PEMBAHASAN DAN HASIL PENELITIAN
C. Down Payment dalam Prespektif Hukum Ekonomi Syariah di Biro Jasa Global Trip Metro
Hal yang sering terjadi dalam persoalan sewa-menyewa adalah pembayaran DP (Down Payment), dimana pihak yang menyewakan (Biro Jasa) suka menekan calon penyewa sebab di awal ada yang meminta Down
Payment dalam jumlah besar dan apabila penyewa membatalkannya, maka
pihak Biro Jasa tidak akan mengembalikan uang down payment tersebut. Akan tetapi, semua itu tergantung pada calon penyewa karena kesediaan untuk membayar uang down payment adalah tanggung jawab dan hak pribadi calon penyewa. Apabila merasa keberatan, maka calon penyewa dapat menawar atau menolak harga down payment tersebut. Dengan kata lain, kedua belah pihak dapat mengosiasikan agar tidak saling memberatkan satu sama lain.
Biro jasa diwajibkan untuk menunggu calon penyewa memberikan kepastian akan menyewa dengan syarat ada pengganti atau kompensasi selama waktu tunggu tersebut. Setelah calon peyewa memberikan down payment, maka penyewa memiliki hak untuk melanjutkan atau membatalkan perjanjian
tersebut. Penyewa juga harus memberikan kepastian antara melanjutkan transaksi atau mengurungkan niat menyewa mobil di Biro Jasa.
Akad merupakan sebuah bentuk perjanjian yang dilakukan oleh kedua belah pihak yaitu pemilik atau pihak Biro Jasa Global Trip Kota Metro dan calon penyewa mobil. Akad tabaru‟ adalah suatu akad yang dilakukan oleh kedua pihak tetapi salah satu pihak itu tidak menuntut adanya balasan dari prestasi yang telah diberikan oleh pihak yang lain. Akad ini smepurna ketika terjadi serah terima barang atau benda yang menjadi obyek sewa menyewa yaitu ketika pemilik sewa menyetujui untuk melakukan kerja sama ditandai dengan calon penyewa membayarkan biaya sewa dan pihak Biro Jasa menyerahkan mobil yang dipakai sampai batas waktu yang disepakati bersama.
Kerelaan akan menimbulkan orang yang bersangkutan mudah mengizinkan orang lain untuk melakukan suatu perbuatan. Termasuk dalam kasus sewa-menyewa mobil dengan sistem Down Payment merupakan suatu aktivitas yang sangat membutuhkan adanya kerelaan dari masing-masing pihak. Sewa-menyewa ini akan berlangsung atau berjalan dengan lancar apabila kedua belah pihak sama-sama rela.
Adat atau kebiasaan penerapan panjar dalam sewa menyewa memang bisa dijadikan dasar hukum apabila tidak ada pihak yang merasa dirugikan akibat pelaksanaan sistem tersebut. Kebiasaan berarti menunjukkan bahwa masyarakat mau menerima praktek pemberlakuan Down Payment dalam sewa-menyewa mobil di Biro Jasa Global Trip Kota Metro.
َ َ َ َ َ َ َ َ ََ ... َ َََ َ
Artinya: “Dan disebabkan mereka memakan riba, Padahal
Sesungguhnya mereka telah dilarang daripadanya, dan karena mereka memakan harta benda orang dengan jalan yang batil...,” [QS. An-Nisa (4):
161].95
Allah telah melarang melakukan perbuatan-perbuatan yang bisa mengarah ke riba namun banyak juga manusia yang maish mengambil keuntungan. Pemberlakuan sistem Down Payment yang terlalu tinggi bisa saja merugikan calon penyewa yang membatalkan transaksi sewa-menyewa tersebut.
Sewa menyewa adalah membayar ganti terhadap manfaat benda sedangkan yang dimaksud dengan tanggungan adalah kewajiban untuk mengganti kerugian dari suatu benda yang dimanfaatkan. Down Payment sangat wajar jika diterapkan di masyarakat agar calon penyewa tidak seenaknya sendiri dalam menentukan kepastian dan kejelasan maksud untuk menyewa sebuah mobil atau tidak. Tanpa kejelasan berarti bisa saja calon penyewa tersebut lari dari tanggung jawab untuk menepati janji dalam menyewa mobil yang akan diperjanjikan. Hal ini akan merugikan pihak biro jasa jika sering terjadi.
Muamalah pada dasarnya memperbolehkan sistem down payment dalam sewa menyewa. Pelaksanaan sistem down payment di biro jasa adalah hal
95
yang biasa terjadi. Hal ini juga menunjukkan bahwa masyarakat sudah terbiasa dengan sistem down payment.
Suatu perbuatan atau perkataan yang terdapat dalam masyarakat yang dapat diterima sebagai adat kebiasan apabila perbuatan atau perkataan tersebut telah sering dilakukan sebagai suatu syarat bagi kebiasaan atau adat untuk dapat dijadikan sebagai dasar hukum. Oleh sebab itu, jika hal tersebut hanya kadang-kadang saja dilaksanakan, maka tidak dapat dijadikan sebagai dasar hukum.
Agar tidak saling menyalahkan jika terjadi pembatalan transaksi sewa menyewa makan harus ada rujukan atau dalil yang digunakan untuk menyikapi penerapan sistem panjar dalam sewa-menyewa mobil yaitu menyesuaikan dengan adat istiadat yang berlaku dalam masyarakat. Down
Payment yang diterapkan merupakan pengikat kedua belah pihak untuk saling
menghargai akad, dalam artian pengelola tidak memberi kesempatan pihak lain yang ingin menyewa mobil pada obyek yang sama dengan catatan calon penyewa mempunyai niat baik untuk meneruskan akad dan tidak embatalkan transaksi secara sepihak apalagi tanpa mengkonfirmasi dengan pihak pengelola biro jasa. Down Payment bersifat sebagai ganti rugi jika calon penyewa tidak jadi menyewa mobil yang diperjanjikan karena Down Payment mempunyai kesamaan dengan sistem booking (pemesanan).
Akad merupakan sebuah bentuk perjanjian yang dilakukan oleh kedua belah pihak yaitu pemilik atau Biro Jasa Global Trip Kota Metro dan calon penyewa rental mobil. Akad tabaru‟ adalah akad yang dilakukan oleh kedua
belah pihak, tetapi salah satu pihak itu menuntut adanya balasan drai prestasi yang telah diberikan oleh pihak yang lain. Akad ini sempurna ketika terjadi serah terima barang atau benda yang menjadi obyek sewa menyewa yaitu ketika pemilik sewa menyetujui untuk melakukan kerja sama ditandai dengan calon penyewa membayarkan biaya sewa dan pihak pengelola menyerahkan mobil yang dikelola sampai batas waktu yang telah ditentukan dengan kesepakatan bersama-sama.
Uang muka/DP yang terjadi antara pihak global Trip dengan penyewa telah sesuai dengan prinsip hukum ekonomi syari‟ah, yakni sebagai berikut:
f. Prinsip Keadilan, mencakup seluruh aspek kehidupan, merupakan prinsip yang penting.
Ketika pihak penyewa membayarkan uang muka kepada pihak Global Trip Kota Metro, maka ini merupakan bentuk keadilan dan merupakan jaminan kepastian bahwa penyewa akan benar-benar menyewa mobil yang diperjanjikan. Jika penyewa membatalkan, maka uang muka merupakan kompensasi atas waktu tunggu yang dijanjikan antara penyewa dan pihak Global Trip Kota Metro. Sebagaimana Allah memerintahkan adil di antara sesama manusia dalam banyak ayat, antara lain:
96 96Artinya: “Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan
berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.” (QS. An-Nahl: 90).
g. Prinsip Al-Ihsan (berbuat kebaikan), pemberian manfaat kepada orang lain lebih daripada hak orang lain itu;
Uang muka memberikan manfaat kepada pihak Global Trip Kota Metro sebagai kepastiaan akan perjanjian sewa menyewa mobil yang dilakukan dengan penyewa dan juga sebagai jaminan penyewa bahwa mobil yang diperjanjikan tersebut akan benar-benar disewa pada waktu yang ditentukan.
h. Prinsip Al-Mas‟uliyah (accountability), pertanggungjawaban dalam prinsip ini meliputi pertanggungjawaban antara pihak Global Trip Kota Metro dengan penyewa dan sebaliknya.
i. Prinsip Kejujuran dan Kebenaran.
Dalam prinsip ini transaksi yang merugikan dilarang. Setiap transaksi yang merugikan diri sendiri maupun pihak kedua dan pihak ketiga dilarang. Pihak Global Trip dan penyewa dalam hal ini tidak boleh merugikan satu sama lain.
j. Prinsip suka sama suka (saling rela)97. Prinsip ini berlandaskan pada firman Allah:
97
98Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu
saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka di antara kamu”. (An-Nisa: 29).
Hukum Islam tidak memberlakukan Down Payment dalam akad sewa menyewa (ijarah) karena yang berlaku adalah pembayaran secara tunai dengan cara dicicil setelah terjadi kesepakatan bersama antara pihak yang mempersewakan dan yang menyewa. Ijarah meliputi akad untuk menggunakan manfaat suatu benda dengan biaya dan waktu tertentu yang telah ditetapkan bersama-sama. Panjar masih identik dengan akad yang masih bersifat tanggungan (pesanan) dan belum ada kejelasan akad tersebut akan benar-benar terlaksana atau tidak. Dalam al-Qur‟an, setiap perniagaan harus dilakukan dengan kerelaan.
Selama tidak ada yang dirugikan dan berdasarkan kerelaan dari kedua belah pihak, maka penerapan sistem Down Payment dipandang sah dalam hukum Islam. Apabila seseorang mengambil harta orang lain tanpa sebab-sebab yang dibenarkan oleh syara‟ maka diwajibkan untuk mengganti dan mengembalikan harta tersebut kepada orang yang diambil hartanya. Orang yang
98
mengambil harta sesama manusia dengan cara yang batil dapat dikenakan hukuman atau dipidanakan.
Islam tidak membenarkan seorang muslim berdiam diri terhadap suatu perbuatan yang bersifat haram. Tindakan yang benar adalah harus menolak dan berusaha mencegah agar tidak terjadi suatu perbuatan yang dilarang agama sebagai contoh menerapkan panjar yang terlalu tinggi dan mencari-cari alasan agar calon penyewa mau membatalkan niat untuk menyewa mobil tersebut.
Pada dasarnya hukum memberikan uang muka dalam sewa-menyewa adalah sah selama tidak ada yang dirugikan. Namun, pihak Global trip Kota Metro memang sering mengambil kesempatan dalam kesempitan ketika ada yang sedang membutuhkan rental mobil, mereka justru menaikkan uang muka dari harga sewa mobil. Inilah yang menjadi masalah para calon penyewa karena mereka merasa terbebani.
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa pandangan hukum ekonomi syari‟ah terhadap penerapan
Down Payment dalam sewa menyewa mobil di Biro Jasa Global Trip Metro
adalah sah dengan pertimbangan bahwa Allah Swt melarang segala urusan yang mendzolimi atau berbuat aniyaya terhadap orang lain, yaitu adanya pemaksaan dalam sewa menyewa.
B. Saran
Berdasarkan pemaparan di atas, ada beberapa saran yang peneliti sampaikan, diantaranya:
1. Biro jasa Global Trip Kota Metro tidak boleh mematok harga Down
Payment terlalu tinggi dan menekan calon penyewa,
2. Biro jasa Global Trip Kota Metro harus memperhatikan kejelasan dan tindak lanjut dari down payment yang dibayarkan calon penyewa. Jangan sampai penyewa terlalu lama memberikan kejelasan,
3. Kedua belah pihak harus membuat perjanjian transaksi dengan bukti otentik selama transaksi dilakukan,
4. Calon penyewa hendaknya benar-benar mempertimbangkan sewa-menyewa yang akan dilakukan agar tidak menyesal ketika Down Payment atau uang mukanya tidak dapat dikembalikan.