• Tidak ada hasil yang ditemukan

Doa-doa Persiapan Menghadiri Jamuan Ilahi

Dalam dokumen Pustaka Syiah. : Muraqabah Syahr Ramadhan (Halaman 52-75)

99. Imam Ja’far Shadiq bersabda—sebagai doa yang lazim beliau panjatkan di akhir bulan Sya’ban dan awal bulan Ramadhan, “Ya Allah, sesungguhnya bulan yang penuh berkah dan menjadi saat diturunkannya al-Quran sebagai petunjuk bagi umat manusia, serta penjelas bagi petunjuk dan pemisah (hak dari kebatilan) ini telah tiba. Maka, selamatkanlah kami di dalamnya dan selamatkanlah ia bagi kami, serta terimalah ia dari kami dengan kemudahan dan afiat dari-Mu. Wahai Yang menerima amalan yang sedikit dan mensyukuri yang banyak, terimalah amalan yang sedikit ini dariku

Ya Allah, aku memohon kepada-Mu; jadikan bagiku untuk setiap kabaikan jalan dan dari apa yang tidak Kau sukai. Wahai Yang Lebih Pengasih dari para pengasih, wahai Yang mengampuniku dan kejelekan-kejelekan yang kulakukan secara sembunyi-sembunyi, wahai Yang tidak menyiksaku karena maksiatku, ampunan-Mu, ampunan-Mu, ampunan-Mu, wahai Yang Mahadermawan.

Wahai Sembahanku, Engkau telah memberikan nasihat kepadaku dan aku tidak mau sadar, dan Engkau telah mencegahku dari hal-hal yang diharamkan (bagiku) dan aku tidak menggubrisnya. Lalu, apa lagi alasanku? Maka, ampunilah aku, wahai Yang Mahadermawan, ampunan-Mu, ampunan-Mu.

Ya Allah, aku memohon kepada-Mu ketenangan ketika mati dan ampunan pada hari perhitungan. Sungguh besar dosa dari hamba-Mu, maka kucurkanlah ampunan yang terbaik dari sisi-Mu, wahai Yang layak untuk ditakuti, dan wahai Yang pantas memberi ampunan, ampunan-Mu, ampunan-Mu

Ya Allah, aku adalah hamba-mu, putra hamba-Mu, dan putra sahaya-Mu, lemah dan membutuhkan rahmat-Mu, sedangkan Engkau adalah pengucur kekayaan dan berkah, Maha Berkuasa, Mahakuat. Engkau telah menghitung amal-amal mereka, membagi rezeki mereka, dan menjadikan bahasa dan warna kulit mereka beraneka-ragam; ciptaan setelah ciptaan yang lain. Dan para hamba tidak mengetahui (kadar) ilmu-Mu dan mereka tidak mampu memahami kedudukan-Mu. Kami semua membutuhkan rahmat-Mu. Maka, jangan Kau palingkan dari kami wajah-Mu dan jadikan kami di antara makhluk-Mu yang saleh dalam amal, harapan, qadhâ, dan qadar.

Ya Allah, kekalkanlah aku sebaik-baik kekekalan dan matikanlah aku sebaik-baik kematian dengan mencintai para kekasih-Mu, memusuhi para musuh-Mu, kerinduan

Pustaka

Syiah

kepada-Mu, takut pada-Mu, kekhusukan, kesetian, dan penyerahan diri kepada-Mu, membenarkan kitab-Mu, dan mengikuti sunah Rasul-Mu.

Ya Allah, kebimbangan, keraguan, pengingkaran, keputus-asaan, kesenangan, kesombongan, pembangkangan (terhadap kebenaran), pongah, riya, mencari ketenaran, membantah (kebenaran), kemunafikan, kekufuran, kefasikan, maksiat, merasa besar yang ada di hatiku, atau sesuatu yang tidak Kau senangi... Aku mohon kepada-Mu, wahai Tuhanku; gantikanlah semua itu dengan keimanan terhadap janji-Mu, kesetiaan terhadap janji-Mu, keridhaan terhadap qadhâ`-Mu, kezuhudan terhadap dunia, pengharapan terhadap apa yang ada di sisi-Mu, pengetahuan, ketenangan, dan tobat nashuha. Aku mohon semua itu, wahai Tuhan semesta alam.

Wahai Sembahanku, karena kesabaran-Mu, Engkau dimaksiati dan karena kemurahan dan kedermawanan-Mu Engkau ditaati, sedangkan Engkau seakan-akan tidak dimaksiati dan aku beserta orang-orang yang belum pernah bermaksiat kepada-Mu adalah penghuni bumi-Mu. Maka, anugerahkanlah karunia-Mu kepada kami dan curahkanlah kebaikan atas kami, wahai Yang Lebih Pengasih dari para pengasih. Semoga shalawat Allah selalu tercurahkan atas Muhammad dan keluarganya, shalawat abadi yang tak terhingga dan tidak ada yang mengetahui kadarnya selain-Mu, wahai Yang Lebih Pengasiih dari para pengasih.”clxxxii

100. Imam Muhammad Baqir bersabda, “Rasulullah saw, ketika sudah melihat hilal bulan Ramadhan muncul, segera menghadap kiblat dan mengangkat kedua tangannya sambil berdoa, ‘Tampakkanlah hilal kepada kami dengan keamanan dan iman, keselamatan dan Islam, kesehatan seluruh tubuh, rezeki yang luas, serta tercegah dari penyakit. Ya Allah, karuniakan kepada kami puasa, shalat malam, dan tilawah al-Quran pada bulan ini. Ya Allah, serahkan dia (bulan Ramadhan) kepada kami, dan terimalah dia dari kami, serta selamatkan kami di dalamnya.”clxxxiii

101. Imam Ja’far Shadiq dari ayahnya yang menuturkan bahwa ketika berada di Kufah, Imam Ali keluar bersama orang-orang untuk melihat hilal bulan Ramadhan. Ketika melihatnya, beliau langsung bersabda, “Ya Allah, tampakanlah hilal kepada kami dengan keamanan dan iman, keselamtan dan Islam, kesehatan dari seluruh penyakit, waktu luang dari kesibukan untuk menaati-Mu, dan cukupkan bagi kami tidur yang sedikit.”clxxxiv

Pustaka

Syiah

102. Imam Ja’far Shadiq bersabda—tatkala hilal bulan Ramadhan sudah tampak, “Ya Allah, masukkan kami kepadanya (bulan Ramadhan) dengan keselamatan dan Islam, keyakinan dan iman, kebaikan dan taufik bagi apa yang engkau cintai dan ridhai.”clxxxv Doa-doa Masuk Bulan Ramadhan

a. Doa Nabi

103. Imam Ja’far Shadiq bersabda, “Ketika masuk bulan Ramadhan, Rasulullah saw berdoa, ‘Ya Allah, telah tiba Bulan Ramadhan. Ya Allah, wahai Tuhan Bulan Ramadhan yang Engkau telah menurunkan al-Quran di dalamnya dan menjadikannya sebagai penjelas (jalan) petunjuk dan pembeda (antara hak dan batil). Ya Allah, berkahilah kami di Bulan Ramadhan ini dan bantulah kami untuk berpuasa dan mengerjakan shalat-salatnya, serta terimalah [semua itu] dari kami.

b. Doa Imam Ali Zainal Abidin

104. Segala puji bagi Allah yang telah memberi petunjuk kepada kami untuk memuji-Nya, dan menjadikan kami termasuk yang memuji-memuji-Nya, agar kami termasuk orang-orang yang bersyukur atas kebaikan-Nya, yang karenanya Dia membalas kami dengan balasan orang-orang yang berbuat baik.

Segala puji bagi Allah yang telah menganugerahi kami dengan agama-Nya dan mengunggulkan kami dengan millahnya, serta mengarahkan kami ke jalan kebaikan-Nya, sehingga berkat kemurahan-Nya, kami berjalan menuju keridhaan-Nya. Segala puji bagi-Nya yang menyebabkan amal kami diterima dan menyebabkan kami diridhai.

Segala puji bagi Allah yang dari jalan kebaikan itu, Dia menjadikan bulan-Nya, bulan Ramadhan, bulan puasa bagi kami, bulan Islam, serta bulan kesucian dan penggemblengan, juga bulan ibadah: … yang diturunkan di dalamnya al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelas tentang petunjuk itu dan pembeda antara yang hak dan yang batil.(QS. al-Baqarah: 185)

Al-Quran menjelaskan keutamaan bulan Ramadhan atas bulan-bulan lainnya, berupa adanya larangan-larangan dan keunggulan-keunggulan yang termasyhur. Pada bulan ini diharamkan apa yang dihalalkan pada bulan-bulan lain, sebagai bentuk pengagungan baginya, serta melarang makan dan minum karena menghormati bulan Ramadhan.

Pustaka

Syiah

Baginya sudah ditentukan waktu-waktu yang tidak diperbolehkan untuk dimajukan atau dimundurkan.

Kemudian dia mengunggulkan satu malam dari malam-malamnya yang keutamaannya melebihi seribu bulan yang Dia namakan sebagai malam Lailatul Qadar (Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. [QS. al-Qadar:4]) Malam ini dipenuhi dengan berkah dan kesejahteraan hingga terbit fajar bagi para hamba yang diinginkan Allah dengan segala ketentuan-Nya.

Ya Allah, limpahkan shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad dan keluarganya, anugerahilah kami pengetahuan seputar keutamaan bulan Ramadhan dan tentang pengagungan kehormatannya, serta bagaimana kami menjaga diri dari segala hal yang Kau larang. Manakala berpuasa di bulan ini, bantulah kami dalam menjaga anggota tubuh kami dari melakukan kemaksiatan dan tolonglah kami dalam menggunakan anggota tubuh kami untuk segala hal yang Kau ridhai sehingga kedua telinga kami tidak terperosok dalam kesia-siaan, kedua mata kami tidak cenderung pada kesia-siaan, kedua tangan kami tidak menjulur pada hal-hal yang diharamkan, begitu juga kedua kaki kami tidak melangkah ke tempat yang terlarang, perut-perut kami tidak dipenuhi apapun kecuali dengan yang dihalalkan, lidah kami hanya mengucapkan kata-kata yang Engkau anggap layak, semua perilaku kami mendatangkan pahala-Mu, kami selalu saling memberi dengan segala hal yang tidak mendatangkan siksa-Mu. Sucikan semua amal kami dari sikap riya orang-orang yang suka pamer dan orang-orang yang suka menyebut-nyebut kebaikannya agar kami tidak menyekutukan siapapun selain-Mu dan tidak ada lagi yang kami harapkan selain-Mu.

Ya Allah, limpahkan shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad dan kaluarganya pada bulan ini, serta teguhkan kami dalam melaksanakan shalat lima waktu dengan batas-batas yang telah Engkau tentukan, dengan fardhu-fardhunya yang telah Engkau tentukan, dengan segala kewajibannya yang telah Engkau tetapkan, dan semua waktunya yang telah Engkau gariskan. Tempatkan diri kami di tempat orang-orang yang senantiasa menjaga segala rukunnya, sebagaimana yang telah disunahkan oleh hamba-Mu dan rasul-Mu saw, baik dalam rukunya maupun sujudnya, serta seluruh

keutamaan-Pustaka

Syiah

keutamaan lainnya dalam keadaan suci yang paripurna dan dengan kekhusukan yang memuncak.

Teguhkan kami di dalamnya agar kami bisa menyambungkan tali silaturahmi dan kebaikan, serta pula agar kami dapat menjaga tetangga-tetangga kami dengan kemurahan dan kebaikan, juga agar kami dapat membebaskan harta kami dari hak-hak orang lain dan menyucikannya dengan mengeluarkan zakat, serta agar kami dapat menyambung tali silaturahmi dengan orang yang jauh dari kami, menyadarkan orang-orang yang menzalimi kami, menghentikan permusuhan orang-orang yang memusuhi kami, kecuali orang-orang yang menjadi musuh-Mu—karena mereka adalah musuh yang tidak mungkin kami sukai dan golongan yang tidak mungkin kami puja.

Pada bulan ini, kami bertaqarrub (mendekatkan diri) kepada-Mu dengan amal-amal saleh agar engkau menjaga kami dari kecenderungan untuk melakukan perbuatan aib sehingga setiap malaikat-Mu yang menghadap-Mu datang dengan membawa ketaatan dan berbagai jenis amal taqarrub kami kepada-Mu.

Ya Allah, aku bermohon kepada-Mu dengan hak bulan ini dan dengan hak orang yang menyembah-Mu pada bulan ini, semenjak awal hingga akhir kelak, baik dari para malaikat-Mu, para nabi-Mu dan rasul-Mu, atau hamba-hamba saleh yang telah Engkau istimewakan, agar Engkau mencurahkan shalawat atas Muhammad dan keluarganya;

limpahkan pula kepada kami kemuliaan-Mu seperti yang telah Engkau janjikan kepada para kekasih-Mu. Balaslah pula amalan kami seperti balasan-Mu kepada para hamba-Mu yang sedemikian rupa menaati-Mu. Jadikan kami termasuk orang-orang yang berhak memperoleh maqam tertinggi berkat rahmat-Mu.

Ya Allah, limpahkan shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad dan kaluarganya. Jauhkan diri kami dari menentang ketauhidan-Mu, sedikit dalam memuji-Mu dan meragukan agama-memuji-Mu, buta dari jalan-memuji-Mu, lalai dari kehormatan-memuji-Mu, serta tertipu dari musuh kami, yakni setan yang terkutuk.

Ya Allah, limpahkan shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad dan kaluarganya. Pabila di setiap malam di antara malam-malam bulan Ramadhan ini ada leher-leher yang dibebaskan oleh maaf-Mu dan dianugerahi ampunan-Mu, maka masukkanlah leher kami sebagai salah satu leher-leher itu dan jadikan diri kami sebaik-baik kawan dan insan.

Pustaka

Syiah

Ya Allah, limpahkan shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad dan kaluarganya. Hapuskanlah dosa-dosa kami bersamaan dengan berakhirnya hilal bulan Ramadhan ini dan hapuskan pula semua kesalahan kami bersamaan dengan berakhirnya bulan ini. Hingga ketika bulan ini telah berlalu, Engkau telah menyucikan kami dari segala dosa dan membebaskan kami dari segala keburukan.

Ya Allah, limpahkan shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad dan kaluarganya. Jika pada bulan ini kami cenderung bengkok, maka luruskanlah kami. Jika kami cenderung lemah, teguhkan kami. Jika kami dikuasai musuh kami, setan, maka bebaskan kami darinya.

Ya Allah, penuhilah bulan ini dengan beribadah kepada-Mu, hiasilah waktu-waktu kami dengan ketaatan kepada-Mu, bantulah kami berpuasa pada siang harinya, dan pada malam harinya dengan shalat, ketundukan, dan kekhusukan kepada-Mu dan dengan penuh kerendahan di hadapan-Mu, sehingga kami tidak lengah pada siang harinya dan di malam harinya kami tidak tidur bermalas-malasan.

Ya Allah, jadikan amalan-amalan kami pada seluruh bulan dan seluruh hari lain seperti yang telah Engkau perintahkan pada kami di bulan Ramadhan ini, dan jadikan kami termasuk golongan orang-orang yang saleh: ... (yakni) yang akan mewarisi surga Firdaus. Mereka kekal di dalamnya.(QS. al-Mu’minun: 11) Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut, (karena mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka, mereka itu bersegera untuk mendapat kebaikan-kebaikan, dan merekalah orang-orang yang segera memperolehnya.(QS. al-Mu’minun: 60-61)

Ya Allah, limpahkan shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad dan kaluarganya di setiap waktu dan kesempatan, sejumlah hitungan shalawat-Mu kepada orang-orang yang mengucapkan shalawat kepada beliau dan dalam hitungan yang berlipat-lipat dari semuanya itu, yang tak mampu dihitung oleh makhluk-Mu, selain diri-Mu. Sungguh Engkau teramat kuasa melakukan apa yang Engkau kehendaki.clxxxvi

c. Doa Imam Ja’far Shadiq

105. Ketika tiba bulan Ramadhan, Imam Ja’far Shadiq mengucapkan doa berikut, “Ya Allah, telah tiba Bulan Ramadhan dan Engkau telah mewajibkan atas kami berpuasa, dan

Pustaka

Syiah

Engkau telah menurunkan al-Quran di dalamnya sebagai petunjuk dan penjelas bagi (jalan) petunjuk dan pembeda (antara hak dan batil). Ya Allah, tolonglah kami untuk melaksanakan puasa, kabulkanlah ia dari kami, terimalah ia dari kami, dan serahkanlah ia kepada kami dalam kemudahan dari-Mu dan ‘afiat. Sesungguhnya Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu. Wahai Yang Maha Pengasih dan Panyanyang.”clxxxvii

d. Doa Abu Abdillah

106. Dalam kitab al-Iqbal, disebutkan sebuah doa yang jika Anda akan memanjatkannya pada malam pertama bulan Ramadhan, hendaknya didahului mengucapkan lafal, “Pada malamku ini,”

dan pada “Hariku,” dan jika Anda berdoa dengannya pada hari pertama bulan Ramadhan, maka berdoalah dengan lafal yang sudah ada di dalamnya. Tetapi menurut saya, berdoa dengan menggunakan bait-bait doa ini seyogianya dilaksanakan pada permulaan siang hari. Kami meriwayatkannya dengan sanad kami yang sampai pada Abi Muhammad Harun bin Musa Tilakbari, yang dirujukkan kepada Abu Abdillah, yang berkata, “Ketika memasuki hari pertama Ramadhan, beliau berucap:

ﱠﻢُﻬﱠﻠﻟا

Ya Allah! Bulan Ramadhan yang Kau jadikan saat turunnya al-Quran sebagai

petunjuk bagi umat manusia dan penjelas bagi petunjuk dan jalan pemisah (hak dan batil) telah datang, serahkanlah diri kami kepada bulan Ramadhan, dan serahkanlah ia kepada kami, serta terimalah ia dari kami, dalam kemudahan dan kesehatan dari-Mu.

َﻚُﻟﺄْﺳأَو

Ya Allah, aku memohon, ampunilah aku pada bulan ini, sayangi aku, bebaskan leherku dari jeratan api neraka, berikan daku karunia yang belum pernah Engkau berikan kepada satupun dari ciptaan-Mu, dan kebaikan yang belum pernah Engkau berikan kepada siapapun juga, dan jangan jadikan Ramadhan ini sebagai bulan terakhir aku berpuasa bagi-Mu semenjak aku mendiami bumi-Mu sampai hari ini. Jadikanlah

Pustaka

Syiah

dia sebaik-baik nikmat atasku, tahun demi tahunnya dalam keadaan sehat selalu, jam-jamnya dalam mendapatkan rezeki, dan mendapatkan kehormatan dan kesuksesan menjalankannya.

Ya Allah! Aku berlindung kepada-Mu demi kemuliaan Wajah-Mu dan Kerajaan-Mu nan agung, saat mentari terbenam, atau habisnya sisa hari ini, ataupun fajar akan menyingsing di malam ini, atau bulan ini muncul keluar; kepada-Mu kuhadapkan wajahku bersamanya atau dosa dan kesalahan yang hendak Engkau sucikan daku darinya, atau mulaikan aku dengannya, atau dengannya Engkau ingin menghukumku, atau Engkau menghentikan aku dalam kehinaan dunia dan akhirat, atau Engkau menyiksaku pada Hari aku berjumpa dengan-Mu, wahai Yang Maha Pengasih dari segala pengasih.

Ya Allah! Sesungguhnya daku berdoa kepada-Mu atas kegundahan yang tiada sesuatu pun yang mampu melepaskannya selain Engkau, atas rahmat yang tiada didapatkan kecuali dengan-Mu, atas bencana yang tak akan tersingkap kecuali oleh-Mu, atas harapan yang tak sampai kecuali dengan-Mu, dan atas hajat yang tak tertunaikan tanpa-Mu. Ya Allah! Sebagaimana Engkau menghendaki daku memohon kepadamu dengannya, yang dengannya Engkau sayangi daku dengan berzikir kepada-Mu, maka jadilah Engkau pengabul doaku wahai Junjunganku, dan kesuksesan bagiku terhadap apa yang

telah kumintakan pertolongan kepada-Mu darinya.

Pustaka

Syiah

ﻢﻬﻠﻟا

Ya Allah! Haturkan shalawat atas Muhammad dan keluarga Muhammad, bukakan bagiku khazanah-khazanah rahmat-Mu sebagai rahmat yang Engkau tidak mengazabku setelahnya, selama-lamanya, di dunia dan akhirat, karuniakan aku rezeki dari karunia-Mu yang luas sebagai rezeki yang halal lagi baik yang menyebabkan daku tak lagi membutuhkan seseorang pun selain-Mu, yang dengan itu akan membuat daku semakin bersyukur kepada-Mu, dan kepada-Mu-lah kembalinya segala kebutuhan, dan

dengan-Mu-lah selain-Mu mendapatkan kekayaan dan kemapanan.

ﻢﻬﻠﻟا

Ya Allah! Sesungguhnya daku berlindung kepada-Mu, [mengharap] ganjaran kebaikan-Mu sebagai balasan dari kejahatanku.

ﻢﻬﻠﻟا

Ya Allah! Sesungguhnya daku berlindung kepada-Mu agar Engkau memperbaiki perlakuan (buruk)ku yang pernah kuperbuat di antara manusia, dan kerusakan

perbuatanku yang terjadi antara daku dengan-Mu.

ﻢﻬﻠﻟا

Ya Allah! Sesungguhnya daku berlindung kepada-Mu agar Engkau mengubah kejahatanku yang terjadi antara diriku dengan-Mu, atau yang menjadikan daku tidak

menaati-Mu.

Ya Allah! Sesungguhnya daku berlindung kepada-Mu agar segala sesuatunya berdampak positif di sisiku, dari ketaatanku kepada-Mu.

ﻢﻬﻠﻟا

Ya Allah! Sesungguhnya daku berlindung kepada-Mu dari ketaatan kepada-Mu, sedikit maupun banyak, yang hendak kutujukan kepada selain-Mu, atau aku melakukan

perbuatan yang kucampurkan unsur riya di dalamnya.

ﻢﻬﻠﻟا

Ya Allah! Sesungguhnya daku berlindung kepada-Mu dari hawa nafsu yang membinasakan orang yang menungganginya.

ﻢﻬﻠﻟا

Ya Allah! Sesungguhnya daku berlindung kepada-Mu dari menjadikan rasa syukurku atas nikmat yang telah Engkau berikan kepadaku untuk selain-Mu; yang dengannya aku

mencari keridhaan ciptaan-Mu.

Ya Allah! Sesungguhnya daku berlindung kepada-Mu dari melanggar ketentuan-ketentuan-Mu; yang dengan itu aku menghiasi pandangan manusia, dan dengannya

pula aku menyandarkan diri kepada dunia.

ﻢﻬﻠﻟا

Ya Allah! Sesungguhnya daku berlindung dengan sifat pemaaf-Mu dari hukuman-Mu, daku berlindung dengan keridhaan-Mu dari kemurkaan-hukuman-Mu, daku berlindung dengan ketaatan kepada-Mu dari memaksiati-Mu, dan daku berlindung kepada-Mu dari diri-Mu, Maha Agung pujian-Mu, yang tak terhingga pujian-Mu sekalipun daku berusaha keras melakukannya, sedangkan Engkau sebagaimana yang Engkau pujikan

Diri-Mu, Mahasuci dan segala puji bagi-Mu.

Ya Allah! Sesungguhnya daku memohon ampun dan bertobat kepada-Mu dari banyaknya kezaliman yang telah kuperbuat atas hamba-hamba-Mu, yaitu kepada siapa saja di antara hamba-hamba-Mu yang laki-laki dan perempuan yang pernah kuzalimi harta dan tubuhnya atau harga dirinya yang tak bisa kutunaikan kepadanya dan yang tiada ku mampu berpaling darinya, maka sampaikanlah shalawat atas Muhammad dan keluarga Muhammad, ridhailah aku, karena Engkau Mahakaya atas apa yang Engkau kehendaki atas bagaimana yang Engkau kehendaki, dan karunikanlah itu untukku.

ﺎﻣو

Adakah Engkau akan mengenakan azab atasku sedangkan rahmat-Mu amat luas wahai Tuhanku?! Dan apa yang menghalangi-Mu dari memuliakan daku dengan rahmat-Mu dan tidak menghinakan daku dengan azab-Mu wahai Tuhaku?! Dan apa yang tidak mengurangi Engkau dari mengabulkan apa yang kupintakan kepada-Mu

sedangkan Engkau Maha Mengadakan segala sesuatu, wahai Tuhanku!

ﻢﻬﻠﻟا

Ya Allah! Sesungguhnya daku memohon ampun dan bertobat kepada-Mu dari segala dosa yang kubertobat kepada-Mu darinya, kemudian aku kembali di dalamnya, dan dari segala kelalainku menjalankan kewajiban-kewajiban-Mu dan menunaikan hak-Mu-berupa shalat dan zakat, puasa, jihad, haji, umrah, memperbarui wudu, bersuci dari janabah, bangun malam, banyak berzikir, membayar kafarah kaum Muslim, menjauh dari maksiat, dan menyempurnakan segala yang kurang di dalamnya; dari yang wajib atau sunah. Maka sesungguhnya daku memohon ampun dan bertobat kepada-Mu darinya, dan segala apa yang telah kulakukan dari dosa-dosa besar, dari segala perbuatan maksiatku, perbuatan dosaku, dari segala kejahatanku, dari memperturutkan syahwat, dan dari segala kealpaan-kealpaanku, yang kuperbuat dengan sengaja ataupun tidak; secara sembunyi-sembunyi ataupun terang-terangan.

Pustaka

Syiah

ﱐﺎﻓ

Aku bertobat kepada-Mu darinya dan dari menumpahkan darah, mendurhakai kedua orangtua, memutuskan tali silaturhami, lari dari perang, mencemarkan nama baik para wanita yang telah bersuami, memakan harta anak yatim dengan zalim, bersaksi palsu, menyembunyikan kesaksian, membeli seraya bersumpah atas nama-Mu

Aku bertobat kepada-Mu darinya dan dari menumpahkan darah, mendurhakai kedua orangtua, memutuskan tali silaturhami, lari dari perang, mencemarkan nama baik para wanita yang telah bersuami, memakan harta anak yatim dengan zalim, bersaksi palsu, menyembunyikan kesaksian, membeli seraya bersumpah atas nama-Mu

Dalam dokumen Pustaka Syiah. : Muraqabah Syahr Ramadhan (Halaman 52-75)

Dokumen terkait