Tugas Praktik
2. Efek Blur pada Sebagian Gambar dengan Photoshop CS
Efek blur pada Adobe Photoshop CS2 adalah salah satu ilter yang sering
dipakai untuk mengubah foto menjadi lebih artistik. Dapatkah Anda menampil- kan efek blur pada sebuah gambar dalam program Adobe Photoshop CS2? Pelajari langkah-langkah berikut agar Anda memahaminya lebih mendalam.
a. Langkah 1
Bukalah sebuah gambar dengan Photoshop CS2.
b. Langkah 2
1) Buatlah seleksi pada gambar model
Diskusi .
Buatlah kelompok belajar dengan anggota maksimal orang, kemudian diskusikan permasalahan di bawah ini.
Jelaskan perbedaan sistem kerja program aplikasi CorelDRAW 12 dan Adobe Photoshop CS2! Presentasikan hasil diskusi kelompok Anda di depan kelas.
2) Kemudian tekan tombol Ctrl + J atau bisa juga dengan klik menu Edit > Copy dan Edit > Paste.
3) Setelah gambar diseleksi, maka tidak langsung dapat Anda beri efek blur, tapi dilanjutkan dulu dengan langkah-langkah berikut ini.
c. Langkah 3
Buatlah duplikat layer background. Caranya adalah dengan memilih layer background, kemudian menekan Ctrl + J, atau menarik nama layer ke arah ikon create a new layer di palet layer.
d. Langkah 4
Pada layer background copy (hasil duplikat layer background), berilah efek blur. Caranya adalah pilih menu Image > Blur > Gaussian Blur.
e. Langkah 5
Untuk membuat agar ada sisi yang tetap jelas, maka Anda dapat mengklik ikon Add Layer Mask.
Kemudian pilih gradient tool, pilih warna gradient merah-putih, pilih jenis gradient linear, dan terapkan gradient tersebut pada gambar (buat arah gradasi seperti pada gambar di bawah ini).
Hasil akhir dari langkah-langkah di atas adalah gambar sudah menjadi tertutup sebagian.
Contoh soal:
Bagaimanakah cara membuat efek kartun dengan program aplikasi Adobe Photoshop CS2?
Jawab:
Untuk dapat membuat efek kartun, sebelumnya harus lebih dulu memahami penggunaan palet layer, pembuatan garis dan shape dengan Pen tools, dan pemilihan warna. Selain itu, jika mempunyai pengetahuan tentang anatomi wajah/tubuh manusia, akan merupakan sebuah ketrampilan tambahan yang berguna. Berikut ini disajikan langkah-langkah membuat efek kartun dengan Adobe Photoshop CS2.
Langkah pembuatan trace pada foto
Langkah 1
Langkah 2
Karena kondisi foto ini terlalu gelap, maka agar lebih nampak perbedaan antara daerah gelap dan terangnya, maka diatur dulu pewarnaannya menggunakan Image > Adjustment > Shadow Highlights.
Langkah 3
Duplikat layer background ini agar Anda mempunyai cadangan foto yang asli. Cara untuk menduplikat ini bisa dengan Ctrl + J atau dengan menarik nama layer ke arah ikon Create New Layer.
Langkah 4
Pilih menu Image > Adjustment > Posterize. Isikan nilai yang kecil, misalnya 4. Tujuan langkah ini adalah untuk mengurangi jumlah warna yang digunakan.
Langkah 5
Duplikat lagi layer foto yang sudah diposterize ini. Ubah blending option men- jadi Darken.
Pilih menu Filter > Blur > Gaussian Blur. Atur nilai Radius secukupnya, sam- bil melihat gambar aslinya (jangan melihat gambar preview pada kotak dialog Gaussian Blur). Tujuan langkah ini adalah untuk membuat agar muncul per- batasan yang lebih tegas pada tiap warna yang ada.
Langkah 6
Sekarang, Anda mulai langkah pembuatan layer untuk melakukan trace. Buatlah sebuah layer baru dengan cara melakukan klik pada ikon Create a new layer (pada gambar berikut ditandai dengan lingkaran bawah). Kemudian, ubahlah nilai opacity pada layer ini hingga 0% (ditandai dengan lingkaran atas).
Langkah 7
Pilih Pen tools pada toolbox Photoshop (lingkaran pada gambar paling bawah).
Kemudian, lakukan pengaturan pada option bar. Pilihlah ikon Shape layers (gambar lingkaran atas paling kiri). Klik ikon segitiga geometri option (gambar
lingkaran atas tengah), kemudian beri tanda cek ( √ ) pada pilihan Rubber
Band. Di sebelah kanan dari pengaturan tersebut, terdapat beberapa ikon lagi (gambar lingkaran atas paling kanan).
Langkah 8
Buatlah bentuk shape menggunakan Pen tool. Buatlah mengikuti bentuk wajah pada foto.
Buatlah garis path ini melingkar hingga menyambung dari titik awal sampai akhir, sehingga terjadi sebuah bentuk bangun.
Langkah 9
Ulangi langkah ke-6 dan ke-7, namun kali ini buatlah bentuk shape pada area warna yang lain. Setiap bentuk shape dibuat pada sebuah layer baru.
Jumlah bentuk shape yang dibuat dibatasi antara 2 sampai 4 warna saja.
Langkah 10
Ubahlah nilai opacity pada layer-layer shape yang sudah Anda buat tadi. Opacity dibuat hingga 100%, sehingga tampak foto tertutupi oleh warna- warna. Untuk mengubah warna pada setiap layer shape, lakukan dengan cara melakukan klik 2 kali pada thumbnail layernya. Selanjutnya, pilih salah satu warna.
Ubahlah setiap warna pada semua bagian wajah tersebut.
Saat membuat bentuk shape pada area warna yang lain, jika ada layer yang menutupi sehingga kita kesulitan untuk menentukan bentuk shape, maka untuk sementara ikon mata pada layer yang menutupi bisa dimatikan dulu atau dikurangi dulu opacitynya.
Kemudian, ulangilah lagi membuat bentuk shape pada semua bagian tubuh, hingga keseluruhan foto tertutup oleh bentuk-bentuk shape.
Pada bagian mata dan bibir, karena bagian ini termasuk bagian pokok dalam mengenali wajah seseorang, Anda perlu mematikan dulu beberapa ikon mata pada palet layer. Sehingga Anda dapat membuat trace dengan melihat bentuk aslinya yang belum ter-posterize.
Untuk bagian jenggot, gunakan Brush tool berukuran kecil yang disapukan pada gambar dengan pengaturan Brush preset Scattering.
Langkah 11
Untuk membuat latar belakang pada foto, buatlah sebuah layer baru yang diletakkan pada urutan sebelah bawah dari bentuk-bentuk shape tersebut. Layer baru ini dapat diisi warna sesuka Anda dengan memilih menu Edit > Fill.
Diskusi .
Buatlah kelompok belajar dengan anggota maksimal orang, kemudian diskusikan per- masalahan berikut!
1. Bagaimana cara membuat kartu nama dengan mencantumkan foto melalui program
aplikasi Photoshop CS2?
2. Bagaimana membuat efek agar kartu nama tersebut nampak indah!
Presentasikan hasil diskusi kelompok kalian di depan kelas!
Mari Berlatih .
Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan tepat!
1. Sebutkan langkah-langkah membuat layer background menjadi layer biasa!
2. Sebutkan macam-macam tipe layer!
3. Jelaskan cara membuat layer background menjadi layer biasa!
4. Sebutkan macam-macam tool yang digunakan untuk mewarnai area dalam kanvas!
5. Jelaskan yang dimaksud dengan teknik seleksi!
Warna tidak harus putih, Anda juga dapat menggunakan warna-warna lain, misalnya dengan Gradient Tools seperti berikut.
Jika semua gambar akan dijadikan satu, bisa dilakukan dengan memilih menu Layer > Flatten Image.
Selamat mencoba pembuatan efek kartun dengan kreasi Anda sendiri.
Sejarah dan Perkembangan Desain Grais
Desain grais berkembang pesat seiring dengan perkembangan sejarah peradaban
manusia saat ditemukan tulisan dan mesin cetak. Perjalanan desain dan gaya huruf latin mulai diterapkan pada awal masa kejayaan kerajaan Romawi. Kejayaan kerajaan Romawi di abad pertama yang berhasil menaklukkan Yunani, membawa peradaban baru dalam sejarah Barat dengan diadaptasikannya kesusasteraan, kesenian, agama, serta alfabet Latin yang dibawa dari Yunani. Pada awalnya alfabet Latin hanya terdiri dari 21 huruf: A, B, C, D, E, F, G, H, I, K, L, M, N, O, P, Q, R, S, T, V, dan X, kemudian huruf Y dan Z ditambahkan dalam alfabet Latin untuk mengakomodasi kata yang berasal dari bahasa Yunani. Tiga huruf tambahan J, U, dan W dimasukkan pada abad pertengahan sehingga jumlah keseluruhan alfabet Latin menjadi 26.
Ketika perguruan tinggi pertama kali berdiri di Eropa pada awal milenium kedua, buku menjadi sebuah tuntutan kebutuhan yang sangat tinggi. Teknologi cetak belum ditemukan pada masa itu, sehingga sebuah buku harus disalin dengan tangan. Konon untuk penyalinan sebuah buku dapat memakan waktu berbulan-bulan. Guna memenuhi tuntutan kebutuhan penyalinan berbagai buku yang semakin meningkat serta untuk mempercepat kerja para penyalin (scribes), maka lahirlah huruf Blackletter Script, berupa huruf kecil yang dibuat
dengan bentuk tipis-tebal dan ramping. Eisiensi dapat terpenuhi lewat bentuk huruf ini karena
ketipis tebalannya dapat mempercepat kerja penulisan. Disamping itu, dengan keuntungan bentuk yang indah dan ramping, huruf-huruf tersebut dapat ditulisakan dalam jumlah yang lebih banyak diatas satu halaman buku.
Berikut ini adalah peristiwa-peristiwa penting dalam sejarah per-kembangan desain grais.
Johannes Gutenberg (1398-1460) menemukan teknologi mesin cetak yang bisa digerakkan pada tahun 1447 dengan model tekanan menyerupai disain yang digunakan di Rhineland, Jerman untuk menghasilkan anggur. Ini adalah suatu pengembangan revolusioner yang memungkinkan produksi buku secara massal dengan biaya rendah, yang menjadi bagian dari ledakan informasi pada masa kebangkitan kembali Eropa.
1. Tahun 1851, The Great Exhibition
Diselenggarakan di taman Hyde London antara bulan Mei hingga Oktober 1851, pada saat Revolusi industri. Pameran besar ini menonjolkan budaya dan industri serta merayakan teknologi industri dan disain. Pameran digelar dalam bangunan berupa struktur besi- tuang dan kaca, sering disebut juga dengan Istana Kristal yang dirancang oleh Joseph Paxton.