• Tidak ada hasil yang ditemukan

Efektivitas Terapi Musik Keroncong dan Pemberian Aromaterapi Lemon sebagai Kontrol Tekanan Darah

METODE PENULISAN 3.1 Tahapan Penulisan

4.1 Efektivitas Terapi Musik Keroncong dan Pemberian Aromaterapi Lemon sebagai Kontrol Tekanan Darah

Secara teori hipertensi diartikan suatu peningkatan tekanan darah dalam pembuluh darah arteri secara terus menerus lebih dari satu periode. Hipertensi dipengaruhi oleh 4 faktor yang berperan dalam mempertahankan tekanan darah antara lain sistem baroreseptor arteri, pengaturan volume cairan tubuh, sistem renin angiotensin dan autoregulasi vaskular (Udjianti, 2010). Tekanan darah yang tidak terkontrol dan sangat tinggi dapat menyebabkan komplikasi serius dan terjadinya penyakit kardiovaskuler seperti angina, serangan jantung, gagal jantung, stroke, kerusakan ginjal, dan masalah pada mata. Semakin tinggi tekanan darah semakin besar risikonya (Prince, 2008).

Pada penatalaksanaan penyakit hipertensi dibagi menjadi dua kategori yaitu penatalaksaan farmakologi dan non farmakologi. Dalam hal tersebut, penulis berasusmsi bahwa penderita hipertensi lebih memilih terapi farmakologi dimana dengan mengonsumsi obat-obat anti hipertensi, penderita bisa lebih tenang dan mengalami penurunan dari gejala yang dirasakannya. Dengan demikian, penderita hipertensi akan mengalami ketergantungan dan konsumsi obat secara teratur untuk mengindari munculnya gejala yang ditimbulkan, namun dalam penggunaan terapi farmakologi tersebut menimbulkan beberapa efek samping seperti gangguan tidur, sakit kepala, batuk, hiperkalemia, gangguan kardiovaskular, dan lain-lain. Hal inilah yang mendasari pemilihan terapi kedua dalam pengobatan hipertensi yaitu terapi non farmakologi yang mana dalam lingkup keperawatan sebagai tindakan mandiri perawat seperti massage, pemberian aromaterapi, meditasi, akupuntur, terapi musik, dan terapi herbal. Hal ini berkaitan dengan masalah-masalah yang berhubungan dengan hipertensi seperti sakit kepala, nyeri tengkuk, insomnia dapat dikurangi atau diobati dengan relaksasi, terapi non farmakologi yang dengan tehnik relaksasi diantaranya terapi musik dan terapi inhalasi menggunakan aromaterapi yang dapat menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik pada penderita hipertensi (Subandi, 2013).

25 Pemberian aromaterapi untuk penderita hipertensi memiliki efektivitas dimana molekul-molekul dari minyak aromaterapi mudah menguap, sehingga dapat bereaksi langsung dengan indra penciuman kemudian diteruskan ke otak.

Bau yang dihirup mengaktifkan pelepasan neurotransmitter seperti serotonin, endorfin, dan norepinephrine dan memodulasi neuroreceptors dalam sistem kekebalan tubuh, mengubah suasana hati, mengurangi kecemasan, dan mengganggu respon stres. Norepinephrine juga berperan penting dalam memori.

Reseptor di hidung juga berkomunikasi dengan bagian otak (amigdala dan hipotalamus) yang berfungsi sebagai gudang untuk emosi dan kenangan (Butje, 2008). Keefektifan aromaterapi ini dibuktikan pada hasil penelitian Setyowati (2015) dengan menyatakan bahwa aromaterapi lemon berpengaruh terhadap perubahan tekanan darah sistolik pada pasien hipertensi dan tidak ada pengaruh pada tekanan darah diastolik. Dari hasil penelitian tersebut penulis termotivasi untuk memanfaatkan kembali aromaterapi lemon untuk kontrol tekanan darah pada penderita hipertensi.

Penulis juga menggabungkan dengan terapi non farmakologi lain yang memiliki keefektifan terhadap kontrol tekanan darah yaitu terapi musik keroncong. Saat responden mendengarkan musik dengan 5 oktav (keroncong) dengan frekuensi sedang antara (750-3000 herzt) akan mempengaruhi beberapa sistem didalam tubuh. Musik dengan frekuensi sedang mampu secara signifikan mengendalikan tekanan darah penderita hipertensi (Triyanto, 2014). Musik masuk melalui saraf pendengaran kemudian diterima oleh otak, musik mengaktivikasi pada sistem limbik yang berhubungan dengan emosi, saat sistem limbik teraktivikasi otak menjadi rileks sehingga dapat menciptakan kondisi tubuh yang tenang. Alunan musik juga dapat menstimulasi tubuh untuk memproduksi molekul Nitric Oxide (NO) untuk membuat kondisi vasodilatasi pada pembuluh darah karena molekul ini masuk dalam tonus otot pembuluh darah sehingga secara langsung akan menjadikan pembuluh darah vasodilatasi, molekul ini berkerja pada tonus pembuluh darah yang dapat mengurangi tekanan darah (Susilo &

Wulandari, 2011). Terapi musik dominan frekuensi sedang sangat signifikan untuk mengendalikan respon tekanan darah pada pasien hipertensi primer.

26 4.2 Penerapan dan Pembuatan Media LED-MiRa (LED humidifier music

and aromatherapy) sebagai Kontrol Tekanan Darah

Ada berbagai cara musik keroncong dapat sampai ke telinga pendengar khususnya pada penderita hipertensi, salah satunya yaitu menggunakan media LED-MiRa (LED humidifier music and aromateherapy), seperti pada gambar berikut:

Langkah pertama yaitu pemasangan pcb pada tutup humidifier yang sudah dirakit dengan menggunakan mur dan obeng

Langkah kedua yaitu pemasangan tutup bagian bawah humidifier

Langkah ketiga yaitu pemasangan ceropong temgabus sebagai penghantar cairan lemon un

Langkah keempat yaitu pemasangan gabus yang ukurannya sudah disesuaikan dengan bentuk ceropong uap

Langkah ketiga yaitu pemasangan ceropong tempat gabus sebagai penghantar cairan lemon menjadi uap

Langkah kedua yaitu pemasangan tutup bagian bawah humidifier

Langkah pertama yaitu pemasangan PCB pada tutup humidifier yang sudah dirakit dengan menggunakan mur dan obeng

27 tuk menjadi uap

Gambar 4.1 Rangkaian Pembuatan Aromaterapi

Langkah kelima yaitu pemasangan tutup humidifier pada botol yang sudah di sediakan

Langkah keenam yaitu sediakan kabel, gunting pada bagian ujung, kupas lapisan kabel, sehingga terlihat ujung pada bagian dalam lapisan kabel

Langkah ketujuh yaitu menyambungkan bagian ujung kabel pada PCB (dengan menggunakan solder) sesuai dengan grafik atau pola yang terdapat pada PCB tersebut

Langkah kedelapan yaitu proses penyambungan kabel pada PCB

Langkah kesembilan yaitu pemasangan kabel pada speaker

28

Gambar 4.2 Rangkaian Pembuatan MP3 Mini Sound

Serangkaian alat dan bahan disatukan sehingga menjadi media yang telah terorganisasi serta siap pakai. Bahan utamanya adalah rekaman musik keroncong dalam berbagai format salah satunya yaitu MP3. File musik keroncong yang tersedia dipindahkan dari Personal Computer maupun Handphone kedalam memory card atau flashdisk. Cara kerja dari mini sound yaitu melalui perangkat keras sound dengan tersedia rekaman musik keroncong pada memory card yang ditancapkan pada USB mini sound. Media tersebut dapat digunakan didalam ruangan ketika melakukan terapi komunitas penderita hipertensi. Selama terapi dilakukan, obyek sasaran adalah lansia dengan keadaan relax. Musik keroncong melalui media mini sound yang telah dimodifikasi dengan aromaterapi.

Gambar 4.3 USB untuk Power Aromaterapi

Pemodelan terapi musik keroncong dan aromaterapi bagi para lansia ini lebih menekankan kepada: Pertama; peningkatan kesehatan lansia di Indonesia, Ke-dua; memperbaiki budaya ketergantungan perawatan, mengasah potensi diri,

Slot Memory Card

On / Off

Speaker

29 dan tanggung jawab, Ke-tiga; menghilangkan sifat dan mental negatif. Sedangkan melalui pendidikan pelatihan terapi musik keroncong lebih diarahkan kepada peningkatan kemampuan fisik dan keterampilan para lansia dalam memanfaatkan teori dan teknik serta media yang digunakan selama pelaksanaan terapi dilakukan.

Pendidikan pelatihan tidak hanya memberikan pengetahuan yang lebih penting tetapi juga meningkatkan kesadaran agar mampu menerima, bekerja sama, dan menghindari sikap ketergantungan pada pihak medis dalam pemberian asuhan keperawatan.

Gambar 4.4 Media LED-MiRa Siap untuk Digunakan

Pengaplikasian LED-MiRa terhadap kontrol tekanan darah pada penderita hipertensi meliputi beberapa tahap antara lain:

1. Kondisikan tempat, suasana serta media yang digunakan

2. Persiapkan klien. Posisikan klien pada kondisi senyaman mungkin 3. Posisi LED-MiRa dikondisikan agar mampu didengar dan dihirup

dengan baik

4. Nyalakan tombol power pada musik keroncong dan aromaterapi lemon 5. Terapi yang dilakukan secara mandiri, LED-MiRa dapat ditempatkan

disamping tempat tidur atau tempat duduk klien dengan volume yang telah disesuaikan.

30 BAB 5

KESIMPULAN

Dokumen terkait