• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL DAN PEMBAHASAN

5 Dr Ir Jarwadi Budi Hernowo MSc.F

Melihat perkembangan dan permintaan konsumen akan wisata semakin meningkat maka daerah Bogor Barat terutama kawasan pegunungan sangat dibutkhkan oleh para konsumen.

Infrastruktur untuk 20 tahun kedepan seharusnya sudah dikembangkan terutama pada fasilitas jalan, selain itu kebijakan pemerintah juga sebaiknya focus pada titik yang menjadi perhatian bagi konsumen karena banyaknya potensi SDA yang dimiliki dan dapat digali di Kecamatan tenjolaya.  Kebijakan pemerintah  Infrastruktur  Potensi alam Tantangan Organisasi

Analisis Lingkungan Internal Perusahaan

Lingkungan internal adalah faktor yang berasal dari dalam perusahaan itu sendiri dan umumnya dapat dikendalikan oleh perusahaan. Analisis lingkungan internal merupakan proses identifikasi dan analisis terhadap kekuatan dan kelemahan dari dalam perusahaan dengan mengkaji manajemen pemasaran, keuangan, operasi dan produksi, penelitian dan pengembangan, sistem informasi dan manajemen (David,2010)

1. Manajemen

Dilihat dari fungsi manajemen, PT. Xpro Agrotama Cinangneng telah menjalankan fungsi perencanaan, pengorganisasian, pemberian materi dan arahan, pengelolaan staf, pemberian motivasi dan pengendalian. Fungsi manajemen dikelola dengan cara sederhana karena masih dalam tahap pengembangan dan penyesuaian dengan kemampuan pegawai yang bekerja di PT. Xpro Agrotama Cinangneng.

29 a. Perencanaan

Perencanaan produksi yang dilakukan perusahaan berupa penentuan jumlah pembibitan, pemeliharaan dan penjualan dari ikan lele, ikan mas, ikan arwana dan ikan koi. Perencanaan produksi dilakukan oleh pemilik dan manajer operasional. Perencanaan belum dilakukan secara tertulis, untuk kegiatan pembelian ikan dan penambahan bibit ikan perusahaan dan pengelola tidak merencanakan secara khusus, karena waktu dan kuantitas pembelian disesuaikan dengan permintaan konsumen dan kebutuhan perusahaan. Evaluasi pemasaran dilakukan PT. Xpro Agrotama Cinangneng setiap satu bulan sekali dengan bahasan perencanaan tempat budidaya ikan yang menghasilkan profit dan memajukan perusahaan yang akan berdampak pada perekonomian masyarakat sekitar.

b. Pengorganisasian

Pengorganisasian dan deskripsi pekerjaan telah dijalankan dengan cukup baik oleh PT. Xpro Agrotama Cinangneng sehingga masing- masing karyawan sudah mengerti dengan tugasnya dan dapat diminta pertanggungjawabannya. Kekurangan dari PT. Xpro Agrotama Cinangneng ini adalah departementalisasi yang belum lengkap membuat adanya rangkap jabatan bagi individu tertentu, misalnya manajer operasional yang menangani hampir segala urusan hingga administrasi.

c. Pemberian materi dan motivasi

Pemberian motivasi dan materi pada perusahaan PT. Xpro Agrotama Cinangneng sudah cukup baik karena karyawan sudah cukup mahir dan mengerti cara pembibitan yang baik, cara perawatan ikan yang memiliki daya jual yang tinggi, selain itu motivasi yang diberikan bagi karyawan adalah dengan pemberian tunjangan hari raya, gaji pokok karyawan dan adanya promosi jabatan jika kinerja yang dilakukan dinilai baik.

d. Pengelolaan staf

PT. Xpro Agrotama Cinangneng menerapkan sistem perekrutan secara sosial jadi hampir seluruh warga di Desa Gunung Mulya dan sekitarnya bekerja di perusahaan ini. Karena tujuan awal didirikannya perusahaan ini untuk mensejahterakan warga Desa Gunung Mulya dan merubah pola pikir masyarakat bahwa tidak hanya dengan bercocok tanam dapat meningkatkan pendapatan. Tingkat kepercayaan yang diberikan pemilik kepada karyawan sangatlah tinggi dan pemilik menanamkan rasa memiliki maka menciptakan iklim yang kondusif bagi karyawan untuk bekerja. Peraturan perizinan dan sanksi harus dilakukan secara jelas dan tertulis agar meminimalisir pelanggaran yang dilakukan dan meningkatkan rasa menjaga dan memilki.

e. Pengendalian

Kegiatan pengendalian yang dilakukan adalah adanya pencatatan laporan keuangan dan adanya aktivitas monitoring yang dilakukan oleh pemilik setiap minggunya dan didiskusikan dengan manajer operasional. Pengendalian tersebut memotivasi karyawan untuk bekerja secara optimal dan dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam perencanaan selanjutnya.

2. Keuangan

PT. Xpro Agrotama Cinangneng melakukan pencatatan keuagan secara sederhana, hal tersebut dikarenakan belum adanya karyawan tetap yang dipercaya untuk mengelola keuangan secara terkomputerisasi, selain itu dikarenakan perusahaan ini masih dalam tahap pembangunan dan pengembangan.

3. Pemasaran

Pemasaran ikan mas, ikan lele, ikan koi yang dilakukan oleh PT. Xpro Agrotama Cinangneng masih sebatas memasarkan kepada distributor besar yang berada di sekitar Kabupaten Bogor bagian Barat, selain itu pemasaran dilakukan sesuai permintaan dari konsumen seperti ke rumah makan, tempat pemancingan.

4. Pengembangan dan Penelitian

Kegiatan pengembangan dan penelitian dilakukan agar menciptakan nilai tambah dan inovasi selain itu kentungan bagi perusahaan. Kegiatan penelitian dan pengembangan yang dilakukan oleh PT. Xpro Agrotama Cinangneng adalah mengawinkan, membibitkan dan memelihara sendiri ikan lele, ikan mas dan ikan koi. Kegiatan tersebut dilakukan karyawan bagian budidaya dan penanggung jawab dibawah pengawasan manajer operasional dan pemilik.

5. Sistem Informasi

Pencatatan informasi yang sudah dilakukan oleh perusahaan PT. Xpro Agrotama Cinangneng masih dilakukan secara sederhana. Informasi yang bisa didapatkan konsumen untuk mengetahui tentang perusahaan PT. Xpro Agrotama Cinangneng kurang lengkap karena keterbatasan kemampuan karyawan selain itu perusahaan masih dalam tahap pengembangan yang membuat kurangnya informasi yang komunikatif untuk menggambarkan perusahaan.

Analisis Lingkungan Eksternal Perusahaan

Lingkungan eksternal adalah proses yang digunakan oleh pembuat strategi untuk memantau lingkungan eksternal dalam menentukan peluang dan ancaman yang dihadapi oleh perusahaan.

1. Sosial, budaya, demografi, dan lingkungan

Pandangan masyarakat terhadap tempat budidaya ikan yang akan dijadikan sebagai tempat Agrowisata mempengaruhi perkembangan di Desa Gunung Mulya terhadap kondisi sosial, ekonomi, dan lingkungan. Masyarakat Desa Gunung Mulya yang memilki rata-rata pendidikan sekolah dasar membuat pola pikir masyarakat yang kurang terbuka dengan adanya pendatang baru, hal itu membuat PT. Xpro Agrotama Cinangneng harus memberikan sosialisasi mengenai pengembangan yang akan dilakukan, karena dengan adanya tempat Agrowisata maka masyarakat sekitar ikut terlibat dalam kegiatan ekonomi yang berada di perusahaan dan masyarakat lingkungan sekitar dapat memanfaatkannya dengan baik seperti adanya kerjasama dengan menyediakan wisata edukasi melihat kehidupan masyarakat desa.

31 Keikutsertaan masyarakat desa akan mempengaruhi tingkat ekonomi dan kesejahteraan masyarakat sekitar Desa Gunung Mulya dan masyarakat memiliki kesadaran dengan potensi alam yang bisa dimanfaatkan dengan baik.

2. Ekonomi

Masyarakat Dea Gunung Mulya yang sebagian besar adalah karyawan PT. Xpro Agrotama Cinangneng memiliki kemampuan ekonomi yang jauh lebih baik dibandingkan pada saat karyawan tersebut mengandalkan kehidupan sehari-hari dengan bertani dan menjadi buruh. Selain itu, dengan adanya taraf hidup yang meningkat masyarakat juga sudah mampu membeli kebutuhan sehari-hari seperti makan yang tadinya hanya 2 kali sehari dengan mengandalkan beras dari bantuan pemerintah sekarang sudah bisa makan 3 kali sehari dengan kualkitas makanan yang lebih baim, dan karyawan dapat membeli alat transportasi seperti motor. 3. Pemerintah

Kebijakan pemerintah yang diidentifikasi adalah hal yang mempengaruhi perkembangan sektor pariwisata terutama Agrowisata di Kabupaten Bogor. Ekowisata adalah rangkaian kegiatan pariwisata yang berwawasan lingkungan dengan mengutamakan aspek konservasi alam, aspek pemberdayaan sosial budaya ekonomi masyarakat lokal serta aspek pembelajaran pendidikan. Ekowisata terdiri dari 3 pilar yaitu berkelanjutan yang terpadu dan suitanable dalam bidang ekologi, ekonomi dan sosial budaya, ramah lingkungan dan mengikuti masyarakat. Menurut (Muntasib dan Rachmawati,2003) Peran pemerintah pada saat ini hanya melakukan pembinaan, pengasuhan, dan pengendalian. Tindakan yang dilakukan oleh pemerintah hanya berdasarkan permintaan dan kebutuhan dari pihak perusahaan karena tidak semua perusahaan yang bergerak dibidang pariwisata terutama Agrowisata diberikan pembinaan. Peran pemerintah pada masa sekarang ini hanya sedikit dan kurang membantu untuk memajukan sektor pariwisata di Kabupaten Bogor.

Kebijakan penataan ruang wilayah meliputi kebijakan pengembangan struktur ruang dan pola ruang. Kebijakan pemerintah Kabupaten Bogor yang mendukung dalam sektor pariwisata di Kabupaten Bogor adalah

a. Pengembangan kawasan strategis puncak sebagai kawasan strategis lingkungan hidup yang berperan sebagai kawasan andalan pariwisata melalui pembatasan pemanfaatan ruang yang lebih selektif dan efisien. b. Pengembangan kawasan strategis industri sebagai kawasan strategis

social ekonomi melalui penataan dan pemanfaatan ruang serta pembangunan jaringan infrastruktur yang mendorong perkembangan kawasan .

c. Pengembangan kawasan strategis pertambangan sebagai kawasan strategis lingkungan hidup yang berperan sebagai kawasan andalan sumber daya alam melalui konservasi bahan galian.

d. Pengembangan kawasan strategis lintas administrasi kabupaten sebagai kawasan strategis sosial ekonomi melalui sinkronisasi system jaringan. Kebijakan pemerintah yang dibuat oleh Kabupaten Bogor belum mendukung adanya pariwisata di Daerah Bogor Barat dikarenakan para konsumen masih banyak yang lebih tertarik pada wisata yang disuguhkan di kawasan puncak. Selain itu pada saat sekaran pemerintah Kabupaten Bogor masih adanya

pembentukan wilayah baru atau pemekaran seperti Bogor Cianjur Sukabumi, Bogor Barat dan Bogor Timur.

4. Teknologi

Perkembangan teknologi pada masa saat ini sangatlah mempengaruhi kemajuan dari suatu perusahaan. Perkembangan teknologi seperti internet merupakan salah satu bentuk kemajuan teknologi yang dapat dimanfaatkan oleh perusahaan sebagai media untuk mengetahui perkembangan penjualan dan pembudidayaan ikan serta perkembangan Agrowisata yang berkembang di daerah Bogor Barat. Hal ini dapat menjadi peluang bagi PT. Xpro Agrotama Cinangneng dalam mempromosikan tempat Agrowisata ataupun penjualan ikan melalui media internet. Perusahaan PT. Xpro Agrotama Cinangneng sudah memanfaatkan media internet untuk melakukan transaksi penjualan dengan alamat website

www.xproagrotama.weebly.com akan tetapi belum digunakan dengan semaksimal

mungkin karena informasi yang bisa di dapat belum lengkap karena kurangnya pengelolaan yang baik dalam segi promosi penjualan.

Tabel 5 Hasil Wawancara mengenai tantangan

No. Hasil Kata Kunci

1 Komjen.Pol. Drs.Jusuf Manggabarani

Sumberdaya Manusia yang bekerja dan warga desa sekitar yang mempunyai tingkat pendidikan yang rendah membuat perusahaan harus mengajarkan kembali dari awal.

 Sumberdaya

Manusia

2 Dudung Mustiady

Masyarakat menghendaki adanya jenis wisata yang baru yang memberikan hiburan selain itu menambah pengetahuan.

mengubah paradigma masyarakat agar lebih mengerti tentang ikan.

 Wisata mengandung edukasi  Paradigma masyarakat 3 Sudiyono

perusahaan harus mempunyai daya tarik yang membuat konsumen atau pengunjung penasaran dan nyaman

membuat masyarakat desa mengenal potensi diri, potensi sumberdaya alam dan kegiatan desa yang dapat diperdagangkan atau dipromosikan

 daya tarik

 potensi

4 Helianthi Dewi, S.Hut.,M.Si.

Perbedaan pola berpikir masyarakat di daerah pedesaan membuat pihak perusahaan yang akan membuka lahan Agrowisata di Desa harus lebih bekerja ekstra untuk merubah pola pikir masyarakat dan dengan komunikasi yang baik dengan melibatkan warga sekitar dan ramah lingkungan.

 Pola berpikir

5 Dr. Ir. Jarwadi Budi Hernowo MSc.F

Pengalokasian dana untuk daerah yang akan dikembangkan menjadi Agrowisata.

Bekerjasama dengan masyarakat untuk

pengembangan wilayah

 Alokasi dana

 Adanya

33

Berdasarkan analisis internal dan eksternal perusahaan dan melihat kondisi masa depan dari PT. Xpro Agrotama Cinangneng di Desa Gunung Mulya Kecamatan Tenjolaya, maka tantangan yang harus dihadapi untuk mencapai tujuannya adalah :

1. Perbaikan kinerja manajemen, kualitas SDM karyawan dan sistem informasi manajemen

Kegiatan pengembangan yang akan dilakukan oleh PT. Xpro Agrotama Cinangneng agar dapat berjalan secara optimal maka kinerja manajemen harus diperbaiki terutama pada bagian pengorganisasian dan perencanaan. Perencanaan membutuhkan karyawan yang memiliki pola berpikir yang strategis, jika dilihat PT. Xpro Agrotama Cinangneng sudah memiliki manajer operasional yang bisa membuat perencanaan dengan baik akan tetapi akan lebih baik jika perusahaan memiliki karyawan yang khusus menangani masalah perencanaan agar lebih efektif dalam menjalankan tugas dan tanggungjawab. Pencatatan keuangan yang ada di PT. Xpro Agrotama Cinangneng di dalam komputer harus sering untuk diperbaharui agar pertimbangan perusahaan dalam mengambil keputusan akan lebih akurat selain itu dapat lebih mudah jika mengajukan peminjaman modal kepada lembaga keuangan. Kualitas SDM sebaiknya ditingkatkan karena dapat mempengaruhi keefektifan dalam melakukan pekerjaan dan sumberdaya karyawan yang kreatif dapat memanfaatkan lingkungan sekitar seperti perkebunan dan peternakan sapi menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen.

2. Menciptakan nilai kegunaan penjualan dan pembudidayaan ikan bagi masyarakat Desa Gunung Mulya

Untuk menciptakan nilai kegunaan dalam penjualan dan pembudidayaan maka perusahaan PT. Xpro Agrotama Cinangneng harus mengembangkan produk ikan yang dijualnya sesuai kebutuhan dan permintaan konsumen, konsumen akan cenderung memilih ikan yang tidak berbau lumpur dan ukuran yang sesuai dengan kebutuhan. PT. Xpro Agrotama Cinangneng mempunyai kekuatan dalam hal sumberdaya alam yang dimiliki seperti debit air kolam deras, tempat pembibitan ikan lele. Hal ini akan membantu dan mempermudah PT. Xpro Agrotama Cinangneng dalam menambah nilai kegunaan.

3. Meningkatkan nilai tambah pada perusahaan agar memiliki daya tarik bagi konsumen dan kegiatan promosi yang intensif

Kecendrungan permintaan masyarakat dalam Agrowisata masa kini yang terus meningkat dapat menjadi peluang bagi PT. Xpro Agrotama Cinangneng untuk memajukan perusahaan jika PT. Xpro Agrotama Cinangneng mampu memanfaatkan kondisi permintaan konsumen masa kini. Agar para konsumen mengetahui adanya tempat Agrowisata berbasis alam dan budidaya ikan di Desa Gunung Mulya Kecamatan Tenjolaya maka harus mampu menyampaikan informasi yang lengkap agar konsumen merasa tertarik untuk mengunjungi dan menikmati Agrowisata yang berbasis budidaya ikan di Desa Gunung Mulya selain itu dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Gunung Mulya dan sekitarnya dengan cara mengikutsertakan warga desa untuk

berpartisipasi dalam kemajuan perusahaan PT. Xpro Agrotama Cinangneng. Perusahaan PT. Xpro Agrotama Cinangneng juga harus mengetahui keinginan konsumen untuk menikmati Agrowisata yang disajikan seperti; dapat langsung memancing dan membeli ikan, memasak dan menikmati secara langsung, diperkenalkan cara pembibitan dan pebudidayaan hingga ikan siap untuk dijual, disuguhkan pemandangan yang bagus dan baik untuk mendukung edukasi bagi pengunjung tentang budidaya ikan air tawar.

Sasaran PT. Xpro Agrotama Cinangneng

Sasaran diidentifikasi dengan memperjelas visi, misi dan tujuan organisasi maupun perusahaan. Sasaran adalah tujuan yang terkuantifikasi. Sasaran PT. Xpro Agrotama Cinangneng ditentukan berdasarkan diskusi antara peneliti dengan pemilik dan pihak manajemen PT. Xpro Agrotama Cinangneng berikut adalah hasil wawancara peneliti dengan pihak manajemen dan responden ahli pada tabel 6

Tabel 6 Hasil Wawancara mengenai sasaran

No. Hasil Kata Kunci

1 Komjen.Pol. Drs.Jusuf Manggabarani

 Meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Desa Gunung Mulya dan sekitarnya.

 agar masyarakat dapat membangun usaha sendiri

 mengubah pola pikir masyarakat yang tadinya hanya memelihara ikan menjadi menjual ikan, karena di dalam menjual ikan terdapat pemeliharaan dan pembudidayaan.

 Meningkatkan nilai tambah pada perusahaan dan memberikan daya tarik tersendiri untuk konsumen agar mau terus berkunjung ke PT. Xpro Agrotama Cinangneng

 Kesejahteraan

 Pola pikir

 Pembudidayaan

 Profit

2 Dudung Mustiady

 Meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Desa Gunung Mulya dan sekitarnya.

 agar masyarakat dapat membangun usaha sendiri

 mengubah pola pikir masyarakat yang tadinya hanya memelihara ikan menjadi menjual ikan, karena di dalam menjual ikan terdapat pemeliharaan dan pembudidayaan.

 Menarik perhatian konsumen agar penasaran dan berkunjung ke PT. Xpro Agrotama Cinangneng  Kesejahteraan  Pola pikir  Perhatian konsumen 3 Sudiyono

 memberikan keuntungan dan meningkatkan taraf hidup masyarakat sekitar perusahaan

 membuat masyarakat lebih mandiri dan

 Taraf hidup

 Potensi SDA dan

35 mengetahui potensi SDA dan SDM yang

dimiliki.

4 Helianthi Dewi, S.Hut.,M.Si.

 harus adanya diversifikasi produk dengan melibatkan masyarakat, memberikan pelatihan home industry, dan usaha lainnya yang menjadiak masyrakat sebagai wirausaha.

 Selain itu memberikan pelatihan dan

pemasaran dari pihak perusahaan.

 Diversifikasi produk

 Pelatihan

 pemasaran

5 Dr. Ir. Jarwadi Budi Hernowo MSc.F

 Adanya kerjasama yang dapat dijalin dari pihak pemiliki agrowissata, pemerintah maupun agen wisata.

 Membangun kelembagaan ekowisata yang

akan dikembangkan pada daerah tersebut.

 Kerjasama

 Pemeritah dan agen wisata

 Kelembagaan

ekowisata

Setelah peneliti merumuskan tantangan yang harus dicapai oleh PT. Xpro Agrotama Cinangneng.

1. Sasaran Umum

Sasaran umum adalah kuantifikasi dari tujuan jangka menengah yang akan dicapai oleh perusahaan PT. Xpro Agrotama Cinangneng. Tujuan jangka menengah dari PT. Xpro Agrotama Cinangneng adalah mengembangkan tempat pembudidayaan ikan air tawar menjadi tempat Agrowisata yang berbasis budidaya ikan, selain itu sebagai sarana tempat pembelajaran dan penelitian bagi siswa yang sedang menimba ilmu terutama dalam bidang Agrowisata yang berbasis budidaya ikan air tawar. Dengan adanya sarana penunjang seperti tempat makan, penjualan

souvenir, wisata air dan sara edukasi membuat konsumen tertarik untuk mengunjungi PT. Xpro Agrotama Cinangneng dan tidak hanya menguntugkan bagi pihak konsumen yang mendapatkan edukasi akan tetapi mendapat profit dari setiap kunjungan ke PT. Xpro Agrotama Cinangneng. Adanya pengembangan Agrowisata di Desa Gunung Mulya diharapkan masyarakat setempat mempunyai kemampuan yang lebih baik secara financial maupun pengetahuan dalam membangun sarana dan prasarana dalam membudidayakan ikan air tawar. Lapangan pekerjaan yang tersedia akan lebih banyak karena adanya pengembangan tempat pembudidayaan ikan menjadi Agrowisata yang akan melibatkan masyarakat Desa sekitar Gunung Mulya.

2. Sasaran Khusus

Sasaran khusus merupakan sasaran jangka pendek yang harus direalisasikan untuk dapat mewujudkan sasaran jangka menengah yang sudah dibuat oleh PT. Xpro Agrotama Cinangneng. Tujuan jangka pendek dari PT. Xpro Agrotama Cinangneng adalah

a. Membuka lapangan pekerjaan yang lebih banyak tidak hanya untuk masyarakat Desa Gunung Mulya akan tetapi masyarakat di Desa lainnya di Kecamatan Tenjolaya Kabupaten Bogor

b. Meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam usaha pembudidayaan ikan air tawar. Adanya peningkatan pengetahuan

masyarakat akan pembudidayaan ikan air tawar akan membantu perusahaan dalam pembibitan, produksi hingga penjualan, selain itu dengan peningkatan pengetahuan pada masyarakat akan mempengaruhi pendapatan perusahaan PT. Xpro Agrotama Cinangneng.

c. Meningkatkan taraf hidup masyarakat di lingkungan sekitar. Kemajuan perusahaan dan keuntungan yang dicapai oleh perusahaan yang didukung oleh masyarakat Desa Gunung Mulya dan sekitarnya akan berdampak pada meningkatnya pemasukan perusahaan maka akan berdampak pada peningkatan taraf hidup masyarakat di sekitar perusahaan.

Tujuan jangka pendek dari PT. Xpro Agrotama Cinangneng ini berdasarkan kesadaran pemilik perusahaan akan tingginya tingkat penggangguran di Desa Gunung Mulya dan kurangnya kesadaran warga Desa bahwa banyak potensi yang bisa digali dan dikembangkan untuk dijadikan mata pencaharian oleh masyarakat.

Rancangan Arsitektur Strategi Pengembangan PT. Xpro Agrotama Cinangneng

Rancangan arsitektur strategi dibuat untuk menjawab tantangan yang dihadapi oleh PT. Xpro Agrotama Cinangneng. Rangkaian strategi yang telah dirumuskan dan dipetakan ke dalam gambar arsitektur berupa program kegiatan yang disusun menurut rentang waktu selama dua puluh tahun depan. Pemilihan rentang waktu berdasarkan pengalaman, dan diskusi dengan pihak manajemen terkait program-program yang akan direalisasikan, dan mempertimbangkan kondisi eksternal dari infrastruktur sebagai pendukung dan bantuan pemerintah.

Aristektur strategi PT. Xpro Agrotama Cinangneng dipetakan menurut sumbu X (horizontal) dan subu Y (vertikal). Sumbu X merupakan rentang waktu yang dilalui oleh PT. Xpro Agrotama Cinangneng untuk melaksanakan program kegiatan untuk menjadikan Agrowisata berbasis budidaya ikan. Sumbu Y menunjukkan strategi yang akan dilaksanakan PT. Xpro Agrotama Cinangneng. Tanda panah diagonal dari kiri bawah ke kanan atas menunjukkan transformasi yang harus dilalui oleh perusahaan PT. Xpro Agrotama Cinangneng untuk mewujudkan tujuan jangka menengah untuk dua puluh tahun mendatang.

Hal utama yang harus dimiliki perusahaan dalam pelaksanaan strategi pengembangan pasar adalah memilki kebutuhan modal dan sumberdaya untuk mengelola operasi yang berkembang menurut David (2006). Maka strategi yang akan dilakukan adalah perbaikan kinerja manajemen, kualitas SDM karyawan dan sistem informasi manajemen. Setelah terealisasinya kinerja dan penguatan manajemen yang baik, hal selanjutnya yang akan dilakukan adalah menciptakan nilai kegunaan penjualan dan pembudidayaan ikan bagi masyarakat Desa Gunung Mulya, hal ini karena agar tidak hanya perusahaan yang mengalami kemajuan akan tetapi masyarakat Desa Gunung Mulya pun mengalami dampak positif dengan adanya perusahaan PT. Xpro Agrotama Cinangneng di Desanya. Meningkatkan nilai tambah pada perusahaan agar memiliki daya tarik bagi konsumen adalah hal ketiga yang akan dilakukan setelah melihat perkembangan masyarakat di Desa Gunung Mulya dan kesejahteraan meningkat maka perusahaan mulai membangun fasilitas-fasilitas pendukung yang membangun

37 diadakannya Agrowisata seperti tempat penginapan, tempat makan, tempat penjualan souvenir, tempat ibadah, dan tempat pelayanan edukasi, selain itu dibutuhkan infrastruktur yang mendukung karena melihat masih sempitnya akses jalan menuju lokasi. Hal lain yang dapat dilakukan adalah dengan merekrut warga desa untuk dikaryakan menjadi pemandu wisata di perusahaan PT. Xpro Agrotama Cinangneng dan menjadikan Desa Gunung Mulya menjadi Desa wisata agar adanya peningkatan pendapatan bagi setiap warga. Butuh waktu yang cukup lama untuk pembangunan fasilitas-fasilitas untuk melengkapi dikembangkannya kegiatan Agrowisata, seiring dengan berjalannya pengembangan pembangunan maka dilakukan pelatihan bagi masyarakat desa agar tetap memperhatikan lingkungan dan mempertahankan budaya sekitar. Terkait dengan sudah berjalannya Agrowisata yang akan dilakukan maka didukung dengan adanya promosi melalui media sosial, internet, dan bekerjasama dengan pemerintah.

Strategi yang dilakukan pada PT. Xpro Agrotama Cinangneng adalah strategi yang dilakukan secara bertahap dan diwujudkan dari rangkaian-rangkaian program yang sudah dibuat dengan cara tidak kontinu setiap tahun sepanjang waktu analisis. Adapun peta arsitektur pembangunan PT. Xpro Agrotama

Dokumen terkait