Komunikasi yang efektif adalah saat pesan yang disampaikan oleh sumber dapat diterima oleh penerima sesuai dengan tujuannya. Efektivitas media video penyuluhan perikanan dapat diketahui melalui aspek pengetahuan dan sikap. Pada penelitian ini media video dikatakan efektif jika terdapat peningkatan pengetahuan dan perubahan penilaian sikap subyek penelitian setelah menonton video tersebut.
Aspek Pengetahuan
Komponen pengetahuan yang diujikan adalah beberapa pertanyaan mengenai pengertian probiotik, alat dan bahan untuk membuat probiotik, cara membuat probiotik untuk pakan ikan, penggunaan probiotik pada pakan ikan, serta manfaat penggunaan probiotik pada pakan ikan.
Pengetahuan Awal
Pengetahuan awal subyek penelitian adalah pengetahuan subyek penelitian sebelum diterpa atau ditayangkan video penyuluhan perikanan dan sebelum mengisi kuesioner post-test yang diukur dengan melakukan pre-test .Rataan skor pre-test pengetahuan dapat dilhat pada Tabel 10.
Tabel 10 Rataan skor pre-test pengetahuan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, 2016 Pengetahuan* Eksperimen Kontrol Rataan Skor Rentang Skor Standar Deviasi Rataan Skor Rentang Skor Standar Deviasi Pengertian Probiotik a 6,80 3 - 9 1,96 6,65 5 - 9 1,35 Alat & Bahan
untuk Membuat Probiotik b 8,70 5 - 12 2,43 7,65 4 - 11 1,93 Cara Membuat Probiotik untuk Pakan Ikan c 6,55 2 - 10 2,26 5,75 3 - 12 2,25 Penggunaan Probiotik pada Pakan Ikan d 6,55 1 - 14 3,14 6,75 3 - 14 3,02 Manfaat Penggunaan Probiotik pada Pakan Ikan e 6,20 1 - 13 2,78 5,40 2 - 9 1,93 TOTAL 34,80 12 - 58 12,57 32,20 17 - 55 10,48 Keterangan : *Skor minimum-maksimum: (a) = 1-11; (b) = 1-26; (c) = 1-22; (d) = 1-24; (e) = 1- 17
Tabel 10 memperlihatkan bahwa ada perbedaan rataan skor pengetahuan awal pada setiap kelompok subyek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum pengetahuan awal subyek penelitian relatif rendah, yaitu kelompok eksperimen rata-rata memperoleh skor 34,80 dan kelompok kontrol mendapatkan skor 32,20 dibanding skor tertinggi yang mungkin tercapai yaitu 100. Subyek penelitian pada kedua kelompok memiliki skor tertinggi pada aspek pengetahuan tentang alat dan bahan untuk membuat probiotik. Hal ini dikarenakan subyek penelitian yang sudah terbiasa dan paham dengan hal teknis untuk berbudidaya ikan. Untuk mengetahui apakah perbedaan pengetahuan awal subyek penelitian tersebut signifikan atau tidak, dilakukan uji-T independent sample test.
Hasil uji-T menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan terhadap rataan skor pengetahuan awal subyek penelitian pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol (1,318 < 2,024). Hal ini menggambarkan bahwa tingkat pengetahuan awal antar kedua kelompok subyek penelitian adalah homogen, kedua kelompok subyek penelitian meiliki tingkat pengetahuan awal yang sama tentang penggunaan probiotik untuk pakan ikan. Informasi tentang penggunaan prbiotik pada pakan ikan untuk kedua kelompok merupakan suatu hal yang baru, secara teknis mereka belum mengetahui apa itu probiotik dan bagaimana cara menggunakan probiotik untuk pakan ikan. Subyek penelitian sendiri masih memberikan pakan ikan menggunakan pakan ikan alami.
“...kita disini belum ada yang pake probiotik itu, saya aja gatahu apa itu probiotik. Disini mah ngasih pakan ke ikan biasa aja, pake pelet atau pake pakan alami kaya artemia sama cacing darah...” (AS, 29 tahun)
Pengetahuan Akhir
Pengetahuan akhir subyek penelitian setelah ditayangkan video penyuluhan perikanan tentang penggunaan probiotik untuk pakan ikan diukur dengan melakukan post-test. Rataan skor post-test pengetahuan kedua kelompok dapat dilihat pada tabel 11.
Setelah melakukan post-test kita bisa mengetahui apakah ada peningkatan pengetahuan yang dialami oleh subyek penelitian. Peningkatan pengetahuan subyek penelitian diukur dari selisih nilai pre-test dan nilai post-test pengetahuan subyek penelitian. Komponen pertanyaan pada aspek pengetahuan sama dengan pre-test.
Terdapat perbedaan rataan skor post-test antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen yang mendapatkan treatment tayangan video tentang penggunaan probiotik memiliki rataan skor post-test 53,75 dan kelompok kontrol yang tidak mendapatkan treatment tayangan video memiliki rataaan skor post-test 33,70. Skor tertinggi pada kedua kelompok terdapat pada aspek pengetahuan alat dan bahan untuk membuat probiotik.
Tabel 11 menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Terdapat perbedaan rataan skor peningkatan pengetahuan subyek penelitian antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Peningkatan pengetahuan kelompok eksperimen rata-rata adalah 18,95 dan rataaan skor peningkatan pengetahuan kelompok kontrol adalah 1,50. Aspek
penggunaan probiotik pada pakan ikan adalah aspek yang mengalami peningkatan pengetahuan terbesar pada kelompok eksperimen.
Tabel 11 Rataan skor post-test dan peningkatan pengetahuan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, 2016
Pengetahuan*
Rataan Skor
Kelompok Eksperimen Kelompok Kontrol
Post-test Peningkatan Pengetahuan Post-test Peningkatan Pengetahuan Pengertian Probiotik a 8,90 2,10 6,95 0,30
Alat & Bahan untuk Membuat Probiotik b 13,25 4,55 8,15 0,50 Cara Membuat Probiotik untuk Pakan Ikan c 9,40 2,85 5,90 0,15 Penggunaan Probiotik pada Pakan Ikan d 12,95 6,40 6,80 0,05 Manfaat Penggunaan Probiotik pada Pakan Ikan e 9,25 3,05 5,90 0,50 TOTAL 53,75 18,95 33,70 1,50
Keterangan : *Skor minimum-maksimum: (a) = 1-11; (b) = 1-26; (c) = 1-22; (d) = 1-24; (e) = 1-17
“...videonya bagus, sekarang saya jadi tahu tentang probiotik. Cara menggunakannya juga saya jadi tahu gimana caranya,habis probiotiknya disemprot harus dikeringanginkan dulu, ga bisa kalau langsung dikasih ke ikan...” (A, 20 tahun).
Untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan pengetahuan akhir subyek penelitian pada tiap kelompok dilakukan uji-T paired sample test untuk skor pre- test dan post-test kedua kelompok dan uji-T independent sample test untuk skor post-test antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol.
Dari hasil uji-T didapatkan bahwa pengetahuan subyek penelitian pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol meningkat sangat signifikan (nilai sig < 0,01). Melihat dari hasil T-hitung, untuk kelompok eksperimen T-hitung lebih besar dari T-tabel (-6,953 > 2,093) begitu pun dengan kelompok kontrol (- 4,807 > 2,093). Dari hasil uji ini dapat disimpulkan bahwa subyek penelitian pada kedua kelompok mengalami peningkatan pengetahuan yang sangat signifikan.
Selain itu terdapat perbedaan yang signifikan antara rataan skor pengetahuan akhir subyek penelitian pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol (nilai sig < 0,01) dengan nilai T-hitung lebih besar dari T-tabel (7,522 > 2,060). Dari hasil uji ini dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan skor post-
test yang sangat signifikan antara subyek penelitian pada kedua kelompok. Skor post-test subyek penelitian kelompok eksperimen lebih tinggi daripada skor post- test subyek penelitian kelompok kontrol. Peningkatan pengetahuan yang terjadi pada subyek penelitian kelompok eksperimen lebih tinggi daripada peningkatan pengetahuan yang terjadi pada subyek penelitian kelompok kontrol.
Pengaruh Video terhadap Peningkatan Pengetahuan Subyek penelitian
Dalam desain penelitian ini, ada dua kelompok perlakuan yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen adalah kelompok yang mendapatkan perlakuan menonton tayangan video penyuluhan perikanan sedangkan kelompok kontrol adalah kelompok yang tidak mendapatkan perlakuan menonton tayangan video penyuluhan perikanan. Peningkatan pengetahuan subyek penelitian pada masing-masing kelompok tertera pada Tabel 12.
Tabel 12 Rataan skor pengetahuan awal, pengetahuan akhir, dan peningkatan pengetahuan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, 2016 Rataan Skor Kelompok
Eksperimen Kelompok Kontrol T-hitung Pengetahuan Awal 34,80 32,20 1,318 Pengetahuan Akhir 53,75 33,70 7,522** Peningkatan Pengetahuan 18,95 0,05 6,361** Keterangan: ** nilai sig < 0,01
Tabel 12 menunjukkan adanya perbedaan rataan skor peningkatan pengetahuan antara subyek penelitian kelompok eksperimen dan subyek penelitian kelompok kontrol. Rataan skor peningkatan pengetahuan kelompok eksperimen lebih besar daripada kelompok kontrol. Hal ini disebabkan karena kelompok eksperimen mendapatkan perlakuan menonton tayangan video tentang penggunaan probiotik pada pakan ikan dan membuat subyek penelitian menjadi lebih mengetahui tentang penggunaan probiotik pada pakan ikan. Untuk melihat apakah terdapat perbedaan peningkatan pengetahuan yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, maka dilakukan uji-T.
Hasil uji-T menunjukkan bahwa terdapat perbedaan peningkatan pengetahuan yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol (nilai sig < 0,01). Peningkatan pengetahuan kelompok eksperimen lebih tinggi daripada kelompok kontrol. Pemberian perlakuan yang berbeda memberikan pengaruh kepada subyek penelitian untuk menangkap pesan yang disampaikan (Septiana 2008). Dari hasil uji ini dapat disimpulkan bahwa media video efektif untuk meningkatkan pengetahuan pembudidaya ikan.
Hasil penelitian ini sejalan dengan pendapat yang diutarakan oleh Tiffon dan Combes dalam Schramm (1984) yang dikutip oleh Septiana (2008), yang menyatakan bahwa video mampu menyampaikan pesan dengan cara-cara yang lebih konkrit dan jelas daripada pesan yang disampaikan melalui kata-kata yang terucap atau kata-kata yang tercetak. Pembuatan video yang didesain semudah mungkin untuk dicerna merupakan salah satu faktor yang membuat masyarakat mudah dalam penerimaan pesan. Perpaduan unsur audio dan visual, juga memudahkan perancang media video untuk mendesain bentuk pesan yang dapat
diterima dengan jelas oleh masyarakat (Septiana 2008). Penelitian Iskandar (2005) membuktikan bahwa medium video yang mengandung unsur suara dan pesan visual dapat meningkatkan pengetahuan petani tentang pupuk agrodyke di Kecamatan Mandonga Kota Kendari. Keefektivan medium video untuk meningkatkan pengetahuan petani juga dibuktikan oleh penelitian yang dilakukan Benunur (2006) terhadap petani Kakao di kecamatan Amahi, Maluku Tengah.
Aspek Sikap
Komponen sikap yang diujikan adalah beberapa pernyataan mengenai penilaian subyek penelitian mengenai probiotik pada pakan ikan. Aspek sikap dilihat dari faktor-faktor yang mempengaruhi cepat atau lambatnya suatu proses adopsi inovasi yaitu keuntungan relatif, kompatibilitas, kompleksitas, triabilitas, observabilitas.
Sikap Awal
Sikap awal subyek penelitian adalah sikap subyek penelitian sebelum diterpa atau ditayangkan video penyuluhan perikanan dan sebelum mengisi kuesioner post-test yang diukur dengan melakukan pre-test .Rataan skor pre-test sikap dapat dilhat pada Tabel 13.
Berdasarkan tabel 13, secara umum subyek penelitian sudah setuju tentang penggunaan probiotik pada pakan ikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum sikap subyek penelitian kelompok eksperimen tinggi terhadap probiotik, yaitu rata-rata memperoleh skor 40,45 dibanding skor tertinggi yang mungkin dicapai yaitu 54. Sedangkan sikap subyek penelitian kelompok kontrol terhadap probiotik secara umum sedang, yaitu rata-rata memperoleh skor 39,15. Tabel 13 Rataan skor pre-test sikap kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, 2016 Sikap* Eksperimen Kontrol Rataan Skor Rentang Skor Standar Deviasi Rataan Skor Rentang Skor Standar Deviasi Keuntungan relatifa 9,30 5 - 12 2,07 9,35 6 - 12 1,66 Kompatibilitasb 8,65 4 - 12 2,42 7,75 3 - 12 2,74 Kompleksitasc 4,35 2 - 6 1,09 3,65 1 - 6 1,31 Triabilitasd 4,55 1 - 6 1,32 4,15 1 - 6 1,35 Observabilitase 13,60 7 - 18 3,89 14,25 8 - 18 2,83 TOTAL 40,45 19 - 54 10,79 39,15 19 - 54 9,89 Keterangan: *Skor minimum-skor maksimum: (a) = 2-12; (b) = 2-12; (c) = 1-6; (d) = 1-6; (e) = 3- 18
Pada kelompok eksperimen skor tertinggi yang mereka tunjukkan untuk aspek sikap adalah terdapat pada poin pakan probiotik yang dapat membuat panen ikan banyak (observabilitas) dan untuk subyek penelitian pada kelompok kontrol skor tertinggi untuk sikap terdapat terdapat pada poin probiotik dapat mencegah penyakit pada ikan (observabilitas). Subyek penelitian pada kedua kelompok
merasa penggunaan probiotik adalah hal yang baik untuk usaha budidaya mereka ke depannya. Untuk mengetahui apakah perbedaan pengetahuan awal subyek penelitian tersebut signifikan atau tidak, dilakukan uji-T independent sample test.
Hasil uji-T menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan terhadap rataan skor sikap awal subyek penelitian pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol (0,556 < 2,024). Hal ini menggambarkan bahwa tingkat sikap awal antar kedua kelompok subyek penelitian adalah homogen, kedua kelompok subyek penelitian memiliki tingkat sikap yang sama tentang penggunaan probiotik untuk pakan ikan. Mereka merasa penggunaan probiotik adalah hal yang baik untuk usaha budidaya mereka, namun mereka merasa masih belum yakin sepenuhnya terhadap penggunaan probiotik untuk pakan ikan karena mereka belum pernah menggunakan probiotik untuk pakan ikan mereka.
“... saya mah setuju-setuju aja A, tapi saya juga belum tahu pasti karena saya belum pernah liat probiotik itu kaya gimana dan gatahu cara make nya atau manfaat nya juga kaya gimana. Mungkin nanti kalau udah make sekali dua kali baru tahu hasilnya gimana...” (H, 27 tahun)
Sikap Akhir
Sikap akhir subyek penelitian setelah ditayangkan video penyuluhan perikanan tentang penggunaan probiotik untuk pakan ikan diukur dengan melakukan post-test. Perubahan sikap subyek penelitian diukur dari selisih nilai pre-test dan nilai post-test sikap subyek penelitian. Komponen pernyataan pada aspek sikap sama dengan pre-test. Rataan skor post-test sikap kedua kelompok dapat dilihat pada Tabel 14.
Tabel 14 memperlihatkan bahwa ada perbedaan rataan skor sikap akhir pada setiap kelompok subyek penelitian. Kelompok eksperimen yang mendapatkan treatment tayangan video tentang penggunaan probiotik memiliki rataan skor post-test 41,65 dan kelompok kontrol yang tidak mendapatkan treatment tayangan video memiliki rataaan skor post-test 39,40. Skor sikap tertinggi pada kelompok eksperimen terdapat pada poin pakan probiotik dapat membuat panen ikan banyak (Keuntungan relatif) dan skor sikap tertinggi pada kelompok kontrol terdapat pada poin probiotik dapat mencegah penyakit (Observabilitas).
Terdapat perbedaan rataan skor perubahan sikap pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Rataan skor perubahan sikap kelompok eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan rataan skor perubahan sikap kelompok kontrol. Pada kelompok eksperimen rataan skor perubahan sikap adalah 1,20 dan pada kelompok kontrol perubahan sikap meningkat rata-rata 0,25. Peningkatan rataan skor sikap paling tinggi kelompok eksperimen ada pada poin penggunan probiotik menguntungkan (Keuntungan relatif). Artinya, subyek penelitian merasa jika mereka menggunakan probiotik untuk pakan ikan mereka maka mereka akan mendapatkan keuntungan yang besar. Dan peningkatan rataan skor sikap paling tinggi kelompok kontrol ada pada poin probiotik mudah dibuat (Kompleksitas).
“...kalau menurut saya sih kalau pake probiotik itu lebih menguntungkan, karena penggunaan pakan untuk ikan jadi lebih sedikit. Pakan yang kita kasih sedikit tapi panennya bisa lebih
banyak atau sama dengan panen yang didapat kalau kita ngasih pakan seperti biasa...” (A, 26 tahun).
Tabel 14 Rataan skor post-test sikap kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, 2016 Sikap* Rataan Skor Eksperimen Kontrol Post-test Perubahan Sikap Post-test Perubahan Sikap Keuntungan relatifa 10,35 1,05 9,35 0,00 Kompatibilitasb 8,55 -0,10 7,75 0,00 Kompleksitasc 4,25 -0,10 3,80 0,15 Triabilitasd 4,50 -0,05 4,25 0,10 Observabilitase 14,00 0,40 14,25 0,00 TOTAL 41,65 1,20 39,40 0,25
Keterangan: *Skor minimum-skor maksimum: (a) = 2-12; (b) = 2-12; (c) = 1-6; (d) = 1-6; (e) = 3- 18
Namun tidak semua aspek mengalami peningkatan skor untuk perubahan sikap. Terlihat pada kelompok eksperimen terdapat beberapa aspek sikap yang mengalami penurunan skor. Penurunan skor terbesar berada pada aspek biaya pembuatan probiotik murah (Kompatibilitas). Setelah menonton tayangan video, subyek penelitian jadi lebih tahu tentang bagaimana cara membuat probiotik untuk pakan ikan dan subyek penelitian pada kelompok eksperimen merasa biaya yang dibutuhkan untuk membuat probiotik tidaklah sedikit.
“...kalau dilihat dari cara membuatnya agak ribet sih, terus juga kalau dilihat dari bahan-bahan yang dibutuhkan gak sedikit biaya yang harus ada buat bikin probiotik...” (E, 28 tahun)
Untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan sikap akhir subyek penelitian pada tiap kelompok dilakukan uji-T paired sample test untuk skor pre-test dan post-test kedua kelompok dan uji-T independent sample test untuk skor post-test antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol.
Berdasarkan hasil uji-T, sikap subyek penelitian pada kelompok eksperimen meningkat namun tidak signifikan (nilai sig -0,921 < 2,093). Begitu juga kelompok kontrol, sikap subyek penelitian meningkat namun tidak signifikan (nilai sig -1,561 < 2,093). Selain itu tidak terdapat perbedaan yang signifikan terrhadap rataan skor sikap akhir subyek penelitian pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol (nilai p 0,284 > 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa subyek penelitian yang ada di dua kelompok tersebut tidak mengalami perubahan sikap yang signifikan. Sikap awal subyek penelitian yang sudah masuk kategori sedang dan tinggi membuat perubahan sikap subyek penelitian tidak signifikan.
Pengaruh Video terhadap Perubahan Sikap Subyek penelitian
Skor perubahan sikap subyek penelitian pada masing-masing kelompok tertera pada tabel 15.
Tabel 15 Deskripsi peningkatan pengetahuan serta perubahan sikap kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, 2016
Rataan Skor Kelompok Eksperimen Kelompok Kontrol T-hitung Sikap Awal 40,45 39,15 0,556 Sikap Akhir 41,65 39,30 1,086 Perubahan Sikap 1,20 0,15 0,724
Tabel 15 menunjukkan adanya perbedaan rataan skor peningkatan perubahan sikap antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Rataan skor perubahan sikap kelompok eksperimen lebih besar daripada kelompok kontrol. Hal ini disebabkan karena kelompok eksperimen mendapatkan perlakuan menonton tayangan video tentang penggunaan probiotik pada pakan ikan dan membuat subyek penelitian menjadi lebih mengetahui tentang penggunaan probiotik pada pakan ikan. Untuk melihat apakah terdapat perbedaan perubahan sikap yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, maka dilakukan uji-T.
Hasil uji-T menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan perubahan sikap yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol (0,724 < 2,093). Dari hasil uji ini dapat disimpulkan bahwa tayangan video yang ditonton oleh subyek penelitian di kelompok eksperimen tidak efektif untuk merubah sikap mereka, karena perubahan sikap yang dialami subyek penelitian di kelompok eksperimen dan kelompok kontrol sama. Depari (1978) yang dikutip oleh Septiana (2008) mengatakan bahwa media massa tidak langsung mengubah sikap dan tingkah laku khalayaknya.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN EFEKTIVITAS