3. Sarana yang berhubungan dengan negara seperti zakat dan penghasilan negara di luar zakat
{Q.€t ..Lctha.w..i.. 1995:170-1).
18
Imam Syaf'i melihat zak.at sebagai suatu kewajiban yang berkaitan dengan harta dimana pemiliknya tidak boleh mengutakatiknya. Si mi:skin dianggap berserikat dengan pemi
l i k harta dan mempunyai hak seukuran zakat. Jika si pemilik menjual harta zakat yang sudah lewat satu tahun sebelum mengeluarkan zakatnya, batallah jual beli seukuran zakat i tu. Walaupun orang miskin i tu meninggal dunia sebelum ia menerima zakat. bagiannya akan diberikan kepada ahli waris
nya. Zakat merupakan suatu kewajiban atau utang yang di.be
bankan kepada orang-orang kay a untuk diberikan kepada kaum lemah yang berhak. Zakat merupakan utang yang harus diprio
ritaskan pembayarannya, dilemenakan merupakan hak Allah.
kaum miskin dan masyarakat secara keseluruhan. Zakat tidak gugur dengan meninggalnya pemilikan harta, dan harus tetap dikeluarkan dari peninggalan almarhum walaupun "iii tidak mewasiatkannya. menunaikannya didahulukan daripada berbagdl kewajiban atau utang yang lain {Al Qardhawi. 199~~;.~~9-.tQ~J.
t<1uhammad bin Ahmad Ash-Shalih
LL2.92;Jl§l
melihat b·:, .. ,., ketentuan zakat yang menjamin hak fakir m:isk:i "I da.;"; hai\orang-orang yang membutuhkan bantuan dapat menumbuhkan suasana tentram dan damai. Seorang faki r yang tido3k dapa t mencukupi kebutuhannya melihat bahwa pada harta orang j"aya ada jaminan s05io3l baginya, Si fo3ki r tidak akan bebr'uat jahat te,"hadap harta orang kaya. karena paham jika orang
orang kay a tersebut menjadi miskin seperti dia maka tidak
ada yang InE;("ljafTIin kehi.:i\lp.:;;n orang-ornag miskin.
Seb':lga.imana t.elall diuraikan dlam kajian putai<a (pada bab II). ditetapkan si<'lpa saja yang berhak mendapatkan zakat yang dibagi dalam
8
(delapan) bagian yang terdiri atas duatipe manusia. yakni
1. tipe pertama. mereka yang mendapatkan jatah dari zakat kal-ena I'nembutuhkannya. Mereka mendapatkannya sesuai dengan keperluanny,\, b,Hlyal, a tal/pun sedi ki t . sepe r t i
f.J.kir mi.skin, lIn1~uk inerr.enJekakan hamba sahaya. dan ibnu s.'3.bi 1.
2. tipe k<?'clua, rrlc~n~k.;\ Y.,lng rllendapat bagian karena pertimba
ngan j,5l'::;;;~ dan HI:,nf;L:tt, ~:,eper'ti pengumpul zakat (amil), muallaf, ot-an~J y"'n~~ ber'hutang, dan mereka yang berjuang d i j a 1 a r 1 All a h LQ!:l.T':!. h.~t\'J1, ._12,2,~_:.l.Q..§.1.
Muh<'@iTl3.d bin Ahmad Asil-Shalih i1997:81-2~. berpenda
pat perIl! l1lembatasi penua]ol<asian harta zakat pada kelornpok
kelompok y,,\ng te r tara ·::L'11am aya
t.
dengan beberapa alasan : 1. merupakan penafsiran yang diterima (maqbul)2. harta zakat hanya sabagian keeil saja dari harta kekayaan asaI, bid2.,:,nya 2,5% dL311 1/10 .,':ltc,u 1/20 dari hasil tanam.
Kelornpo\, yang mendiipat bagian juga terbatas. jika disa
lurkan pc'\da tempat ] :dn b€H'at,ti mengabaikan hak kelompok
i ,Ina !n(:!llIperkuat ikatan kaum muslim.
:J
i ka t. r .JiH:,;pc\t'dns i c!dl am penuarnbi Ian dan pengalokasianlakat ~;{~lnakin
ter"ikdt,
rna~;a akan semal·dn kuat rasa cinta dan hub'_mgan se~;aflla musl im. Jadi ta tkala seorang musl im tergoda untuk berbuat jahat kBpada muslim yang lain, ia akan te~ingat dengan kebaikan muslim tersebut.4. zakat morupakan sarana untuk berbuat kebaikan. Jika ia bersi fa
t
umum, urnUm !<.Bwaj i ban penguasa untuk melaksanakannya.
Peran zakaL dalam ~,ehidup<-ln p,ibadi dan masyarakat muslim akan serndki.n terlibat manakala pengalokasiannya tidak keluar dari kelornpuk yang telah di tetapkan. Jika berubah menjadi suatu kepelltingan umum. maka ikatan antara makna ibadah yang ada dal"un pelaksanaan z.ska t dengan ukhuwah yang merupakan hikmah dari pensyari' aLau zak.::!t akan terputus. iAsh-Shalilh
12.S!L:
$~) .PotL;f'lSi. zal<,~t. jd!1~J terpendam dari umat Islam yang besar jurnlahnya. mendorong para ahli untuk memanfaatkan sebagai jalan dalam menaentas kemiskinan. Zakat dapat diha
rapkan berfungsi mampu membangun usaha-usaha produktif bagi kepent i nga 11 0 tElIlg-Or"<Jn;J misl<i n dan lemah. Sekurang-kurangnya zakat dapat mengurangi kesenjangan kaya miskin (norrowing the gap) menutupi kf'!misld.nan (clossing the gap) f~_aeflJddill.lL 1990.:....'11. N;unun sG!Jali~;nya A'::;h-Shalih berpendapat bukan tugas dan tuj U..ln Z .3.k::.
t.,
untuk men,j'5:lk;:; tkan tingka tan pe rekonomian masya rak;,: t" 7 ak;:It
11<'1n:,id un tul<: 1n('Jmenuhi kebutuhan pokok parafa1< i r HI i s k.l n (A~:. h.:
kepada individu. Zakat bukan sekedar kemurahan individu.
melainkan suatu sistem Lata sosial yang dikelola olsh negara melalui ap2u-at tersendiri. Aparat ini mengatur semua perma
salahannya) mulai d2,r"i penfJurnpulannya dari para wajib zakat d.3,n pend is tri bll~,i,3. nnya k,epada me reka yang berhak 1Jli:\trdtlawi.
1995: 106-71 .
--'~ ~-.-~-.--~~
Daldlll kaj ian 11ukum Islam terdapat beberapa dasar tentang tanggung jawab negara dalam mengumpulkan zakat, baik dalam AI-Qur'an rnaupun Sunnah Nabi. Dalil yang terkuat muallaf yi.1l1g fiibujuk IJai:inya, t.mtuk (memerdekakan) buda/-" orang-orang ,/ang berhutang. untuk jalan Allah dan orang-orang yang sedang c!31am perjalanan. sebagai sesua
tu k.etc.·d:L,,",an Yc:if1') di~'IId.iibkan Allah; dan Allah Maha IIlLmg{}L,hui ld9i Ndl", Bij~"< and. JJ7.$_"-....8.!-I~_UQ~!1~6Q2.
nya carnpur tafl9an peme
('1
ntah dalarn rnemungut dan membayarkan zakat. Ketik<'l k:IUi t1uh",/iifrldd mengirim I"lu'adz bin Jabal ke Yarnan, boliau bersabdaAbbas) .
Hadits lain yang memerintahkan adanya pemungut zakat, ialah hadits yang dirawikan dari Jabir bin 'Atik r.a, bahwa Nabi bersabda :
"Akan da tang kepada ka1ian para penunggang unta yang tidak disenangi. 8i1a mereka datang kepada ka1ian, sambut1ah d,:1n bt:'ri1ah kebebasan kepada mereka untuk mendapatJ.:an afX.1 yang mc~reka inginkan. 8i1a mereka berlaku adil. ma~.d i ttl b.'lik untuk diri mereka sendiri.
Jika mereka berl,S,h;u curang. mer-aka <::ekan manerima sank
si. Kasempur na.3.rJ Zd,l(a
t
ka 1ian adalah kesanangan mereka dan biarkanlah Iilcro!,~"i mendoakan ka11:-.n (HR. Abu Daud).mengelola zakat adalah pemerintah. Pemerintah memungutnya dari wajib zakat dan memb2gikannya kepada yang berhak
Gund n,Blnahami pola pengulilpulan dan penyaluran zakat dalam HukuI'" Islam, maka periu di telusuri pola pengumpulan zakat scj"'lk zanlan Nabi Muh(·.fl1lflad. Hal ini dikarena untuk mernahami :::uf)llah Ndbi l.enLH)~J pengumpulan dan penyaluran
zctkat.
N:: bi !'Iuha:lliltac! ITi ,:;rlgdn<;Jka t petugas yang di utus kedusun
du~;un I} untuk nL~ilcdL".t, IlIf:'ngumpulkan, untuk selanjut
nya d i ba\.:J i .. i kepadE; yang L'~:~ r hak menerimanya. Rasul hanya membe f'i kdn laka L !\f:1p,.vLI orang"or'ang yang bel iau ketahui benar-benal' berhal<. mcner-imanya. Dalam suatu hadits nabi disebutk':ln !:.:·.':'.r·WJE\ ~::d,,:\ L l.i.d.:>!,; diperuntukan bagi orang yang kaya dan cn;;u)o yanD kuat. y;:~ng mempunyai pel{erjaan yang
menghasi 11<,2n nafkah Dalam masa pemerintahan Umar bin Khattab, akumulasi dan distribusi zaka t telah rnengernbanshan bentuk bai tul maal atau semacam perbendah,3.raan nt~gara dongan rnenajemen yang rapi yang menga
tur pendapdt.Hn d<'ll\ pel't9EJ1uaran keuangan negara. Uang yang terkumpul bukan hanya dal-i zakat tapi dal~i pendapatan yang lain dan dipakai set~gai dana pembangunan 3gama.
Z3ka t pada. masa ckdlul U 1I1empunyai dewan sentral berke
dudukan
di
Ibukota (pusat negara), ditempat kediaman Khalifah. Sedang dikota-k,)ta kecil ditempat kedudukan wali (gubernur), Elmi r. diadakan cabang-cabangnya" Penghasi lan
penghasi Ian da r' i pengumpulan zaka t di belanjakan untuk keper
Iuan temp", t-tl~mp;~ L pell'Ju
ti
pan dan yang lebi h dari keperl uan masi ng-mas i ng temp;'I t c! i pusa tkan ke sentral .(Ash-Shiddiegl!...,..!.<t2.<L:
p~l"untuk menangani pengelolaan zakaL ItlUnginqdt ar'Li P':::!ltin<j rakat untuk masyarakat, karena
nya h..:H"U<:::· cliulus d.',n diatl.lI~ f.lela\(sanaannya oleh pemerintah.
Keharusan ini berdasarkan ketent.uan Surat At-Taubat ayat 103. Da L.ifll aya t i ni di pt~r"in tahkan 01 eh Allah kepada Nabi Muhammad untuk mengambil z.ak.::!t yang pada saat i t u berkedudu
kan juga <~eb.]gai l<ep('\:a pemnr'intahan. Hal i n i menunjukkan bahwa penguasa harus ikut serta. dikarena tanpa adanya kekuasaan tidak rnungld II bel'tindak mengambil bagian dari harta kek",yaan or'.::\ng lail) dengan tertib dan teratur.
(S1101eh, 1965:26). l{(:JP·~la negdr'8 berhak menuntut pelaksanaan zaka t d.,~,'
1.
oranfJ-orc,rJ~J yang berkewaj iban(Al.:::R.lJ!cjawi.1926.;.215)
Ahmad Azha,~ Basyir 1.1984:22-40) melihat ada empat keuntungan apabila zakat dipungut oleh negara. yaitu :
a. Hak orang-orang fakir miskin atas harta orang-orang kaya akan lebih terjarnin. sebab orang kaya sebagai manusia ser'ing mengalallii p,;',saf'lU surut dalam kedisiplinan dalam menunaikan zakatny.;... Kecenderungan untuk melarikan d i r i
dari kewaj i b':lIl kad~ng"kadctng t imbul • apabi 1a di rasakan bdhw<3.!.2lk::!t. yan9 ,:lil,eluc~rkan tE:!rnyata mencapai jumlah
b. Fdl<ir rr.:;3kin yang ;m)I181'irna haknya melalui negara akan merasa Isbih
terhormat. tidak
perlu menyembunyikan muka.tidak ~.'operti
orang
lI11nt.:',"lI!inta kepada o,-ang kaya.c. ApAbila pembagian ~akat dilakukan perorangan. besar me
mungk:i 1"1,\1) akan mon:).dami kekacauan. Beberapa orang kay a rnungk in fnE:fnber i kan kepada seorang faki r. sedang lTIungkin acla (H'.'l ')0 1ai n yan~J ().3hkFi f ) t.idak mene rima pembag ian sarna sekal.i.
{'pabila zakd:
dir:;\Hl9ut negara. pernbagian akan 1ebih tE!t'tib.bukan perorangan. tetapi
r)jLiIJab}.
Untuk mengetahuid,3f1g.o\fl :),.,::;
t.
i :,::,(:)L,e "";(,:.} . .\ besz\ t" kepenti ngan umum harus dipenuhi da