[3.10] Pemohon mendalilkan perolehan suara Pemohon untuk DPRD Kabupaten Pandeglang di Dapil 6 adalah 6.498 suara, sedangkan menurut Termohon adalah 6.462 suara sehingga terdapat pengurangan perolehan suara Pemohon 36 suara dengan rincian sebagaimana tabel berikut:
Desa Panimbang Jaya, Kec. Panimbang (Penambahan suara Partai Gerindra) TPS Pemohon Selisih Keterangan
C-1 D-1
9 2 32 (+30) Caleg No.3
14 0 2 (+2) Caleg No.3
16 0 1 (+1) Caleg No.5
19 6 15 (+10)
Jumlah (+43)
Desa Tanjung Jaya Kecamatan Panimbang (Penambahan suara Partai Gerindra) TPS Pemohon Selisih Keterangan
C-1 D-1
3 3 13 (+10) Caleg No.2
4 34 (+30) Caleg No.6
Desa Kuta Mekar Kecamatan Sobang (Penambahan suara Partai Gerindra) TPS Pemohon Selisih Keterangan
C-1 D-1
3 2 22 (+20) Caleg No.6
Desa Bojen Wetan Kecamatan Sobang (Penambahan suara Partai Gerindra) TPS Pemohon Selisih Keterangan
C-1 D-1
5 0 34 (+34)
Desa Cimanggu Kecamatan Cimanggu (Penambahan suara Partai Gerindra) TPS Pemohon Selisih Keterangan
C-1 D-1
1 20 50 (+30) Caleg No.
Urut 4
Desa Panimbang Jaya Kecamatan Panimbang (Pengurangan suara Partai Persatuan Pembangunan)
TPS Pemohon Selisih Keterangan
C-1 D-1
7 18 17 (+1)
10 20 5 (-15)
Desa Ciburial Kecamatan Cimanggu
Pemohon Termohon
DA-1 DA-1
301 281 (-20)
Setelah Mahkamah memeriksa secara saksama bukti tertulis Pemohon dan Termohon serta keterangan para saksi dari Pemohon dan Termohon, diperoleh fakta hukum bahwa memang benar telah terjadi kesalahan penghitungan suara yang dilakukan oleh Termohon di beberapa Desa, yaitu pada TPS 9, TPS 14, TPS 16, TPS 3 Desa Tanjung Jaya, Kecamatan Panimbang, TPS 3 Desa Kutamekar, Kecamatan Sobang,TPS 5 Desa Bojen Wetan, Kecamatan Sobang, TPS 1 Desa Cimanggu, Kecamatan Cimanggu (penambahan suara caleg nomor urut 4); Ada pengurangan perolehan suara Pemohon di TPS 7 dan TPS 10, Desa Panimbang Jaya, Kecamatan Panimbang.
Hal ini bersesuaian dengan keterangan saksi Pemohon Abdul Halim dan Nurjanah yang pada pokoknya menerangkan bahwa telah terjadi perselisihan suara di beberapa TPS tersebut di atas dan hal ini telah dilaporkan kepada Panwaslu (keterangan saksi selengkapnya dimuat pada Bagian Duduk Perkara).Hal tersebut bersesuaian pula dengan keterangan saksi Termohon yang bernama Ati Kusnadi (Ketua PPS Desa Panimbang Jaya, Kecamatan Panimbang) yang pada pokoknya menerangkan bahwa terdapat rekomendasi dari Panwaslu untuk membuka kotak suara dan membuka Formulir C-1 Plano untuk melakukan pembetulan terhadap kesalahan rekapitulasi perolehan suara di Kecamatan Panimbang dan Kecamatan Sobang (vide Bukti T-9.KAB-PANDEGLANG6.7 berupa Surat Panwaslu Kabupaten Pandeglang Nomor 60/Panwaslu-Pdg/IV/2014 tentang Rekomendasi tertanggal 21 April 2014). Termohon melaksanakan rekomendasi Panwaslu dan melakukan pembetulan terhadap hasil perolehan suara yang keliru kemudian menuangkannya dalam Berita Acara Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Pandeglang Nomor 34/BA/IV/2014 yang ditandatangani oleh KPU Kabupaten Pandeglang, Pengawas Pemilu Kabupaten Pandeglang, Kepolisian Resort Kabupaten Pandeglang dan saksi dari Partai Gerindra atas nama Edi Junaedi serta saksi dari Partai Persatuan Pembangunan atas nama Nurjanah (vide Bukti P.9-20#di daftar bukti Pemohon tertulis P.9-21 =T-9.KAB-PANDEGLANG6.17).
Sementara itu, dalil Pemohon perihal adanya penambahan suara Partai Gerindra, pada Formulir C-1 TPS 5 Desa Bojen Wetan, Kecamatan Sobang adalah 0 suara dan
pada Formulir D-1 Desa Bojen Wetan, Kecamatan Sobang adalah 34 suara sehingga terdapat penambahan 34 suara. Setelah Mahkamah memeriksa bukti Pemohon yang diberi tanda P.9-3 berupa Formulir C-1 dan Bukti Termohon yang diberi tanda T-9.KAB-PANDEGLANG6.30 berupa Model C1 (Desa Bojen Wetan) serta Bukti P.9-7 berupa Formulir D1 Desa Bojen Wetan dan Bukti T-9.KAB-PANDEGLANG 6.31 berupa Formulir D1 Desa Bojen Wetan ditemukan fakta hukum bahwa hasil penghitungan suara antara Pemohon dan Termohon adalah sama, yakni ada penambahan perolehan suara Partai Gerindra pada Formulir D1 Desa Bojen Wetan, Kecamatan Sobang sejumlah 34 suara sehingga ada penambahan 34 suara untuk Partai Gerindra. Selanjutnya Mahkamah memeriksa pula bukti Termohon yang diberi tanda T-9.KAB-PANDEGLANG 6.29 berupa Formulir C-1 Plano di TPS 5 Desa Bojen Wetan,Kecamatan Sobang dan diperoleh hasil bahwa perolehan suara Partai Gerindra pada TPS 5 Desa Bojen Wetan, Kecamatan Sobang sama dengan perolehan suara pada Formulir D-1 Desa Bojen Wetan, Kecamatan Sobang, yakni 34 suara. Oleh karena itu dalil Pemohon a quo tidak beralasan menurut hukum.
Mengenai penambahan suara Partai Gerindra di TPS 19 Desa Panimbang Jaya, Kecamatan Panimbang. Pada Formulir C-1 perolehan suara pada kolom Partai Gerindra sebanyak 6 suara (vide Bukti P.9-3), sedangkan pada formulir D-1 perolehan suara pada kolom Partai Gerindra 16 suara (vide Bukti P.9-7). Ada penambahan suara Partai Gerindra sebanyak 10 suara. Selanjutnya Mahkamah memeriksa pula bukti Termohon yang diberi tanda PANDEGLANG6.21 berupa Formulir C-1 dan bukti T-9.KAB-PANDEGLANG6.22 berupa formulir C-1 Plano dan diperoleh fakta hukum bahwa perolehan suara pada kolom Partai Gerindra berdasarkan Formulir C-1 dan C-1 plano adalah 6 suara. Bukti D-1 Pemohon pun tak dapat meyakinkan Mahkamah tentang adanya penambahan 10 suara Partai Gerindra. Dengan demikian dalil Pemohon tidak beralasan menurut hukum.
Pemohon juga mendalilkan terdapat penambahan suara Partai Gerindra pada Formulir C-1 TPS 1 Desa Cimanggu, Kecamatan Cimanggu dari 20 suara menjadi 50 suara pada Formulir D-1 Desa Cimanggu, Kecamatan Cimanggu sehingga terdapat penambahan 30 suara.
Setelah Mahkamah memeriksa bukti Pemohon yang diberi tanda P.9-3 (Formulir C-1 di TPS 1 Desa Cimanggu, Kecamatan Cimanggu) dan menyandingkan dengan Bukti Termohon yang diberi tanda T-9.KAB-PANDEGLANG6.33 (Model C1 di TPS 1 Desa
Cimanggu, Kecamatan Cimanggu) didapatkan fakta hukum bahwa perolehan suara Partai Gerindra antara Formulir C-1 bukti Pemohon dan Formuir C-1 bukti Termohon di TPS 1 Desa Cimanggu, Kecamatan Cimanggu adalah sama, yakni 50 suara. Perbedaan perolehan suara terjadi pada perolehan suara Calon Anggota DPRD Kabupaten Nomor Urut 4 atas nama Siti Maesaroh. Pada bukti Formulir C-1 Pemohon, Siti Maesaroh memperoleh 1 suara, sedangkan pada bukti Formulir C-1 Termohon memperoleh 31 suara. Sementara itu, apabila disandingkan antara bukti Pemohon yang diberi tanda Bukti P.9-7 (Formulir D-1 Desa Cimanggu, Kecamatan Cimanggu) dengan Bukti Termohon yang diberi tanda Bukti T-9.KAB-PANDEGLANG 6.34 (Formulir D1 Desa Cimanggu, Kecamatan Cimanggu), perolehan suara Partai Gerindra dan seluruh calegnya di TPS 1 Desa Cimanggu, Kecamatan Cimanggu adalah sama, yaitu 50 suara. Perolehan suara tersebut bersesuaian dengan bukti T-9.KAB-PANDEGLANG 6.32 yaitu Formulir C-1 Plano di TPS 1 Desa Cimanggu, Kecamatan Cimanggu yang memastikan perolehan suara Partai Gerindra pada TPS 1 Desa Cimanggu sebanyak 50 suara dan perolehan suara Calon Anggota DPRD Kabupaten Nomor Urut 4 atas nama Siti Maesaroh sebanyak 31 suara bukan 1 suara seperti yang didalilkan oleh Pemohon. Oleh karena itu dalil Pemohon tidak beralasan menurut hukum.
Pemohon juga mendalilkan kehilangan suara di Desa Ciburial, Kecamatan Cimanggu, pada Formulir DA-1 Pemohon, seharusnya Pemohon memperoleh 301 suara, sedangkan pada model DA-1 Termohon memperoleh 281 suara. Setelah Mahkamah memeriksa bukti Pemohon yang diberi tanda P.9.12 (Formulir DA-1 Kab/Kota) disandingkan dengan bukti Termohon yang diberi tanda T-9.KAB-PANDEGLANG6.39, menurut Mahkamah perolehan suara di Desa Ciburial, Kecamatan Cimanggu menurut bukti pemohon dan Termohon adalah sama, PPP memperoleh 281 suara, sehingga dalil Pemohon tidak beralasan menurut hukum.