BAB II KAJIAN PUSTAKA
2.1. Ekonomi Digital
Kemajuan teknologi menawarkan alternatif baru dalam interaksi termasuk dalam hubungan aktivitas perekonomian dan perdagangan. Teknologi menjadi sumber utama yang menyediakan data dan metode yang dibutuhkan dalam meningkatkan nilai produk, jasa, maupun interaksi antar berbagai pihak sedangkan ketersediaan jaringan merupakan peranan penting dalam tata kelola aktivitas ekonomi dan social.
Istilah ekonomi digital (digital economy) dikenalkan oleh Don Tapscott (1995) lewat bukunya berjudul The Digital Economy: Promise and Peril in the Age of Networked Intelligence. Ekonomi digital adalah kegiatan ekonomi yang didasarkan pada teknologi digital internet. Ekonomi digital disebut juga dengan sebutan internet economy, web economy, digital-based economy, new economy knowledge, atau new economy. Don Tapscott melihat fenomena perkembangan internet yang revolusioner ini dapat mengubah proses bisnis kedepan menjadi suatu kegiatan ekonomi yang berbeda format dengan ekonomi tradisional, atau memunculkan fenomena yang dikenal dengan ekonomi digital (digital economy). Seiring dengan meningkatnya jumlah pengguna internet yang menandakan semakin besar manfaat yang dirasakan dengan kehadiran internet maka sangatlah mungkin perkembangan dunia bisnis kedepan akan semakin diwarnai dengan berbagai aktifitas ekonomi digital.
Menurut Wibowo (2018) menjelaskan bahwa ekonomi digital adalah ekonomi yang didasarkan pada barang elektronik dan jasa yang dihasilkan oleh bisnis elektronik dan diperdagangkan melalui perdagangan elektronik. Bisnis dengan produksi elektronik dan proses manajemen dan yang berinteraksi dengan mitra dan pelanggan dan melakukan transaksi melalui Internet dan Web teknologi. Pengertian ekonomi digital lebih menitikberatkan pada transaksi dan pasar yang terjadi di dunia internet.
Ekonomi digital merupakan sebuah spesialisasi dari ekonomi regional. Ekonomi digital adalah kaloborasi komplit dari berbagai elemen yang saling berhubungan satu dengan yang lain. Ekonomi ini mencoba membuat serangkaian proses berlanjut yang dimulai dari pedagang atau penyedia jasa menjajakan barang dan jasa mereka di sebuah ruang tertentu di internet, pembeli atau konsumen yang membeli barang atau menggunakan jasa pada ruang tersebut, pembayaran dilakukan secara langsung atau dengan bank tertentu, pengiriman barang langsung atau menggunakan jasa pengiriman barang, serta penggunaan jasa secara langsung. Ekonomi digital merupakan aktivitas ekonomi dan bisnis yang berbasis pada teknologi digital yaitu pasar yang berbasis internet dan web (world wide web). Dalam era ekonomi digital, informasi bukan hanya sekedar media untuk bertransaksi dan berkomunikasi melainkan menjadi sumber utama yang mendatangkan profit dalam perekonomian. Ekonomi digital mendorong perubahan pola pikir individu dan organisasi dalam pengambilan keputusan ekonomi.
Aktivitas dalam ekonomi digital menjadikan letak geografis tidak lagi relevan karena masyarakat bisa bertransaksi dimana saja tempatnya entah di desa maupun kota. Adanya platform tertentu menjadi kunci dalam kegiatan ekonomi dan bisnis. Ekonomi digital memiliki infrastruktur ekonomi yakni hardware, software dan jaringan internet.
Ekonomi digital di Indonesia telah berhasil masuk ke berbagai lapisan masyarakat dalam segala usia. Membaurnya masyarakat masa kini terhadap ekonomi digital terjadi oleh karena kenyamanan yang dirasakan atas ekonomi berbasis teknologi yang sangat memudahkan perkerjaan manusia. Ada banyak macam aplikasi dan implementasi dari ekonomi digital di Indonesia diantaranya industri, penyediaan jasa layanan antar atau logistik, provider telekomunikasi, produsen perangkat pintar, dan lain-lain. Salah satu industri ekonomi digital yang sangat booming adalah e-commerce.
2.1.1. Pengertian Bisnis Online dan E-Commerce
Bisnis Online adalah suatu kegiatan atau aktifitas yang dilakukan di media internet untuk menghasilkan uang. Seperti halnya sebuah kegiatan bisnis di kehidupan nyata, bisnis online yang di jalankan via Internet ini pun memiliki tujuan yang sama yaitu menghasilkan suatu keuntungan. Bisnis online dikenal dan digambarkan sebagai Perdagangan elektronik. Perdagangan elektronik atau e-dagang (bahasa Inggris: Electronic Commerce, juga e-commerce) adalah penyebaran, pembelian, penjualan, pemasaran barang dan jasa melalui sistem elektronik seperti internet atau televisi, www, atau jaringan komputer lainnya (Sakti, 2014). Elektronik dagang dapat melibatkan transfer dana elektronik,
pertukaran data elektronik, sistem manajemen inventori otomatis, dan sistem pengumpulan data otomatis.
Perdagangan Elektronik (E-Commere = electronic commerce) adalah bagian dari lifestyle yang memungkinkan transaksi jual beli dilakukan secara online dari sudut tempat mana pun. Dilansir dari buku Suyanto mengenai Strategi Periklanan pada e-commerce Perusahaan, menurut Kakalota dan Winston (1997) definisi E-Commerce dapat ditinjau dari beberapa perspektif, yaitu:
a. Komunikasi, e-commerce adalah pengiriman barang, layanan, informasi, atau pembayaran melalui jaringan komputer atau melalui peralatan elektronik lainnya.
b. Proses bisnis, e-commerce adalah aplikasi dari teknologi yang menuju otomatisasi dari transaksi bisnis dan aliran kerja.
c. Layanan, e-commerce merupakan suatu alat yang memenuhi keinginan perusahaan, konsumen, dan manajemen untuk memangkas biaya layanan (service cost) ketika meningkatkan kualitas barang dan meningkatkan kecepatan layanan pengiriman.
d. Online, e-commerce menyediakan kemampuan untuk membeli dan menjual barang ataupun informasi melalui internet dan sarana online lainnya.
Menurut Suyanto (2003), manfaat e-commerce terbagi menjadi 3, yaitu: 1. Bagi organisasi pemilik e-commerce
a. Memperluas market place hingga kepasar nasional dan internasional. b. E-Commerce menurunkan biaya pembuatan, pemprosesan, pendistribusian,
c. E-Commerce mengurangi waktu antara outlay modal dan penerimaan produk dan jasa.
2. Bagi konsumen
a. E-Commerce memungkinkan pelanggan untuk berbelanja atau melakukan transaksi selama 24 jam sehari sepanjang tahun dari hampir setiap lokasi. b. E-Commerce memberikan lebih banyak pilihan kepada pelanggan, mereka
bisa memilih berbagai produk dari banyak vendor.
c. E-Commerce menyediakan produk dan jasa yang tidak mahal kepada pelanggan dengan cara mengunjungi banyak tempat dan melakukan perbandingan secara cepat.
d. Pelanggan bisa menerima informasi yang relevan secara detil dalam hitungan detik, bukan lagi hari atau minggu.
3. Bagi masyarakat
a. E-commerce memungkinkan orang untuk bekerja didalam rumah dan tidak harus keluar rumah untuk berbelanja. Ini berakibat menurunkan arus kepadatan lalu lintas dijalan serta mengurangi polusi udara.
b. E-commerce memungkinkan orang di negara dunia ketiga dan wilayah pedesaan untuk menikmati aneka produk dan jasa yang akan susah mereka dapatkan tanpa e-commerce.