• Tidak ada hasil yang ditemukan

LANDASAN TEORI

2.4 Efektivitas Pembelajaran

sampai dimana penugasan siswa terhadap bahan pengajaran (pengetahuan dan ketrampilan) yang akan diajarkan.

Post test merupakan tes yang diberikan pada akhir pembelajaran. Purwanto (2009:28) menyatakan bahwa post test bertujuan untuk mengetahui sampai dimana pencapaian siswa terhadap bahan pengajaran (pengetahuan maupun ketrampilan) setelah mengalami kegiatan belajar.

2.3.5 Peningkatan Hasil Belajar

Djamarah (2010:106) mengemukakan bahwa indikator peningkatan hasil belajar dapat dilihat dari daya serap terhadap bahan pengajaran yang diajarkan mencapai prestasi tinggi, baik secara individual maupun kelompok. Daya serap terhadap pembelajaran yang telah dilakukan di uji berdasarkan kualifikasi yang ditetapkan. Secara individu ditentukan oleh standar penilaian mutlak atau yang dikenal dengan istilah penilaian acuan patokan, Purwanto (2009:310) mengemukakan bahwa berdasarkan standar penilaian yang mutlak keberhasilan atau kegagalan siswa berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya. Sedangkan secara klasikal atau kelompok ditentukan oleh standar penilaian yang relatif atau dikenal dengan istilah penilaian acuan normal, Purwanto (2009:311) mengemukakan bahwa berdasarkan standar penilaian yang relatif keberhasilan atau kegagalan siswa dipengaruhi oleh tempat relatifnya dibandingkan dengan prestasi rata-rata kelompok.

2.4 Efektivitas Pembelajaran

Sering kita mendengar istilah pembelajaran dan pengajaran, kebanyakan orang mengartikan sama yaitu proses penyampaian informasi kepada peserta

22

didik dengan metode tertentu. Namun pada implementasinya berbeda, Suprijono (2009:13) mengemukakan pengajaran adalah proses penyampaian sedangkan pembelajaran proses atau cara mempelajari sesuatu. Djamarah (2010:105) suatu proses belajar mengajar tentang suatu bahan pengajaran dinyatakan berhasil apabilan tujuan pembelajaran tercapai. Setiap sekolah dalam kurikulum KTSP diberi wewenang untuk menetapkan batas atau standar ketuntasan belajar minimal. Hamdani (2010:76) mengemukakan bahwa nilai ketuntasan belajar minimal ditetapkan oleh forum guru pada awal tahun pelajaran, berdasarkan pedoman pembuatan laporan hasil belajar sekolah menengah pertama batas tuntas siswa dalam mempelajari materi pelajaran adalah nilai 75.

Mulyasa (2007:256) menyebutkan bahwa:

Pembelajaran dikatakan efektif jika seluruhnya atau setidak-tidaknya sebagian besar (75%) siswa terlibat aktif baik fisik, mental maupun sosial serta menunjukkan kegairahan belajar yang tinggi, semangat yang besar dan rasa percaya diri.

Hal tersebut diperkuat oleh (Djamarah 2010: 108) menyebutkan bahwa :

Apabila 75% dari jumlah siswa mengikuti proses belajar mengajar atau mencapai taraf keberhasilan minimal, optimal, atau bahkan maksimal, maka proses mengajar berikutnya dapat membahas pokok bahasan yang baru.

2.5 Media Pembelajaran

2.5.1 Definisi Media Pembelajaran

Menurut Miarso (dalam Riyana, 2012:10) media pembelajaran merupakan segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan yang dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan siswa untuk belajar. Media pembelajaran bertujuan untuk memudahkan proses interaksi

23

komunikasi edukasi antara guru dan siswa dapat berlangsung secara tepat guna dan berdayaguna.

Sejalan dengan hal tersebut Djamarah dan Aswan (2010:120) mengatakan bahwa media merupakan wahana penyalur informasi belajar atau penyalur pesan.

2.5.2 Manfaat Media Pembelajaran

Riyana (2012:13) mengatakan secara umum media mempunyai kegunaan:

1. Memperjelas pesan agar tidak terlalu verbalistis.

2. Mengatasi keterbatasan ruang, waktu tenaga dan daya indera.

3. Menimbulkan gairah belajar, interaksi lebih langsung antara murid dengan sumber belajar.

4. Memungkinkan anak belajar mandiri sesuai dengan bakat dan kemampuan visual, auditori & kinestetiknya.

2.5.3 Jenis-Jenis Media Teknologi Pendidikan

Danim (2009:17-22) mengemukakan beberapa jenis media teknologi pendidikan yaitu:

1. Papan tulis, papan tulis digunakan hampir di setiap ruangan kelas. Papan tulis mempunyai nilai tertentu, seperti penyajian bahan dapat dilakukan secara jelas, kesalahan tulisan mudah diperbaiki, dapat merangsang anak untuk

2. Bulletin board dan display, alat ini biasanya dibuat secara khusus dan digunakan untuk mempertontonkan pekerjaan siswa.

24

3. Gambar dan ilustrasi fotografi, gambar ini tidak diproyeksikan, terdapat di lingkungan sekitar kita dan relatif mudah diperoleh untuk ditunjukan kepada anak.

4. Slide dan filmstrip, slide dan filmstrip merupakan gambar yang diproyeksikan, dapat dilihat dan mudah dioperasikan. slide dan filmstrip ini mempunyai nilai tertentu, yaitu memudahkan penyajian seperangkat materi tertentu, membangkitkan minat anak, keseragaman informasi, dapat dilakukan secara berulang.

5. Film, film pendidikan diangap efektif untuk digunakan sebagai alat bantu pengajaran. Film yang diputar didepan siswa harus merupakan bagian integral dari kegiatan pengajaran.

6. Rekaman pendidikan, melalui alat ini kita dapat mendengarkan cerita, pidato, music, sajak, pengajian dan lain-lain. Rekaman ini sering dilakukan oleh kelompok individu atau siswa.

7. Radio pendidikan, radio pendidikan adalah alat elektronik yang muncul dari hasil teknologi komunikasi. Melalui alat ini orang dapat mendengarkan siaran dari berbagai penjuru dan perisitiwa.

8. Televisi pendidikan, televisi adalah alat elektronik yang berfungsi menyebarkan gambar dan diikuti oleh suara tertentu. Pada dasarnya sama dengan gambar hidup bersuara. Televisi pendidikan mempunyai nilai tertentu, yaitu bersifat langsung dan nyata, jangkauan luas, memungkinkan penyajian aneka ragam peristiwa dan menarik minat

25

9. Peta dan globe, peta adalah penyajian visual dari bumi, globe adalah bola bumi atau model. Peta dan globe berbeda secara gradual, namun saling melengkapi

10.Buku pelajaran, buku pelajaran merupakan alat pelajaran yang paling populer dan banyak digunakan ditengah-tengah penggunaan alat pelajaran lainya. Lebih-lebih akhir-akhir ini, dimana alat cetak telak memasuki abad modern. Buku pelajaran memiliki nilai tertentu seperti membantu guru dalam merealisasikan kurikulum, memudahkan kontuinitas pelajaran, dapat dijadikan pegangan, memancing aspirasi, mudah diulang dan sebagainya. 11.Overhead projector atau proyektor lintas kepala cara kerja alat ini yaitu

dengan memproyeksikan pada layar apa yang tergambar atau tertulis pada kertas transparan.

12.Tape Recorder merupakan alat yang sudah dikenal masyarakat. Keuntungan penggunaan alat ini antara lain murid dapat mendengarkan kembali apa yang dibacanya, dapat digunakan dalam interview, memudahkan pemahaman terhadap penguasaan anak terutama dalam pelajaran bahasa.

13.Alat teknologi pendidikan lainya adalah mesin belajar, laboratorium bahasa, komputer, model pameran, museum sekolah, dramatisasi, dan demonstrasi. 2.5.4 Pemanfaatan Media Teknologi Pendidikan

Media teknologi pendidikan merupakan salah satu bentuk upaya peningkatan kualitas pendidikan dalam rangka mecapai tujuan pendidikan yang bermutu secara kualitatif dan kuantitatif. Media pendidikan berbasis teknologi memungkinkan guru dan siswa menciptakan rangkaian kerja yang sesuai dengan