• Tidak ada hasil yang ditemukan

Distribusi ukuran hasil tangkapan ikan layang

Dalam dokumen RAMPUS (Decapterus RYAN PRATAMA (Halaman 99-137)

2. Jaring rampus 1) Deskripsi

5.1 Hasil .1 Komp

5.2.3 Distribusi ukuran hasil tangkapan ikan layang

Panjang cagak ikan yang tertangkap selama penelitian berkisar antara 13 – 44 cm. Adapun panjang cagak yang dominan tertangkap berkisar antara 23 – 38 cm dengan jumlah 325 ekor. Ikan layang yang berukuran besar dengan kisaran panjang cagak 23 – 43 cm saat tertangkap pada jaring rampus cenderung tertangkap secara terpuntal pada semua jaring rampus dengan menggunakan berbagai ukuran mata jaring. Ukuran mata jaring 1,75 inci merupakan ukuran mata jaring terkecil pada penelitian ini dibandingkan dengan ukuran mata jaring

lainnya. Holst (2000) mengatakan bahwa ukuran mata jaring merupakan faktor yang sangat penting untuk menentukan ukuran hasil tangkapan, semakin kecil ukuran mata jaring maka ikan yang tertangkap cenderung lebih banyak. Perbedaan ukuran mata jaring yang digunakan secara signifikan memberikan pengaruh yang nyata terhadap ukuran hasil tangkapan ikan layang.

Pada jaring rampus dengan ukuran mata jaring 1,75 inci ukuran ikan layang yang dominan tertangkap berada pada panjang cagak dengan kisaran 23 – 28 cm. Adapun jaring rampus dengan ukuran mata jaring 2, 2,5, dan 3 inci ukuran ikan layang yang dominan tertangkap pada masing-masing berada pada kisaran 28 – 33 cm, 28 – 33 cm, dan 28 – 38 cm. Berdasarkan uji Friedman terhadap panjang cagak hasil tangkapan ikan layang pada jaring rampus dengan ukuran mata jaring yang berbeda menunjukkan nilai Asymp.Sig dengan nilai probabilitas 0,000 pada taraf nyata 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa perbedaan ukuran mata jaring memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap ukuran panjang cagak ikan layang. Heikinheimo, et al. (2006) menyatakan bahwa ukuran mata jaring yang berbeda memberikan pengaruh yang nyata terhadap ukuran hasil tangkapan. Park, et al. (2010) juga memperoleh hasil bahwa gillnet dengan ukuran mata jaring 6,1, 7,9, 10,1, dan 13 cm memberikan perbedaan yang nyata terhadap ukuran ikan korean flounder (Glyptocephalus stelleri). Pada penelitian ini perbedaan ukuran mata jaring mempengaruhi ukuran hasil tangkapan ikan layang. Hal ini diduga karena pada ikan layang memiliki struktur morfologi berupa dorsal fin disekeliling badan ikan yang mengakibatkan ikan layang mudah terpuntal saat tertangkap pada jaring rampus, sehingga perbedaan ukuran mata jaring dapat berakibat pada perbedaan ukuran ikan yang tertangkap. Ozekinci (2007) memperoleh hasil bahwa ukuran mata jaring berpengaruh nyata terhadap ukuran ikan european chub (Leuciscus cephalus). Struktur morfologi ikan layang dengan Leuciscus cephalus hampir mirip dimana pada keliling badan ikan memiliki sirip dorsal yang digunakan untuk berenang. Walus (2001) juga berpendapat bahwa perbedaan ukuran mata jaring mengakibatkan perbedaan yang nyata terhadap ukuran ikan cakalang, yang memiliki kondisi morfologi hampir sama dengan ikan layang, dimana ikan akan mudah terjerat pada ukuran mata jaring yang rendah.

Ikan layang yang layak tangkap pada penelitian ini berjumlah 329 ekor atau 93,73 % dari total hasil tangkapan ikan layang yang tertangkap pada jaring rampus selama penelitian. Ikan layak tangkap yang dimaksud adalah ikan yang layak tangkap secara biologi, dimana ikan sudah matang gonad dengan ukuran panjang cagak mulai dari 23 cm (Nontji, 2002). Secara keseluruhan ikan layang yang tertangkap pada penelitian ini hampir semua layak tangkap. Namun jumlah ikan yang tertangkap secara keseluruhan relatif sedikit. Hal ini diduga karena penelitian dilaksanakan pada saat akhir musim puncak ikan layang di Perairan Cisolok yaitu pada bulan April 2011. Nontji (2002) mengatakan bahwa musim ikan layang dibedakan menjadi dua yaitu musim Timur dan musim Barat. Adapun pada musim Timur berlangsung mulai dari bulan Juni sampai bulan September, dan musim Barat mulai dari bulan Januari sampai bulan April.

Girth operculum ikan layang yang tertangkap selama penelitian berkisar antara 3 – 28 cm. adapun ukuran girth operculum yang dominan tertangkap pada kisaran antara 13 – 23 cm sebanyak 318 ekor atau 90,60 % dari total hasil tangkapan ikan layang selama penelitian. Berdasarkan uji Friedman terhadap girth operculum hasil tangkapan ikan layang pada jaring rampus dengan ukuran mata jaring yang berbeda menunjukkan nilai Asymp.Sig dengan nilai probabilitas 0,003 pada taraf nyata 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa perbedaan ukuran mata jaring memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap ukuran girth operculum ikan layang. Reis dan Pawson (1998) menyebutkan bahwa perbedaan ukuran mata jaring pada gillnet memberikan pengaruh yang nyata terhadap ukuran girth empat spesies ikan yang berbeda yakni ikan whitemouth croaker (Micropogonias furnieri), southern kingcroaker (Menticirrhus americanus), Mugil platanus, dan argentine menhaden (Brevoortia pectinata).

Menurut Spare and Venema (1999) cara tertangkap ikan pada gillnet dapat dibedakan menjadi snaged, gilled, wedged dan entangled. Pada penelitian ini ikan layang yang tertangkap secara entangled lebih dominan dibandingkan yang tertangkap dengan cara lain yaitu sebanyak 269 ekor, sedangkan yang tertangkap dengan cara wedged sebanyak 55 ekor dan yang tertangkap secara gilled sebanyak 27 ekor dari total hasil tangkapan. Jaring rampus dengan ukuran mata jaring 2,5 inci menangkap ikan layang dengan cara terpuntal (entangled) lebih banyak

dibandingkan dengan jaring rampus dengan ukuran mata jaring lainnya. Hal ini diduga karena beberapa faktor, yakni Rosmiyanti (2002) menyebutkan bahwa faktor-faktor yang menyebabkan ikan tertangkap secara terpuntal karena diduga ikan yang tertangkap memiliki tingkah laku yang apabila terhadang atau terjerat oleh jaring maka ikan akan semakin terus berusaha untuk menerobos jaring sehingga tubuhnya akan semakin terpuntal, dan faktor lainnya yaitu ketegangan rentangan jaring yang tidak terlalu tegang, sehingga pada saat terdorong oleh arus ataupun ikan yang berusaha untuk menerobos, maka jaring akan membentuk kantong. Ikan yang tertangkap dengan cara terjerat akan memiliki perbandingan yang tetap antara ukuran mata jaring gillnet dengan ukuran ikan. Apabila ukuran ikan bertambah sebesar konstanta k maka ukuran mata jaring yang diperlukan untuk dapat menangkap ikan tersebut juga bertambah sebesar konstanta k (Baranov, 1976) diacu dalam Samaranayaka, 1997). Sebaliknya ikan yang tertangkap dengan cara terpuntal seringkali tidak memiliki perbandingan yang tetap antara ukuran mata jaring dengan ukuran ikan yang tertangkap.

Gambar 47 Cara tertangkap ikan layang secara entangled

Berdasarkan uji Chi Square terhadap cara tertangkapnya ikan layang pada jaring rampus dengan hanging ratio yang berbeda diperoleh nilai 32,40 dengan probabilitas 0,003. Hal ini berarti bahwa perbedaan ukuran mata jaring berpengaruh sangat signifikan terhadap cara tertangkapnya ikan layang pada jaring rampus. Rosmiyanti (2002) memperoleh hasil bahwa perbedaan ukuran mata jaring mempengaruhi secara nyata terhadap cara tertangkapnya ikan.

6.1 Kesimpulan

Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah:

1. Komposisi spesies hasil tangkapan pada semua ukuran mata jaring didominasi oleh ikan layang (Decapterus kurroides). Berdasarkan indeks Shannon Wiener, jaring rampus dengan ukuran mata jaring 1,75 inci memiliki nilai terbesar dengan nilai 1,4725, sedangkan nilai indeks terkecil diperoleh pada jaring rampus dengan ukuran mata jaring 2,5 dengan nilai 0,7817. 2. Perbedaan ukuran mata jaring rampus berpengaruh secara signifikan terhadap

jumlah ikan layang yang tertangkap. Jaring rampus dengan ukuran mata jaring 2,5 inci secara signifikan menangkap ikan layang dengan jumlah paling banyak.

3. Penggunaan ukuran mata jaring rampus yang berbeda secara signifikan memberikan perbedaan ukuran ikan layang yang tertangkap.

4. Penggunaan mata jaring rampus yang berbeda memberikan pengaruh yang signifikan terhadap cara tertangkapnya ikan layang pada jaring rampus.

6.2 Saran

Berdasarkan hasil penelitian maka penulis menyarankan agar :

1. Nelayan disarankan menggunakan jaring rampus dengan ukuran mata jaring 2,5 inci untuk mempeoleh hasil tangkapan yang banyak dan layak tangkap dibanding dengan ukuran mata jaring lainnya; dan

2. Penelitian lebih lanjut dengan menggunakan kombinasi faktor warna jaring dan ketebalan benang jaring terhadap hasil tangkapan ikan layang.

Abidin Z. 2000. Studi tentang selektivitas jaring rampus terhadap ikan kembung (Rastrelliger spp) di Teluk Jakarta [Skripsi]. Bogor: Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor. 76 hal.

Al Hizaz AZ. 2011. Perbedaan Hanging Ratio Jaring Rampus terhadap Hasil Tangkapan Ikan Layang (Decapterus kurroides) di Perairan Cisolok, Palabuhanratu.

Atmadja SB. 1980. Suatu Studi tentang Beberapa Faktor yang Perlu Dipertahankan dalam Menata Drift Gill Net [Skripsi]. Bogor: Fakultas Perikanan, Institut Pertanian Bogor. 10-12 hal.

Ayodhyoa AU. 1981. Metode Penangkapan Ikan. Bogor: Yayasan Dewi Sri. 97 hal.

Badrudin. 2004. Dinamika Sumberdaya Ikan, Makalah Pelatihan Pengelolaan Sumberdaya Ikan (tidak dipublikasikan). Jakarta: Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap DKP.

Baranov FI. 1976. Selected Works on Fishing Gear. Vol. 1: Commercial Fishing Techiques. Jerusalem: Keter Publishing.

Bleeker.1855.Fishbase.us.www.fishbase.us/summary/SpeciesSummary.php?genu sname=Decapterus&speciesname=kurroides. [18 Juni 2011].

Carlson JK. and E Cortés. 2003. Gillnet selectivity of small coastal sharks off the southeastern United States. Fisheries Research. No.60: 405-414.

Dharmayanti S. 1989. Evaluasi Beberapa Faktor Oseanografi dan Musim terhadap Hasil Tangkapan di Palabuhan Ratu. Laporan Praktek Lapang (tidak dipublikasikan). Bogor: Fakultas Perikanan, Institut Pertanian Bogor. 55 hal. Direktorat Jenderal Perikanan. 1994. Informasi Teknologi Rawai Dasar Kakap

dan Jaring Rampus (Multipurpose bottom longline and gillnet). Jakarta: Departemen Pertanian. 15 hal.

Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sukabumi. 2010. Potensi dan Analisa Usaha Kelautan dan Perikanan. Sukabumi: Dinas Kelautan dan Perikanan. Dincer AC and M Bahar. 2008. Multifilament gillnet selectivity for the Red Mullet

(Mullus barbatus) in the Eastern Black Sea Coast of Turkey, Trabzon. Turkish Journal of Fisheries and Aquatic Sciences. No.8: 355-359.

Djamali A, Sudibyo dan S Martosewojo. 1979. Penelaahan Biologi Ikan Layang (Dekapterus kurroides) Bleeker dari Perairan Sekitar Palabuhan Ratu dan Labuhan. [Makalah]. Bandung.

Duman E, M Pala. 2007. Effect of Water Temperature on the Selectivity of Monofilament Gill Nets (PA). Pakistan Journal of Biological Science. Vol 10 (11): 1914-1917.

Effendi MI. 2002. Biologi Perikanan. Yogyakarta: Yayasan Pustaka Nusatama. Emmanuel BE and Chukwu LO. 2010. Evaluating the selective performance of

gillnet used in a tropical low brackish lagoon south-western, Nigeria. Journal of American Science. No.6: 1

FAO. 1974. Species Identification Sheets for Fishery Purpose,Volume I Food and Agriculture Organization of the United Nations. Rome.

Fabi G, M Sbrana, F Biagi, I Leonori, P Santor. 2000. Trammel net and Gillnet Selectivity for Lithognathus mormyrus (L., 1758), Diplodus annularis (L., 1758) and Mullus barbatus (L., 1758) in the Adratic and Ligurian seas. Fisheries Research. No. 54: 375-388.

Faife JR. 2003. Effect of Mesh Size and Twine Type on Gillnet Selectivity of Cod (Gadus morhua) in Icelandic Coastal Waters. Institute for the Development of Small-Scale Fisheries (IDPPE), Marine research institute.

Firmansyah. 1988. Suatu Studi Perbandingan Hasil Tangkapan Jaring Rampus dengan Ukuran Mata Jaring yang Berbeda di Teluk Lampung, Propinsi Lampung. [Karya Ilmiah]. Jurusan Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, Fakultas Perikanan, Institut Pertanian Bogor. 78 hal.

Fridman A. 1988. Perhitungan dalam Merancang Alat Penangkap Ikan. Semarang: Balai Pengembangan Penangkapan Ikan. 304 hal.

Fyson J. 1985. Design of Small Fishing Vessel. England: Fishing News Book Ltd. 320 hal.

Gray CA, DD Johnson, MK Broadhurst, DJ Young. 2005. Seasonal, spatial and gear-related influences on relationships between retained and discarded catches in a multi-species gillnet fishery. Fisheries Research. No. 75: 56-72 Hamley JM. 1975. Review of Gillnet Selectivity. J. Fish. Res. Board Can. 32(11):

1943-1969.

Heikinheimo O, J Setälä, K Saarni, and J Raitaniemi. 2006. Impacts of Mesh-Size Regulation of Gillnet on the Pikeperch Fisheries in the Archipelago Sea, Finland. Fisheries Research. No. 77: 192-199.

Helser TE, JP Geaghan, and RE Condrey. 1993. Estimating Size Composition and Associated Variances of a Population from Gillnet Selectivity, With an Example for Spotted Seatrout (Cynoscion nebulosus). Fisheries Research. No. 19: 65-86.

Hendrotomo M. 1989. Studi dan Analisis Hasil Tangkapan dengan Menggunakan Umpan yang Berbeda pada Cucut (Hiu) Permukaan di Pelabuhan Ratu [Skripsi]. Bogor: Fakultas Perikanan, Institut Pertanian Bogor. 32-39 hal. Holst R. 2000. Manual For Gillnet Selectivity.DK : IPIMAR/P

Iskandar MD. 2009. Penuntun Praktikum Teknologi Alat Penangkapan Ikan. Bogor : Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor.

Karlsen L and BA Bjarnasson. 1986. Small-scale fishing with driftnets. FAO. Fish. Tech. Pap. (284): 64p.

Manalu M. 2003. Kajian Output yang Dihasilkan Operasi Unit Penangkapan Jaring Kejer di Teluk Banten [Skripsi]. Bogor: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor. 4-11 hal. 

Martasuganda S, Matsuoka and Kawamura. 2000. Effect of Hang-in Ratio on Size-Selectivity of Gillnet. Nippon Suisan Gakkaishi, 66: 439-445.

Martasuganda S. 2008. Serial Teknologi Penangkapan Ikan Berwawasan Lingkungan: Jaring Insang (Gillnet). Bogor: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor. 68 hal.

Miranti. 2007. Perikanan Gillnet di Palabuhanratu [Skripsi]. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor. 8-9 hal.

Mori K. 1968. Gillnet Fishery in Japan. Misaki Internasional Fishery Training Center Overseas Technical Cooperation Agency. 65 p.

Najamuddin. 2009. Modul of Fishing Gear Design. Faculty of Marine Science and Fisheries, Hasanuddin University, Makassar. Unpublished.

Nomura M dan T Yamazaki. 1976. Fishing Technique 1. Tokyo: Japan Internasional Coorporation agancy. 206 p.

Nontji A. 2002. Laut Nusantara. Jakarta: Djambatan.

Nuraini T, M Imron, Darmawan, M Sulaeman, A Purbayanto, SH Wisudo, BH Iskandar, W Mawardi, dan JL Gaol. 1992. Analisis Musim Penangkapan Ikan Tuna di Pantai Selatan Jawa. Laporan Akhir Penelitian (tidak dipublikasikan). Bogor: Fakultas Perikanan, Institut Pertanian Bogor. 1-8 hal.

Ozekinci U, U Altinagac, A Ayaz, O Cengiz, H Ayyildiz, H Kaya, and D Odabasi. 2007. Monofilament Gillnet Selectivity Parameters for European Chub (Leuciscus cephalus L. 1758) in Atikhisar Reservoir, Canakkale, Turkey. Pakistan Journal of Biological Sciences. No. 10: 1305-1308.

Park HH, RB Millar, BS Bae, HC An, YY Chun, JH Yang, and SC Yoon. 2010. Size Selectivity of Korean flounder (Glyptocephalus stelleri) by Gillnets and Trammel nets Using an Extension of Select for Experiments with Differing Mesh Sizes. Fisheries Research. No. 107: 196-200.

Pascoe S. 1997. Bycatch Management and the Economic of Discarding. Rome: FAO Fisheries Tecnical Paper No.370. 87-96 hal.

Prasetyo AP. 2009. Kekuatan Putus (Breaking Streangth) Benang dan Jaring PA Multifilamen pada Penyimpanan di Ruang Terbuka dan Tertutup [Skripsi]. Bogor: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor. 6-7 hal.

Psuty I and WI Borowski. 1997. The Selectivity of Gill Nets of Bream (Abramis brama L.) Fished in the Polish Part of the Vistuala Lagoon. Fisheries Research. No. 32: 249-261.

Purbayanto A. 2006. Perikanan Trammel net, Analisis selektivitas dan fisiologi tingkah laku ikan untuk kepentingan pengelolaannya. Bogor : Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor.

Rahman DM. 2005. Desain dan Kontruksi Kapal Gillnet Harapan Baru di Galangan Kapal Pulau Tidung [Skripsi]. Bogor: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor. 6-7 hal.

Reis EG and MG Pawson. 1998. Fish Morphology and Estimating Selectivity by Gillnets. Fisheries Research. No. 39: 263-273.

Rosmiyanti T. 2002. Cara Tertangkapnya Ikan dalam Hubungannya dengan Selektivitas Trammel Net. [Skripsi]. Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor. 109 hal.

Saanin H. 1984. Taksonomi dan Kunci Identifikasi Ikan Jilid I dan II. Bandung: Bina Cipt. 245 hal.

Samaranayaka A, A Engas and T Jorgensen. 1997 Effecs of Hanging Ratio and Fishing Depth on the Catch Rates of Drifting Tuna Gillnets in Sri Lanka Waters. Fisheries Research: 29, 1-12.

Santos MN, M Gaspar, CC Monteiro, and K Erzini. 2003. Gill net selectivity for European hake Merluccius merluccius from southern Portugal: implications for fishery management. Fisheries Science. No. 69: 873-882.

Soeprijono P dan Hartoyo. 1973. Serat-serat Tekstil. Bandung: Institut Teknologi Tekstil. 394 hal.

Solihin I. 1993. Pengaruh Perbedaan Tinggi Jaring Kejer terhadap Hasil Tangkapan Rajungan (Portunnus sp) di Perairan Bondet Kabupaten Cirebon [Skrispsi]. Bogor: Fakultas Perikanan, Institut Pertanian Bogor. 4-12 hal. Spare P and SC Venema. 1999. Introduksi Pengkajian Stok Ikan Tropis. Buku

1-Manual. Jakarta: Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan. 438 hal. Stergiou KI and Pollard. 1994. A Spatial Analysis of the Commercial Fisheries

Catches from the Greek Aegear Sea. Fisheires Research. Vol 20. P. 109-135.

Subani W dan HR Barus. 1989. Alat Penangkapan Ikan dan Udang Laut Indonesia. Jurnal Penelitian Perikanan Laut No. 50. Jakarta: Departemen Pertanian, Balai Penelitian Perikanan Laut. 245 hal.

Suwanda RH. 2003. Optimasi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan Tongkol Secara Berkelanjutan (Kasus Ikan yang Didaratkan di PPN Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi – Jawa Barat). [Tesis]. Bogor: Program Pasca Sarjana, Institut Pertanian Bogor. 108 hal. 

Uktolseja JCN. 1973. Survey Samudera Indonesia. Laporan Penelitian Perikanan Laut. No 21. Jakarta: Balai Penelitian Perikanan Laut, Departemen Pertanian. Hal 77-130.

Undang-Undang Nomor 31. 2004. tentang Perikanan. Jakarta: Departemen Kelautan dan Perikanan. Diterbitkan oleh Sekretaris Jenderal. 35 hal.

Walus S. 2001. Studi Selektivitas Jaring Insang Hanyut terhadap Ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis) di Perairan Palabuhanratu. [Skripsi]. Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor. 58 hal.

Wyrtki K. 1961. Physical Oseanography of the Southest Asian Water, Naga Report. La Jolla: The University of California. Vol.2. 1995 p.

Zamil NN. 2007. Sebaran Hasil Tangkapan Jaring Rampus Berdasarkan Ketinggian dan Lembar Jaring [Skripsi]. Bogor: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor. 17-18 hal.

L A M P I R A N

                       

   

  L Lampiran 3. 1. 3. Ka Bahan dan Jaring ramp apal jaring ra

alat yang dig

pus ampus gunakan sela 5. GPS ama peneliti 4. Peng ian 2. Coban

 

   

Lanjutan Lampiran 3

6. Papan Ukur 7. Kamera

   

Lampiran 4. Hasil tangkapan jaring rampus selama penelitian

Nama Gambar

Nama lokal : Layang

Nama internasional : Redtail scad Nama latin : Decapterus kurroides Nama lokal : Biji nangka

Nama internasional : Goldband goatfish Nama latin : Upeneus moluccensis Nama lokal : Beloso

Nama internasional : Shortfin lizardfish Nama latin : Saurida micropectoralis Nama lokal : Swanggi

Nama internasional : Purple-spotted bigeye

Nama latin : Priacanthus tayenus Nama lokal : Pepetek

Nama internasional : Common ponyfish Nama latin : Leiognatus equulus Nama lokal : Sebelah

Nama internasional : Indian halibut Nama latin : Psettodes erumei Nama lokal : Udang jerbung

Nama internasional : Banana prawn Nama latin : Penaeus sp

 

   

Lampiran 5. Jenis, ukuran dan cara tertangkap hasil tangkapan jaring rampus dengan ukuran mata jaring yang berbeda selama penelitian

No Nama Ikan Cara

Tertangkap

Ukuran Mesh size TL FL Girth

1 Beloso (Saurida micropectoralis) W 20 17 5 3 inci 2 Beloso (Saurida micropectoralis) W 22 19 7 3 inci 3 Beloso (Saurida micropectoralis) E 25 22 10 2,5 inci 4 Beloso (Saurida micropectoralis) E 25.5 22.4 10.4 2,5 inci 5 Beloso (Saurida micropectoralis) E 26 22.8 10.8 2,5 inci 6 Beloso (Saurida micropectoralis) E 26.5 23.2 11.2 2,5 inci 7 Beloso (Saurida micropectoralis) E 27 23.6 11.6 2,5 inci 8 Beloso (Saurida micropectoralis) E 25 22 10 2,5 inci 9 Beloso (Saurida micropectoralis) E 25 22 10 2,5 inci 10 Beloso (Saurida micropectoralis) W 19.5 17 7 2,5 inci 11 Beloso (Saurida micropectoralis) E 20 18.5 6 2,5 inci 12 Beloso (Saurida micropectoralis) E 17.2 15 5 2,5 inci 13 Beloso (Saurida micropectoralis) E 23 20.5 8 2,5 inci 14 Beloso (Saurida micropectoralis) W 31.5 19 9.5 2 inci 15 Beloso (Saurida micropectoralis) E 34.5 32.3 22.8 2 inci 16 Beloso (Saurida micropectoralis) E 19 17 8 2 inci 17 Beloso (Saurida micropectoralis) E 28 26 9.3 2 inci 18 Beloso (Saurida micropectoralis) E 28.3 26.2 9.5 2 inci 19 Beloso (Saurida micropectoralis) E 28.6 26.4 9.7 2 inci 20 Beloso (Saurida micropectoralis) E 28.9 26.6 9.9 2 inci 21 Beloso (Saurida micropectoralis) E 29.2 26.8 10.1 2 inci 22 Beloso (Saurida micropectoralis) E 30 27 10.6 2 inci 23 Beloso (Saurida micropectoralis) E 30.8 27.2 11.1 2 inci 24 Beloso (Saurida micropectoralis) E 31.6 27.4 11.6 2 inci 25 Beloso (Saurida micropectoralis) E 32.4 27.6 12.1 2 inci 26 Beloso (Saurida micropectoralis) E 28 26 9.3 2 inci 27 Beloso (Saurida micropectoralis) G 19.5 17.4 8 1,75 inci 28 Beloso (Saurida micropectoralis) G 19 17.2 7.8 1,75 inci 29 Beloso (Saurida micropectoralis) G 18.5 17 7.6 1,75 inci 30 Beloso (Saurida micropectoralis) W 19.5 17 7 1,75 inci 31 Beloso (Saurida micropectoralis) G 18 17 6.3 1,75 inci 32 Beloso (Saurida micropectoralis) E 17 15.7 5 1,75 inci 33 Beloso (Saurida micropectoralis) E 22.5 20.5 8 1,75 inci 34 Beloso (Saurida micropectoralis) G 17.5 15.5 6 1,75 inci 35 Beloso (Saurida micropectoralis) E 17.5 15.5 6 1,75 inci 36 Beloso (Saurida micropectoralis) E 17.5 15.5 6 1,75 inci 37 Beloso (Saurida micropectoralis) E 26.4 24.5 9.5 1,75 inci

   

38 Beloso (Saurida micropectoralis) G 21 19.5 7 1,75 inci 39 Biji nangka (Upeneus moluccensis) W 19.5 17 11.5 3 inci 40 Biji nangka (Upeneus moluccensis) G 15 13 9 3 inci 41 Biji nangka (Upeneus moluccensis) G 33 29 20 3 inci 42 Biji nangka (Upeneus moluccensis) W 9.5 8 5 3 inci 43 Biji nangka (Upeneus moluccensis) W 10 8.5 6 3 inci 44 Biji nangka (Upeneus moluccensis) W 10.5 9 7 3 inci 45 Biji nangka (Upeneus moluccensis) W 11 9.5 8 3 inci 46 Biji nangka (Upeneus moluccensis) W 11.5 10 9 3 inci 47 Biji nangka (Upeneus moluccensis) G 24 20 13 3 inci 48 Biji nangka (Upeneus moluccensis) E 24.5 22 12 3 inci 49 Biji nangka (Upeneus moluccensis) W 21 18.5 12.5 2,5 inci 50 Biji nangka (Upeneus moluccensis) E 16 14 10 2,5 inci 51 Biji nangka (Upeneus moluccensis) E 15.5 12.5 9 2,5 inci 52 Biji nangka (Upeneus moluccensis) G 12 10 7.5 2,5 inci 53 Biji nangka (Upeneus moluccensis) G 13 10 8 2,5 inci 54 Biji nangka (Upeneus moluccensis) W 13.5 12.5 9 2,5 inci 55 Biji nangka (Upeneus moluccensis) W 13 12.5 8.4 2,5 inci 56 Biji nangka (Upeneus moluccensis) W 12.5 12.5 7.8 2,5 inci 57 Biji nangka (Upeneus moluccensis) W 12 12.5 7.2 2,5 inci 58 Biji nangka (Upeneus moluccensis) G 11.5 9.5 6 2 inci 59 Biji nangka (Upeneus moluccensis) G 12.5 10.5 7.5 2 inci 60 Biji nangka (Upeneus moluccensis) G 19.5 17 11.5 2 inci 61 Biji nangka (Upeneus moluccensis) G 21 18.5 12.5 2 inci 62 Biji nangka (Upeneus moluccensis) G 16 14 10 2 inci 63 Biji nangka (Upeneus moluccensis) G 16 13 10 2 inci 64 Biji nangka (Upeneus moluccensis) W 14 12 8 2 inci 65 Biji nangka (Upeneus moluccensis) G 17 14 10 2 inci 66 Biji nangka (Upeneus moluccensis) G 15 13 10 2 inci 67 Biji nangka (Upeneus moluccensis) G 14.5 12 10 2 inci 68 Biji nangka (Upeneus moluccensis) W 15 13 8 2 inci 69 Biji nangka (Upeneus moluccensis) G 16 14 9 2 inci 70 Biji nangka (Upeneus moluccensis) G 14 12.5 10 2 inci 71 Biji nangka (Upeneus moluccensis) G 14 12 9 2 inci 72 Biji nangka (Upeneus moluccensis) E 13.5 12.5 9 2 inci 73 Biji nangka (Upeneus moluccensis) E 13 12.5 8.4 2 inci 74 Biji nangka (Upeneus moluccensis) E 12 11 7 2 inci 75 Biji nangka (Upeneus moluccensis) G 16.5 15 8.5 2 inci 76 Biji nangka (Upeneus moluccensis) G 14 12.5 7 2 inci 77 Biji nangka (Upeneus moluccensis) E 12.5 11 6.5 2 inci 78 Biji nangka (Upeneus moluccensis) E 12 10.5 6.5 2 inci

 

   

79 Biji nangka (Upeneus moluccensis) W 21 18.5 12.5 1,75 inci 80 Biji nangka (Upeneus moluccensis) E 16 14 10 1,75 inci 81 Biji nangka (Upeneus moluccensis) W 21 18 12.5 1,75 inci 82 Biji nangka (Upeneus moluccensis) E 16 15 10 1,75 inci 83 Biji nangka (Upeneus moluccensis) G 14.5 12 7.5 1,75 inci 84 Biji nangka (Upeneus moluccensis) E 10 8.5 5 1,75 inci 85 Biji nangka (Upeneus moluccensis) G 10 8.5 5 1,75 inci 86 Biji nangka (Upeneus moluccensis) W 14.5 12 7.5 1,75 inci 87 Biji nangka (Upeneus moluccensis) G 14 11.5 10 1,75 inci 88 Biji nangka (Upeneus moluccensis) G 12 10 9 1,75 inci 89 Biji nangka (Upeneus moluccensis) G 14 11.5 10 1,75 inci 90 Biji nangka (Upeneus moluccensis) W 14 12 9 1,75 inci 91 Biji nangka (Upeneus moluccensis) G 13 11.5 7.5 1,75 inci 92 Biji nangka (Upeneus moluccensis) W 10 9 4 1,75 inci 93 Biji nangka (Upeneus moluccensis) G 10 8.5 5 1,75 inci 94 Biji nangka (Upeneus moluccensis) W 14.5 12 7.5 1,75 inci 95 Biji nangka (Upeneus moluccensis) W 13.5 12.5 9 1,75 inci 96 Biji nangka (Upeneus moluccensis) W 13 12.5 8.4 1,75 inci 97 Biji nangka (Upeneus moluccensis) W 12.5 12.5 7.8 1,75 inci 98 Biji nangka (Upeneus moluccensis) W 18 15 10 1,75 inci 99 Biji nangka (Upeneus moluccensis) W 16 12 10 1,75 inci 100 Biji nangka (Upeneus moluccensis) G 14.5 12 7.5 1,75 inci 101 Biji nangka (Upeneus moluccensis) E 10 8.5 5 1,75 inci 102 Biji nangka (Upeneus moluccensis) G 11 9 6 1,75 inci 103 Biji nangka (Upeneus moluccensis) W 13 10.4 6.8 1,75 inci 104 Biji nangka (Upeneus moluccensis) G 14.2 12.5 7.5 1,75 inci 105 Biji nangka (Upeneus moluccensis) G 14.2 12.5 7.5 1,75 inci 106 Layang (Decapterus kurroides) E 38 12.5 13 3 inci 107 Layang (Decapterus kurroides) E 38 13.5 7 3 inci 108 Layang (Decapterus kurroides) E 39 14.5 7.5 3 inci 109 Layang (Decapterus kurroides) E 36 16 9 3 inci 110 Layang (Decapterus kurroides) E 37 16.4 10.6 3 inci 111 Layang (Decapterus kurroides) W 30 19.3 12.3 3 inci 112 Layang (Decapterus kurroides) E 33 19.5 12.6 3 inci 113 Layang (Decapterus kurroides) E 35.4 21.5 13 3 inci 114 Layang (Decapterus kurroides) E 37.8 21.5 13 3 inci 115 Layang (Decapterus kurroides) E 35 21.8 18 3 inci 116 Layang (Decapterus kurroides) E 31.5 22 13.5 3 inci 117 Layang (Decapterus kurroides) E 38 22 9.5 3 inci 118 Layang (Decapterus kurroides) E 34.5 22 10 3 inci 119 Layang (Decapterus kurroides) W 37 22 13.4 3 inci

   

120 Layang (Decapterus kurroides) E 38 22 10.5 3 inci 121 Layang (Decapterus kurroides) E 35.5 22.3 14.3 3 inci 122 Layang (Decapterus kurroides) G 29.5 22.5 11 3 inci 123 Layang (Decapterus kurroides) E 38 22.5 11 3 inci 124 Layang (Decapterus kurroides) E 35.5 22.5 9.5 3 inci 125 Layang (Decapterus kurroides) E 26.2 22.5 13 3 inci 126 Layang (Decapterus kurroides) E 26 22.8 13.4 3 inci 127 Layang (Decapterus kurroides) E 38.5 22.8 13.4 3 inci 128 Layang (Decapterus kurroides) E 38 23 10 3 inci 129 Layang (Decapterus kurroides) E 40.2 23 10.5 3 inci 130 Layang (Decapterus kurroides) E 34 23 12.5 3 inci 131 Layang (Decapterus kurroides) E 33.2 23 12.5 3 inci 132 Layang (Decapterus kurroides) E 32.8 23.5 14 3 inci 133 Layang (Decapterus kurroides) E 32.4 23.5 14 3 inci 134 Layang (Decapterus kurroides) E 33.6 24 11.8 3 inci 135 Layang (Decapterus kurroides) E 32 24 10 3 inci 136 Layang (Decapterus kurroides) E 36.5 24 15.5 3 inci 137 Layang (Decapterus kurroides) E 36 24.2 13.5 3 inci 138 Layang (Decapterus kurroides) E 35.5 24.6 14.8 3 inci 139 Layang (Decapterus kurroides) E 35 24.8 14.8 3 inci 140 Layang (Decapterus kurroides) E 38 25 20 3 inci 141 Layang (Decapterus kurroides) E 37.5 25 15 3 inci 142 Layang (Decapterus kurroides) E 35.5 25 12 3 inci 143 Layang (Decapterus kurroides) E 36.2 25 14 3 inci 144 Layang (Decapterus kurroides) E 35.7 25 13.5 3 inci 145 Layang (Decapterus kurroides) E 28.3 25 13 3 inci 146 Layang (Decapterus kurroides) E 31.5 25 14.2 3 inci 147 Layang (Decapterus kurroides) E 30 25 13.5 3 inci 148 Layang (Decapterus kurroides) E 31.2 25.1 14.5 3 inci 149 Layang (Decapterus kurroides) E 34.5 25.3 13.7 3 inci 150 Layang (Decapterus kurroides) E 34 25.5 12.5 3 inci 151 Layang (Decapterus kurroides) E 35.3 25.5 13 3 inci 152 Layang (Decapterus kurroides) E 35 25.5 14 3 inci 153 Layang (Decapterus kurroides) E 35.3 25.5 14 3 inci 154 Layang (Decapterus kurroides) E 38.5 25.5 14 3 inci 155 Layang (Decapterus kurroides) E 36 25.52 14.21 2,5 inci 156 Layang (Decapterus kurroides) E 38.5 26 13.2 2,5 inci 157 Layang (Decapterus kurroides) E 39 26 13 2,5 inci 158 Layang (Decapterus kurroides) E 36.4 26 13.5 2,5 inci 159 Layang (Decapterus kurroides) E 38.7 26 13.5 2,5 inci 160 Layang (Decapterus kurroides) E 37 26 13 2,5 inci

 

   

161 Layang (Decapterus kurroides) E 37.5 26.1 7.5 2,5 inci 162 Layang (Decapterus kurroides) E 35 26.1 7.5 2,5 inci 163 Layang (Decapterus kurroides) E 38 26.3 20.6 2,5 inci 164 Layang (Decapterus kurroides) E 38.5 26.5 14.5 2,5 inci 165 Layang (Decapterus kurroides) E 34.5 26.8 14.8 2,5 inci 166 Layang (Decapterus kurroides) E 33.5 27 14 2,5 inci 167 Layang (Decapterus kurroides) E 34 27 14 2,5 inci 168 Layang (Decapterus kurroides) E 35 27 14.9 2,5 inci 169 Layang (Decapterus kurroides) E 38 27 15.3 2,5 inci 170 Layang (Decapterus kurroides) E 38.5 27 13.8 2,5 inci 171 Layang (Decapterus kurroides) E 38.5 27 14.5 2,5 inci 172 Layang (Decapterus kurroides) W 34.5 27.1 14 2,5 inci 173 Layang (Decapterus kurroides) W 34.5 27.3 14.2 2,5 inci 174 Layang (Decapterus kurroides) W 33 27.3 14.8 2,5 inci 175 Layang (Decapterus kurroides) W 31.5 27.5 14 2,5 inci 176 Layang (Decapterus kurroides) G 29 27.5 14.5 2,5 inci 177 Layang (Decapterus kurroides) G 28 27.5 14.2 2,5 inci 178 Layang (Decapterus kurroides) E 38 27.5 15.4 2,5 inci 179 Layang (Decapterus kurroides) E 37.4 27.6 21.2 2,5 inci 180 Layang (Decapterus kurroides) W 34 27.6 13 2,5 inci 181 Layang (Decapterus kurroides) G 28 27.6 15.5 2,5 inci 182 Layang (Decapterus kurroides) G 28 27.6 15.8 2,5 inci 183 Layang (Decapterus kurroides) W 37 27.7 14.2 2,5 inci 184 Layang (Decapterus kurroides) G 27.5 27.8 16.2 2,5 inci 185 Layang (Decapterus kurroides) G 34 27.8 13.1 2,5 inci 186 Layang (Decapterus kurroides) G 34.7 28 14 2,5 inci 187 Layang (Decapterus kurroides) W 34.5 28 14 2,5 inci 188 Layang (Decapterus kurroides) W 35.3 28 13 2,5 inci 189 Layang (Decapterus kurroides) W 35 28 15.5 2,5 inci 190 Layang (Decapterus kurroides) W 35.5 28 16 2,5 inci 191 Layang (Decapterus kurroides) W 36 28 17 2,5 inci 192 Layang (Decapterus kurroides) E 36.8 28.2 15.5 2,5 inci 193 Layang (Decapterus kurroides) E 37 28.4 17.7 2,5 inci 194 Layang (Decapterus kurroides) W 35.5 28.5 12 2,5 inci 195 Layang (Decapterus kurroides) W 36 28.5 13.9 2,5 inci 196 Layang (Decapterus kurroides) E 35 28.5 13.9 2,5 inci 197 Layang (Decapterus kurroides) W 34.5 28.8 14.4 2,5 inci 198 Layang (Decapterus kurroides) W 35 28.9 21.8 2,5 inci 199 Layang (Decapterus kurroides) W 35.5 29 19 2,5 inci 200 Layang (Decapterus kurroides) W 36 29 13 2,5 inci 201 Layang (Decapterus kurroides) E 36.8 29 16 2,5 inci

   

202 Layang (Decapterus kurroides) E 37 29.2 17.5 2,5 inci 203 Layang (Decapterus kurroides) E 35.5 29.5 14.5 2,5 inci 204 Layang (Decapterus kurroides) E 36 29.5 15 2,5 inci 205 Layang (Decapterus kurroides) E 35 29.5 14.5 2,5 inci 206 Layang (Decapterus kurroides) E 34 29.5 13.5 2,5 inci 207 Layang (Decapterus kurroides) W 33 29.6 13.5 2,5 inci 208 Layang (Decapterus kurroides) E 44.3 29.6 18.3 2,5 inci 209 Layang (Decapterus kurroides) E 40.5 29.8 15.5 2,5 inci 210 Layang (Decapterus kurroides) E 39.5 29.8 14.8 2,5 inci 211 Layang (Decapterus kurroides) E 39 29.9 14.6 2,5 inci 212 Layang (Decapterus kurroides) E 35.5 29.9 16.3 2,5 inci 213 Layang (Decapterus kurroides) G 34.5 29.9 10.6 2,5 inci 214 Layang (Decapterus kurroides) G 35 30 15.5 2,5 inci 215 Layang (Decapterus kurroides) G 37 30 15 2,5 inci 216 Layang (Decapterus kurroides) G 39.5 30 16.1 2,5 inci 217 Layang (Decapterus kurroides) E 44 30 15.5 2,5 inci 218 Layang (Decapterus kurroides) E 39 30 15 2,5 inci 219 Layang (Decapterus kurroides) E 34 30 15 2,5 inci 220 Layang (Decapterus kurroides) E 29 30 14 2,5 inci 221 Layang (Decapterus kurroides) E 39 30 15.5 2,5 inci 222 Layang (Decapterus kurroides) E 34 30.1 15 2,5 inci 223 Layang (Decapterus kurroides) E 29 30.1 17.2 2,5 inci 224 Layang (Decapterus kurroides) E 43 30.2 22.4 2,5 inci 225 Layang (Decapterus kurroides) E 46.5 30.2 17.5 2,5 inci 226 Layang (Decapterus kurroides) E 44.2 30.2 15.8 2,5 inci 227 Layang (Decapterus kurroides) E 41.9 30.2 16 2,5 inci 228 Layang (Decapterus kurroides) E 39.6 30.2 17.5 2,5 inci 229 Layang (Decapterus kurroides) E 37.3 30.2 14.2 2,5 inci 230 Layang (Decapterus kurroides) E 35 30.5 16 2,5 inci 231 Layang (Decapterus kurroides) E 32.7 30.5 16 2,5 inci 232 Layang (Decapterus kurroides) E 35.4 30.5 16 2,5 inci 233 Layang (Decapterus kurroides) E 35.3 30.5 16 2,5 inci 234 Layang (Decapterus kurroides) E 34.2 30.5 14 2,5 inci 235 Layang (Decapterus kurroides) E 35 30.5 16 2,5 inci 236 Layang (Decapterus kurroides) E 39.6 30.6 17.3 2,5 inci 237 Layang (Decapterus kurroides) E 34 30.8 17.4 2,5 inci 238 Layang (Decapterus kurroides) E 38 30.8 15 2,5 inci 239 Layang (Decapterus kurroides) E 42 30.9 12 2,5 inci 240 Layang (Decapterus kurroides) E 42 30.9 12 2,5 inci 241 Layang (Decapterus kurroides) E 38.2 31 17.3 2,5 inci 242 Layang (Decapterus kurroides) E 37.3 31 17 2,5 inci

Dalam dokumen RAMPUS (Decapterus RYAN PRATAMA (Halaman 99-137)

Dokumen terkait