• Tidak ada hasil yang ditemukan

Efektifitas manajermen karir

Dalam dokumen BUKU MSDM PRI MARNIS (Halaman 191-200)

MANAJAMEN KARIR

3. Efektifitas manajermen karir

4. Modal manajmen karir

a. Pengertian Karir

Sebelum manajemen karir dibahas, sangat penting untuk memahami terlebih dahulu apa yang disebut karir. Menurul Greenhaus (1987:5) terdapat dua cara pendekatan untuk memahami makna karir.

Pendekatan pertama memandang karir sebagai pemilikan (a property) dan/atau dari occupation atau organisasi. Sebagai contoh, karir di bidang hokum merupakan sebuah urutan dari beberapa tahapan dimana seseorang menjalankan beberapa kegiatan dan kemudian menduduki posisi tertentu yang bersifat berjenjang mulai dari peran sebagai mahasiswa fakultas hukum, menjadi pegawai magang di kantor hukum, menjadi anggota senior, menjadi hakim, dan akhirnya pensiun.

Dengan peridekatan pertama tersebut, karir dapat pula dilihat sebagai jalur mobilitas di dalam organisasi yang tunggal seperti jalur karir di dalam fungsi marketing

berikut ini: menjadi ‘sales representative, manajer produk, manajer marketing distrik, manajel marketing regional, dan wakil presiden divisional marketing dengan berbagai

macam tugas dan fungsi pada setiap jabatan.

Peridekatan kedua memandang karir sebagai suatu properti atau kualitas inidvidual dan bukan okupasi atau organisasi. Setelah setiap individu mengakumulasikan serangkaian jabatan, posisi dan pangalaman tertentu, pendekatan ini mengakui kemajuan karir yang telah dicapai setiap orang.

Berdasarkan kedua pendekatan tersebut, Greenhaus mendefinisikan karir sebagai pola pengalaman berdasarkan pekerjaan (work-related experiences) yang merentang sepanjang perjalanan yang dialami seseorang.

Greenhaus menambahkan bahwa work-related experiences secara luas dapat dirinci ke dalam objective events atau situasi seperti misalnya serangkaian posisi jabatan/pekerjaan, tugas atau kegiatan pekerjaan, dan keputusan yang berkaitan dengan pekerjaan (work-related decisions), intepretasi subyektif tentang peristiwa yang berkaitan dengan pekerjaan (work-related events) baik pada masa lalu, kini dan mendatang seperti aspirasi pekerjaan, harapan, nilai, kebutuhan dan perasaan tentang pengalaman pekerjaan tertentu.

Definisi karir tersebut meliputi elemen-elemen obyektif dan subyektif. Elemen obyektif berkenaan dengan kebijakan-kebijakan pekerjaan atau posisi jabatan yang ditentukan organisasi. Sementara elemen subyektif menunjuk pada kemampuan seseorang dalam mengelola karir dengan mengubah lingkungan obyektif (misalnya dengan mengubah pekerjaan/jabatan) atau memodifikasi persepsi subyektif tentang suatu situasi (misalnya dengan mengubah harapan).

Ditambahkan pula bahwa definsi karir seperti di atas tidak mensyaratkan bahwa peran pekerjaan seseorang

haruslah sebuah fungsi profesional, stabil dalam pekerjaan atau organisasi tertentu, atau selalu dikaitkan dengan karakteristik mobilitas ke atas (upward mobility). Sekalipun demikian definisi ini juga membenarkan adanya seseorang yang bekerja di dalam organisasi menganggap bahwa karir adalah mobilitas ke atas.

b. Manajemen Karir

Seperti konsep karir, pengertian manajemen karir juga dapat didefinisikan dalam berbagai bentuk. Greenhaus (op cit:7) mendefinisikan manajemen karir sebagai sebuah proses untuk mengembangkan, mengimplementasikan dan memonitor tujuan dan strategi karir individual.

Greenhaus menambahkan bahwa manajemen karir secara singkat dapat diuraikan sebagai proses dimana individu dapat:

1. Mengumpulkan informasi yang relevan tentang kemajuan dirinya dan dunia kerjanya;

2. Mengembangkan gambaran secara akurat tentang bakat, interes, nilai dan gaya hidup yang diinginkan sebagaimana juga tentang pekerjaan alternatif, jabatan dan organisasi;

3. Mengembangkan tujuan karir yang realistis berdasarkan informasi dan gambaran yang telah diperolehnya;

4. Mengembangkan dan mengimplementasikan strategi yang dirancang untuk mencapai tujuan;

5. Memperoleh umpan balik tentang efektifitas strategi dan tujuan yang relevan.

Sebagai kegiatan yang berkaitan dengan perencanaan SDM, kegiatan manajemen karir secara jelas digambarkan oleh Stoner (1995:250) seperti gambar 1. di bawah ini:

Gambar 1. Manajemen Karir dan Hubungannya dengan Perencanaan SDM (dikutip dari Stoner, 1995:250)

Perencanaan SDM Memadukan pasokan calon dengan jabatan yang tersedia

Peramalan Kebutuhan SDM Persyaratan SDM: Jumlah Keahlian Pekerjaan/Okupasi Kinerja Pengalaman Kebutuhan SDM SDM yang ada : Jumlah Keahlian Pekerjaan/Okupasi Kinerja Pengalaman Perencanaan dan pengembangan karir Perencanaan Karir (individual) Penilaian diri Konseling karir Pilihan pekerjaan Pilihan organisasi

Manajemen Karir (organisasi)

Rekrutmen

Seleksi

Penilaian kinerja

Pelat. & pengemb.

Pusat penilaian

Keahlian

Karir

Perencanaan suksesi

c. Efektifitas Manajemen Karir

Efektifitas manajemen karir tergantung sepenuhnya pada sikap (kesadaran) manajer untuk mengakui peran penting perencanaan dan pengembangan karir dalam upaya memuaskan kebutuhan individu dan organisasi. Jika manajer dan departemen SDM memiliki kesadaran yang tinggi dalam memenuhi kebutuhan jangka panjang organisasi, maka kesempatan karir dan peluang untuk program pelatihan dan pengembangan akan dibuka lebarlebar bagi seluruh pekerja.

Manajer dan departemen SDM dapat mencapai efektifitas manajemen karir dengan memberi pendidikan yang berkaitan dengan karir, petunjuk keahlian, konseling karir, peluang on the job training dan pilihan (opsi) karir yang tersedia, serta melalui publikasi program pelatihan dan pengembangan.

Dengan memberikan dukungan terhadap perencanaan dan pengembangan karir, manajer SDM dapat memperoleh sejumlah keuntungan seperti berikut ini:

a.Menyatukan strategi dengan permintaan stafing internal. bMengembangkan pekerja sedemikian rupa sehingga dapat dipromosikan.

c.Memfasilitasi penempatan pekerja.

d.Membantu menciptakan keragaman pekerjaan. e.Memperkecil perpindahan (turnover).

f.Memperoleh pekerja yang berpotensi. g.Memajukan pertumbuhan individu.

h.Mengurangi kesalahan dalam penempatan. i.Memuaskan kebutuhan individu.

d. Model Manajemen Karir

Dalam ilmu-ilmu sosial sebuah model dapat dipahami sebagai gambaran atau representasi dari sebuah kenyataan. Di dalam sebuah model terdapat seperangkat variabel yang saling berkaitan dalam pola hubungan tertentu sehingga realitas yang ada dapat dipahami secara rinci.

Model manajemen karir secara normatif dimaksudkan sebagai uraian tentang bagaimana seseorang dapat mengelola karirnya. Dalam hal ini tidaklah setiap orang harus mengelola karirnya, namun sejumlah kegiatan yang direpresentasikan di dalam model tersebut dapat mengarahkan pada outcome yang dikehendaki untuk setiap individu.

Greenhaus (op cit:18) telah mernbuat sebuah model siklus karir manajemen seperti dapat dilihat pada gambar 2. berikut ini:

Gambar 8.2. Model Sikus Manajemen Karir (dikutip dari Greenhaus, op cit. l8)

Jika dilakukan secara : tepat, eksplorasi karir dapat ditindaklanjuti dengan kesadaran diri dan lingkungan. Mariajer dapat memperoleh informasi tentang nilai, interes, bakat, pilihan pekerjaan, peiuang serta hambatan yang dihadapi dalam lingkungan kerja. (B)

Kesadaran yang semakin besar tentang diri individu dan lingkungan dapat membantu menajer untuk menetapkan pilihan tujuan yang hendak diraih. Tujuan dalam hal ini dapat diperoleh dari berbagai macam posisi

Eksplorasi Karir (A)

Kesadaran diri dan lingkungan (B)

Penetapan tujuan (C)

Penilaian karir (H) Umpanbalik kerja/ non pekerjaan Kemajuan menuju tujuan (F) Implementasi strategi (E) Pengembangan strategi (D) Informasi, Peluang dan Dukungan dari

yang tersedia. (C)

Penetapan tujuan yang realistis dapat memfasilitasi pengembangan (D) dan implementasi (E) strategi karir, yaitu rencana kegiatan yang dirancang untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

Implementasi strategi karir dapat menghasilkan kemajuan menuju tujuan karir yang telah ditentukan (F).

Kemajuan menuju tujuan dapat dicapai atau tidak, implementasi strategi karir dapat memberikan umpan balik yang berguna bagi setiap individu. Umpan balik ini berkaitan dengan sumber-sumber yang berasal dari pekerjaan maupun non pekerjaan (G) yang memungkinkan manajer dapat melakukan penilaian atas karir pekerja (H). Informasi tambahan yang diperoleh dari penilaian karir menjadi sarana lain dalam elcsplorasi karir (lihat panah dari H ke A) yang menunjukkan adanya siklus dalam model manajemen karir.

Greenhaus menambahkan pula bahwa siklus manajemen karir merupakan problem solving sekaligus merupakan proses pengambilan keputusan. Sebagaimana dapat dilihat pada gambar 2. eksplorasi, penetapan tujuan, strategi dan umpan balik acap tergantung pada bantuan yang diperoleh dari beragam individu dan organisasi. Sebagai contoh, program internship dan konseling yang diberikan oleh organisasi, penilaian kinerja, workshop self- asessment, serta program pelatihan yang ditawarkan organisasi, dukungan dari keluarga dan lain-lain dapat memberi sumbangan yang efektif bagi manajemen karir.

Efektifitas aplikasi model manajemen karir, bagaimanapun juga, tergantung pada kemauan dan kemampuan organisasi untuk berbagi informasi dengan pekerja, membuatnya sebagai sumber informasi berarti

yang ketersediannya dapat diakses, dan mendukung pekerja dalam upaya untuk mengelola karir mereka.

RANGKUMAN

Perencanaan karir yang efektif dan realistis mendorong para pekerja dapat lebih proaktif dan dapat merigantisipasi setiap masalah dan tantangan secara lebih baik.

Sekalipun manajenlen karir seharusnya secara terintegrasi berkaitan derigan perencanaan SDM, di beberapa organisasi kedua aktivitas tersebut acap saling terpisah.

Terdapat dua cara pendekatan untuk memahami makna karir. Pendekatan pertarna memandang karir sebagai pemilikan (a property) dan/atau dari occupation

atau organisasi. Pendekatan kedua memandang karir sebagai suatu properti atau kualitas inidvidual dan bukan okupasi atau organisasi.

Berdasarkan kedua pendekatan tersebut, Greenhaus mendefenisikan karir sebagai pola pengalaman berdasarkan pekerjaan (work-related experiences) yang merentang sepanjang perjalanan pekerjaan yang dialami seseorang.

Manajemen karir sebagai sebuah proses untuk mengembangkan, mengimplementasikan dan memonitor tujuan dan strategi karir individual.

Efektifitas manajemen karir tergantung sepenuhnya pada sikap (kesadaran) manajer untuk mengakui peran penting perencanaan dan pengembangan karir dalam upaya memuaskan kebutuhan individu dan organisasi.

Dalam ilmu-ilmu sosial sebuah model dapat dipahami sebagai gambaran atau representasi dari sebuah

Dalam dokumen BUKU MSDM PRI MARNIS (Halaman 191-200)