• Tidak ada hasil yang ditemukan

Economic Value Added

Dalam dokumen Skripsi_1.doc 223KB Mar 29 2010 04:41:44 AM (Halaman 26-34)

Pendekatan yang lebih baru dalam penilaian saham adalah dengan menghitung Economic Value Added (EVA) suatu perusahaan. Istilah

Economic Value Added (EVA) pertama kali dipopulerkan oleh Stern

Steward Management Services, sebuah perusahaan konsultan di Amerika Serikat. Model EVA merupakan salah satu pengukur kinerja yang mengukur nilai tambah (added value) yang dihasilkan perusahaan kepada investor (shareholders).

a. Keunggulan dan Kelemahan EVA

Keunggulan EVA menurut Mirza (1997 : 68) adalah :

1. EVA memfokuskan penilaiannya pada nilai tambah dengan memperhitungkan biaya modal sebagai konsekuensi investasi. 2. Perhitungan EVA relatif mudah dilakukan, hanya yang menjadi

persoalan adalah perhitungan biaya modal yang memerlukan lebih banyak data dan analisa yang lebih mendalam.

3. EVA dapat dipergunakan secara mandiri tanpa memerlukan data pembanding seperti standar industri atau data perusahaan lain. Sedangkan kelemahan EVA (Mirza : 68) adalah :

1. EVA hanya mengukur hasil akhir, konsep ini tidak mengukur aktivitas-aktivitas penentu seperti loyalitas.

2. EVA terlalu bertumpu pada kenyakinan bahwa investor sangat mengandalkan pendekatan fundamental dalam mengkaji dan mengambil keputusan untuk membeli atau menjual

saham-saham tertentu, padahal faktor-faktor lain terkadang justru lebih dominan.

3. Konsep EVA sangat dependen terhadap transparansi internal dalam perhitungan EVA secara akurat.

Langkah-langkah untuk menghitung EVA adalah sebagai berikut: 1) Menghitung biaya utang (kd)

Kd = biaya bunga/total hutang

Untuk menghitung biaya hutang perlu untuk mempertimbangkan pajak sehingga diperoleh :

Kd = (1-t)kd

T = tarif pajak yang berlaku

2) Menghitung biaya modal saham (cost of equity)/ke

Ke = Rf + β (Rm - Rf) Keterangan :

Rf : tingkat suku bunga β : beta saham

Rm : return market

3) Menentukan struktur modal di neraca

 Menentukan proporsi utang terhadap total utang dan ekuitas

Wd = (total utang / jumlah utang dan ekuitas) x 100%

 Proporsi ekuitas terhadap total utang dan ekuitas

4) Menghitung biaya modal (c)

Menggunakan pendekatan Weighted Average Cost of Capital

(WACC)

WACC = {kd x Wd} + {ke x We}

Setelah menghitung WACC diperlukan untuk menghitung biaya modal yang dirumuskan:

Biaya modal = WACC x jumlah modal 5) Menghitung EVA

EVA = laba setelah kena pajak – biaya modal Atau

EVA = NOPAT – Biaya modal

Jika dua perusahaan memiliki utang yang berbeda, dan juga perbedaan jumlah pembayaran bunga, perusahaan tersebut memiliki kinerja operasi yang sama tetapi berbeda pada penghasilan bersih atau

net income, maka perusahaan dengan lebih banyak utang akan

memiliki net income yang lebih kecil. Tampak bahwa walaupun angka

net income merupakan indikator keuangan yang penting namun angka

tersebut tidak sepenuhnya mencerminkan kinerja sesungguhnya dari operasi perusahaan/efektifitas kerja manajer dan karyawannya. Untuk dapat melakukan evaluasi kinerja manajer secara lebih baik maka dimunculkan suatu formula yaitu laba operasi bersih setelah pajak atau

laba perusahaan tersebut tidak memiliki utang dan tidak memiliki aset finansial (Agus Sartono, 2001:100).

Langkah-langkah perhitungan EVA dapat dijelaskan pada tabel berikut:

Langkah Keterangan

1. Ongkos Modal Hutang (kD)

a. Beban Bunga

b. Jumlah hutang jangka panjang

c. Bunga (%)

d. Tingkat pajak perusahaan e. Faktor koreksi (1-t) f. Ongkos Modal Hutang 2. Ongkos Modal Saham

a. rf (tanpa resiko) b. Beta

c. rm (tingkat bunga pasar) d. Ongkos modal saham (kE) 3. Struktur Modal

a. Hutang jangka panjang b. Modal saham

c. Jumlah Modal d. Komposisi hutang e. Komposisi Modal Saham

4. Ongkos Modal Rata-Rata Tertimbang (WACC) a. WACC

5. Economic Value Added a. Laba sebelum pajak b. Beban Bunga

c. Laba sebelum bunga dan pajak d. Beban pajak

e. Ongkos Modal Tertimbang

Laporan Laba/Rugi Lihat neraca (1a) / (1b) Diketahui (1-(1d)) (1e) x (1c) Diketahui Diketahui Diketahui (2a)+(2b)x{(2c)-(2a)} Lihat neraca Lihat neraca (3a) + (3b) (3a) / (3c) {1 - (3d)} (3d)x(1f) + (3e)x(2d)

Laporan Laba Rugi Laporan Laba Rugi (5a) + (5b)

Lihat laporan laba rugi (4a) x (3c)

Kriteria penilaian perusahaan berdasarkan nilai EVA adalah sebagai berikut:

 EVA < 0

Nilai perusahaan berkurang akibat tingkat pengembalian yang dihasilkan lebih rendah dari tingkat pengembalian yang diharapkan penyedia dana (investor). Dengan kata lain, tidak ada nilai tambah pada perusahaan tersebut karena laba yang tersedia tidak memenuhi harapan-harapan penyedia dana terutama pemegang saham.

 EVA = 0

Perusahaan secara ekonomis berada dalam keadaan ”impas” karena semua laba yang tersedia telah digunakan untuk membayar kewajiban kepada penyedia dana, baik kreditor maupun pemegang saham.

 EVA > 0

Tingkat pengembalian yang dihasilkan perusahaan lebih besar daripada tingkat biaya modal atau tingkat biaya yang diharapkan investor atas investasi yang dilakukannya. Keadaan ini juga menunjukkan bahwa perusahaan telah berhasil menciptakan nilai bagi penyedia dana karena telah berhasil menciptakan nilai bagi penyedia dana karena telah memaksimumkan nilai perusahaan.

b. Biaya Modal (cost of capital)

Konsep biaya modal tidak terlepas dari perhitungan EVA. Biaya modal adalah semua biaya yang secara riil dikeluarkan oleh perusahaan dalam rangka mendapatkan sumber dana baik yang berasal dari hutang, saham preferen, saham biasa, maupun laba ditahan untuk membiayai investasi perusahaan. Konsep biaya modal hanya relevan untuk keputusan jangka panjang yang menyangkut masalah keputusan investasi pada aktiva tetap atau masalah capital budgeting.

Komponen sumber dana yang digunakan dalam analisis cost of

capital adalah beberapa permanent investment, yaitu :

1. Biaya hutang (cost of debt)

Biaya hutang adalah besarnya tingkat keuntungan yang diminta oleh investor. Besarnya tingkat keuntungan ini sama dengan tingkat bunga yang menyamakan present value penerimaan di masa datang dan pembayaran pokok pinjaman. (Sartono, 1996:222)

2. Biaya saham preferen (cost of preferred stock)

Biaya saham preferen yang dimaksud di sini adalah biaya sebesar tingkat keuntungan yang diisyaratkan oleh investor saham preferen (Sartono, 1996 : 221). Biaya modal saham preferen adalah gabungan hutang dan saham biasa, saham preferen membebani kewajiban tetap kepada perusahaan untuk melakukan pembayaran secara periodik.

3. Biaya modal saham biasa (cost of common stock)

Saham biasa adalah surat bukti kepemilikan perusahaan yang tidak memiliki hak-hak istimewa seperti saham preferen.

Perhitungan cost of capital dipengaruhi oleh komponen pajak. Pengaruhnya terhadap komponen sumber dana adalah :

1. Untuk cost of debt, karena bunga dibayar atas dasar sebelum pajak, maka perlu dilakukan tax adjusment.

2. Untuk cost of preferred dan common stock tidak perlu

diperhitungkan, karena dividen dibayar setelah laba dipotong pajak. Biaya modal suatu perusahaan tidak hanya tergantung dari biaya hutang dan pembiayaan ekuitas tetapi juga seberapa banyak dari masing-masing komponen modal tersebut dimiliki dalam struktur modal. Hubungan ini digabungkan dalam biaya modal rata-rata tertimbang

(weighted average cost of capital).

o Keterkaitan Economic Value Added terhadap return saham

EVA adalah ukuran keberhasilan manajemen perusahaan dalam meningkatkan nilai tambah (value added) bagi perusahaan. Asumsinya adalah bahwa jika kinerja manajemen baik/efektif (dilihat dari besarnya nilai tambah yang diberikan), maka akan tercermin pada peningkatan harga saham perusahaan. EVA dihitung dengan mengurangkan keuntungan operasi perusahaan dengan biaya modal perusahaan, baik untuk biaya utang (cost of debt) maupun modal sendiri (Cost of equity). Biaya modal perusahaan sangat dipengaruhi

oleh hubungan antara risiko (risk) dan tingkat pengembalian (return), dimana semakin besar risiko yang ditanggung oleh investor semakin tinggi pula tingkat pengembalian yang dikehendaki.

EVA mampu menghitung laba ekonomi yang sebenarnya atau true

economic profit suatu perusahaan pada tahun tertentu. EVA

memberikan pengukuran yang lebih baik atas nilai tambah yang diberikan perusahaan kepada pemegang saham. Oleh karena itu manajer yang menitik beratkan pada EVA dapat diartikan telah beroperasi pada cara-cara yang konsisten untuk memaksimalkan kemakmuran pemegang saham. Dengan demikian EVA merupakan salah satu kriteria yang lebih baik dalam penilaian kebijakan manajerial dan kompensasi. Nilai perusahaan akan meningkat jika perusahaan membiayai investasi dengan net present value yang positif, karena net present value yang positif akan memberikan economic

value added kepada pemegang saham. Oleh karena itu, dengan

memberikan nilai tambah kepada pemegang saham maka dapat menarik investor untuk menanamkan sahamnya ke perusahaan. Banyaknya investor yang menanamkan sahamnya diharapkan berpengaruh terhadap meningkatnya harga saham yang diikuti dengan peningkatan return saham kepada pemegang saham. Maka, diharapkan hubungan economic value added dengan return saham berpengaruh positif.

Dalam dokumen Skripsi_1.doc 223KB Mar 29 2010 04:41:44 AM (Halaman 26-34)

Dokumen terkait