BAB IV TEMUAN DAN ANALISIS
D. PRAKTEK BELAJAR KERJA
2. Disiplin :
4. Kejujuran 5. Kerjasama
Sesuai dengan teori Syamsur Mochtar dalam langkah belajar mengajar instruktur membimbing peserta dalam berbagai kegiatan belajarnya dan juga dalam pelaksanaan program praktek belajar kerja. Untuk bimbingan dalam proses belajar mengajar instruktur melakukan bimbingan terhadap materi-materi yang diberikan. Sedangkan dalam program praktek belajar kerja, instruktur melakukan bimbingan seperti memberikan masukan kepada para peserta pelatihan untuk tempat melakukan program praktek belajar kerja. Selain itu instruktur juga membantu mencarikan tempat unuk para peserta yang sudah benar-benar tidak mampu mendapatkan tempat praktek belajar kerja. Kemudian instruktur juga melakukan monitoring kepada para peserta selama kegiatan praktek belajar kerja berlangsung.90 Hal ini sesuai dengan yang dikatakan oleh Pak Kodir instruktur otomotif kepada penulis, bahwa: “monitoring yang dilakukan instruktur hanya pada saat PBK saja…”91
Untuk point nomor empat tentang langkah belajar mengajar dalam membimbing siswa untuk menafsirkan hasil penelitian serta melaporkan hasil kerjanya baik lisan maupun tertulis, instruktur membimbingnya dalam pembuatan karya tulis setelah para peserta melakukan program praktek belajar kerja.
90
Observasi penulis 12 Oktober 2009. 91
3. Faktor pendukung dan penghambat dalam program Pemberdayaan
Keterampilan Otomotif di PSBR.
Dari hasil temuan dan wawancara penulis tentang faktor pendukung dalam program pelatihan otomotif adalah adanya kerjasama antara PSBR dengan lembaga diluar PSBR. Hal ini sesuai dengan yang dikemukakan oleh Ibu Wiwik Kepala Bimbingan dan Pelatihan, bahwa:
” Karena sistem sudah berjalan secara otomatis kita sudah terbiasa dan terjalin dengan institusi-institusi terkait seperti kelurahan, kecamatan, dan sebagainya itu kan sudah termasuk pendukung dalam pelatihan, kita juga bekerja sama dengan Panti Kedoya dan Panti Ceger…”92
Hal ini senada dengan yang dikatakan intruktur pelatihan otomotif sendiri, bahwa : ”Program PSBR didukung oleh Pemda Dinas Sosial DKI Jakarta dan juga merupakan salah satu pelayanan Dinas Sosial untuk masyarakat DKI Jakarta…”93
Sedangkan yang menjadi faktor penghambat dalam pelatihan otomotif terletak pada sarana dan prasarana yang dimiliki PSBR. Karena menurut hasil observasi yang penulis lakukan, motor yang digunakan menjadi alat praktek hanya satu buah saja. Dan untuk mobil hanya mesin saja, itupun mesin mobil produksi keluaran tahun lama.94 Hal ini sesuai dengan yang dikemukakan oleh Ibu Wiwik sebagai kepala Bimbingan dan Latihan, bahwa: “…begitu pula dengan otomotif, sekarang ini sudah banyak mobil-mobil Eropa yang ada di Jakarta tetapi di PSBR hanya sekedar mobil-mobil tahun lama buatan Jepang dan juga motor Jepang.”95
92
Wawancara Pribadi dengan Ibu Wiwik (Seksi Bimbingan dan Latihan), Jakarta 4 November 2009.
93
Wawancara Pribadi dengan Pak Kodir (Instruktur Otomotif), Jakarta 5 November 2009. 94
Observasi Penulis 12 Oktober 2009. 95
Wawancara Pribadi dengan Ibu Wiwik (Seksi Bimbingan dan Latihan), Jakarta, 4 November 2009.
Sedangkan menurut instruktur otomotif sendiri yang menjadi faktor penghambat dalam pelatihan otomotif tidak ada, karena untuk standar yang diberikan di PSBR dalam memberikan pelatihan hanya dasar-dasarnya saja. Hal ini sesuai dengan yang dikemukakan oleh Pak Kodir melalui wawancara kepada penulis, bahwa: “…sedangkan hambatannya saya rasa tidak ada hambatan karena untuk standar pelatihan di PSBR semua sudah cukup memenuhi.”96
96
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan kajian awal yang telah dilaksanakan dapat disimpulkan sebaga berikut :
1. Gambaran pelaksanaan pemberdayaan keterampilan otomotif di panti sosial bina remaja ini dilakukan selama enam bulan untuk setiap angkatan. a) Dalam pelaksanaan tersebut diawali dengan perekrutan, sosialisasi, dan
orientasi bagi para calon peserta pelatihan. Perekrutan dilakukan dengan cara pendekatan sosial, yaitu dengan melakukan sosialisasi kepada penduduk sekitar, masyarakat, dan juga perorangan. Selain dengan menggunakan pendekatan sosial perekrutan peserta juga dilakukan melalui pendaftaran.
b) Pemberian teori dilakukan pada bulan selanjutnya dimana materi-materi yang diajarkan mengenai meteri dasar tentang perbengkelan. Dalam pelaksanaan pelatihan pemberian materi yang diberikan cukup jelas sehingga peserta dapat memperoleh pengetahuan lebih luas. Dalam pelatihan otomotif metode yang digunakan adalah metode teori dan praktek, metode praktek lebih banyak dibanding teori karena dengan metode praktek peserta lebih mudah memahami.
c) Pratek yang dilakukan para peserta pelatihan dilaksanakan selama 3 bulan. Alat praktek otomotif ini masih banyak menggunakan
kendarana tahun lama. Meskipun media yang digunakan dalam pelatihan sudah lama tetapi peserta dapat menghargai.
d) Kegiatan akhir yang dilaksanakan dalam pemberdayaan remaja putus sekolah dalam pelatihan otomotif dengan melakukan praktek belajar kerja selama 1 bulan di bengkel-bengkel sepeda motor atau mobil.
2. Hasil yang dicapai dalam kegiatan pemberdayaan keterampilan otomotif bagi para remaja putus sekolah tersebut mereka mendapatkan ilmu tentang teknik-teknik memperbaiki kendaraan bermotor, dari yang sebelumnya tidak mengerti menjadi mengerti, dan untuk para alumni setelah keluar dari panti mereka dapat melanjutkannya dengan bekerja di bengkel-bengkel.
3. Faktor pendukung dan penghambat dalam program pemberdayaan keterampilan otomotif ini:
a) Faktor pendukung dari program ini :
1) adanya kerjasama antara pihak panti dengan lembaga diluar panti 2) memiliki instruktur yang baik dan mengerti benyak tentang
otomotif.
b) Faktor penghambat dari program ini :
1) sarana dan prasarana yang dimiliki panti masih kurang mencukupi dalam segi peralatan.
2) kurangnya disiplin untuk para peserta dalam mengikuti pelatihan. 3) waktu yang digunakan untuk memberikan materi kurang
B. Saran
Setelah melakukan penelitian ini, maka penulis dapat menyarankan beberapa hal untuk kemajuan dalam segi pelatihan keterampilan otomotif di PSBR agar dapat menghasilkan seorang mekanik yang handal dalam setiap memperbaiki kendaraan. Maka saran itu adalah waktu yang diberikan kepada para peserta harus lebih intensif, menambah sarana untuk para peserta untuk menunjang pelatihan keterampilan otomotif agar berjalan dengan lebih baik, melakukan pengawasan kepada para peserta pada saat jam pelatihan berlangsung, agar tidak ada yang tidur lagi di asrama, memberikan saksi yang lebih berat kepada para peserta yang tidak mengikuti pelatihan, setiap instruktur maupun petugas di PSBR dapat menjadi motivator dan fasilitator bagi setiap peserta
DAFTAR PUSTAKA
Chamsyah, Bactiar. Dimensi Religi dalam Kesejahteraan Sosial, Jakarta: Badan Pelatihan dan Pengembangan Sosial, Departemen Sosial, 2003,
Departemen Agama, Al-Qur’an dan Terjemahannya, Jakarta: CV. Toha Putra Semarang, 1989.
Diana, Perencanaan Sosial Negara Berkembang, Yogya: Gajah Mada Universitiy Press, 1991,.
Direktur Bina Pelayanan Sosial Anak, Pedoman Penyelenggaraan Panti Sosial
Bina Remaja, Jakarta: Departeman Sosial RI, 2002.
Drs. A. Samana, S.Pd, Sistem Pengajaran Pengembangan Sistem Instruksional (PPSI) dan Perkembangan Metodologisnya, Yogyakarta: Penerbit Kanisius, 1992.
Gardner, James. E. Memahami Gejolak Masa Remaja, Jakarta: Mitra Utama, 2002, cet. ke-2.
Gunarsa, Singgih D. Psikologis Perkembangan Anak Remaja, Jakarata: BPK Gunung Mulia, 1989.
Hadari, Nawawi. instrument Penelitian Bidang Sosial, Yogyakarta: Gajah Mada University Press, 1992.
Handoko, T. Hani. Manajement Edisi 2, Yogyakarta : BPFE, 1997, cet. Ke-1. Harlock, Elizabeth B. Psikologi Perkembangan, Jakarta: Erlangga, 1980, edisi
ke-5.
Makmur. M.Si, Drs. Syarif. Pemberdayaan Sumber Daya Manusia dan Efektifitas
Organisasi: Kajian Penyelenggaraa Pemerintah Desa, Jakarta: PT. Raja
Grafindo, 2008.
Moh Nasir D. Metode Penelitian, Jakarta: Graha Indonesia, 1993.
Neuman, Lawrence W. Sosial Research Methods: Qualitative dan Quantitative
Approaches, Needham Heights: Allyn&Bacon. 2000.
O’Donnell, Mr. Dan. Perlindungan Anak Sebuah Panduan Bagi Anggota Dewan
Perwakilan Rakyat. UNICEF. 2006.
Sardiman MA, Interaksi dan Motifasi Belajar Mengajar, Op cit .
Salam, Syamsir. Metode Penelitian Sosial, Jakarta: UIN Jakarta Press, 2006, Sarwono, Sarlito Wirawan Psikologi Remaja, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 1994.
Soebroto, Prof. Soetandyo Wignyo. MPA., Dakwah Pemberdayaan Masyarakat,
Yogyakarta: PT LKS Pelangi Aksara, 2005.
Suharto, Edi. Ph. D. Membangun Masyarakat Memberdayakan Rakyat, Bandung : PT. Refika Aditama , 2005.
Syafe’I, Agus Ahmad. Manajemen Pemberdayaan Masyarakat Islam, Bandung: Gerbang Masyarakat Baru, 2001.
Tan, Mely G. Masalah Perencanaan Penelitian dalam Koentjaraningrat, Jakarta. PT. Gramedia Pustaka Utama. 1990.
Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta: Balai Pustaka, 2005
.
Ulwan, Dr. Abdullah Nashih. Pedoman Pendidikan Anak dalam Islam jilid 2,
Semarang: CV. Asy Syfa’, 1993
W. Gulo, Strategi Belajar Mengajar, Jakarta: Grafindo, 2002,
Wirawan. S, Sarlito Psikologi Remaja, Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2007, Zulkifli L. Psikologi Perkembangan Remaj, Bandung: Rosdadakarya, cet ke-10,
Artikel Internet semua-hebat.blogspot.com/2009/01/memberdayakan-team.html http://muslimyouthsmasa.multiply.com/journal/item/19 http://www.republika.co.id/berita/9552/LAZ_Portal_Infaq_Bantu_Anak_Putus sekolah http.h2dy.wordpress.com/2008/12/10/definisi-remaja http://www.indosiar.com/ragam/74497/pendidikan-barang-mahal http://www.serunifoundation.org/journal_read.php?sxEntryID=5&comments=5 http://teguhimanprasetya.wordpress.com/2009/03/04/tahun-2009-angka-kemiskinan-dan-penganguran/ http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/190672/38/ http://www.vibiznews.com/news_last.php?id=2169&sub=news&month=Maret&t ahun=2009&awal=70&page=economy http://anshorfazafauzan.blogspot.com/2009/06/pemberdayaan-masyarakat.html http://irwanputra.wordpress.com/kursus-otomotif/ http.h2dy.wordpress.com/2008/12/10/definisi-remaja http.catur.dosen.akprind.ac.id/2009/03/30/remaja-dan-internet http://www.portalinfaq.org/p01_program_view.php?program_id=142 http://www.radarbanten.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=12 182 http://www.borneotribune.com/headline/dua-tahun-kabupaten-kayong-utara.html www.perencanaan.depsos.go.id www.dinsos.pemdadiy.go.id/
% & '( ( (" (') ' * ( ' + (, ' + +& " ( ' & & ' - . + + NAMA : ... JENIS KELAMIN : ... NO. INDUK : ... TEMPAT TGL LAHIR : ... JURUSAN : OTOMOTIF MATERI : + *" * & 1. Pendidikan Moral Pancasila : ...
2. Pembinaan Keagamaan : ...
3. Sistem Usaha Kesejahteraan Sosial : ...
4. Etika Sosial : ... 5. Manajemen Kewirausahaan : ... + *" * (' ( I. Teori Otomotif 1. Roda Dua a. Engine : ... b. Rangka/Chasis : ... c. Kelistrikan : ... 2. Mobil a. Engine : ... b. Rangka/Chasis : ... c. Kelistrikan : ...
II. Praktek Otomotif 1. Roda Dua a. Engine : ... b. Rangka/Chasis : ... c. Kelistrikan : ... 2. Mobil a. Engine : ... b. Rangka/Chasis : ... c. Kelistrikan : ... C. KARYA TULIS : ...
D.PRAKTEK BELAJAR KERJA : ...
+ + *" * +' '- ') 1. Tanggung jawab kerja :
2. Disiplin : 3. Kerajinan : 4. Kejujuran : 5. Kerjasama : Jumlah : ... Nilai Rata-rata : ... 19 HASIL AKHIR : ... Jakarta, ... Kepala PSBR “Taruna Jaya” Tebet
+"+&(' , &*/(' ( +& , , ( * - &
(' * (
DRS. H. ACEP BUNYAMIN NIP. 170010442
! ! " # $ "%& " '
No. Nama L/P Tempat / tgl Lahir Pendidikan
1. Abdul Syahid Qoyyum L Jakarta, 17 Agustus 1990 SD
2. Abdul Syukur L Jakarta, 28 Mei 1990 SMP
3. Agus Dian L Jakarta, 21 Agustus 1988 SMP
4. Agus Hermawan L Jakarta, 1 Septenber 1991 SMP
5. Andi Kemaludin Malik L Jakarta, 16 April 1987 SMP
6. Angga Putra Gayo L Baradatu, 11 Maret 1988 SMK
7. Ardi L Jakarta, 22 November 1989 STM
8. Ari Dwi Yuliarto L Jakarta, 19 Januari 1992 SMP
9. Ariyanto L Jakarta, 10 Maret 1989 SMP
10. Bambang L Wonogiri, 21 November 1987 SMP
11. Bayudia Sapta L Jakarta, 12 Juli 1988 SMP
12. Bramantyo L Jakarta, 5 Februari 1990 SMP
13. Budi Yulianto L Jakarta, 9 Juli 1991 SD
14. Burhanudin L Jakarta, 14 November 1991 SMP
15. Danny Sulaiman L Purworejo, 12 April 1989 SMP
16. Didit Noperiyanto L Jakarta, 9 November 1989 SMK
17. Dwi Fauzi L Jakarta, 25 Juli 1993 SMP
18. Fatik Tanjung Anom L Bekasi, 22 Maret 1991 SMP
19. Indra Susanto L Jakarta, 28 Oktober 1990 SMP
20. Jaka Ranto Aji L Jakarta, 30 Oktober 1990 SMK
21. Lotus Inchi Lukman L Bogor, 27 November 1991 SD
22. Muhammad latief Maulana
L Jakarta, 26 September 1993 SMP
23. Muhammad Risky L Jakarta, 28 Juni 1992 SMP
24. Muhammad Syahlid L Jakarta, 20 September 1990 SMP
25. Priasto Hutomo L Jakarta, 26 Oktober 1987 SMA
26. Rachmat Maulana L Jakarta, 25 November 1985 SMP
27. Robby Arif Rahman L Jakarta, 2 Oktober 1989 SMA
28. Rodliyansyah L Jakarta, 23 Desember 1988 SMP
29. Sandy Prawiro Raharjo L Jakarta, 17 Oktober 1990 SMA
30. Sudaryanto L Jakarta, 5 Maret 1990 SMP
Lampiran Foto
32. Syaeful Bachri L Jakarta, 3 Desember1990 SMK