• Tidak ada hasil yang ditemukan

Berdasarkan literatur yang ada, seluruh penelitian ini masih berada pada kisaran normal, artinya monyet ekor panjang yang digunakan tidak mengalami gangguan fisiologis yang nyata. Hal ini menunjukkan bahwa monyet ekor panjang yang digunakan masih mampu beradaptasi dengan cukup baik terhadap perlakuan pengaturan suhu dan kelembaban yang merupakan kondisi kurang nyaman baik pada kondisi adaptasi dan post-aklimasi. Tentunya kondisi aklimasi adalah kondisi yang nyaman karena adaptasi fisiologis dan perilaku hewan dapat berjalan lebih baik lagi atau stabil.

Nilai bahan pakan, asupan pakan, dan pertumbuhan bobot badan yang diperoleh dari penelitian ini masih berada dalam kisaran normal sedangkan pada nilai perilaku monyet ekor panjang juga masih dalam kisaran normal kondisi aklimasi. Kondisi kecernaan pakan dan bobot badan monyet yang terus meningkat pada setiap cekaman lingkungan (temperatur dan kelembaban) yang diberikan memperlihatkan bahwa status fisiologis monyet cukup baik sehingga penyerapan nutrisi-nutrisi dari pakan yang diberikan dapat diabsorbsi dan dipergunakan oleh tubuh dengan baik. Hal ini juga sesuai dengan hasil penelitian yang telah dilaporkan oleh Suprayogi et al. (2009) dan Binol (2010). Berdasarkan hal tersebut, maka dapat dikatakan bahwa seluruh monyet yang digunakan berada dalam kondisi fisiologis dan perilaku normal pada seluruh kondisi perlakuan atau dapat beradaptasi terhadap cekaman temperatur dan kelembaban yang diberikan kepada monyet. Hal ini menunjukkan bahwa perubahan mikroklimat ruangan tidak banyak mempengaruhi kecernaan pakan dan perilaku monyet ekor panjang.

Berdasarkan uji statistik hasil penelitian, seluruh parameter yang diamati selama penelitian juga tidak menunjukkan adanya perbedaan yang nyata.

Namun, kondisi post-aklimasi terlihat adanya indikasi stress dengan adanya perubahan terhadap perilaku monyet yang ditandai bergesernya penilaian responden pada perilaku ketakutan yaitu dari hewan yang berperilaku kurang ketakutan menjadi cukup ketakutan. Parameter perilaku yang lain juga terjadi fluktuasi nilai walaupun berdasarkan uji statistik yang dilakukan nilainya selama penelitian tidak menunjukkan adanya perbedaan yang nyata. Perubahan ini didukung oleh penelitian sebelumnya Binol (2010) menyatakan adanya penurunan nilai parameter rasio netrofil:limfosit yang terjadi pada kondisi post-aklimasi karena monyet masih perlu melakukan proses adaptasi tubuh untuk mengenal kondisi lingkungan tempat tinggalnya yang baru. Kondisi stress dapat meningkatkan denyut jantung, tekanan darah, metabolisme tubuh, perilaku menjadi lebih tidak terkendali, penurunan kecernaan pakan, peningkatan asupan air, dan menyebabkan penurunan bobot badan (Guyton and Hall 2008). Dari pernyataan ini, dapat dikatakan bahwa pada parameter perilaku di kondisi post-aklimasi monyet sudah terindikasi dalam kondisi stress walaupun belum menunjukkan perubahan yang nyata.

V.1 Simpulan

Simpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah:

1. Penggunaan Macaca fascicularis dalam kondisi adaptasi, aklimasi, dan post-aklimasi dalam ruang kandang hampir tidak menunjukkan adanya perubahan parameter kecernaan pakan maupun perilaku.

2. Kondisi post-aklimasi menunjukkan adanya indikasi stress, yaitu perubahan perilaku yang ditandai perubahan perilaku terutama pada perilaku ketakutan, yaitu dari hewan yang berperilaku kurang ketakutan menjadi cukup ketakutan.

3. Kondisi mikroklimat ruangan pada suhu (25,79 ± 1,16)°C dan (80,19 ± 9,05)% rel. dapat diperkirakan sebagai kondisi yang nyaman bagi monyet, terlihat dari nilai kecernaan pakan dan perilaku yang relatif masih normal.

V.2 Saran

Saran yang dapat diberikan dari penelitian ini adalah penggunaan primata sebagai hewan model harus pada kondisi yang nyaman atau pada kondisi termonetral, yaitu suhu 24,63 – 26,95 °C dan kelembaban 71,14 – 89,24% rel. sehingga disarankan pada penelitian selanjutnya untuk memperhatikan suhu dan kelembaban ruangan.

Anggorodi, H. R. 1994. Ilmu Makanan Ternak Umum. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Anggorodi, H. R. 1995. Nutrisi Aneka Ternak Unggas. Jakarta: PT. Gramedia. Arora, S. P. 1989.Pencernaan Mikroba Pada Ruminansia. Jakarta: Gadjah Mada

University Press.

Astuti, D. A., Suparto, I. H., Sajuthi, D., dan Budiarsa, I. N. 2007. Nutrient Intake And Digestibility Of Cynomolgus Monkey (Macaca fascicularis) Fed With Obese Diet Compared To Monkey Chow. International Symposium On Food Security Agricultural Development And Environmental Concervation In Southeast And East Asia. Bogor; 4-6.

Bayutriana, N. 1995. Pengaruh Pemberian Kulit Biji Kakao Dalam Ransum Terhadap Tingkat Konsumsi, Kecernaan Bahan Kering, dan Pertambahan Bobot Badan Pada Sapi Peranakan Ongole. [Skripsi]. Jakarta: Univ. Nasional.

Bennet, B. T., Abee C. R., Henrickson, R. 1995. Nonhuman Primates in Biomedical Research. New York: Academic Press.

Binol, R. M. F. 2010. Dinamika Profil Hematologi Dan Rasio Netrofil:Limfosit Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis) Pada Pengaturan Mikroklimat Ruangan. [Skripsi]. Bogor: Fakultas Kedokteran Hewan, Institut Pertanian Bogor.

Collier, R. J. 1985. Nutritional, metabolic, and environmental aspect of lactation, pp. 93-116.In Editor : B.L. LARSON. 1985. Lactation. Ames, USA: The Iowa State University Press.

Council of Europe. 1986. European Convention for the Protection of Vertebrate Animals used for Experimental and other Scientific Purpose (Convention ETS 123). Appendix A: Guidelines for the accommodation and care of animals

Chantalakhana, C. and Skunmun, P. 2002. Sustainable Smallholder Animal Systems In The Trophics. Bangkok: Kasetsart University Press.

Davies, N. B and Krebs, J. R. 1978. Behavioural Ecology : An Evolutionary Approach. London: Blackwell Scientific Publication.

Duke, N. H. 1995. The Physiology Of Domestic Animal. New York: Comstock Publishing.

Ensminger, M. E., Oldfield, J. E. and Heinemann, W. W. 1990. Feed and Nutrition Digest. 2nd Edition. California: Ensminger Publishing Company. Fuentes, A. and Gamerl, S. 2005. Disproportionate Participate By Age/Sex Classes In Aggerisive Interaction Between Long-Tailed Macaques (Macaca fascicularis) And Human Tourist At Padangtegal Monkey Forest

Bali, Indonesia. Brief Report. American Journal Of Primatology; 66: 197-204.

Frandson, R. D. 1986. Anatomy And Physiology Of Farm Animal. 4th Edition. Philadelphia: Lea & Febiger Press.

Guyton and Hall. 1993.Textbook Of Medical Physiology. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.

Guyton and Hall. 2008. Textbook Of Medical Physiology. 11th Edition. Philadelphia: W. B. Saunders Company.

Habib, K. E., Weld, K. P., Rice, K. C., Puskhas, J., Champoux, M., Listwak, S., Webster, E. L., Atkinson, A. J., Schulkin, J., Contoreggi, C., Chrousos, G. P., McCann, S. M., Suomi, S. J., Higley, J. D., Gold, P. W. 2000. Oral Administration Of A Corticotropin Releasing Hormone Receptor Antagonist Significantly Attenuates Behavioral, Neuroendocrine, And Autonomic Responses To Stress In Primates.PNAS; 97(11):6079-6084. Honess, P. E., Johnson, P. J., Wolfensohn, S. E. 2004. A Study Of Behavioural

Responses Of Non-human Primates TO Air Transport And Re-housing. Laboratory Animal;38: 119–132.

Inglis, J. K. 1980. Introduction To Laboratory Animal Science and Technology. New York: Pergamon Press.

Iwamoto, T. 1980.Food And Energetics Of Provisioned Wild Japanese Macaques (Macaca fuscata). Ecology And Behavior Of Food-Enhanced Primate Groups.

Kamal, M. 1994. Nutrisi Ternak I. Laboratorium Makanan Ternak. Yogyakarta: Jurusan Nutrisi dan Makanan Ternak. Fakultas Peternakan. Universitas Gadjah Mada.

Kaplan, J. R., Shively, C. A., Fontenot, M. B., Morgan, T. M., Howell, S. M., Manuck, S. B., Muldoon, M. F., Mann, J. J. 1994. Demonstration Of An Association Among Dietary Cholesterol, Central Serotonergic Activity, And Social Behavior In Monkeys.Psychosomatic Medicine; 56:479-484. Kendeigh, S. C. 1980. Ecology With Special Reference To Animal And Mans.

New Jersey: Prentice Hall.

Kitchen, A. M., Martin, A. A. 1996. The Effect Of Cage Size And Complexity On The Behavior Of Captive Common Mamosets,Callithrix jacchus jacchus. Laboratory Animals: 30:317-326.

Kim, C. Y., Han, J. S., Suzuki, T., Han, S. S. 2005. Indirect Indicator Of Transport Stress In Hematological Values In Newly Acquired Cynomolgus Monkey.J Med Primatol; 34: 188-192

Lang, C. K. A. 2006. Primate Factsheets: Long-Tailed Macaque (Macaca fascicularis) Taxonomy, Morphology & Ecology.

http://pin.primate.wisc.edu/factsheets/long-tailed_macaque [2 Agustus 2011].

Lekagul, B and Mc Neely. 1988.Mamals Of Thailand 2nd ed. Bangkok: Sahakarn Bhaet.

Linder M. C. 2006. Biokimia Nutrisi dan Metabolisme: Dengan Pemakaian Secara Klinis. Parakkasi A, Penterjemah; Linder MC, editor. Jakarta: UI Press. Terjemahan dari: Nutritional Biochemistry and Metabolism.

Lubis, D. A. 1992.Ilmu Makanan Ternak. Jakarta: PT Pembangunan.

Martini. 1998.Fundamental Of Anatomy And Physiology. 4th Edition. New Jersey: Prentice Hall International Inc.

McDonald, P., Edwards, R. A., Greenhalgh, J. F. D., and Morgan, C. A. 2002. Animal Nutrition. 6th Ed. London: Prentice Hall.

Mustaqimatin. 1998. Formulasi Ransum Berbahan Dasar Utama Pakan Lokal Untuk Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis) Di Unit Penangkaran Pusat Studi Satwa Primata LP-IPB. Karya Ilmiah. Bogor: Fakultas Peternakan. Institut Pertanian Bogor.

Moss, R. 1992. Livestock Health And Welfare. United Kingdom: Longman Scientific & Technical.

Napier, J. R. and Napier, P. H. 1985. The Natural History Of The Primates. Cambridge, Massachusetts: The MIT Press.

National Research Council. 2003. Nutrient Requirement Consumtion Of Nonhuman Primate. Ed 2nd Rev. Washington DC: The National Academic Press.

North, M. O. 1984. Commercial Chicken Production On Manual. 3rd Ed. Westport, Connecticut: The Avi Publishing Company, Inc.

Parakkasi, A. 1999. Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak Ruminan. Jakarta: Universitas Indonesia Press.

Pijoh, D. 2006.Kajian Biologis Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis) yang Mengalami Pengankutan Dengan Pemberian Pakan Berbeda. [Tesis]. Bogor: Program Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor.

Poole, T., Costa, P., Netto, W. J., Schwarz, K., Wechsler, B., Whittaker, D. 1994. Nonhuman primates. In: The Accomodation of Laboratory Animals in Accordance with Animal Welfare Requirements. Proceedings of an International Workshop (O’Donoghue PN, ed). Berlin: Bundesgesundheit-samt, Bonn: Bundesministerium für Ernährung, Landwirtschaft und Forsten, pp 81-6.

Röder, E. L. and Timmermans, P. J. A. 2002. Housing and care of monkeys and apes in laboratories: adaptations allowing essential species-species behavior.Laboratory Animlas; 36:221-242.

Sajuthi, D. 1984. Satwa Primata Sebagai Hewan Laboratorium. Bogor: Institut Pertanian Bogor.

Sari, N. K. 2004. Tingkah laku monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) periode pratransportasi (studi kasus di Pusat Stusi Satwa Primata,

Lembaga Penelitian-IPB). [Skripsi]. Bogor: Program Studi Teknologi Produksi Ternak. Fakultas Peternakan. Institut Pertanian Bogor.

Sibal L. R. and Samson, K. J. 2001. Nonhuman Primates: a critical role in current diseases research.ILAR J; 42:74-84.

Singh, G. and Shukla, D. C. 2003. Biometeorology For Livestock Health And Production, Agrometeorology In New Mellenium-prospective And Challenges Seminar. http://www.agrometassociation.com/seminar2. [16

November 2011].

Smith J. B. dan Mangkoewidjojo, S. 1988. Pemeliharaan, Pembiakan Dan Penggunaan Hewan Percobaan Di Daerah Tropis. Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia.

Sobri, M. 2006. Uji Kecernaan Jagung Tiruan (Subtituen) Pada Itik Mojosari Jantan Melalui Metode Fistulasi Dan Kanulasi. Malang: Univ. Muhammadiyah Malang.

Sulaksono, M. E. 2002. Penentuan Nilai Rujukan Parameter Faal Hewan Percobaan Sebagai Model Penyakit Manusia Dan Hewan.

http://digilib.litbang.depkes.go.id. [10 September 2011]. Sugeng, Y. B. 1998.Beternak Sapi Potong. Jakarta: Penebar Swadaya.

Suprayogi, A., Astuti, D. A., Satrija, F., Suprianto. 2006. Physiological Status Of Sheep Reared Indoor System Under The Tropical Rain Forest Climatic Zone. Proceeding Of The 4th. Animal Production And Sustainable Agriculture In The Tropic. 66-70. Universitas Gadjah Mada.

Suprayogi, A., Aryani, A., Bambang, K., Nastiti, K., Sri Murtini, Huda, S. D. 2009. Uji Keamanan Pendingin Udara LG Berkhasiat Antinyamuk Pada Hewan Model Primata & Rodentia. Bogor: Fakultas Kedokteran Hewan. Institut Pertanian Bogor.

Supriatna, J. dan Wahyono, E. H. 2000. Panduan Lapangan Primata Indonesia. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Swenson, G. M. 1997.Dules Physiology Or Domestic Animals. USA: Publishing Co. Inc.

Syarif, Z. 1990.Klimatologi Dasar Vol. 1. Padang: Universitas Andalas.

Tillman, Hartadi. H, Reksohadiprojo. S., Prawirokusumo, Lebdosoekodjo, S. 1998. Ilmu Makanan Ternak Dasar. Yogyakarta: Fakultas Peternakan UGM. Gadjah Mada University Press.

Wagner, J. D., Carlson, C. S., O’Brien, T. D. 1996. Diabetes mellitus in nonhuman primates: Recent research advances on current husbandry practices.J Med Primatol;19:609-625.

Wahyu, J. 1992. Ilmu Nutrisi Unggas. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Wiseman, J. and Cole, P. J. A. 1990.Feedstuff Evaluation. Cambridge: University Press.

Wheatley, B. P. 1980. Feeding And Ranging Of East Bornean Macaca fascicularis. Dalam: Linburg D (ed) The Macaque: Studies In Ecology, Behavior And Evolution. Litton Educational Publishing, Inc. London: Pp 215– 246.

Wheatley, B. P., Harya Putra, D. K., and Gonder, M. K. 1996. A comparison of wild and food-enhanced long-tailed macaques (Macaca fascicularis). In Evolution and Ecology of Macaque Societies. Fa, J.E. and D.G. Lindberg (Eds.). Cambridge: Cambridge University Press.

Zakariah, L. O. M. S. 2010. Analisa Hematologi, Nilai Kecernaan Dan Tingkah Laku Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis) Jantan Obes Yang Diintervensi Nikotin. [Tesis]. Bogor: Program Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor.

Lampiran 1. Konstruksi Luar Kandang (Suprayogiet al.2009)

Kandang Monyet MEP I dan MEP II

Lampiran 2. Konstruksi Kandang Individu Monyet (Suprayogiet al. 2009)

Kandang Individu

Monyet Berada Dalam Kandang Individu

Lampiran 3. Kebersihan Kandang dan Pakan Monyet (Suprayogiet al. 2009)

Kebersihan Kandang

Dokumen terkait