HASIL PENELITIAN A. Hasil Penelitian
B. Diskusi Hasil Penelitian
Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan, terdapat peningkatan
hasil belajar siswa setelah penerapan model cooperative learning tipe NHT
kelas V pada materi IPS MIN Kenawat. Keberhasilan kegiatan belajar
mengajar diketahui setelah diadakan tes dengan beberapa item soal. Sejauh
mana tingkat keberhasilan anak didik dalam mencapai tujuan pembelajaran
yang dapat diketahui melalui hasil belajar.
Sebelum penelitian dilakukan observasi awal untuk mengidentifikasi
permasalahan. Peneliti juga mempersiapkan rencana pelaksanaan
pembelajaran (RPP) dan lembar tes (pretest dan postest). Pelaksanaan
pembelajaran dengan menggunakan model cooperative learning tipe NHT
pada penelitian ini berdasarkan hasil observasi awal yang menunjukkan
bahwa kegiatan belum optimal, yaitu masih mengalami hambatan pada
kurangnya minat belajar siswa ketika proses belajar mengajar berlangsung
dan masih ada guru IPS yang menyampaikan materi masih kurang melibatkan
siswa dalam proses belajara mengajar, sehingga siswa terkesan pasif dalam
proses belajar mengajar. Sebagai bentuk pemecahan dari masalah itu maka
kreatifitas siswa dalam mempelajari IPS yaitu dengan model cooperative
learning tipe NHT.
1. Penerapan model pembelajaran cooperative learning tipe NHT
terhadap hasil belajar siswa
Data hasil belajar siswa dalam penelitian ini dapat diperoleh melalui
tes evaluasi hasil belajar siswa yang diberikan setelah pembelajaran
berlangsung. Untuk perbandingan hasil belajar siswa yang dilakukan penulis
menganalisis adanya peningkatan hasil belajar pada pretest dan postest yang
dilakukan pada kelas V sesuai dengan teori menurut Oemar Hamalik yang
menyatakan bahwa “hasil belajar adalah bila seseorang telah belajar akan
terjadi perubahan tingkah laku pada orang tersebut, misalnya dari tidak tahu
menjadi tahu dan dari tidak mengerti menjadi mengerti”.1 Dapat dilihat dari
persentase hasil belajar siswa pada test awal adalah 33% sedangkan
presentase belajar siswa pada test akhir adalah 75%. Dari uraian diatas dapat
diambil kesimpulan bahwa hasil belajar siswa meningkat pada materi IPS
setelah diajarkan dengan menggunakan model cooperative learning tipe NHT.
2. Aktifitas siswa dan peneliti selama proses belajar mengajar dengan
penerapan model cooperative learning tipe NHT
Berdasarkan hasil pengamatan terhadap aktifitas siswa selama proses
pembelajaran berlangsung, diketahui bahwa aktifitas siswa selama proses
pembelajaran IPS menggunakan model cooperative learning tipe NHT
dengan membentuk kelompok-kelompok belajar adalah lebih baik. Siswa
1Oemar hamalik, hasil belajar siswa dan peserta didik, jakarta: bumi aksara 2008. Hal. 33
dapat bekerja sama dalam menyelesaikan LKS, berinteraksi dengan temannya
sehingga siswa dapat menyalurkan tanggapannya dalam diskusi kelompok
serta siswa yang tingkat kemampuannya lebih tinggi dapat memberi saran
dalam kelompoknya sehingga proses pembelajaran lebih aktif.
Hasil pengamatan terhadap aktifitas peneliti selama proses
pembelajaran berlangsung dapat diketahui bahwa model pembelajaran
cooperative learning tipe NHT sudah berlangsung seperti yang sudah diharapkan yaitu peneliti telah menerapkan pembelajaran dengan
menggunakan model cooperative learning tipe NHT dengan semestinya
sehingga siswa lebih memahami dan menguasai materi IPS yang diajarkan
oleh guru. Sehingga dengan penerapan model cooperative learning tipe NHT
membuat siswa lebih mudah dan lebih cepat dalam mengingat dan memahami
materi IPS karena semua siswa ikut terlibat dalam proses pembelajaran.
Hasil dari data observasi yang diamati oleh pengamat maka
disimpulkan bahwa aktifitas siswa selama kegiatan pembelajaran IPS dengan
penerapan model cooperative learning tipe NHT memperoleh nilai dengan
kriteria sangat aktif dan memuaskan. Hal ini dapat dilihat pada tabel 4.11
dengan perolehan nilai dengan presentase adalah 87%. Dan aktifitas guru
selama kegiatan pembelajaran dengan penerapan model cooperative learning
tipe NHT memperoleh nilai 92% dengan kategori “sangat aktif”.
3. Respon siswa setelah penerapan model pembelajaran cooperative
Tanggapan siswa diperlukan untuk mendapatkan umpan balik
(respon) terhadap proses pembelajaran yang telah dilakukan. Respon belajar
siswa diberikan pada akhir pertemuan yaitu setelah menyelesaikan tes
terakhir dari hasil belajar. Pengisian angket respon siswa bertujuan untuk
mengetahui perasaan, minat dan pendapat siswa mengenai penerapan model
pembelajaran cooperative learning tipe NHT pada materi IPS.
Berdasarkan hasil analisis respon siswa terhadap penerapan model
pembelajaran coopertive learning tipe NHTdapat dilihat data pada tabel 4.13
yang di isi oleh 12 siswa yang menunjukkan bahwa hasil perolehan
persentase respon siswa terhadap penerapan model pembelajaran
cooperativelearning tipe NHT sebanyak 96% menyatakan ya, dan 4% menyatakan tidak. Jadi berdasarkan persentase diatas dapat disimpulkan
bahwa siswa merasa sangat tertarik dan termotivasi dalam belajar dengan
model pembelajaran cooperative learning tipe NHT dan memberi dampak
positif bagi siswa lebih bersemangat dalam belajar dan suasana belajar lebih
BAB V PENUTUP A. Kesimpulan
Setelah melaksanakan proses pembelajaran selama 2 siklus dengan 4
kali pertemuan, dan berdasarkan seluruh pembahasan serta analisis yang telah
dilakukan, dapat disimpulkan sebagai berikut:
1. Aktifitas guru mengalami peningkatan dari siklus I pertemuan I ke
siklus II pertemuan II, hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran
dengan menggunakan metode cooperative learning tipe NHT sudah
berlangsung seperti yang diharapkan yaitu peneliti telah menerapkan
pembelajaran dengan menggunakan model cooperative learning tipe
NHT dengan semestinya sehingga siswa lebih memahami dan menguasai materi IPS yang diajarkan oleh guru. Pada siklus I
pertemuan I aktifitas peneliti baru mencapai 46% (artinya kategori
kurang aktif). Dan pada siklus II pertemuan II aktifitas peneliti
mencapai presentase 92% (artinya kategori sangat aktif).
2. Aktifitas belajar siswa juga mengalami peningkatan dari siklus I
pertemuan I ke siklus hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran
dengan metode cooperative learning tipe NHT dapat meningkatkan
hasil belajar pada materi IPS siswa Kelas V MIN Kenawat. Pada
siklus I pertemuan I aktifitas belajar siswa baru mencapai 40%
68
aktifitas belajar siswa mencapai presentase 87% (artinya kategori
sangat aktif).
3. Hasil belajar siswa meningkat pada setiap siklus, hal ini menunjukkan
bahwa penerapan metode cooperative learning tipe NHT dapat
meningkatkan hasil belajar materi IPS siswa Kelas V MIN Kenawat.
Terbukti pada siklus I pertemuan I ketuntasan hasil belajar siswa dari
soal pretest baru mencapai jumlah nilai rata-rata 50 atau dapat
dikatakan pada siklus I ini ketuntasan belajar siswa secara klasikal
belum tercapai. Sedangkan pada siklus II pertemuan II ketuntasan
belajar siswa mencapai jumlah nilai 81,25 Dengan demikian dapat
dikatakan pada siklus II ini ketuntasan belajar siswa secara klasikal
sudah tercapai.
B. Saran
Berdasarkan kesimpulan di atas, dalam upaya meningkatkan mutu
penddikan perlu dikemukakan beberapa saran sebagai berikut:
1. Diharapkan kepada guru agar aktifitasnya menjadi lebih baik dan
menarik saat menyampaikan materi kepada siswa dengan
menggunakan model NHT. Sehingga siswa senang belajar dan mudah
memahami materi yang disampaikan guru.
2. Diharapkan kepada siswa agar aktifitasnya meningkat dengan
menggunakan model NHT terutama pada pelajaran IPS.
3. Diharapan kepada siswa agar hasil belajarnya dapat mencapai