• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dukungan Keluarga

Dalam dokumen Skripsi. Oleh : HASRIDAH NIM : (Halaman 61-65)

TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan Umum Tingkat Stres

G. Tinjauan Umum Kecemasan

I. Dukungan Keluarga

Dukungan keluarga menurut Friedman (2013) merupakan sikap maupun tindakan yang diterima oleh keluarga dari keluarganya, baik itu dukungan informasional, dukungan penilaian, dukungan instrumental dan dukungan emosional sehingga dukungan keluarga merupakan hubungan yang interpersonal seperti sikap tindakan dan perilaku menerima keluarga yang lain yang dapat membuat keluarga merasa diperdulikan. Adapun firman Allah SWT yang di jelaskan

Terjemahnya : “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” bawah tanggungjawab kamu dengan dinding dan mendidik mereka agar kamu semua terhindar dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia yang kafir dan juga batu-batu antara lain yang dijadikan berhala-berhala di atas yakni yang menangani neraka itu dan bertugas menyiksa penghuni-penghuninya adalah malaikat-malaikat yang kasar hati dan perlakuannya yang keras perlakuannya dalam melaksanakan tugas penyiksaan yang tidak mendurhakai Allah menyangkut apa yang dia

perintahkan kepada mereka sehingga siksa yang mereka jatuhkan pendaki mereka kasar tidak kurang dan tidak juga berlebih dari apa yang diperintahkan Allah Subhanahu Wa Ta'ala yakni sesuai dengan dosa dan kesalahan masing-masing penghuni neraka dan mereka juga senantiasa dan dari saat ke saat mengerjakan dengan mudah apa yang diperintahkan Allah kepada mereka (Shihab, 2016).

Individu yang menempati lingkungan sosial yang suportif biasanya mempunyai keadaan yang justru baik jika disandingkan dengan temannya yang tidak seberuntung ini, hal ini disebabkan oleh dukungan keluarga yang bisa menurunkan dampak kesehatan psikologi mentalnya (Masyarakat & Demak, 2021). Jenis dan keuntungan dari dukungan keluarga menurut Friedman (2013) yaitu:

1. Dukungan Emosional

Ialah keluarga dapat memberikan rasa nyaman dan damai untuk beristirahat dan memulihkan kesehatannya serta menguasai emosi tiap individu. Adapun yang mempengaruhi dukungan emosional yaitu dukungan yang diwujudkan dalam bentuk afeksi, diberikannya kepercayaan, keperdulian, saling menyalurkan isi hati.

Dukungan emosional dapat mewujudkan rasa saling empati, pemberian support keperdulian, cinta atau bantuan emosional (Friedman, 2013).

2. Dukungan Instrumental

Keluarga ialah asal dari pertolongan yang instan dan paling sederhana seperti pada kebutuhan keuangan, makan, minum, dan istirahat (Friedman, 2013).

3. Dukungan Informasional

keluarga berguna dalam pemberian informasi, pemberian saran, dan masukan yang diberikan keluarga, ataupun informasi untuk memecahkan masalah Hal yang berada dalam dukungan ini yaitu berupa nasehat, usulan, saran, petunjuk dan pemberian informasi (Friedman, 2013).

4. Dukungan Penilaian atau Penghargaan

Keluarga dapat bereaksi sebagai pembimbing dalam menangani masalah keluarganya yang lain. Keluarga dapat menjadi validator untuk identitas keluarganya

yang lain seperti mendukungnya dengan semangat, saling menghargai dan menunjukkan rasa empati maupun keperdulian (Friedman, 2013).

Berdasarkan penelitian Efendi & Surya, 2021 didapatkan bahwa sebagian besar (80%) responden dengan dukungan keluarga baik memiliki pelaksanaan continuity of care yang cukup, sedangkan sebagian besar (75%) responden dengan dukungan keluarga yang cukup dan kurang memiliki pelaksanaan continue of care yang rendah. Hasil uji statistik dengan uji chi-square didapatkan hubungan dukungan keluarga dengan pelaksanaan continuity of care pada pasien DM Tipe 2 dengan nilai p-value 0,001 (p<0,05). Hasil penelitian diperoleh terdapat hubungan antara dukungan keluarga dengan pelaksanaan continuity of care pada pasien DM Tipe 2 pada masa pandemi Covid-19. Dukungan keluarga yang dinilai meliputi 4 dimensi dukungan yaitu dukungan emosional, dukungan informasi, dukungan instrumental dan dukungan penghargaan (Efendi & Surya, 2021).

Dukungan keluarga dapat meningkatkan kesehatan dan mengurangi depresi pada penderita diabetes hingga akhirnya dapat meningkatkan kualitas hidup penderita DM. Pasien merasakan dukungan sosial dari keluarga merupakan faktor psikososial penting yang dapat memengaruhi kontrol glikemik pada pasien dengan DM tipe 2.

Dukungan keluarga mempengaruhi keberlangsungan perawatan diri yang berlanjutan pada pasien DM Tipe 2 salah satunya dalam mengatur jadwal rutin cek gula darah (Meidikayanti & Wahyuni, 2017).

J. Informasi Sosial

Informasi sosial dapat menambah pengetahuan individu. Walaupun individu mempunyai tingkat pendidikan menengah, namun selalu menerima informasi positif dari media sosial atau dari mulut ke mulut juga dapat menunjang pengetahuan individu. Pengetahuan merupakan suatu hal yang dapat menjadi penguasa ini diartikan sebagai pengetahuan dapat memberi seseorang kemampuan guna untuk mendapatkan sesuatu yang menguntungkan bagi dirinya. Informasi merupakan data

yang dapat di jadikan sesuatu yang berguna pagi yang menerimanya jika telah diolah.

Dan juga berguna untuk mengambil keputusan yang positif untuk sekarang dan dimasa depan. Informasi juga bisa mengungkapkan kejadian yang benar-benar terjadi di dunia yang dapat dimanfaatkan dalam pengambilan keputusan.

Informasi merupakan pesan maupun info yang terdapat pada berita maupun tulisan yang dipublikasikan atau disiarkan media massa. Dihubungkan pada lingkungan yang dapat menstimulus munculnya suatu kebutuhan.

Dikhususkan kepada individu yang dikaitkan pada media penampung informasi, oleh karena itu terdapat kebutuhan yang memungkinkan untuk dikemukakan, terdapat beberapa yang diusulkan oleh Katz, Gurevitch, dan Haas yaitu:

1. Kebutuhan kognitif.

Ini sangat berhubungan pada kebutuhan guna memperkuat informasi, pengetahuan dan pemahaman seseorang akan lingkungannya. Kebutuhan ini berdasarkan dengan gejolak individu guna memahami ataupun berkuasa di lingkungannya. Selain itu, kebutuhan ini bisa menguntungkan untuk gejolak individu hingga sampai ketingkat tertinggi.

2. Kebutuhan afektif.

Kebutuhan efektif dapat dihubungkan pada pengetahuan estetis, sesuatu yang bisa membuat senang, dan memunculkan pengalaman emosional. Untuk itu terkadang beberapa media selalu menjadikan alat guna mendapatkan kesenangan dan hiburan, misalnya orang membeli radio, televisi, dan menonton film, yang dilakukan untuk mendapat kesenangan.

3. Kebutuhan integrasi personal (personal integrative needs).

Ini dihubungkan pada penguatan kredibilitas, kepercayaan, stabilitas, dan status seseorang. Kebutuhan ini datangnya dari gejolak individu untuk meningkatkan harga diri.

4. Kebutuhan integrasi sosial (social integrative needs).

Kebutuhan ini berhubungan untuk menguatkan kekerabatan antar keluarga, teman, dan orang lain di dunia. Kebutuhan ini berdasarkan dari gejolak individu untuk bergabung atau berkelompok dengan orang lain.

5. Kebutuhan berkhayal (escapist needs).

Ini dihubungkan untuk kebutuhan melarikan diri, melepaskan ketegangan, dan gejolak mencari hiburan dan pengalihan.

Menurut penelitian Jungmann, M. S., & Witthoft, M. (2020), bahwa Gyberchondria Pandemic (yaitu pencarian informasi online yang berlebihan) menunjukkan korelasi positif dengan kecemasan akan adanya virus covid 19 saat ini (r = 0,9 – 4,8), sejalan dengan yang dipaparkan oleh Ahmad, A. R., & Murad, H. R.

(2020) bahwa media sosial memiliki dampak yang signifikan pada penyebaran ketakutan dan kepanikan yang berhubungan dengan Covid-19. Hal tersebut dapat dikatakan bahwa semakin tinggi pengetahuan yang dirasakan akurat oleh seseorang tentang Covid-19, maka pada saat yang sama, mereka menunjukkan kekhawatiran yang lebih tinggi tentang Covid-19 untuk keluarga mereka (Germani, A., Buratta, L., Delvecchio, E., & Mazzeschi, C. 2020).

Dalam dokumen Skripsi. Oleh : HASRIDAH NIM : (Halaman 61-65)

Dokumen terkait