• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN 42

3.4 Instrumen Penelitian

4.1.2 Hasil Tes Keterampilan Menulis Iklan Baris Siklus I

4.1.3.2 Hasil Nontes Keterampilan Menulis Iklan Baris Siklus II

4.1.3.2.4 Dokumentasi Foto Keterampilan Menulis Iklan

dengan dokumentasi pada siklus I yaitu berupa dokumentasi foto. Dokumentasi foto diambil selama kegiatan pembelajaran menulis iklan baris dengan metode point-counter-point melalui media kartu identitas belangsung dengan dibantu oleh rekan sejawat. Pengambilan foto dilakukan saat pembelajaran menulis iklan baris melalui metode point-counter-point dengan media kartu identitas berlangsung, yaitu saat peneliti membuka pelajaran, pada saat siswa melakukan diskusi kelompok, saat siswa menulis iklan baris, saat perwakilan siswa mempresentasikan hasil iklan baris yang telah dibuat oleh kelompoknya.

Aspek-aspek yang didokumentasikan pada siklus II sama dengan siklus I. Aspek-aspek yang didokumentasikan pada siklus I ini adalah (1) saat siswa mendengarkan penjelasan guru; (2) keaktifan siswa dalam proses pembelajaran berlangsung; (3) guru membagikan contoh iklan baris; (4) siswa memperhatikan media pembelajaran saat diskusi dengan kelompoknya; dan (5) saat perwakilan siswa sedang mempresentasikan hasil iklan baris yang telah dibuat oleh kelompoknya di depan kelas. Berikut adalah hasil dokumentasi siklus II.

Gambar 6. Guru dan Siswa saat Melakukan Tanya Jawab tentang Materi Iklan Baris

Pada gambar 6, tampak guru dan siswa sedang melakukan tanya jawab tentang materi iklan baris. Pada siklus II ini penggalian materi yang dilakukan oleh guru tentang iklan baris berbeda dengan siklus I. Pada siklus II guru hanya sekilas melakukan tanya jawab dengan siswa mengenai materi iklan baris yang telah dibahas pada siklus I yaitu tentang pengertian iklan baris, ciri-ciri iklan baris, jenis-jenis iklan baris, dan cara menulis iklan baris. Materi pada siklus II ini difokuskan pada materi menyunting dan koreksi iklan baris.

Kegiatan menyunting dan koreksi perlu dilakukan oleh siswa untuk mengetahui sejauh mana pemdalaman materi menulis iklan baris yang mereka pahami. Selain itu, juga untuk melatih mereka dalam mengetahui letak kesalahan yang dilakukan siswa pada kegiatan menulis iklan baris siklus I. Selanjutnya, setelah siswa mengetahui letak kesalahan yang mereka buat, diharapkan siswa mampu melakukan perbaikan terhadap kesalahannya itu agar lebih baik lagi pada siklus II.

Gambar 7. Kegiatan Diskusi yang Dilakukan oleh Siswa Menggunakan Media Kartu Identitas

Gambar 7. merupakan kegiatan diskusi yang dilakukan oleh siswa dengan kelompoknya untuk memahami dan menemukan informasi yang terkandung dalam kartu identitas. Sebelum menulis iklan baris, kegiatan yang dilakukan adalah memahami kartu identitas yang telah dibagikan. Kegiatan ini perlu dilakukan dengan tujuan untuk membantu siswa menemukan identitas sesuatu hal yang akan diiklankan dan informasi yang terkandung dalam kartu identitas. Sebelum kegiatan diskusi dilakukan, terlebih dahulu peneliti membagikan kartu identitas sesuai dengan jumlah siswa pada setiap kelompok.

Media kartu identitas yang dibagikan pada siklus II ini berbeda dengan siklus I. Pada siklus II ini kartu identitas yang dibagikan bertema ”penjualan sebuah mobil” berbeda dengan siklus I yang bertema ”penjualan sebuah HP”. Pada gambar 6 siswa terlihat asyik melakukan diskusi kelompok untuk mencari informasi dan identitas apa yang terkandung pada kartu identitas yang telah dibagikan oleh guru.

Gambar 8. Siswa Menulis Iklan baris Berdasarkan Informasi yang Mereka Temukan dalam Kartu Identitas

Gambar 8. memperlihatkan kegiatan siswa sedang menulis iklan baris secara antusias dan penuh semangat. Setelah siswa melakukan diskusi dengan tujuan untuk menemukan informasi tentang identitas suatu hal yang akan diiklankan, kemudian siswa menuangkan informasi tersebut ke dalam iklan baris yang akan mereka tulis secara individu berdasarkan kartu identitas yang telah dibagikan oleh guru. Mereka menuangkan informasi tentang identitas sesuatu hal yang akan diiklankan berdasarkan kartu identitas yang telah dibagikan guru ke dalam sebuah iklan baris yang menarik dan persuasif terhadap pembaca.

4.1.3.3Refleksi Siklus II

Pembelajaran menulis iklan baris dengan metode point-counter-point melalui media kartu identitas pada siklus II ini berjalan dengan baik dan hasilnya pun maksimal. Hal ini dibuktikan dari data tes menulis iklan baris melalui media kartu identitas pada siklus II, dapat diketahui bahwa nilai rata-rata tes menulis iklan baris siswa kelas IX-A MTs. Nahdlotushshibyan Wonoketingal, Demak

mengalami peningkatan dibanding siklus I. Nilai rata-rata klasikal yang diperoleh siswa kelas IX-A MTs. Nahdlotushshibyan Wonoketingal, Demak pada pembelajaran keterampilan menulis iklan baris siklus II dalam kategori baik yaitu sebesar 76,34 dibanding nilai rata-rata siklus I 64,63 atau kategori cukup. Hasil tes pada siklus II ini sudah memuaskan karena telah mencapai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) yang telah ditentukan yaitu sebesar 75. Rincian peningkatan nilai rata-rata siklus II dibanding siklus I dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 20. Perbandingan Nilai Rata-rata Siklus I dan Nilai Rata-rata Siklus II N

o Kategori

Rentang Nilai

Frekuensi Jumlah Nilai Persentase (%)

Nilai Rata-Rata S.I S.II S.I S.II S.I S.II Siklus I Siklus II

1. 2. 3. 4. Sangat baik Baik Cukup Kurang 85-100 70-84 60-69 0-59 2 5 19 7 3 28 2 - 179 353 1225 376 277 2107 135 - 6,1 15,1 57,6 21,2 9,1 84,84 6,06 - = 2133 33 = 64,63 (kategori cukup) = 2519 33 = 76,34 (kategori baik) Jumlah 33 33 2133 2519 100 100 64,63 76,34

Berdasarkan hasil nontes yang meliputi observasi, catatan harian guru, catatan harian siswa, wawancara, dan dokumentasi, perilaku siswa pada pembelajaran siklus II ini juga lebih baik bila dibandingkan dengan siklus I. Data hasil observasi, dapat dilihat bahwa semakin banyak siswa yang memperhatikan penjelasan guru, siswa lebih antusias dan sungguh-sungguh dalam menulis iklan baris, dan lebih mudah dalam menulis iklan baris karena penggunaan media kartu identitas dalam pembelajaran. Dari data catatan harian siswa dan wawancara yang dilakukan pada siklus II, dapat diketahui bahwa banyak siswa yang tertarik dan

senang dengan pembelajaran menulis iklan baris dengan metode point-counter-point dan media kartu identitas. Selain itu, dari hasil dokumentasi juga dapat dilihat bahwa siswa lebih antusias dan bersungguh-sungguh dalam menulis iklan baris saat pembelajaran berlangsung.

Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa hasil tes dan hasil nontes siklus II pembelajaran menulis iklan baris dengan metode point-counter-point melalui media kartu identitas pada siswa kelas IX-A MTs. Nahdlotushshibyan Wonoketingal, Demak sudah mencapai kriteria ketuntasan (KKM) yang ditetapkan yaitu sebesar 75 dan tidak diperlukan tindakan lebih lanjut.

Dokumen terkait