan sebuah auditorium sebesar dunia, penuh dengan komputer. Tanpa sekumpulan aturan / tata cara komunikasi / protokol untuk mengatur kapan dan bagaimana setiap komputer berbicara satu dengan lain, Internet akan sangat kacau karena setiap komputer akan berusaha untuk berbicara bersamaan. Manusia mengembangkan beberapa pola komunikasi untuk mengatasi masalah ini. Salah satu model yang sangat di kenal adalah model OSI.

Dalam dokumen Jaringan Wireless di Dunia Berkembang Ed (Halaman 37-41)