• Tidak ada hasil yang ditemukan

Elemen Inti 2: Strategi

Dalam dokumen TCFD. Panduan Pelaksanaan (Halaman 26-39)

Saat ini, banyak organisasi yang terdampak persoalan terkait perubahan iklim, yang kemungkinan besar meningkat seiring waktu dan berimplikasi penting terhadap bisnis, strategi, dan perencanaan keuangan. Pengungkapan yang lebih baik mengenai risiko dan peluang iklim saat ini dan yang diprediksi akan terjadi, dan pandangan organisasi, dapat meningkatkan pemahaman investor mengenai pengaruh risiko dan peluang ini terhadap fungsi strategis dalam jangka pendek, menengah, dan panjang. Strategi menempati urutan kedua dari empat elemen inti pengungkapan keuangan terkait perubahan iklim yang direkomendasikan TCFD.

Berikut ini merupakan pengungkapan yang direkomendasikan oleh TCFD untuk semua perusahaan dan didasarkan penilaian materialitas.

Mengungkapkan risiko dan peluang terkait perubahan iklim yang telah diidentifikasi oleh organisasi

dalam jangka pendek, menengah, dan panjang

Mengungkapkan dampak risiko dan peluang terkait perubahan iklim terhadap bisnis, strategi, dan perencanaan keuangan organisasi

Mengungkap ketahanan strategi organisasi dengan mempertimbangkan berbagai skenario terkait perubahan iklim, termasuk

skenario 2℃ atau di bawahnya

Agar sesuai dengan pengungkapan strategi yang direkomendasikan (c), penyusun laporan harus mempertimbangkan panduan yang dimuat dalam dokumen tambahan teknis TCFD, Penggunaan Analisis Skenario dalam Pengungkapan Risiko dan Peluang terkait perubahan iklim (The Use of Scenario Analysis in Disclosure of Climate-related Risks and Opportunities). Meskipun mencakup pengungkapan yang direkomendasikan TCFD, panduan ini tidak menyediakan panduan terperinci mengenai proses pelaksanaan analisis skenario karena sudah tersedia beberapa sumber informasi komprehensif mengenainya (dan mengenai aspek strategi lainnya) di Pusat Pengetahuan TCFD di tcfdhub.org.

Selain itu, perusahaan di beberapa industri utama harus mempertimbangkan panduan tambahan TCFD untuk pengungkapan strateginya, yang disesuaikan dengan setiap kondisi (lih. bilah samping “Panduan Tambahan” di atas).

Sebagai contoh, TCFD menyarankan agar perusahaan di kelompok industri keuangan dan nonkeuangan utama membuat tiga pengungkapan strategi yang direkomendasikan, terlepas dari hasil penilaian materialitas yang dilakukan oleh organisasi yang melaporkan (lih. bilah samping “Panduan Tambahan tentang Materialitas”).

Penjelasan dari AgriCo di bawah ini turut mempertimbangkan Panduan Tambahan bagi industri nonkeuangan untuk kelompok nonkeuangan Produk Pertanian, Pangan, dan Hutan.

Panduan Tambahan

Selain rekomendasi umum, TCFD juga menerbitkan panduan khusus sektor untuk perusahaan yang bergerak di sektor keuangan dan nonkeuangan yang dianggapnya sangat mungkin terdampak perubahan iklim dan peralihan menuju ekonomi rendah karbon. Panduan ini menyatakan “perlunya mempertimbangkan variabilitas dampak terkait perubahan iklim di seluruh dan di dalam berbagai sektor dan pasar.”

Sebagai contoh, selain menyampaikan pengungkapan strategi dan pengelolaan risiko industri tertentu atau khusus sektor, TCFD juga mendorong organisasi menyusun metrik yang “disesuaikan dengan risiko dan peluang terkait perubahan iklim khususnya” dan menyarankan agar “dalam menentukan metrik paling relevan dan bermanfaat, organisasi juga didorong untuk melibatkan pemangku kepentingan, termasuk investornya.”

Panduan tambahan ini berlaku untuk perusahaan di industri berikut ini:

Sektor Keuangan

• Bank

• Perusahaan Asuransi

• Pemilik Aset

• Pengelola Aset Kelompok Nonkeuangan

• Energi

• Transportasi

• Bahan dan Bangunan

• Produk Pertanian, Makanan, dan Hutan

G G S S S

R R R M M M

a) b) a) b) c)

a) b) c) a) b) c)

G G S S S

R R R M M M

a) b) a) b) c)

a) b) c) a) b) c)

G G S S S

R R R M M M

a) b) a) b) c)

a) b) c) a) b) c)

TCFD Panduan Pelaksanaan

Cara membaca ringkasan untuk elemen pengungkapan yang direkomendasikan TCFD (Strategi):

Bagian di bawah ini menyajikan dua simulasi ringkasan pengungkapan hipotesis dari dua perusahaan yang bergerak di industri pertanian dan industri minyak dan gas.

Ringkasan dari masing-masing perusahaan disajikan di kolom sebelah kiri, dan analisisnya berada di kolom sebelah kanan. Anotasi yang ada di kolom sebelah kanan mengacu pada panduan yang diberikan oleh TCFD untuk masing-masing pengungkapan TCFD, dan anotasi ini menunjukkan cara yang tepat untuk menerapkan persyaratan utama Kerangka CDSB dan standar SASB khusus industri agar dapat membantu organisasi menyusun pengungkapan berdasarkan rekomendasi yang diberikan.

Meskipun anotasi yang tertera tidak selalu membahas cara penerapan prinsip TCFD, CDSB, dan SASB (lih. Gambar 5) secara eksplisit, anotasi ini disajikan dengan asumsi bahwa prinsip-prinsip ini turut dipertimbangkan dalam menentukan cara mengungkapkan informasi tersebut dalam laporan keuangan.

Mengingat ringkasan pengungkapan ini disajikan untuk tujuan ilustrasi, kami belum menerapkan setiap persyaratan CDSB atau aspek dari standar SASB. Sebagai gantinya, kami memberikan contoh-contoh utama untuk menunjukkan bahwa dua alat yang saling melengkapi ini dapat digunakan untuk lebih memenuhi rekomendasi TCFD. Setiap paragraf dalam ringkasan diberi nomor untuk memudahkan rujukan, dan nomor pada ringkasan (sebelah kiri) sesuai dengan anotasi bernomor (sebelah kanan) yang menunjukkan bahwa persyaratan Kerangka CDSB atau standar industri SASB tertentu digunakan dalam pengungkapan.

Panduan Tambahan untuk Materialitas Bagi sebagian besar organisasi, pengungkapan yang direkomendasikan TCFD yang berkaitan dengan Strategi dan Metrik & Target didasarkan pada penilaian materialitas. CDSB telah menerbitkan pernyataan pendapat (position paper) yang membahas pandangan Gugus Tugas mengenai penerapan materialitas terhadap pengungkapan keuangan terkait perubahan iklim.

Materialitas adalah “suatu konsep yang dirancang untuk memberikan panduan penerapan penilaian profesional dengan tujuan menentukan tingkat pengungkapan informasi yang dapat diterima dalam laporan keuangan, dan selanjutnya menentukan pengambilan keputusan oleh pengguna laporan ini” (hal. 3).

Dokumen ini menetapkan bahwa informasi dianggap sebagai material “jika penghilangan atau salah penyebutannya dapat memengaruhi atau diperkirakan memengaruhi keputusan mengenai perusahaan (termasuk keputusan ekonomi) yang kemungkinan diambil oleh pengguna laporan tahunan berdasarkan laporan tahunan ini secara keseluruhan” (hal. 16).

Dokumen ini juga memuat berbagai strategi yang dapat dilakukan untuk menentukan materialitas secara efektif, termasuk (tetapi tidak terbatas pada) penyusunan strategi pelaporan iklim dan pengungkapan kebijakan pelaporan iklim perusahaan, dan memastikan metrik material

“mencerminkan indikator, target, dan metrik yang digunakan oleh manajemen untuk menjalankan bisnis dengan dasar bahwa hal-hal yang relevan untuk bisnis akan dipandang sebagai hal material oleh pembaca” (hal.

21).

Selain itu, pernyataan ini juga menyebutkan bahwa

“persoalan iklim harus diperlakukan sebagai “peringatan”

materialitas, jika:

• Menimbulkan dampak keuangan (baik saat ini ataupun dalam jangka waktu penentuan materialitas);

•Mengancam ketahanan strategi atau model bisnis perusahaan;

•Memengaruhi kemampuan perusahaan untuk menghasilkan atau mempertahankan nilai; atau

•“Meresahkan para direktur” (hal. 22).

Lih. sumber berikut ini untuk informasi lebih lanjut.

CDSB, Position Paper: Materiality and Climate-related Financial Disclosures (2018); dan

CDSB, Position Paper on Relevance & Materiality, Organizational Boundaries and Assurance (2015).

TCFD Panduan Pelaksanaan ELEMEN INTI 2: STRATEGI

Ringkasan dari Laporan Tahunan AgriCo

SIMULASI PENGUNGKAPAN: STRATEGI

YANG DAPAT DIPETIK DARI PENGUNGKAPAN AGRICO Strategi

Risiko dan peluang jangka pendek, menengah, dan panjang

Perusahaan mempertimbangkan risiko jangka pendek, menengah, dan panjang pada setiap horizon waktu yang disebutkan berikut ini:

• Risiko jangka pendek – risiko yang dapat memberikan dampak terhadap hasil keuangan jangka pendek, termasuk risiko yang mungkin terjadi dalam siklus pelaporan tahunan saat ini.

• Risiko jangka menengah – risiko yang memengaruhi hasil keuangan secara material akibat dampak terkait perubahan iklim yang berlangsung dalam jangka panjang, yang mengharuskan kami untuk menyesuaikan strategi secara signifikan, termasuk risiko yang dapat terjadi dalam jangka waktu 2–5 tahun.

• Risiko jangka panjang – risiko yang secara mendasar dapat berdampak terhadap viabilitas strategi dan model bisnis jangka panjang, termasuk risiko yang dapat terjadi dalam jangka waktu 5–10 tahun.

Perusahaan melakukan penilaian terhadap materialitas risiko terkait perubahan iklim berdasarkan kemungkinan terjadinya risiko ini serta perkiraan besarnya dampak keuangan yang ditimbulkan.

Penilaian materialitas yang dilakukan ini sangat mirip dengan penilaian yang diterapkan Perusahaan untuk semua risiko dan peluang bisnis. Berdasarkan penilaian ini, perusahaan telah mengidentifikasi risiko jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang.

Risiko jangka pendek

• Emisi Scope 1 (Risiko Peralihan, Kebijakan, dan Hukum) – Kegiatan operasional Perusahaan menimbulkan emisi Scope 1. Sebagian besar emisi Perusahaan dihasilkan oleh fasilitas pengolahan serta pengangkutan barangnya.

» Fasilitas Pengolahan. Fasilitas pengolahan kami menyumbang sekitar 62% dari total emisi Scope 1. Saat ini, tidak ada satu pun dari emisi kami yang mengikuti peraturan penetapan harga karbon. Kami tidak mengantisipasi risiko apa pun yang muncul dalam jangka pendek.

Meski demikian, kami terus memantau perkembangan peraturan yang muncul, termasuk komitmen Kontribusi yang Ditetapkan Secara Nasional (NDC) berdasarkan Persetujuan Paris. Kami juga tengah melakukan penilaian dan menggunakan NDC ini untuk memandu strategi jangka menengah dan jangka panjang dalam memitigasi risiko kebijakan dan hukum.

Panduan dan Pertanyaan yang Perlu Dipertimbangkan Pertanyaan-pertanyaan yang diambil dari panduan untuk semua sektor yang disertakan dalam laporan akhir TCFD berikut ini dapat membantu penyusun laporan keuangan untuk lebih mempertimbangkan aspek-aspek strategi yang disarankan, yang dapat diungkapkan dalam tiga pengungkapan terkait strategi yang direkomendasikan TCFD. Penerapan Persyaratan Kerangka CDSB, Panduan Penerapan SASB 5.0(b), dan metrik dari masing-masing standar industri SASB atau sumber informasi lainnya yang tersedia (mis. informasi yang diperoleh melalui Kuesioner CDP) dapat menjadi alat yang sangat membantu bagi organisasi untuk mempertimbangkan dan mempersiapkan isi pengungkapan strateginya secara matang.

Mengungkapkan risiko dan peluang terkait perubahan iklim yang telah diidentifikasi organisasi

pada jangka pendek, menengah, dan panjang

Hal apa yang dianggap oleh perusahaan sebagai horizon waktu jangka pendek, menengah, dan panjang yang relevan, dengan mempertimbangkan masa manfaat aset atau infrastrukturnya, dan fakta bahwa persoalan terkait perubahan iklim sering kali berlangsung selama jangka menengah dan jangka panjang?

KERANGKA CDSB: PER-02 Kerangka CDSB mewajibkan agar pengungkapan mencakup jadwal, target, dan IKU yang

digunakan untuk menilai efektivitas strategi dan kebijakan lingkungan organisasi. Persyaratan ini mengikuti rekomendasi TCFD agar perusahaan mengungkapkan berbagai hal yang dianggap masuk kategori jangka pendek, menengah, dan panjang, dengan mempertimbangkan masa manfaat aset-asetnya. Dalam ringkasan ini, AgriCo membedakan tiga horizon waktu yang berbeda di awal pengungkapan. Selain itu, AgriCo telah mempertimbangkan masa manfaat aset/infrastrukturnya dalam jangka menengah, dan jangka panjang, termasuk armada transportasi dan fasilitas pengolahannya.

Apa saja persoalan khusus terkait perubahan iklim pada setiap horizon waktu (jangka pendek, menengah, dan panjang) yang dapat menimbulkan dampak material secara keuangan terhadap organisasi?

KERANGKA CDSB: TCFD menganjurkan agar pengungkapan strategi dipisahkan berdasarkan risiko dan peluang terkait perubahan iklim, dengan menyebutkan horizon waktu untuk setiap risiko dan peluang, yang kemungkinan menimbulkan dampak material secara keuangan terhadap organisasi. Kerangka CDSB (dalam PER-02 dan PER-03) secara langsung

mencerminkan rekomendasi ini. Sebagai respons terhadapnya, AgriCo telah melakukan penilaian materialitas dan memerinci dampak khusus terkait perubahan iklim dan modal alam yang diperkirakan muncul pada setiap horizon waktu. Sebagai contoh, dalam horizon waktu jangka pendek dan menengah , AgriCo menyebutkan bahwa gangguan terkait cuaca terhadap kemampuannya untuk memperoleh dan mengolah

G G S S S

TCFD Panduan Pelaksanaan ELEMEN INTI 2: STRATEGI

Ringkasan dari Laporan Tahunan AgriCo

SIMULASI PENGUNGKAPAN: STRATEGI

YANG DAPAT DIPETIK DARI PENGUNGKAPAN AGRICO

» Transportasi. Infrastruktur transportasi kami,termasuk armada laut, jalan, dan kendaraan rel (rail vehicle) milik perusahaan, menyumbang sekitar 35% dari total emisi Scope 1. Saat ini, tidak ada satu pun dari emisi terkait transportasi kami yang mengikuti peraturan penetapan harga karbon. Saat ini, kami tengah dalam proses mengganti kendaraan lama dengan kendaraan yang lebih baru dan hemat bahan bakar berdasarkan pengurangan normal. Akan tetapi, pada jangka menengah hingga jangka panjang, kami mengantisipasi penghentian dini beberapa kendaraan sebelum masa manfaatnya (useful life) berakhir sebagai bagian dari strategi penurunan emisi kami. Upaya ini akan dibahas pada bagian berikut ini.

• Pengadaan Bahan Baku (Risiko Fisik Akut) - AgriCo memiliki pemasok yang berada di wilayah dengan risiko perubahan iklim fisik akut.

Perusahaan telah mengevaluasi risiko terhadap produk-produk utama, dan telah mengembangkan strategi terkait untuk memitigasinya.

» Minyak Kacang. Perusahaan menghadapi potensi gangguan terhadap kemampuannya dalam mengolah komoditas kacang menjadi minyak kacang akibat semakin meningkatnya frekuensi dan tingkat keparahan badai di wilayah Pantai Teluk Amerika Serikat. Gangguan ini dapat menimbulkan dampak negatif terhadap pendapatan Perusahaan. 7 Pada tahun 2018, kerusakan yang terjadi pada fasilitas pemasok kacang yang disebabkan Badai Michael menyebabkan keterlambatan pada kegiatan pemanenan, yang berpotensi menimbulkan gangguan terhadap operasi pengolahan di pabrik pengolahan kami di Georgia. Fasilitas ini juga mengalami kerusakan kecil akibat badai ini sehingga mengakibatkan dikeluarkannya belanja modal minor. 8 Perusahaan juga mengidentifikasi adanya risiko jangka pendek terhadap aset fisiknya yang mungkin berakibat pada besarnya belanja modal yang diperlukan untuk memperbaiki fasilitas rusak yang disebabkan oleh peristiwa badai di masa mendatang atau hilangnya pendapatan akibat waktu yang terpakai untuk memperbaiki fasilitas. 9 Guna mengatasinya, Perusahaan telah membuat strategi pelibatan pemasok untuk menilai risiko terkait perubahan iklim pada rantai pasok kacang dan tengah bekerja sama dengan pemasok untuk menerapkan strategi mitigasi risiko ini. Perusahaan tengah mempertimbangkan kemitraan strategis dengan pemasok utama untuk memperkuat atau merancang kembali fasilitas pemanenan guna meningkatkan ketahanannya dan menurunkan kemungkinan timbulnya gangguan berat akibat badai. Hingga kini, AgriCo telah menyelesaikan penilaian awal risiko perubahan iklim di 70% fasilitas dan operasi pemasoknya, dan akan menyelesaikan

kacang secara efektif sebagai kendala yang berpotensi menimbulkan dampak keuangan material bagi perusahaan.

STANDAR SASB: Panduan Penerapan SASB 5.0(b) juga merekomendasikan agar organisasi mengungkapkan pendekatan strategis mengenai dampak aktual dan potensial dari risiko dan peluang terkait perubahan iklim terhadap bisnis, strategi, dan perencanaan keuangan untuk jangka pendek, menengah, dan panjang.

STANDAR SASB: Sesuai dengan metrik FB-AG-110a.2 SASB, AgriCo telah memberikan penjelasan mengenai strategi jangka pendek dan jangka menengah untuk mengelola emisi Scope 1, target penurunan emisinya, dan analisis kinerjanya sesuai target ini.

STANDAR SASB: Berdasarkan metrik FB-AG-430a.3 SASB, AgriCo juga telah menjelaskan strateginya dalam mengelola risiko lingkungan (termasuk risiko terkait perubahan iklim) yang berasal dari pemilihan pemasok komoditas, dalam jangka pendek, menengah, dan panjang.

KERANGKA CDSB: PER-03 menyarankan agar organisasi membuat “penjelasan yang menjembatani visinya di masa mendatang dan cara agar model bisnisnya bertahan terhadap risiko material yang muncul dan memanfaatkan peluang baru.”

PER-03 juga menyebutkan bahwa perusahaan harus menjelaskan kerangka waktu untuk menilai risiko dan peluang yang ada, termasuk perkiraan terjadinya risiko dan peluang ini. Akan tetapi, pengungkapan AgriCo lebih menekankan pada pembahasan mengenai risiko terkait perubahan iklim, dan tidak

mengidentifikasi peluang apa pun yang kemungkinan muncul dalam peralihan menuju ekonomi rendah karbon dan berketahanan iklim pada ketiga horizon waktu ini.

KERANGKA CDSB: PER-06 mewajibkan manajemen merangkum kesimpulannya mengenai pengaruh dampak, risiko, peluang, dan keluaran kebijakan lingkungan (dan iklim) terkait kinerja dan posisi perusahaan di masa mendatang. Meskipun ringkasan ini membahas dampak terkait perubahan iklim yang berhubungan dengan risiko tertentu untuk jangka pendek, menengah, dan panjang, pengungkapan AgriCo dapat diperkuat dengan menyertakan rangkuman kesimpulan ini (yakni pernyataan pandangan manajemen), sehingga memberikan gambaran umum mengenai pengaruh risiko-risiko ini secara keseluruhan terhadap seluruh posisi dan rencana strategis perusahaan yang diungkapkan di bagian Pengelolaan Risiko.

3

TCFD Panduan Pelaksanaan ELEMEN INTI 2: STRATEGI

Ringkasan dari Laporan Tahunan AgriCo

SIMULASI PENGUNGKAPAN: STRATEGI

YANG DAPAT DIPETIK DARI PENGUNGKAPAN AGRICO penilaian seluruh fasilitas selambatnya pada akhir

triwulan pertama tahun 2019. Perusahaan telah memprioritaskan pelibatan pemasok yang memiliki risiko tertinggi berdasarkan penilaian awal ini. Sementara itu, untuk fasilitas pengolahan milik perusahaan sendiri, kami telah menyelesaikan tinjauan integritas struktural di semua pabrik yang kami miliki dan operasikan, dan telah mengembangkan rencana 5 tahunan untuk mengatasi temuan penting guna memastikan agar fasilitas kami tahan terhadap potensi frekuensi dan intensitas badai yang terus meningkat.

Risiko jangka menengah

Emisi Scope 1 (Risiko Peralihan, Kebijakan, dan Hukum)

» Fasilitas Pemrosesan. Kami mengantisipasi peraturan penetapan harga karbon yang kemungkinan muncul dalam jangka menengah hingga jangka panjang, dan peraturan ini dapat membawa dampak keuangan yang signifikan terhadap operasi perusahaan, termasuk peningkatan biaya operasional dan potensi belanja modal untuk menurunkan emisi. 12 Guna memitigasi risiko ini, Perusahaan menyusun strategi untuk mengurangi keseluruhan konsumsi energi sebesar 20%, membangkitkan setengah dari energi kami dengan cara memanfaatkan sumber-sumber terbarukan milik perusahaan, dan mencapai penurunan emisi GRK sebesar 40% pada tahun 2035. 13 Berdasarkan pengungkapan di bagian Metrik dan Target, AgriCo telah mencapai penurunan konsumsi energi dari data awal yang ditetapkan pada tahun 2016 sebesar 6%

untuk fasilitas pengolahannya, dan telah meningkatkan konsumsi energi dari sumber terbarukan (dari 10% menjadi 17%) selama periode ini. Hasilnya, selama periode ini, Perusahaan telah mencapai penurunan emisi GRK sebesar 10% dari fasilitas pengolahannya. 14 Perusahaan terus mengidentifikasi dan melaksanakan proyek penghematan energi untuk menurunkan konsumsi energi secara keseluruhan, dan kami berharap instalasi tenaga surya di fasilitas pengolahan kami di Georgia dapat dirampungkan pada akhir tahun 2019.

» Transportasi: Berdasarkan hasil kegiatan penilaian risiko perubahan iklim yang kami lakukan, Perusahaan mengantisipasi peraturan baru yang dirancang untuk membatasi emisi Scope 1 pada rentang waktu jangka menengah hingga jangka panjang, dan peraturan ini berdampak besar terhadap operasi perusahaan. Selain itu, standar penghematan bahan bakar di beberapa pasar kemungkinan mewajibkan peremajaan beberapa armada transportasi kami dengan kendaraan yang lebih hemat bahan bakar. Perkembangan peraturan ini dapat menyebabkan peningkatan

Proses apa yang digunakan untuk menentukan risiko dan peluang apa saja yang dapat menimbulkan dampak material terhadap keuangan perusahaan?

KERANGKA CDSB: TCFD merekomendasikan agar organisasi

“menentukan materialitas untuk persoalan terkait perubahan iklim menggunakan cara yang sama dengan penentuan materialitas informasi lainnya yang disertakan dalam laporan keuangan.” AgriCo menunjukkan bahwa pihaknya telah menerapkan pendekatan yang “benar-benar sama”. Prinsip 1.4 CDSB menyarankan agar organisasi “mengevaluasi kondisinya sendiri untuk mengidentifikasi informasi lingkungan material untuk dimasukkan ke dalam laporan keuangan”, dan organisasi

“harus menjelaskan keluaran dari proses yang digunakan untuk mengidentifikasi informasi lingkungan [termasuk informasi terkait perubahan iklim] material” dalam laporan kesesuaian dengan Kerangka CDSB (PER-11). Informasi ini dapat mencakup hasil dari penerapan panduan yang ada mengenai penilaian materialitas dari SASB dan lainnya.

KERANGKA CDSB: Jika manajemen tidak dapat menilai besaran dampak dan/atau waktu terjadinya peristiwa yang tidak dapat dipastikan, Prinsip 2 CDSB (Pengungkapan harus disampaikan dengan sebenar-benarnya), demi memastikan kelengkapan pengungkapan, menyarankan agar manajemen menyebutkan “perkiraan periode waktu untuk menyelesaikan ketidakpastian ini,” mengungkapkan “kesulitan yang ada pada saat penilaian”, dan menerapkan “pendekatan kehati-hatian”

sehingga diperoleh “pengungkapan yang sesuai mengenai segala bentuk ketidakpastian.” Sebagai contoh, dalam

pengungkapannya, AgriCo menyebutkan ketidakpastian terkait cuaca ekstrem, risiko peraturan, dan skenario masa mendatang.

KERANGKA CDSB: Perlu diperhatikan bahwa PER-04 menggolongkan emisi GRK dari operasi, entitas, dan kegiatan di dalam batasan pelaporan keuangan organisasi sebagai hal-hal yang material. AgriCo mengungkapkan strateginya untuk mengatasi emisi Scope 1 dalam jangka pendek dan menengah, 11 dan juga menyertakan data kinerja terkait pada bagian Metrik

& Target di bawah ini, dengan menggunakan standar SASB untuk menjelaskan efektivitas strategi yang diuraikan di sini.

Pengungkapan ini menunjukkan keterkaitan informasi di antara empat elemen inti.

Apa saja risiko dan peluang perusahaan yang dipisahkan berdasarkan sektor dan/atau wilayah geografis?

KERANGKA CDSB: PER-04 (Sumber dampak lingkungan) menyatakan bahwa hasil penilaian lingkungan harus

dipisahkan, dikategorikan, atau diuraikan berdasarkan wilayah geografis atau sektor, serta berdasarkan kegiatan/divisi bisnis, profil risiko, dan sumber, yang dapat membantu meningkatkan pemahaman mengenainya. Selain itu, PER-02 (Peran

manajemen) menyarankan agar para penyusun laporan mengutarakan target yang berlaku untuk strategi dan kebijakan lingkungan di wilayah geografis tertentu. PER-03 (Risiko dan Peluang) menyarankan penyusun agar menjelaskan risiko dan peluang material yang ada saat ini atau yang diantisipasi berlaku di tingkat organisasi atau khusus untuk wilayah geografis, unit bisnis, atau aset tertentu.

10

TCFD Panduan Pelaksanaan ELEMEN INTI 2: STRATEGI

Ringkasan dari Laporan Tahunan AgriCo

SIMULASI PENGUNGKAPAN: STRATEGI

YANG DAPAT DIPETIK DARI PENGUNGKAPAN AGRICO signifikan pada pengeluaran langsung terkait

emisi yang dihasilkan dan kebutuhan akan belanja modal tambahan untuk mengganti infrastruktur armada yang sudah ada. 16 Oleh karena itu, perusahaan telah melakukan beberapa strategi untuk memitigasi risiko ini.

Pertama, perusahaan telah menetapkan target untuk menurunkan konsumsi energinya secara keseluruhan, termasuk konsumsi bahan bakar, sebesar 20%, dan memanfaatkan sumber-sumber terbarukan untuk menghasilkan setengah dari energi yang dikonsumsi perusahaan, termasuk bahan bakar terbarukan, selambatnya pada tahun 2035. Guna mewujudkannya, Perusahaan telah melakukan penilaian armada transportasi dan telah membuat rencana peremajaan dini untuk mencapai target penurunan konsumsi bahan bakar Perusahaan. Berdasarkan pengungkapan pada bagian Metrik dan Target, AgriCo telah menurunkan konsumsi energi di semua armada transportasinya sebesar 8% dari data awal tahun 2016. Perusahaan juga telah meningkatkan konsumsi bahan bakar dari bahan bakar terbarukan, yakni dari 5% menjadi 16% selama jangka waktu ini. 17 Secara keseluruhan, Perusahaan telah mencapai penurunan emisi GRK sebesar 16% dari armada transportasinya selama jangka waktu ini.

Pemasokan Bahan Baku (Risiko Fisik, Akut)

» Minyak Kacang. Perusahaan mengantisipasi semakin meningkatnya frekuensi dan keparahan

» Minyak Kacang. Perusahaan mengantisipasi semakin meningkatnya frekuensi dan keparahan

Dalam dokumen TCFD. Panduan Pelaksanaan (Halaman 26-39)

Dokumen terkait