• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bab I Pendahuluan

E. Manfaat Penelitian

2. Efektivitas Pembelajaran

a. Pengertian Efektivitas Pembelajaran

Efektivitas mempunyai arti yang berbeda-beda bagi setiap orang, tergantung pada kerangka acuan yang dipakainya. Efektif ialah tingkat keberhasilan pencapaian tujuan (outcomes) dengan cara melakukan pekerjaan yang benar (do the right things). Efektif juga berarti mampu mencapai tujuan dengan baik. Jika efisiensi lebih memfokuskan diri pada proses penghematan, maka keefektifan (effectiveness) lebih memfokuskan diri pada output atau hasil yang diharapkan. Hasil yang diharapkan dapat diukur secara kuantitatif dan kualitatif. Efektif ialah cara melakukan sesuatu (pekerjaan) yang benar (do the right things), sedangkan efisiensi (daya guna) ialah cara melakukan pekerjaan dengan benar (do things right) . Efektif dapat ditinjau dari sudut kuantitatif dan kualitatif.

Pengertian efektif secara kuantitatif ialah perbandingan antara realisasi dengan target. Semakin tinggi realisasi yang dicapai, semakin tinggi nilai efektifnya. Efektif menurut pengertian kualitatif ialah tingkat pencapaian tujuan atau tingkat kepuasan yang dicapai. Semakin tercapai tujuan seseorang atau organisasi semakin efektif seseorang atau organisasi itu. Semakin puas seseorang atau organisasi, semakin efektif seseorang atau organisasi itu. Kepuasan meliputi kepuasan internal dan eksternal organisasi.37

37

Husaini Usman (2010). Manajemen, teori, Praktek dan Riset Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara. Hal. 44.

Disamping itu beberapa pakar mengutarakan makna efektivitas, sebagaimana diungkapkan Thomas yang berpendapat bahwa efektivitas pendidikan kaitannya dengan produktivitas, berdasarkan tiga dimensi yaitu: (a) the Administrator production function; (b) the psikologist’s

production function; (c) the economic’s production function. Artinya

bahwa efektivitas pendidikan mempunyai tiga dimensi fungsi, yaitu fungsi pelanyanan bagi pelaksanaan proses pembelajaran, fungsi perubahan perilaku peserta didik yang dinyatakan dalam prestasi belajar atau hasil belajar siswa dan fungsi ekonomi, apakah dikeluarkan selama belajar sesuai dengan perolehannya.38 Menurut Slamet PH efektivitas adalah ukuran yang menyatakan sejauh mana sasaran (kualitas, kuantitas, waktu) telah tercapai39, ini juga sesuai dengan pendapat Husein Umar bahwa efektivitas mempunyai kaitannya dengan pencapaian target yang berkaitan dengan kualitas, kuantitas dan waktu. Dalam bentuk persamaan efektivitas sama dengan perbandingan antara hasil nyata dan hasil yang diharapkan.40

Dengan demikian dari beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa efektivitas adalah tingkat pencapaian kegiatan pelaksanaan tugas pokok semua orang dengan dukungan sumber daya

38

Mulyasa. (2002). Kurikulum Berbasis Kompetensi. Bandung : Remaja Rosdakarya. Hal. 83

39

Slamet,PH. (2000). Manajemen Berbasis Sekolah. Makalah disajikan dalam seminar Lokarya Pelaksanaan dan Implikasi Otonomi Daerah dalam Bidang Pendidikan, di UKSW, Salatiga. Hal. 12

40

yang dimiliki, dengan acuan indikator ideal yang direncanakan. Seperti yang dikatakan dalam surah Ar Rad Ayat 11 :

َلَ َ َّاللَّ َّىِإ ۗ ِ َّاللَّ ِرْهَأ ْيِه ُهًَىُظَفْحَي ِهِفْلَخ ْيِهَو ِهْيَدَي ِيْيَب ْيِه ٌتاَبِّقَعُه ُهَل

َُّاللَّ َداَرَأ اَذِإَو ۗ ْنِهِسُفًَْأِب اَه اوُرِّيَغُي ٰىَّتَح ٍمْىَقِب اَه ُرِّيَغُي

ا اىُو ٍم ْىَقِب

ٍلاَو ْيِه ِهًِوُد ْيِه ْنُهَل اَهَو ۚ ُهَل َّدَرَه َلََف

Artinya : Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya

bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.41

Tafsir Surat Ar-Rad Ayat 11 bahwa : (Baginya) manusia (ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran) para malaikat-malaikat yang bertugas mengawasinya (di muka) di hadapannya (dan di belakangnya) dari belakangnya (mereka menjaganya atas perintah Allah) berdasarkan perintah Allah, dari gangguan jin dan makhluk-makhluk yang lainnya. (Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum) artinya Dia tidak mencabut dari mereka nikmat-Nya (sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri) dari keadaan yang baik dengan melakukan perbuatan durhaka. (Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum) yakni menimpakan azab (maka tak ada yang dapat menolaknya) dari siksaan-siksaan tersebut dan pula dari hal-hal lainnya yang telah dipastikan-Nya (dan sekali-kali tak ada bagi mereka)

41

bagi orang-orang yang telah dikehendaki keburukan oleh Allah (selain Dia) selain Allah sendiri (seorang penolong pun) yang dapat mencegah datangnya azab Allah terhadap mereka. Huruf min di sini adalah zaidah.42

1. Dimensi Efektivitas Pembelajaran

Kualitas proses belajar mengajar (PBM) dikatakan baik, jika PBM berlangsung secara efektif, sedangkan produk PBM berkualitas jika hasil belajar atau prestasi akademik siswa baik. Hasil belajar yang bermutu jika dapat memenuhi kebutuhan siswa serta hasil tersebut relevan dengan lapangan kerja yang tersedia sesuai dengan tujuan pembelajaran. Hal tersebut diatas merupakan salah satu kebijakan dasar pendidikan nasional adalah meningkatkan kualitas pendidikan, baik kualitas proses belajar mengajar maupun produk pembelajaran.

Barsaga dalam modulnya menyatakan bahwa faktor- faktor yang menentukan efektivitas sekolah adalah: (1) supporting input; (2) school

climate; (3) enabling conditions; (4) teaching/learning process; dan (5) student outcomes. Barsaga berpendapat, bahwa faktor efektivitas sekolah

ditentukan oleh dukungan input sekolah, baik berupa SDM dan sumber daya lainnya. Kemudian diproses dalam kondisi sekolah daan lingkungan yang memungkinkan untuk terjadinya PBM, serta menghasilkan siswa yang mempunyai manfaat di masyarakat.43

42

Tafsir Ayat Jalalayn 43

Ahmad Sahar. (2015). Efektivitas Pelaksanaan Supervisi Akademik Pengawas

dalam Meningkatkan Kompetensi Profesional Guru PAI SD Di Kecamatan Prambanan Sleman,, Hal. 14. Diakses 22 Maret 2018 Pukul 13.15.

Prosser, menyatakan bahwa :Pendidikan kejuruan akan efektif jika (a) tugas-tugas latihan dilakukan dengan cara, alat dan mesin yang sama seperti di tempat kerja, (b) melatih seseorang dalam kebiasaan berpikir dan bekerja seperti yang diperlukan dalam pekerjaan itu sendiri, (c) dapat memampukan setiap individu memodali minatnya, pengetahuannya dan ketrampilannya pada tingkat yang paling tinggi, (d) diberikan bagi orang yang memerlukan, yang menginginkan dan mendapat untung dari pendidikan dan pelatihan tersebut, (e) pengalaman pelatihan untuk membentuk kebiasaan kerja dan kebiasaan berpikir yang benar diulangkan sehingga pas yang diperlukan dalam pekerjaan nanti, (f) guru (instruktur) telah mempunyai pengalaman yang sukses dalam ketrampilan dan pengetahuan pada operasi dan proses kerja yang dilakukan, (g) pelatihan diberikan pada pekerjaan yang nyata (pengalaman syarat nilai), (h) metode pengajaran yang digunakan dan hubungan dengan peserta didik mempertimbangkan sifat-sifat peserta didiknya.44

Dari kutipan diatas dapat disimpulkan, bahwa pendidikan kejuruan akan efektif, jika lembaga mempunyai : (a) materi yang relevan dengan perkembangan teknologi; (b) guru yang profesional; (c) siswa yang berminat dan bermotivasi tinggi; (d) alat pelajaran yang sesuai dengan jumlah yang memadai; serta (e) saling berinteraksi dalam susana yang kondusif untuk belajar. Oleh karena itu untuk mendapatkan prestasi belajar siswa yang diharapkan perlu suatu sekolah (lembaga) yang efektif, yang

44

Husaini Usman (2010). Manajemen, teori, Praktek dan Riset Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara. Hal. 44

mampu merencanakan pembelajaran yang baik, proses belajar mengajar yang efektif, dan sistem evaluasi belajar yang berkualitas.Efektivitas proses pembelajaran merupakan cermin untuk mencapai tujuan pembelajaran tepat pada sasarannya sesuai dengan jalan, upaya, teknik dan strategi yang digunakan dalam mencapai tujuan secara optimal, tepat, dan cepat.

Faktor yang mempengaruhi efektivitas pembelajaran antara lain kemampuan guru dalam menggunakan metode. Metode dalam proses pembelajaran dipengaruhi oleh faktor tujuan, peserta didik, situasi, fasilitas dan pengajar itu sendiri. Semakin baik dan semakin tepat penggunaan suatu metode, maka semakin efektif pula pencapaian tujuan yang telah ditetapkan, sehingga hasil belajar siswa lebih baik dan mantap,45

Pembelajaran yang efektif ditentukan oleh kemanfaatannya, sebab proses pembelajaran menunjukkan presentasi keterlibatan siswa yang tinggi dalam waktu belajar akademis yang tepat, sehingga pencapaian tujuan diperoleh dengan sikap siswa yang baik. Pembelajaran harus dapat mengembangkan potensi dan kemampuan siswa semaksimal mungkin. Keefektifan suatu proses pembelajran diukur dengan tingkat pencapain siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan sebelumnya. Davis Alexander dan Yelon berpendapat, keefektifan proses

45

Supardi.(2013). Sekolah Efektif, Konsep Dasar dan Praktiknya. Jakarta: Rajawali Pers. Hal. 57

belajar mengajar menunjukkan banyaknya peserta didik yang mampu mencapai tujuan pembelajaran khusus.

Wijayah Kusuma menyatakan bahwa kegiatan belajar mengajar supaya lebih efektif harus memperhatikan :

1. Tujuan belajar

2. Guru sebagai salah satu sumber belajar

3. Asas ditaktik (pemusatan perhatian dan kemampuan siswa, keaktifan siswa, media, praktis, efisien)

4. Bahan pengajaran

5. Metode pengajaran

6. Proses belajar mengajar46

Dari uraian di atas dapat disimpulkan, bahwa efektivitas kelas dipengaruhi oleh: (1) faktor intern yaitu aktivitas guru dan siswa pada proses belajar mengajar; dan (2) faktor ekstern yaitu suasana kelas yang memungkinkan untuk belajar dengan nyaman. Dengan demikian dimensi atau ukuran efektivitas pembelajaran dapat diukur dari efektivitas interaksi antara: (1) guru/instruktur mengajar; (2) siswa/peserta didik yang belajar; (3) materi belajar/latihan; dan (4) dukungan lingkungan

46

Nana Sudjana. (2000). Strategi Pembelajaran. Bandung : Falah Production. Hal. 165

belajar/latihan untuk mencapai tujuan pembelajaran

Dokumen terkait